Apa jadinya jika dua sifat yang saling bertolak belakang disatukan dalam ikatan bernama pernikahan.
Gawa dengan sikap kasar serta tempramental yang angkuh serta sifat kasar yang mendasar sering membuat dirinya di panggil dengan sebutan Singa. Sementara Kristal dengan segala sikap penurut serta lemah lembut nya.
Hingga berawal dari satu teror yang seolah menjadi kan nya sebagai pintu teror yang lainnya. Bukan hanya cinta, namun persahabatan juga akan di uji dalam cerita ini.
Bersama dengan para sahabat nya, akan kah Gawa dapat menyelesaikan kejadian-kejadian aneh itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riyaarmalissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju Konflik
"Mungkin ini yang terbaik untuk kita." Gawa mengisi gelas kosong yang berukuran kecil dengan Vodka yang selalu tersimpan rapi di ruang bawah tanah. Tidak ada yang tahu selain dirinya, sebab pembuatan ruang bawah tahan itu ia selesaikan secara diam-diam.
"Seenggaknya untuk sekarang." Racau nya tidak sadar. Jika dihitung, ini merupakan gelas ke-enam yang ia habiskan isinya.
Semenjak pertemuannya tadi sore dengan Genta, dirinya banyak merenung akan ucapan kakak sepupunya yang beberapa tahun lalu ia hindari.
... Untuk sementara biarkan Kris bebas di luar sana, dan kamu menyelesaikan masalah di sini. Jangan takut dia bakal benci kamu, karna itu udah jadi konsekuensi Gawa.
Dirinya tidak ingin Kristal membencinya, namun apakah kesalahannya dapat termaafkan? rasanya sulit untuk dijelaskan.
Ketukan pintu kamarnya membuyarkan acara lamunannya, Gayatri masuk tanpa dipersilahkan. Bukannya kurang sopan, hanya saja dirinya tidak mendapatkan jawaban dari dalam sana.
Kamar yang biasanya tampak rapi kini berantakan. Lampu tidak dihidupkan menandakan jika sang pemilik sedang tidak baik-baik saja. Dirinya berjalan menuju Gawa, namun sebelum itu Gayatri menghidupkan lampu terlebih dahulu untuk penerangan di dalam ruangan tersebut.
Meletakkan segelas susu hangat serta biskuit. Dirinya terkejut setelah melihat bebrapa botol minuman beralkohol itu berserakan di lantai. Segera ia memungut semua botol itu dan di buang di tong sampah yang berada dekat situ.
Mengusap kepala Gawa lembut.
"Jangan kayak gini sayang, kamu buat Bunda khawatir."
Gawa meresapi usapan lembut itu. Dirinya benar-benar rindu segala kasih sayang orang tua nya. Batinnya menjerit untuk segera memeluk Gayatri, namun Otaknya tidak sejalan. Yang dapat dilakukan hanyalah diam tanpa sedikit suara pun.
"Dulu Giselda pergi ninggalin Gawa, dan sekarang Kristal. Mereka sama-sama gak ngasih Gawa alasan kenapa mereka pergi, apa Gawa gak boleh bahagia?" Itu adalah pertanyaan yang ingin ia sampaikan selama ini. Pertanyaan yang kadang membuatnya takut untuk bangkit.
Gayatri menggeleng tanda tidak menyetujui pemikiran anaknya itu.
"Nggak! Gawa pantes bahagia, Gawa boleh bahagia!"
Karna posisi Gawa yang duduk sementara Gayatri berdiri, ia mendongak untuk menatap wajah sayu Bunda nya.
"Tapi kenapa Bun? kenapa semua alasan Gawa bahagia pergi? mereka jahat ya Bun?" Tanpa sadar Gawa meneteskan air mata yang sudah ditahan nya sejak tadi.
"Mau ke Ayah." Lirihnya pelan.
Sedangkan Galaksi tidak ada di rumah, dirinya ke kantor untuk memantaj pembangunan proyek barunya. Gawa butuh Galaksi saat ini, orang yang mengenal serta mengerti apa keinginan Gawa adalah Galaksi.
Gayatri mengangguk dan segera menelpon sang suami agar segera pulang. Dirinya tidak ingin Gawa lebih terpuruk dari kondisi seperti ini.
'Mas sedang di lapangan sayang, kenapa?'
'Pulang sekarang Mas! Gawa butuh kamu'
Tanpa menunggu jawaban dari seberang sana, Gayatri memutuskan sambungan telepon nya.
"Sebentar lagi Ayah pulang, ayo sekarang kamu istirahat dulu." Gayatri membimbing Gawa menuju ranjang. Dirinya tahu jika tadi malam Gawa tidak tidur dan asik meracau dengan menyebut nama Kristal.
Meninggalkan Gawa yang saat ini terbaring istirahat. Lain dengan beberapa anak muda yang sedang merencanakan sebuah misi untuk Melenyapkan nyawa seseorang.
"See, gue udah buat Maureen yang sedang bermain api." Gadis dengan warna iris berbeda dengan kebanyakan warga lokal itu tersenyum bangga.
Sedangkan disebelahnya ada seorang pria yang tak lain adalah Braga. Seseorang yang terjebak dalam rumitnya kehidupan serta kehilangan keluarga. Dirinya tidak jahat, hanya saja mencoba untuk menjadi seseorang yang tidak dikucilkan lagi.
"Gue gak tau apa dendam gue sama Batarapati itu, tapi gue suka buat dia menderita!" Desis nya menahan amarah yang memuncak.
"Dan lo pintar Ra." Sambung nya.
Kejora Handoko. Satu nama yang membuat banyak masalah. Terlalu pintar memanfaatkan kelemahan orang serta lemah saat di hadapan banyak orang membuat dirinya disebut sebagai Mawar berduri.
Sejauh ini sudah banyak korban yang menjadi mangsanya.
Kejora meneguk segelas Wine hingga tandas.
"Tapi sekarang bukan waktunya untuk Gawa, Jovan terlebih dahulu Ga!"
Ting
Pintu kafe terbuka menampilkan sesosok gadis yang memiliki sifat ceria itu masuk. Dia adalah Rasi, si gadis cerewet yang menjadi musuh bebuyutan Rigel. Masih mengenakan seragam sekolah serta jepit rambut berwarna Biru adalah ciri khas nya.
Seolah detik memperlambat waktu untuk berjalan. Kedua netra mereka bertubrukan saling menatap satu sama lain. Braga terdiam menyelami iris gelap namun mempesona itu.
Saat Rasi ingin memanggil Braga, dengan gerakan cepat pria itu pergi menuju toilet.
Rasi menghela napas gusar.
"Yahh kakaknya malu buat ketemu sama aku." ucapnya sedih
Lantas dirinya berlalu menuju ruang ganti untuk menukar seragamnya dengan pakaian khas pekerja di kafe itu.
***
Galaksi tergesa-gesa saat memasuki kediamannya sendiri. Setelah menerima telpon dari sang istri yang menyuruh nya pulang tanpa ada kejelasan yang pasti, dirinya panik bukan main. Meninggalkan berbagai macam kesibukan yang ada di Kantor, dirinya sampai lupa jika ada temu client yang berasal dari Jerman.
Menaiki tangga dan langsung menuju kamar sang Putera, dirinya mengabaikan sapaan yang terlontar dari Bi Ijah.
"Kenapa?" Dirinya masih berdiri di depan pintu, namun sudah di suguhkan dengan keadaan kamar yang berisikan suara racauan dari Gawa.
Gayatri segera menghampiri sang suami dan melonggarkan sedikit simpul dasi Galaksi.
"Gawa mau kamu."
Dahi Galaksi mengerut tanda tak paham.
"Dari kapan kayak gini?"
"Dari pulang sekolah, Gawa tidak ada keluar kamar. Saat aku lihat, dirinya sudah kacau begini." Adu nya memelas. Gayatri tidak suka melihat Gawa yang seperti ini.
"Kamu keluar, biar Mas yang jaga Pati!"
Menurut apa kata sang suami, Gayatri memilih keluar untuk membuatkan makan malam. Sebenarnya dia juga tidak terbiasa dengan keadaan yang seperti ini. Rumah ini mulai berwarna sejak kehadiran Kristal malam itu.
Kembali pada Galaksi yang kini mendekat ke arah sang Putera, dirinya mengusap surai tebal itu. Melihat ke arah tong sampah dan menemukan ada banyak botol Vodka di sana.
Sekejap mata jelaga itu terbuka. Memperhatikan Galaksi dengan seksama. Gawa duduk bersandar dengan bantal di belakang punggung nya.
"Empat tahun lalu Gawa bunuh adiknya Anna Yah." Terangnya terlampau terlambat. Dirinya memulai percakapan tanpa diminta Galaksi.
Galaksi kaget namun masi mempertahankan wajah datarnya.
"Kenapa?"
Galaksi sudah tahu kemana arah pembicara mereka. Dan Anna adalah nama yang sudah tidak asing lagi bagi mereka.
"Dia hampir bunuh Kak Naura."
"Dan di tiga tahun lalu, Papa nya Anna Ayah pecat karna ketauan korupsi dana perusahan. Di situ Anna gak suka sama keluarga kita, kebetulan Kristal istri aku, jadi dia manfaatin Kristal. Kecelakaan yang menimpa Kristal itu ulah dia dengan alibi dia mau keluar Kota."
"Udah dua kali Kristal ngalamin peneroran, tapi Pasti sendiri juga gak tau siapa pelakunya."
Gawa bercerita tanpa ada satu kejadianpun yang ia lupakan. Galaksi masih menyimak dengan tenang.
"Pati mau Ayah hancurin siapa pun orang yang udah ngebuat Kris celaka!" Mutlaknya. Jika Galaksi saja bisa ia atur, bagaimana dengan para tikus di luar sana? pasti sangat mudahkan?
Galaksi memeluk Gawa. Kegiatan ini jarang mereka lakukan.
"Ayah akan bantu Pati."
*
*
*
*
Jeng jeng jeng, gimana udah dapet gambaran belum siapa aja peneror dari segala kekacauan ini? kalo masi belum yaudah tunggu aja deh kelanjutannya.
like N koment jan lupa. ❤
seeyou
kaum sultan masa isinya cm segitu
wkwkwk
akhirnya LENGGAWA is back...
hebat km thor...👍👍👍
bikin penasaran
lanjut thor
othor zeeyeeenggg.... tunjukkanlah drmuuu...
readers mu ygtak tau diri ini sngt merindukan ending ceritamuuu...😁😁😁