NovelToon NovelToon
The Rise Of Queens In Another World

The Rise Of Queens In Another World

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Chicklit
Popularitas:876.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Desti Sl

Hiburan untuk semua [slow update] atau update tidak menentu😊

•••

Alexa seorang wanita cantik dan pintar dari abad 21 yang berprofesi sebagai agen nomer 1 di dunia. Kemampuannya tak sebatas itu, dia sangat menyukai hal-hal yang baru dan selalu mengembangkan alat-alat baru di dunianya. Alexa juga memiliki bakat dalam bidang kedokteran dan sangat ahli dalam berbagai bidang lainnya.

Kisahnya dimulai dari penghianatan kedua orang tersayangnya. Siapa yang tahu bahwa dia dihianati oleh kekasih yang dia cintai dan sahabat yang dia sayangi seperti saudaranya sendiri. Dia dibunuh dengan kejam oleh tangan sahabatnya sendiri.

Sungguh Alexa benar-benar tak mengira kematiannya akan secepat ini dan tanpa perlawanan sedikit pun. Namun takdir berkata lain, kisahnya tidak hanya sampai di situ, Alexa memang mati... Namun jiwanya tidaklah mati, melainkan berpindah ke dunia lain.

Menempati raga seorang gadis yang telah mati karena ulah adik tirinya. Setiap hari tubuh dan mentalnya selalu disiksa dan dicaci maki sebagai seorang yang pemalu, penakut, buruk rupa, lemah, dan lebih parahnya lagi dia seorang sampah.

" Hmm...gue ngak bisa bales dendam sama si penghiatan itu (sahabat and mantan gue). Tapi gue bisa nglampiasin bales dendam gue sama orang yang udah nyakitin lo. Gue akan bales seratus kali lipat mereka yang berani nyakitin gue sama tubuh baru gue. Lo bisa tenang disana karna gue sang Killer Queen telah tiba...hahaha... "
~Alexa~

•••

Tapi mengapa raja narsis ini selalu mengikutinya.

" Arrghh!!! kenapa lo slalu muncul sihh!!! "
~Xiao Fei~

" Kau milikku sayang...selamanya milikku. "
~?~

" Aku kembali..aku akan merebutmu lagi sayang, karna dari awal kau milikku. "
~?~

Bagaimana Alexa menjalani hidupnya?
Akankah takdir mempermainkannya dan mempertemukannya lagi dengan orang yang telah menghianatinya?

.

.

.

Mau tau cerita yang sebenarnya?
Karangan langsung dari imajinasi author.
Kalau penasaran langsung baca.Ok😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desti Sl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 34

Typo bertebaran / abaikan

°°°

•°•°•°•°•°• HAPPY READING  •°•°•°•°•°•

Brak...

Xiao Fei hampir saja terjungkal ke bawah karna saking kagetnya.

" LANCANG!! SIAPA SIH!!! BERANINYA MENGGANGGU TIDURKU!!! " teriak Xiao Fei emosi. Bagaimana dia tidak emosi, baru saja memejamkan matanya karna lelah, tiba-tiba ada yang mendobrak pintu kamarnya tanpa izin.

" Apa kau bilang!!! " desis seorang gadis berambut coklat yang masuk ke kamar Xiao Fei tanpa izin, diikuti dua gadis dibelakangnya dengan bersedekap dada menatap nyalang Xiao Fei.

" 😨😨😨 " tubuh Xiao Fei rasanya menegang mendengar suara yang cukup familiar, ia pun membalikkan tubuhnya perlahan.

Xiao Fei membelalakan matanya menatap ketiga gadis di depannya. Xiao Fei rasanya ingin kabur dari sini juga, bagaimana ini mereka akhirnya datang meminta perhitungan...pikirnya gelagapan.

" Ah?! si-sis-sister, e-e-eonni?! " ucap Xiao Fei tersendat-sendat.

" Ke-kenapa kalian ada disini?! " lanjutnya gelagapan.

" Kenapa kau bilang? apa kami tidak boleh ke sini hmm? " ucap seorang gadis berambut pirang dengan senyum manisnya. Xiao Fei punya firasat yang buruk dengan senyum itu.

" Ah, bo-boleh kok! " balas Xiao Fei.

" Kemarilah nona Xiao Fei " panggil gadis berambut coklat.

" I-i-iya " balas Xiao Fei dan melangkah dengan ragu-ragu menghampiri gadis berambut coklat itu.

" A-a-ada apa? " tanya Xiao Fei takut-takut.

Gadis berambut coklat itu melangkah lebih dekat ke arah Xiao Fei dan langsung menarik telinga kiri Xiao Fei.

" Kau yang ada apa!!! " marah gadis berambut coklat itu sambil menjewer telinga Xiao Fei.

" A.a.aww sakit sister " ringis Xiao Fei kesakitan.

" Kenapa kamu berbohong kepada kami ha?!!! " marah gadis berambut pirang dan ikut menjewer telinga kanan Xiao Fei.

" a.a.aduh duh sakit sister " ringis Xiao Fei kesakitan karna kedua telinganya kini ditarik dengan kencang.

Mereka lain tidak lain adalah kakak perempuan angkat Xiao Fei atau bisa dibilang mereka bertiga lah yang mengangkat Xiao Fei sebagai adik kecil mereka sekaligus menjadi sahabat.

" Huaaa!! tolooooong!!! " teriak Xiao Fei sambil mencoba melepaskan kedua tangan itu dari telinganya.

" E-eonni " Xiao Fei menatap gadis berambut hitam yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.

" 😢 " Xiao Fei pun mengeluarkan senjata mautnya dengan wajah imut dan mata yang berkaca-kaca, menatap memelas seperti dianiaya, sebenarnya...memang dia sedang dimarahi.

" 😒 " Gadis berambut hitam yang melihat tatapan memelas Xiao Fei pun hanya bisa menghela nafas.

" Lepaskan dia " perintah gadis berambut hitam itu.

Gadis berambut coklat dan pirang pun melepaskan tangan mereka yang menarik telinga Xiao Fei.

" Gomawo eonni " ucap Xiao Fei kepada gadis berambut hitam sambil mengusap kedua telinganya yang terasa perih akan jeweran maut.

" Jelaskan apa alasanmu " ucap gadis berambut hitam dan diangguki gadis berambut coklat dan pirang.

Mereka sekarang duduk di kasur mengelilingi Xiao Fei.

" Sekarang jelaskan mengapa kamu membohongi kami " ucap gadis berambut hitam yang duduk di tengah dan di depan Xiao Fei.

(Putri tunggal kekaisaran Park, Park Seohyun)

" Jelaskan semuanya " ucap gadis berambut coklat yang duduk di samping kanan Park Seohyun.

(Putri pertama kerajaan Wilson, Everly Wilson)

" Tanpa kebohongan lagi " lanjut gadis berambut pirang yang duduk di samping kiri Park Seohyun.

(Putri tunggal kerajaan Smith, Bellia Smith)

" Hufft..baiklah " ucap Xiao Fei dengan helaan nafas.

" Jadi sebenarnya itu aku putri pertama dari perdana mentri Xiao yang dirumorkan buruk rupa, penakut, dan...sampah tidak berguna...Tunanganku memutuskan pertunangan kita karna tidak menerimaku apa adanya dan menyukai adik tiriku sendiri... " jelas Xiao Fei dengan jujur.

Mereka bertiga tidak mengetahui asal usul Xiao Fei yang sebenarnya dan wajah asli Xiao Fei juga, karna selama mereka bertemu, Xiao Fei selalu memakai cadarnya setiap saat. Xiao Fei menutupi identitasnya dan memberi tahu bahwa dia adalah seorang pengembara.

Saat ada waktu luang, Xiao Fei selalu berkunjung ke markas mereka berempat untuk berkumpul menghabiskan waktu bersama. Akan tetapi selama satu bulan ini Xiao Fei tidak lagi mengunjungi markas mereka dan membuat ketiga kakaknya merasa sangat khawatir.

Awal dari pertemuan mereka dimulai saat Xiao Fei berkeliling di benua barat dan pada saat itu Xiao Fei sedang jalan-jalan didekat sungai yang terhubung dengan air terjun.

.

.

.

Flashback on

Xiao Fei sedang menikmati suasana pinggir sungai yang udaranya sangat menyegarkan. Saat Xiao Fei menelisik lebih jauh sungai itu, dia melihat seorang perempuan cantik di tepi air terjun.

Xiao Fei pun menajamkan pendengarannya.

" Mengapa dia tega menghianatiku! " lirih wanita itu terdengar menyedihkan.

" Mengapa!!!! " teriak wanita itu terdengar frustasi.

" Aku tak tahan lagi, aku akan mengakhiri semua ini " gumam wanita itu dengan air mata yang bercucuran di wajahnya.

Wanita itu melangkahkan kakinya semakin dekat dengan air terjun. Dia pun terjun ke bawah meninggalkan semua penderitaan yang ia rasakan.

Tapi saat tubuhnya akan jatuh, tiba-tiba ada seseorang yang mencekal tangnnya.

" Apa kau gila ha!! " teriak Xiao Fei.

" Lepaskan!! biarkan aku pergi!! " teriak Wanita itu dengan tubuh meronta yang akan terjatuh.

Xiao Fei langsung menarik tangan wanita itu, tubuh wanita itu pun terangkat ke tepi jurang air terjun.

" Kenapa kau menyelamatkanku!! seharusnya biarkan aku mati dan melupakan semua penderitaan ini " teriak wanita itu yang tampak sangat marah dengan air mata yang mengalir deras, sungguh wanita itu terlihat sangat menyedihkan.

Xiao Fei langsung memeluk tubuh wanuta itu, berharap wanita itu bisa tenang.

" Kenapa dia menghianatiku..hiks..kenapa dia tega berhubungan dengan..hiks..wanita lain... " lirih wanita itu dipelukan Xiao Fei dengan isak tangis yang memilukan.

Xiao Fei rasanya ingin menangis saat tahu alasan mengapa wanita ini ingin bunuh diri, Xiao Fei jadi mengingat saat dia tega dihianati oleh orang yang dia cintai dan dibunuh oleh orang yang dia sayangi, rasanya menyakitkan...sangat menyakitkan.

" Menangislah..limpahkan semua penderitaanmu, saat kesedihanmu hilang balaskan mereka yang berani menghianatimu..jangan biarkan mereka hidup bahagia, mereka harus merasakan penderitaan yang sama dengan dirimu..jadi kau harus berpikir jernih, jangan kau akhiri semua ini dengan bunuh diri, tapi kau harus akhiri ini dengan pembalasan... " ucap Xiao Fei sambil mengusap suarai pirang wanita itu.

" Hiks..huaaa...... " tangis wanita itu sejadi-jadinya.

Sudah puas menangis dipelukan Xiao Fei, wanita itu melepas pelukan Xiao Fei dan memandang wajah Xiao Fei yang tertutup cadar. Dia menatap kedua mata Xiao Fei yang terlihat ketenangan dimatanya, wanita itu pun ikut tenang melihatnya, kesedihannya telah terlimpahkan...

" Terima kasih " ucap wanita itu.

Xiao Fei mengangkat sebelah alisnya tanda tidak mengerti.

" Terima kasih telah menyelamatkanku, terima kasih telah memberi saran kepadaku, terima kasih telah mau mendengar keluh kesahku, dan terima kasih telah memberikan pelukanmu untukku " ucap wanita itu yang tidak lain adalah Bellia Smith, putri tunggal kerajaan Smith.

" Sama-sama " balas Xiao Fei.

Dan pada saat itu mereka menjadi lebih dekat dan menjadi sahabat. Bellia Smith memperkenalkan Xiao Fei dengan kedua sahabatnya yang pada saat itu tengah kebingungan mencari putri Bellia Smith yang menghilang, mereka adalah putri pertama kerajaan Wilson, yaitu Everly Wilson dan putri tunggal kerajaan Park, yaitu putri Park Seohyun.

Mereka bertiga mengangkat Xiao Fei sebagai adik kecil mereka dan sekaligus menjadi sahabat.

Flashback off

.

.

.

" Kurang ajar! hanya karena anak selir itu?! " desis Bellia Smith yang tampak marah.

" Tenanglah " ucap Park Seohyuh menengangkan.

" Aku menyembunyikan identitasku karena aku hanya takut salah memilih teman " lanjut Xiao Fei dengan tertunduk.

" Bodoh! mau kamu seorang pengembara, rakyat biasa, seorang sampah, buruk rupa, atau apalah..kami tidak peduli, kami menerimamu apa adanya, dan kami sangat menyayangimu.. kau harus tahu itu Fei-er " jelas Park Seohyun dengan wajah serius.

" Eonni😢 " Xiao Fei pun memeluk Seoyun dan dibalas oleh Seohyun, Everly dan Bellia tersenyum kemudian ikut memeluk Seohyun dan Xiao Fei...terasa sangat hangat bagaikan sebuah keluarga yang sesungguhnya.

Mereka berempat berpelukan melepas rindu, sedih, dan senang.

Beberapa saat kemudian mereka pun melepaskan pelukan yang terasa sangat hangat itu.

" Kenapa kau menutupi wajahmu? " tanya Everly Wilson penasaran.

" Aku tidak yakin dengan wajahku " jawab Xiao Fei dengan polosnya.

" Tidak yakin apaya?! wajahmu itu sangat cantik tahu!! " ucap Everly Wilson dengan marah..bagaimana tidak? wajah adiknya ini sangat cantik, tapi dia mengatakan apa tadi? tidak yakin? sungguh dia harus menahan emosi akan perkataan Xiao Fei.

" Ih sister ngak usah ngegas juga kalik " ucap Xiao Fei dengan mengerucutkan bibirnya.

" Dasar bocah " ucap Park Seohyun sambil menggelengkan kepalanya.

" Omong-omong.. kenapa kamu tadi telat datang? " tanya Park Seohyun.

" Ck..ini gara-gara bang Fan! " dengus Xiao Fei malas.

.

.

.

Flashback on

Xiao Fei telah siap menghadiri pesta perjamuan kaisar Feng atau pamannya. Dia pun pergi ke kediaman Bulan milik Xiao Fan.

" Salam nona pertama " hormat para pelayan dan pengawal.

" Dimana gege Fan? " tanya Xiao Fei.

" Tuan muda kedua berada di kamarnya, nona " jawab salah satu pelayan.

" Aku akan masuk, kalian jagalah di depan " ucap Xiao Fei datar.

" Baik, nona " ucap para pelayan sambil membungkuk hormat, kemudian pergi menjaga di luar.

Xiao Fei menghampiri kamar Xiao Fan yang terlihat sepi.

Tok tok tok...

Xiao Fei mengetuk pintu kamar Xiao Fan.

" Bang, ini gue..lu udah siap belom? " tanya Xiao Fei.

Hening..tidak ada sahutan dari Xiao Fan di dalam.

" Bang..bang Fan! " panggil Xiao Fei berulang kali.

Merasa tak ditanggapi, Xiao Fei pun nyelonong masuk kedalam kamar Xiao Fan, pas sekali pintu kamarnya tidak dikunci. Saat telah masuk kamar, Xiao Fei membelalakan matanya tak percaya apa yang ia lihat.

" ABANGGG FAAAANNNN!!! " teriak Xiao Fei menggelegar sampai keluar kediaman Bulan.

Bruk...

Saking terkejutnya akan teriakan Xiao Fei, Xiao Fan pun terjungkal ke samping dan terjatuh dari kasur, alhasil dia mencium lantai yang halus dengan tak elitnya.

" Aduhhh..kenapa sih dek, nggak usah triak-triak bisa ngak?! " emosi Xiao Fan sambil menyeka bibirnya yang mencium lantai.

" Seharusnya gue yang marah! kenapa abang masih tidur ha?! bisa telat kita nanti bang!!! " ucap Xiao Fei emosi.

" Emangnya mau kemana sih? " tanya Xiao Fan.

" Ya Tuhan, berikanlah kesabaran... kita kan mau ke pesta perjamuan ulang tahun kaisar Feng!!! " teriak Xiao Fei.

" Oh.. pesta perjamuan ya... " ucap Xiao Fan yang pikirannya masih loading.

1

2

3

...

" APAAAA?! " pikiran Xiao Fan pun akhirnya tersadar.

" KENAPA LO NGAK BILANG!!! " teriak Xiao Fan kebingungan.

" KEMAREN KAN GUE UDAH BILANG YA TUHAN!!!! " teriak Xiao Fei membalas.

" Aduh gimana nih?! " ucap Xiao Fei gelagapan.

" GIMANA APANYA?! UDAH SANA BURUAN SIAP-SIAP!!! MALAH MASIH DI SINI!! CEPET GUE KASIH WAKTU SATU MENIT KALO NGAK GUE TINGGAL!!! " teriak Xiao Fei kesal bukan main.

Tanpa babibu Xiao Fan langsung berlari ke kamar mandi, dia tidak mau ditinggal sediri, bisa malu nanti...

Xiao Fei pun menunggu Xiao Fan di ruang tamu kediaman Bulan.

Setelah 1 menit berlalu, Xiao Fan berlari menghampiri Xiao Fei yang sedang duduk menunggunya.

" Hosh..hosh... "

" Lama amat sih " ucap Xiao Fei.

" Ini udah cepet tau, lagian juga pas satu menit " balas Xiai Fan.

" Ck..yaudah ayo berangkat..pake mobil aja, masalahnya semua udah pada berangkat duluan " ucap Xiao Fei.

Mereka berdua pun keluar daru kediaman perdana Bulan. Xiao Fei pun langsung mengeluarkan mobil sport warna merah yang terlihat glamor itu di depan kediaman bulan, semua pelayan dan pengawal terkejut melihat benda besar yang tiba-tiba muncul.

Tak menghiraukan itu, Xiao Fei dan Xiao Fan pun masuk mobil sport merah itu.

" Nih bang kuncinya, lo yang nyetir " ucap Xiao Fei sambil menyerahkan kunci mobil kepada Xiao Fan.

" Ok ok " ucap Xiao Fan senang, dia akhirnya bisa mengendarai mobil sport mewah.

Mobil mereka melaju keluar dari kediaman Bulan kemudian keluar kediaman perdana mentri Xiao, untung saja jalannya sangat lebar dan muat untuk seukuran mobil sport.

" Bang..ntar lu yang ngomong loh ke kaisar Feng, kan gara-gara lo kita jadi telat " ucap Xiao Fei.

" Iya deh " balas Xiao Fan pasrah.

Xiao Fan mengendarai mobil sport dengan kecepatan tinggi menuju istana kekaisaran Fenghuan. Saat sampai, mobil sport merah milik Xiao Fei mengejutkan para rakyat, pelayan, dan pengawal.

Xiao Fan dan Xiao Fei tak menghiraukannya, mereka keluar dari mobil, kemudian Xiao Fei memasukkan mobil sport merah itu ke dalam ruang dimensinya kembali.

Mereka berdua pun berjalan santai memasuki istana Fenghuan dan menunggu nama mereka diumumkan kemudian masuk ke dalam aula istana tempat pesta perjamuan ulang tahun kaisar Feng diadakan.

Flashback off

.

.

.

" Haha..jadi gitu ya.. " tawa lepas Everly Wilson.

" Ternyata kembaranmu itu ya.

haha " ucap Bellia Smith dengan tawa kecil.

" Hm " angguk Xio Fei malas.

" Kalau begitu...kita pamit ya, ini sudah sangat larut " ucap Park Seohyun.

" Ok...good night, my beautiful sisters " ucap Xiao Fei dengan senyuman manis.

" Good night too, my little sweet " jawab mereka bertiga dengan membalas senyuman manis Xiao Fei.

Mereka bertiga keluar dari kamar Xiao Fei menuju kamar mereka masing-masing.

" Ugh..akhirnya gue bisa bobo cantik " ucap Xiao Fei sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur.

Xiao Fei memejamkan matanya kemudian tertidur lelap memasuki alam mimpi.

.

.

.

Pagi hari yang tenang, matahari tampak malu-malu menampakkan dirinya, kicauan burung terdengar saling sahut-menyahut membangunkan seorang gadis cantik yang masih memejamkan kedua matanya.

" Eugh... " lenguhnya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk melalui celah jendela.

" Hoamm...udah pagi ya " ucap Xiao Fei dengan suara serak khas bangun tidur.

Xiao Fei bangkit dari kasurnya kemudian berjalan menuju kamar mandi. Tidak ada pelayan yang melayaninya karna dia tidak suka ada orang yang menyentuh tubuhnya.

Setelah melaksanakan ritual paginya, Xiao Fei keluar dari kamarnya menghirup udara pagi yang terasa segar.

" Haaahh...udara dipagi hari emang yang paling segar " ucap Xiao Fei.

Para pelayan dan pengawal yang ada di sana Xiao Fei usir semua, keadaan pun semakin sepi.

Xiao Fei melangkahkan kakinya menuju taman yang berada di depan kamarnya, taman itu luas, banyak pohon dan bunga yang terlihat asri dan segar.

Xiao Fei berniat melakukan olahraga seperti biasanya dia lakukan dipagi hari, apalagi tubuhnya terasa kaku karna telalu lama duduk sewaktu acara perjamuan semalam.

Xiao Fei pun kembali masuk ke dalam kamarnya kemudian mengganti bajunya dengan baju olahraga seperti biasanya bila dia melakukan olahraga pagi.

(Baju olahraga yang dipakai Xiao Fei)

Terakhir dia memakai sepatu warna putih yang bertolak belakang dengan bajunya.

' Pagi bang Fan... ' ucap Xiao Fei melewati telepati.

' Hmm..pagi juga dek...napa hm ? ' balas Xiao Fan yang masih bergulat dengan kasur.

' Buruan sini..temenin gue olahraga ' ucap Xiao Fei.

' Ogah ah..gue masih ngantuk nih... ' jawab Xiao Fan.

' Yah padahal gue niatnya mau ngajak kak Seohyun, kak Everly, sama kak Bellia, yaudah deh kalo abang ngak mau ' ucap Xiao Fei sambil memainkan kuku tangannya.

' Bellia ' ulang Xiao Fan di dalam batinnya.

' Et et tunggu tunggu...okok gue mau, tunggu gue ya ' ucap Xiao Fan tiba-tiba menjadi sangat semangat.

' Ok, cepet ya bang ' ucap Xiao Fei.

' Siap bos ' balas Xiao Fan.

Xiao Fei terkekeh kemudian memutuskan telepatinya. Ternyata saat mendengar nama Bellia, abang bangstnya itu sangat antusias.

Xiao Fei pun keluar dari kamarnya, menengok ke samping kanan dan kiri memastikan tidak ada orang lain yang melewati taman itu.

Xiao Fei mulai dengan lari mengelilingi taman beberapa kali sebagai pemanasan.

Beberapa saat kemudian Xiao Fan datang dengan berlari menghampiri Xiao Fei.

Xiao Fan menggunakan baju kaos olahraga dengan sepatu putih.

(Baju olahraga yang dipakai Xiao Fan)

" Pagi dek " sapa Xiao Fan.

" Eh?! oh abang..pagi too " jawab Xiao Fei.

" Mana bebeb bel..eh?! itu maksutnya.. putri Bellia Smith? " tanya Xiao Fan terlihat sedikit gelagapan, bisa gawat nanti kalo adek laknatnya tahu...pikirnya.

" Oh..mereka ngak dateng " jawab Xiao Fei santai.

" Apa?! kata lo mereka bakal dateng!! gimana sih " teriak Xiao Fan emosi, ternyata dia ditipu oleh adiknya.

" Ck mereka dateng tapi ntar bukan sekarang.. udah lah ngak usah ngebacot.. mending sekarang abang Fan temenin gue olahraga " ucap Xiao Fei.

" Huh! hufft...iya iya " dengus Xiao Fan kemudian hanya bisa menghela nafas, asalkan adiknya bahagia apapun akan ia lakukan.

Xiao Fan pun mulai dengan lari santai mengelilingi taman. Sedangkan Xiao Fei mulai melakukan olahraga tubuh seperti sit up, back up, push up, dan lainnya sambil menggunakan earphone bluetooth ditelinganya.

Setelah olahraga selesai, Xiao Fei duduk di gazebo untuk mengistirahatkan tubuhnya yang berkeringat. Xiao Fei meminum air mineral yang dia keluarkan sembari menunggu Xiao Fan yang sedang melakukan olahraga.

Setelah Xiao Fan selesai berolahraga, dia menghampiri Xiao Fei di gazebo dan ikut mengistirahatkan tubuhnya.

" Aus dek " ucap Xiao Fan sambil mengelus lehernya seperti orang yang kehausan.

" Nih minum " ucap Xiao Fei sambil menyerahkan air mineral kepada Xiao Fan.

Setelah beberapa saat duduk digazebo...

" Bang, bosen nih...main basket yuk " ajak Xiao Fei.

" Emm...yaudah yuk, mumpung masih sepi " ucap Xiao Fan.

" Ok let's go... " ucap Xiao Fei bangkit dari duduknya.

Xiao Fei mengeluarkan peralatan basket dari ruang dimensinya. Dia menggunakan sihirnya dan merubah rerumputan menjadi arena bermain basket.

Xiao Fei dan Xiao Fan pun mulai bermain basket, sesekali Xiao Fei mengejek Xiao Fan yang kalah dalam permainan, padahal Xiao Fan itu lelaki tapi kalah dengan Xiao Fei yang seorang perempuan.

Dari kejauhan beberapa lelaki memperhatikan Xiao Fei dan Xiao Fan yang sedang bermain basket, lebih tepatnya mata mereka melihat kearah Xiao Fei yang sedang bermain.

' So sexy '

Huh~ akhirnya😥

Pengen lanjut ke chapter selanjutnya dengan cepat? caranya, para readers setia harus bantu author ya, vote sebanyak mungkin hingga lebih dari 500 VOTE !!!

Jangan lupa juga tekan BINTANG kemudian beri TIP and tekan LIKE..cuman gampang kok tinggal pecet aja jempol ke atas, langsung deh kalian juga buat author tambah strong untuk bikin chapther selanjutnya😀

Author akan mempercepat update chapter-chapter selanjutnya😊

Jadi bantu author tambah semangat ya😉

See you again🤗

1
olaff
nunggu dri 2021 smpe skrg kpn up lgi thor
Leni Ani
ini udah agak kacau cerita nya thor.emang bisa ya pakai hp kl ngak ada sinyal
cYulia citra
semoga ceritanya bagus
Yoni Hartati
kaisar jiang cheng bahasa Korea bukannya yg kaisar park?
Yoni Hartati
2 bocah ini anak permaisuri atau selir?
Yoni Hartati
kultivasi fei er mana ya
Yoni Hartati
900 orang lain nya kemana?
Diah Susanti
yang 900 orang kemana? udah menyerahkah?
Diah Susanti
kirain dia pakai 👗👗👗
Diah Susanti
mantull/Good//Good//Good/
Diah Susanti
kemudaan bapaknya, putra pertamanya aja udah umur 19 thn
Diah Susanti
enak tuh kue lapis, bikin🤤🤤🤤🤤
R@3f@d lov3😘
lnjuut kak
milik nagi
kapan lanjut in ya tor
Ros Lina
Oia , bukahkah gurunya xiao fan menitipkan hadih u Fei,er, knp tidak ad penjelasan setelah fan,er ada di kediaman dan bermain bersama Fei,er
Yoni Hartati
lanjut semangat


kpn.lanjut up cerita ini
Siti Rofiqoh
luarbiasa alurnya seru abis
Rahmawati Darwan Wati
Kecewa
Ibuk'e Denia
kapan xiao fe balas dendam nya
Ibuk'e Denia
gimana ceritanya kok kekasih laknat ikut ke zaman kuno
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!