NovelToon NovelToon
Sent To Another World With Cheat Ability

Sent To Another World With Cheat Ability

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Dunia Lain / Barat
Popularitas:21.3k
Nilai: 5
Nama Author: Only a Moment

Alfred Kairo terbunuh dengan menyedihkan, lalu ditawari untuk hidup kembali dengan ingatan serta kenangan buruknya sebagai pengalaman oleh dewa.

Namun dengan syarat, Alfred mengalahkan The Five Chaos of World-Eater yang bahkan pahlawan terpilih terbunuh.

Dengan ini, perjalanan Alfred untuk terus mengumpulkan kekuatan agar bisa mengalahkan The Five Chaos of World-Eater dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Only a Moment, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 : Ritual

Untuk beberapa hari ini, author meminta maaf karena tidak mengupload satu bab pun. Author mendapatkan beberapa kesibukan yang membuat sulit untuk menulis.

Selain itu mood menulis author tidak begitu bagus dan menyusahkan jika dipaksa sebab hanya akan membuat plot hole yang tidak wajar.

Beberapa hari kedepan juga akan sulit. Tapi author akan meluangkan waktu untuk menulis jika memungkinkan.

Sekian terima kasih. Selamat membaca!

●○●○●○●○●○●○

"Berapa Poin Nether yang kau dapat?"

Ketika Alfred berjalan menjauh dari pusat serikat, dia mendengar suara seorang pria yang tiba-tiba muncul didekatnya.

Mengalihkan pandangan, Alfred melihat Elard berada disampingnya sembari memasang ekspresi penasaran, "Entah? Tapi setidaknya total Poin Netherku telah mencapai tiga digit."

Akhir-akhir ini Alfred sering mengikuti pertempuran seperti prajurit pada umumnya. Tentu saja pemicunya karena Elard ingin Alfred mempraktekkan teknik yang dia ajarkan.

Kecerobohan atau terluka parah tidak pernah terjadi pada Alfred, Elard cukup senang dengan perkembangan luar biasa itu namun juga rumit dalam beberapa hal.

Hal itu juga membuat reputasi Alfred naik, bagaimana pun ketika dia ikut serta dalam perang melawan monster Nether akhir-akhir ini, banyak yang melihat kemampuannya.

Tanpa skill sword, dan bantuan pendukung, Alfred bisa mengalahkan monster Grade A sendirian, hal itu membuat beberapa kelompok kecil ingin mempromosikannya sebagai ketua mereka.

Sebab memiliki pemimpin yang kuat akan menjamin keselamatan mereka.

Namun karena latar belakang Alfred terdapat Elard, hal itu tidak bisa diputuskan seenaknya bahkan oleh ketua serikat.

Dan saat Alfred ditawari untuk memimpin sebuah kelompok kecil, dia menolak tanpa pikir panjang.

Hal itu membuat pemimpin serikat kecewa, namun berbanding terbalik dengan mereka, Elard terharu dengan jawaban itu. Dia tidak menyangka muridnya sangat enggan terpisah dengannya.

Namun pada kenyataannya Alfred menolak karena tidak ingin mendapatkan tanggung jawab sebagai pemimpin.

Juga selama Alfred berada dibawah naungan Elard, dia akan bebas pajak serta pelatihan wajib.

Ekspetasi Elard pada Alfred tidak salah, hanya saja sedikit berbeda artian.

"Benar juga, karena sudah satu minggu bagaimana jika kau melakukan ritual pembangkitan bakat?"

"Apa itu?"

Ketika Elard mengatakan itu, Alfred menatapnya bingung. Tentang bakat, dia telah memilikinya bahkan tanpa ritual itu, terlebih sudah bangkit sedari lama.

Selain itu dia telah memiliki bakat berpedang, tapi jika itu berguna untuk memperkuat bakatnya maka Alfred akan setuju melakukan hal tersebut.

"Kau tahu skill Sword? Ritual itu untuk memberikanmu kemampuan tersebut. Tentu saja tidak ada jaminan bahwa akan sama dengan milikku. Bagaimana? Tertarik mencobanya?"

"Kurasa untuk hal yang seperti ini tidak seharusnya menggunakan kata 'mencoba' saat menawarkan," balas Alfred dengan masam.

"Kesampingkan dengan itu, bagaimana jawabanmu?"

"Kurasa, aku ingin melakukannya. Karena aku sama sekali belum memiliki satu skill sword."

"Pilihan yang bagus. Sekarang ikuti aku!"

Alfred segera mengikuti Elard yang bergerak cepat memasuki jalan sempit.

Itu terus berlangsung cukup lama hingga keduanya berhenti di depan suatu bangunan.

"Bukankah ini ..."

Alfred menatap bangunan tersebut dengan tercengang, sementara itu Elard memiliki ekspresi bangga.

"Ya, ini tempatnya!" ujarnya.

"... Tapi ini rumahku."

"Ritual itu membutuhkan ruangan pribadi."

Alfred segera berhenti berjalan dan menatap Elard curiga.

Sementara itu Elard tahu maksud dari Alfred yang tiba-tiba berhenti, jadi dia mulai menjelaskan dengan ekspresi masam.

"Ritual itu cukup curang dan aku yakin bahwa banyak orang yang menginginkannya. Jika tidak berada diruangan pribadi maka akan ada yang melihat," ujarnya sebelum melanjutkan.

"Dan tidak perlu dipertanyaan lagi, bahwa akan banyak orang yang mulai membencimu ketika melihat ritual itu dijalankan."

Mendengar penjelasan tersebut, Alfred merasa itu cukup masuk akal.

Tapi dia masih bertanya-tanya, bagaimana ritual itu dijalankan? Meski hanya tebakan, tapi Alfred akan menolak jika terdapat pengorbanan.

Sesuatu yang melibatkan nyawa dan kematian, Alfred tidak ingin merasakan itu lebih cepat dari rencananya.

Dia masih ingin memelihara rasa kemanusiaannya dan perasaan normal sebagai siswa pada umumnya.

Patut diingat bahwa belum 1 tahun Alfred berada didunia lain. Dan umurnya pasti masih dibawah standar dewasa.

Alfred sadar bahwa jalan yang dia tempuh bukanlah taman berbunga.

Karena itulah Alfred merencanakan kapan dia akan melepaskan rasa kemanusiaannya. Tapi untuk saat ini, dia akan mencoba yang terbaik untuk menahan diri.

Setidaknya hingga situasi memaksanya.

"Tenang saja, ritual ini bersih tanpa ada unsur kutukan."

"Apakah yang seperti itu ada?"

"Tentu saja!"

Melihat Elard yang menjawab dengan lugas membuat Alfred tertegun.

Kemudian dia sedikit tertawa kecil sembari menggelengkan kepalanya. Alfred terlalu banyak berpikir.

Orang dungu seperti Elard mana mungkin bisa memiliki rencana kejam. Dia hanyalah cerminan pahlawan yang kesepian.

Lagi pula dalam permasalahan kelicikan, Alfred masih lebih unggul. Jadi rencana yang bahkan tidak pernah terlintas dalam benaknya, mana mungkin bagi Elard memikirkannya.

Itulah yang dia pikirkan. Namun tetap saja ada perasaan yang memberi sinyal agar tetap waspada.

Setelah melihat sekitar beberapa saat, Alfred mulai berjalan masuk bersamaan dengan Elard yang memimpin.

"Sekarang mari kita mulai ritualnya!"

Dengan ucapan itu, Alfred hanya bisa berharap bahwa ritual yang Elard maksud tidak merepotkan.

...Bersambung...

1
Crownie
Kadang suka bingung nebak kelanjutan di luar nurul kaya nebak kode kramat cewe kebelet nikah
「Hikotoki」: ga gitu... buat eps 20 keatas ga layak dibaca... hancur plotnya

alasan itu ku drop ni novel...
total 4 replies
Crownie
kak bisa lihat lagi nggak cerita saya,saran yang anda kasih sudah saya baca dan saya sangat suka saran dari anda
Crownie
Permisi kak author apakah anda bisa mengkoreksi Alur cerita saya yang berjudul " Arkanthia Crownie " soalnya saya masih bingung pada tata peletakan tanda baca
𝓛𝓮𝓸 [off]
(HOJ)
𝓛𝓮𝓸 [off]
hallo aku mampir ini cerita tentang apa?
「Hikotoki」: makasi sayang
total 3 replies
pisanksalto
sep, nyari Isekai sistem, akhirnya nemu jg yg awalnya ga info dumping
「Hikotoki」: ahahaha....
total 1 replies
pisanksalto
pergi ke surga aja bang/Good/
pisanksalto
redflag redflag
❤️⃟Wᵃf𝗥ҽȥȥα ⍣⃝కꫝ 🎸
waw dipilih oleh system untuk jadi seorang dewa keren sekali Anda

semangat terus thor sukses terus buat karya-karya nya
「Hikotoki」: hadehh baca lah jangan komen doang
total 3 replies
Alghifarrie
Suhu. Novel mu membuat aku kemtar kemtir
Arim
👍
Arim
sejauh ini bagus dan saya menunggu perkembangan yang lebih baik lagi.😄
「Hikotoki」: terima kasih
total 1 replies
Arim
si Elard ini umurnya berapa?
kalo bercanda kan kadang dipanggil paman
「Hikotoki」: entah, mari saling menebak-nebak.

tapi yang pasti diatas usia remaja
total 1 replies
Arim
mendengar
「Hikotoki」: coba baca lagi karena udah direvisi, sebenarnya ini karya yang ke sekian

itu kurang karena author kurang fit dalam menulis jadinya agak absurd
total 3 replies
Arim
pake sindra tensei
「Hikotoki」: kalo ada sih bakal mudah:v
total 1 replies
Arim
meteor asik sih
「Hikotoki」: ohya pengingat ada beberapa chap yg lom direvisi jadi klo ingin baca dan ga ngerasain impact yg gagal mending bacanya tar malam
total 1 replies
Arim
Oalah maaf Thor ku kira di sini dia pake map
「Hikotoki」: tidak apa:v aku juga cukup terkejut apakah salah menjelaskan hingga terkesan seperti memiliki map:v

koreksimu sangat membantu.

Author tidak bisa memaksa, tapi jika bisa author ingin kamu juga menjadi reader setia novel ini.
total 1 replies
Arim
butuh kata tambahan
"rumah yang Alfred huni adalah yang paling mewah di desa"
Arim
ceria
Arim
kenapa ga pake fitur map seingat gw system' nya punya tuh
「Hikotoki」: apa ada liat sistemnya ngeluarin map ya? kalau ada bilang ya, mau kufixs:v

soalnya akan menjadi plot hole jika tidak dihilangkan:v
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!