NovelToon NovelToon
Layunya Bunga Desa

Layunya Bunga Desa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Romansa / Cinta Terlarang / Cerai / Tamat
Popularitas:404.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Noor Hidayati

Mawardianah atau yang lebih sering di panggil Mawar adalah gadis remaja yang memiliki paras cantik jelita. Bahkan kecantikannya sudah terpancar sejak ia duduk di bangku sekolah. Mawar bukan hanya menjadi bintang di sekolahnya tapi ia juga menjadi bunga di desanya. Namun karena kecantikan itu pula masa depannya hancur setelah perceraian kedua orang tuanya.

Add FB : I'tsmenoor
follow IG : @_itsmenoor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbalas Cinta

Mawar dan Fandi sama-sama menikmati pelukannya untuk waktu yang cukup lama, Keduanya tersenyum bahagia tanpa suara dan kata-kata. Hanya rasa bahagia yang mereka rasakan tanpa peduli dimana mereka pelukan saat ini.

"Lihat tempat Woy..." teriak salah seorang pria pejalan kaki.

"Ngiri aja loe." ujar Fandi yang kembali mempererat pelukannya.

"Ngiri-ngiri... Nganan," ucapnya berlalu pergi.

"Ganggu aja!" gumam Fandi meletakkan dagunya di kepala Mawar yang masih memeluk erat tubuhnya.

"Pak..."

"Hmm?"

"Emang beneran Pak Fandi suka sama Mawar?"

Mendengar itu Fandi melepaskan pelukannya.

Ia menatap Mawar yang terlihat belum yakin dengan apa yang ia katakan.

"Apa Aku terlihat bercanda?"

Mawar menggelengkan kepalanya dengan ragu.

"Jika Aku bercanda untuk apa menghentikan mu pergi dengan Aryo?!"

"Tapi... Bisa Pak Fandi katakan sekali lagi?" tawar Mawar.

"Nggak! Kamu juga belum menjawabnya."

Dengan sangat lirih dan malu-malu Mawar juga mengungkapkan cintanya. "Mawar juga cinta sama Pak Fandi."

"Apa? Kamu bilang apa? Kok gak jelas gitu sih?" goda Fandi sembari membungkukkan badannya menatap wajah Mawar yang menunduk malu.

"Iiih... Apaan sih Pak..." Mawar menepis wajah Fandi yang begitu dekat menatapnya.

Fandi tertawa lebar dan kembali mendekap tubuh Mawar yang tingginya hanya sebatas dadanya. Mereka kembali menikmati pelukan itu sampai mereka dikagetkan oleh kedatangan Aryo yang memanggilnya.

"Mawar..."

Sontak Fandi melepaskan pelukannya melihat muridnya itu.

"Jadi nggak? Ditngguin lama banget?"

"Eh Aryo! Masih nanya lagi, Pergi sana, Biar Aku yang antar Mawar."

"Mau di antar kemana Pak?"

"Mau tau aja, Sudah sana pergi."

Aryo mencebikan bibirnya dan kembali menyalakan motornya.

"Eh... Tunggu Aryo!"

"Ya Pak?"

"Jangan pernah bicarakan kami kepada siapapun, Jika kamu berani melakukannya, Siap-siap nilai ujian mu akan rendah." ancamnya.

"Berarti kalau tutup mulut nilai ujian ku akan tinggi ya Pak?" tanya Aryo tertawa kemudian berlalu pergi dengan motornya.

Setelah itu Fandi menarik nafas lega dan menatap Mawar yang berdiri tak jauh darinya.

"Kita pulang, Ntar keburu sore." ujar Fandi.

Mawar mengangguk dan meraih tangan Fandi yang mengulurkan tangannya. Dengan berjalan beriringan mereka berjalan menuju sekolah untuk mengambil motor Fandi yang di tinggal di sana.

Meskipun berjalan cukup jauh rasanya tidak melelahkan bagi keduanya yang tengah jatuh cinta.

Setelah lebih dari lima belas menit mereka berjalan, Akhirnya mereka sampai di sekolah, Sekolah pun sudah nampak sepi, Hanya terlihat penjaga sekolah yang sedang mengunci pintu-pintu kelas.

"kamu tunggu di sini ya," ucap Fandi meninggalkan Mawar di depan gerbang.

Di saat Fandi masuk, Kepala sekolah keluar dan menghentikan mobilnya di depan Mawar.

"Mawar kok belum pulang?" tanya kepala sekolah membuka kaca mobilnya.

"E-mm... Ini baru mau pulang Pak."

"Bapak antar yuk?"

"E-nggak usah Pak, Mawar naik angkutan umum saja."

"Daripada kamu nunggu, Bayar, Mending ikut Bapak, Lebih nyaman dan juga gratis." dengan tawa khas laki-laki hidung belang, Kepala sekolah menepuk-nepuk kursi di sampingnya."

"Duh bagaimana ini, Jika ku katakan Aku mau pulang sama Pak Fandi, Ntar Pak Fandi terkena masalah, Tapi jika tidak, Pak Muhsin terus memaksa." batin Mawar.

Sementara dari dalam, Fandi yang sudah ingin keluar melihat Mawar berdiri menghadap mobil Pak Muhsin yang bicara dari dalam mobilnya. Seketika hatinya merasa terbakar melihat gadis kecil yang baru saja menyatakan cintanya itu berbicara dengan pria lain. Namun ia tidak bisa langsung menghampirinya dan menarik Mawar bersamanya seperti yang ia lakukan terhadap Aryo. Kali ini yang di hadapi adalah kepala sekolah, Jadi ia harus berpikir berkali-kali sebelum bertindak.

Bersambung...

1
Homsiah
ya elah
Homsiah
lah ngapa tuh si fandi diem bae
Homsiah
udahlah kawinin aja takut tendung beneran ntar
Homsiah
payah tuh maknya si raka
Homsiah
ya dibawa lah kalo kamu jentel
Homsiah
lagian nih bapak aneh ya bukannya dulu dia yng bawa lily ama mawar ngapa sehabis nikah malah di telantarin
Homsiah
owalah akhirnya terus ntar gmn tuh jgn sampe fandy ga tanggung jawab
Homsiah
waduh bahaya tuh.
Homsiah
terlalu dewasa ga sih ini si mawar perannya
Homsiah
mau komen apa ya ini kenapa pemeranya yng bener cuman fandi ama mawar doang ya yng lain mah aduh ga tau lah
Homsiah
lanjut lah
Homsiah
lah itu si raka anak 19 tahun ko begitu bgt ya
Homsiah
nyesel kan
Homsiah
ini nih akibat kamu terlalu pinter mawar
Homsiah
kan oon dia sebel jadinya aku ama mawar
Homsiah
yaelah dah dapet tempat aman malah masuk ke kandang buaya lagi
Homsiah
ga usah konyol deh mawar
Homsiah
kalo aku sih jujur masih penasaran siapa ya kira" yng merusak mawar
Homsiah
waduh bahaya tuh
Homsiah
lanjut lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!