NovelToon NovelToon
Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Tamat
Popularitas:86.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa

Assalamualaikum... hallo ha..

Ini cerita othor yang ke tujuh ya?
Cerita ini kelanjutan cerita dari Janda kembang Season 1. Mana yang belum tau, boleh baca dulu yang disana ye?


Zahrani adalah putri kedua dari Aisyahrani dan Reza. Ia harus menerima kenyataan pahit disaat umurnya masih sangat muda harus ternoda oleh kakak kelasnya sendiri.


Demi menutupi aibnya yang sudah ternoda, ia terpaksa harus menikah dengan calon suami masa depan nya sebelum waktu yang di tentukan.


Akankah Zahrani sanggup bertahan dengan kenyataan hidupnya? Ataukah ia lebih memilih pasrah pada takdir?


Inilah kisah nya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke rumah sakit

Tok, tok, tok..

''Nak.. sudah Maghrib. Bangun dulu. Sudah bangun kah? Papa tunggu kalian si mushola loh..'' seru Mama Rani dari luar pintu kamar Zahra.

Rayyan dan Zahra tersentak dari tidurnya. ''Ehm.. sudah Maghrib ya? Hah? Astaghfirullah!! bolong ashar nya sayang!'' seru Rayyan dengan panik.

Ia bangun dengan segera setelah menyampir handuk dengan terburu-buru. Zahra terkekeh melihat kelakuan Rayyan. ''Aku bahagia hidup bersama mu Kak.. tapi aku merasa diri ini tidak pantas untukmu. Aku kotor. Aku rusak karena diriku sendiri. Aku harap kamu bisa mengerti kenapa aku selalu menolak mu. Aku ingin.. saat kita bertemu lagi nanti di kelahiran berikutnya aku masih suci dan layak untuk menjadi sitrimu. Walaupun nanti aku harus masuk ke tubuh orang lain.. tak apa. Aku ikhlas. Yang penting aku bisa menyelesaikan tugas ku sebelum aku pergi untuk selamanya darimu. Sampai waktu itu tiba. Aku ingin egois memiliki dirimu seutuhnya untukku. Aku sangat mencintaimu Kak.. sangat.. walau ku tau kamu menerima ku apa adanya. Tapi.. hiks.. ada disisi lain dari diri ini yang membuat ku kecewa karena tidak utuh menjadi milikmu. Hiks.. aku kotor.. aku hina..'' bisiknya dalam hati.

Zahra bangkit dan mengusap kasar air mata yang berjatuhan di kedua pipinya. Ia mengambil handuk dan baju gantinya untuk mandi di kamar sebelah agar tidak mengganggu Rayyan yang sedang bersih-bersih.

Cukup lima belas menit Rayayn mandi, ia keluar.

Deg!

"Sudah bersih?? Siapa yang membersihkan nya? Pasti Zahra," gumamnya sambil mengambil baju dari dalam lemari dan memakainya.

Setelah selesai ia segera menuju ke Mushola dalam rumah Zahra. Tidak terlihat Zahra disana. Rayyan sholat dengan khusyuk. Selesai sholat ia berlalu ke meja makan, Rayyan bernafas lega saat melihat Zahra juga sudah ada disana.

"Duduk, Nak." Titah Mama Rani.

"Iya Ma," sahut Rayyan dengan segera duduk di sebelah Zahra yang kini sedang menuangkan nasi beserta lauk pauknya ke dalam piring Rayyan.

"Makanlah," Rayyan tersenyum, "Terimakasih. Kamu juga makan ya?" kata Rayyan pada Zahra sembari menarik lembut tangan Zahra.

Zahra tidak bisa menolak. Padahal saat ini ia sudah menyiapkan nadinya di kamar. Zahra ingin makan sendiri dan tidak ingin bergabung dengan seluruh keluarga nya.

"Ayo, kita makan. Kalau kamu nggak makan, maka Kakak pun tidak akan makan!" tegas Rayyan sambil menatap Zahra dengan lembut.

Zahra mengangguk patuh. Ia ingin mengambil nasi untuk dirinya sendiri. Tapi Rayyan melarang nya. "Sepiring berdua!" katanya lagi.

Zahra menghela nafas pasrah. Berdebat pun percuma. Ia sangat tau watak Rayyan seperti apa. Mama Rani tersenyum melihatnya. "Oh ya nak, besok pagi Kalimalang berdua harus ke rumah sakit. Tadi Mami kamu menelepon Mama untuk mengabarkan hal ini. Sahabat kamu katanya udah sadar dari kemarin. Dan dia ingin bertemu dengan kalian berdua." Ucap Mama Rani membuat tanahnya Zahra yang sedang menyiapkan nasi keuluynay mengatung di udara.

Rayyan pun demikian. Ia menoleh pada Zahra. Zahra mengangguk walau menunduk. Rayyan tersenyum. "Iya Ma, besok kami akan ke rumah sakit sehabis jum'at.''

''Ya sudah, lanjutan makan kalian. Emm.. maalm ini kalian-," ucapan Mama Ranai terputus saat melihat Zahra sudah selesai makan dan berlalu pergi.

''Aku sudah selesai. Aku duluan Kak. Mau belajar kisi-kisi soal ujian untuk besok.'' Potong Zahra sebelum Mama Rani melanjutkan ucapan nya.

Mama Rani tertegun melihat sang putri berlalu tanpa pamit padanya dan Papa Reza. Papa Reza menghela nafasnya. ''Sudah, lanjutkan makan mu. Karena ke empat anakmu yang lain akan pulang besok. Bersiaplah mendengar Huru hara dirumah ini!'' celutuk Papa Reza yang diangguki dengan kekehan kecil Paman Ali.

Rayyan tersenyum saja. Selesai makan, Rayyan masuk dengan memabwa sepiring nasi untuk Zahra.

Ceklek.

Pintu terbuka, terlihat Zahra sedang duduk di meja belajarnya. Zahra tidak sadar jika Rayyan sudah masuk ke kamar mereka. Sempat tertegun melihat Zahra tidak memakai hijabnya.

Hampir seminggu mereka menikah namun, Zahra tidak pernah sekalipun menunjukkan surai hitam lurusnya pada Rayyan. Rayyan berkala. perlahan mendekati Zahra yang sedang sibuk menghafal kisi-kisi ujian untuk Minggu depan.

Zahra masih sibuk dengan bukunya saat Rayyan memeluk tubuhnya dari belakang. Wajah Rayyan bersembunyi di detik leher Zahra yang terbuka.

Deg!

''Kak Rayyan!'' panggil Zahra karena terkejut. Ingin berbalik tapi Rayyan mengunci pergerakan nya.

''Hem, kamu pergi belum selesai makan loh.. makan ya? Kakak bawa makan malam kita kesini. Kakak pun belum kenyang makan,'' imbuhnya masih dengan memeluk erat tubuh Zahra.

Nyaman sekali.

Itulah yang Rayyan rasakan saat ini. Begitu pun dengan Zahra. ''Besok, jadi kita ketimdh sakit kak? Apa tak apa?? A-aku nggak usah ikut ya?'' katanya dengan tubuh bergetar.

Rayyan memeluknya semakin erat. ''Ksmu tidak akan kesana besok. Biar kakak saja. Kamu di rumah. Ini perintah!'' tegas Rayyan.

Zahra mengurai pelukan Rayyan dan berbalik menghadap Rayyan yang kini sudah berdiri menjulang di hadapannya. Lagi, mata itu berkaca-kaca.

''Sssssttt.. udah. Jangan menangis. Tidak kah kering air mata mu karena menangis terus??'' tanya Rayyan sambil mengusap air mata yang sudah menetes di pipi Zahra.

Zahra tidak menyahut namun, tubuh ringkih itu dengan segera memeluk tubuh kurus Rayyan.

1
Diana Taslim
Luar biasa
Sarah Yuniani
kembali dalam wujud yang suci .. yang bener ajaa
Sarah Yuniani
mirip ? Brati bukan Zahra ?
Akun Lima
hahhahaha sepi cok novelmu makanya jangan buat cerita bodoh begini anjing
Akun Lima
cek sampai sini othornya gila mentang" perempuan lelakis dibuta tak ada harga dirinya
Akun Lima
sampai disini ternyata masih lebay
Akun Lima
pantesan sepi karna bucin bodoh ceritamu thor ke othornya bodoh
Akun Lima
lebay bet ceritanya nangis terus ke babi
WaTea Sp
good
Dhika Chawla
tp ga harus ngorbanin perasaan jg rayyan...mrk yg enak dirimu yg tersiksa...maaf mom gedek aq liat rayyan...
Melisa Author: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Dhika Chawla
wihhh....sizahra mk poliandri gitu...ckckck....rayyan ngapain sih nikahin zahra. ya ampun panas aq ..🥵
Melisa Author: Weleh? kamu kesanbar kompor ksh makanya panas?? 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dhika Chawla
rayyan aja yg bodoh...mau maunua nikahin zahra padahal secara g lgsg zahra udah khianati rayyan....ckckck...
Melisa Author: 🤣🤣🤣🤣 hayo loh. ..
total 1 replies
syora
iya mkasih sblmya,pandat dan berbobot
lbh bagus tanpa da alur" yg belok ttp semangat brkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!