NovelToon NovelToon
Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian

Status: tamat
Genre:CEO / Duda / Pengganti / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni t

Dikhianati oleh orang yang dicintai yaitu sang istri membuat Louis Gabriel menutup diri dari wanita, dia menjalani hari-harinya dengan begitu kesepian bahkan tinggal di rumah mewah dan besar miliknya tanpa ditemani oleh siapapun.

Dingin, kasar, dan arogan menjadi sifat Louis yang merupakan salah satu pengusaha terkaya di negaranya. Meskipun Luois menutup hatinya akan seorang wanita, namun, tidak dengan nafsu dan birahi yang ada di dalam dirinya.

Sebagai seorang laki-laki normal tentu saja dia tetap membutuhkan kaum wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya itu, dan Loius selalu menggunakan jasa wanita penghibur untuk memuaskan nafsu birahinya.

Sampai akhirnya, dia bertemu dengan seorang wanita yang cuek, urakan bahkan pecicilan bernama Arista yang mampu membuka hati bahkan mencairkan jiwa yang selama ini membeku.

Seperti apakah pertemuan mereka berdua? akankah Arista menerima cinta dari seorang laki-laki kaya raya, namun, memiliki sifat Arogan dan semena-mena tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon Suami Posesif

"APAAAAA ...?" Louis berteriak kaget saat mendengar Jodi mengatakan bahwa, David sang putra mendadak hilang.

"I-iya, Tuan. Tadi saya tinggal sebentar ke kamar mandi dia udah gak ada," jawab Jodi terbata-bata dan tubuh yang gemetar.

"Masa di dalam rumah bisa hilang? Ngaco kamu?"

"Bukan di ru-mah, Tuan. Ta-pi di si-ni."

"HAAAAAH ...?''

"Maafkan saya, Tuan. Den David merengek minta di antar ke sini, makannya saya bawa ke sini."

"Bodoh, emangnya kamu gak bisa larang dia? Pokoknya kamu cari putra saya sekarang juga, gaji kamu saya potong 35% dan bonus kamu pun saya batalkan," teriak Louis kesal dengan nada suara tinggi.

"MAAAAS ..." Arista pun menaikan suaranya membuat Louis seketika menghela napas panjang mencoba mengendalikan emosi di dalam dirinya.

"Sekarang bukan waktunya ngurusin gajinya Jodi. Stop marah-marah dan cepat cari putra kita sekarang juga, eh ... Maksud aku putra Mas yang sebentar lagi bakalan jadi putra aku juga. Malah ngurusin gaji segala lagi," ketus Arista merasa tidak suka dengan reaksi calon suaminya yang langsung saja melampiaskan kekesalan dan menyalahkan Jodi padahal dia sendiri belum tau kejadian sebenarnya seperti apa.

"Tapi, sayang. Kalau Mas pergi, kamu sama siapa di sini?" Tanya Louis sedikit menurunkan nada suaranya.

"Aku udah besar, Mas. David lebih membutuhkan kamu, pokoknya Mas stop marah-marah dan cepetan cari dia. Kalau David sampai di culik gimana?"

"Kamu beneran gak apa-apa Mas tinggal sendirian?"

"Iya, Mas. Aku gak apa-apa, lagian kata Dokter juga aku udah bisa pulang."

"Tapi kalau Mas udah nemuin David kamu harus mau di suntik ya?"

"Iya, gimana nanti aja."

"Jangan gimana nanti dong. Kalau kamu gak mau di suntik Mas bakalan potong gaji Jodi 70%," tegas Louis penuh penekanan membuat Jodi seketika terkejut.

"Lho, Tuan. Salah saya apa? Kenapa gaji saya di pangkas habis?" Lirih Jodi energinya serasa hilang karena bertubi-tubi mendapatkan ancaman.

"Salah kamu--"

"Stop Mas Louis ... Stoooooop ...! Jodi, kamu gak usah khawatir, saya pastikan gaji kamu gak akan ada yang dipotong sedikitpun, oke?"

"Terima kasih calon Nyonya besar, makasih banget ..." Jodi akhirnya tersenyum lega.

"Sekarang cepat cari David sampai ketemu."

"Baik calon Nyonya besar, saya akan cari dia sekarang juga.'' Jawab Jodi seketika langsung lari keluar dari dalam ruangan.

"Sama kamu aja nurut, sama Mas ngebantah terus," gerutu Louis kesal.

"Mas kenapa masih di sini?"

"Iya-iya, Mas cari David sekarang juga," jawab Louis hendak berjalan keluar dari dalam ruangan namun, tiba-tiba aja dia menghentikan langkah kakinya lalu berbalik kembali menatap wajah Arista.

"Pokoknya, Mas gak mau tau. Kalau Mas udah nemuin David kamu harus disuntik Vitamin," tegas Louis lalu kembali berbalik dan meneruskan langkah kakinya.

"Astaga ..." Jawab Arista menepuk keningnya sendiri.

Tanpa mereka sadari, Dokter dan kedua perawat yang berada di sana pun sedari tadi terus saja memperhatikan pertengkaran kecil sepasang kekasih yang terlihat begitu menggemaskan.

Mereka tidak berhenti tersenyum iri, betapa sepasang kekasih yang sepertinya terpaut usia yang sangat jauh itu terlihat romantis meskipun perdebatan mereka sempat memanas.

"Masnya perhatian banget ya sama Mbak," tanya perawat tersebut tidak tahan untuk tidak berkomentar.

"Hehehe ... Begitulah, Sus. Dia emang calon suami yang posesif," jawab Arista tersenyum kecil.

"Kalian sudah mau menikah?"

"Iya, Sus. Beberapa hari lagi kami menikah.''

"Saya doakan pernikahan kalian lancar ya, dan Mbaknya bisa cepat sehat lagi seperti sedia kala." Ucap Suster itu lagi.

"Terima kasih, Sus."

"Kami permisi ya, Mbak.''

"Baik, Dokter, Suster," jawab Arista tersenyum ramah.

♥️♥️

Louis mencari keberadaan putranya di dalam Rumah sakit dengan perasaan khawatir. Jodi pun nampak melakukan hal yang sama dan mencari di setiap sudut Rumah sakit dengan perasaan was-was karena merasa takut gajinya akan benar-benar di pangkas habis jika David sampai tidak ditemukan. Dia bahkan bertanya kepada beberapa perawatan dan pengunjung dengan menyebutkan ciri-ciri David.

"Ya ampun, David. Dimana kamu, Nak?" Gumam Louis seraya menatap sekeliling.

Matanya nampak menyisir halaman rumah sakit sesaat setelah dia sampai di sana. Louis berdiri di teras Rumah umah sakit, mencari di antara pekatnya malam sosok sang putra yang tiba-tiba menghilang akibat ulah Jodi, pikirnya.

Tiba-tiba saja matanya menangkap sosok mirip mantan istrinya bersama seorang anak laki-laki yang juga mirip dengan putranya. Meskipun tidak begitu yakin dengan apa yang dia lihat, Louis pun menghampiri mereka, berjalan pelan dan menatap punggung keduanya yang saat ini duduk di bangku yang terbuat dari kayu.

Semakin dekat, semakin dekat, Louis pun semakin menyipitkan matanya agar bisa lebih jelas melihat dua orang tersebut. Sampai akhirnya, dia pun berada tepat di belakang orang tersebut dan sedetik kemudian ....

"David ...?" Teriaknya segera memeluk putranya setelah benar-benar yakin bahwa yang dilihatnya itu benar-benar David yang saat ini duduk bersama Clara, mantan istrinya.

"Daddy?" Sapa David terkejut karena sang ayah tiba-tiba sudah berada di sana.

"Mas Louis?" Lirih Clara pelan.

"Kamu kenapa ke sini segala? Bukannya tungguin Daddy di rumah?" Tanya Louis menahan rasa kesal sebenarnya.

"Maaf, Dad. Aku pengen nemenin Daddy di sini, kasian 'kan kalau Daddy nungguin Tante sendirian aja." Rengek David enggan suara manja dan menundukkan kepalanya.

"Astaga putra Daddy, makasih ya udah khawatir sama Daddy dan Tante Arista."

"Mas ...!" Sapa Clara karena sedari tadi Louis seolah tidak menyadari kehadirannya atau, Louis memang tidak peduli dengan kehadiran dirinya di sana.

Dari arah kejauhan, Jodi pun nampak berlari menghampiri dengan perasaan lega dan tersenyum seketika menatap David.

'Syukurlah Den David ketemu, gaji aku aman sekarang,' (batin Jodi)

"David, kamu masuk duluan sama Om Jodi ya. Kasian Tante khawatir banget sama kamu," pinta Louis mengabaikan panggilan mantan istrinya.

"Baik, Dad. Mom, aku masuk dulu ya.''

Clara menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.

Sepeninggal David, kini tinggallah Louis yang masih berdiri tepat di depan Clara menatap kepergian putranya bersama Jodi. Setelah mereka benar-benar masuk ke dalam Rumah sakit, barulah dia menoleh dan menatap wajah Clara ibu dari putra semata wayangnya itu.

"Lagi ngapain kamu di sini? Apa kamu sengaja mengikuti kami?" Tanya Louis penuh penekanan.

"Tidak, Mas. Aku memang kebetulan lagi ada di sini dan gak sengaja bertemu dengan David," jawab Clara menatap wajah suaminya yang seperti tidak menua sedikit pun meskipun telah tiga tahun berlalu.

"Apa kamu sakit? Eu ... Jangan salah paham, aku nanya kayak gini karena kamu ibu dari anakku dan juga kakak dari calon istriku," tegas Louis tidak ingin sampai Clara salah paham.

"Aku mengidap Gangguan Bipolar, Mas." Jawab Clara menundukkan kepalanya membuat Louis seketika merasa terkejut.

♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

1
Bunda Puput
Luar biasa
Mega Wati
malas bca novel klo wktnya krg berkualitas...
ceyemut
tapi panggilan nak untuk adik kayak GK pas saat di baca
Ayachi
Tamak... Tamakk... udah selingkuhi suami sebaik Louis, nelantarin dua adiknya yg Masi kecil lgi, ckckckxk
Ayachi
penyesalan dua kakak? harusnya Arista ga menyesal loh, Arista yg udah ngerawat dan berkorban untuk adeknya sampe meninggal, penyesalan dan kesalahan terbesar itu pada Clara
Muri
parah bangat clara ni lh sdh 2 ade dia tinggal sekarang anaknya sendiri apa ngga ada rasa empatinya atau tobatnya mungkin blm dpt karma atau apa ya yg bikin dia kapokkkk
Alfiyah Hasna
mengapa hrs mirip si Thor Jd krg seru baca nya
hìķàwäþî
gw jg gt kl buat mi..
hìķàwäþî
et dah.. parah amat ibunya
hìķàwäþî
bukannya suami ke 2 clara 8tu bls dendsm krn kakanya clara sdh bikin adiknya mati? mrk ber4 dong?
hìķàwäþî
operasi ap? pengurangn sbagian paru2nya?
hìķàwäþî
msh sepupuan sm cinta laura kiel
hìķàwäþî
bule paham bhs slanknya kita?
MFay
Wkwkk, dah Thor percepat aja jodohnya kasihan dah 3thn menduda eh 😅
Aidah Djafar
David teges buat kebaikan adik2 ny ...👌 like Abang David 👍😂
Aidah Djafar
hahah gitu memang Louis klo punya babby apa lagi kembar 🙄😁
Yuyun Zampiet
thor, kok gak dijelaskan putri sakit apa, trus operasi apa, kan jadi penasaran
Alejandra
Di part sebelumnya 10th kok disini 7th...
Rusmiarsih
kisahnya mulai seru nih
Tungga Langi
aduh gimana yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!