Ela, karena kelakuannya yang selalu saja susah diatur akhirnya membuat kedua orangtuanya memindahkannya ke rumah si Mbah.
Di rumah peninggalan si Mbah, ternyata menyimpan banyak rahasia kelam masa lalu.
Yuk ndongeng dengan Othor, yang tokoh-tokohnya dari nama para readers setia lagi...
Hihihi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Tanda Tanya Lagi
Ela masih tak habis pikir, bagaimana bisa seorang perempuan begitu jahat seperti Ibu tirinya Mbah Buyut.
Diamatinya raut perempuan tua itu, yang kini terlihat masih memasang wajah masam keluar dari kamar,
Ela membuntuti dirinya, meninggalkan Mbah buyut Ela yang terlihat terduduk lemas di atas lantai kamar yang dari tegel berwarna abu-abu,
Ela mengikuti si perempuan tua yang kini berjalan masuk ke bangunan utama rumah lagi,
Sampai kemudian ia tiba-tiba berhenti di ambang pintu masuk rumah yang tepatnya adalah pintu belakang yang menghubungkan dengan dapur rumah.
Ela yang berada di belakangnya ikut berhenti, tampak sekilas di depan sana Ratih yang seperti baru dari dapur dan masuk ke dalam rumah,
"Sedang apa dia?"
Suara lirih perempuan tua itu terdengar seperti gumaman tak jelas, namun karena Ela berada dalam posisi yang cukup dekat, maka bisa mendengarnya,
Ibu tiri mbah buyut Ela itupun berjalan kembali pelahan, ia pergi menuju pintu masuk ke dalam rumah melewati dapur,
Tampak kini Ratih yang masuk ke dalam kamar, yang di mana saat di depan pintu kamar terlihat Ratih seperti membungkuk sejenak memberi hormat pada seseorang atau semacamnya itu.
Setelah Ratih benar-benar masuk kamarnya, terdengar derit pintu kamar ditutup pelan,
Perempuan tua si ibu tiri Mbah buyut berjalan mendekati kamar, mengendap-ngendap seperti orang yang akan menjadi mata-mata.
Ela menghela nafas saat mengikuti tingkah perempuan tua itu,
Entah apa sebetulnya yang ingin perempuan itu lakukan, tapi Ela sungguh penasaran dengan semua yang akan terjadi selanjutnya,
Meskipun...
Ela sejenak menghentikan langkah kakinya, manakala bayangan Ratih yang bersimbah darah di depan kamar dengan tusuk konde menancap di perutnya kembali terbayang,
"Mungkinkah perempuan tua ini pelakunya?"
Lirih Ela seolah bertanya pada angin,
"Aku akan menikahimu hanya untuk melindungimu Ratih, aku sudah cukup tua dan aku begitu merindukan Sri mendiang isteriku,"
Terdengar suara laki-laki tua bicara di dalam kamar.
Ela yang telah berada di depan pintu kamar mbah buyutnya yang dulu ternyata kamar Ratih itu terlihat membisu,
Di dekat pintu, perempuan tua si ibu tiri mbah buyut juga sama,
Ia tampak mematung saja.
Namun...
Tak seperti Ela yang saat mendengar kata-kata dari laki-laki yang tak lain adalah tuan besar tampak biasa saja,
Si perempuan tua Ibu tiri Mbah buyut wajahnya langsung memerah menahan amarah,
"Sri... Sri... Sri... Apa dia bodoh? Bagaimana bisa laki-laki punya uang bisa sesetia itu?"
Perempuan tua itu terlihat benar-benar kesal,
"Tapi Tuan..."
Kini terdengar suara Ratih,
Ela yang penasaran rasanya ingin membuka pintu kamar untuk bisa ikut masuk ke dalam agar bisa melihat apakah di sana terlihat sama dengan apa yang ia pernah lihat sekilas ketika mencari asal suara di kamar mbah buyut,
"Tapi apa?"
Tanya sang Tuan,
Yang saat di mana laki-laki tua itu mengucapkannya, entah kenapa Ela seperti tiba-tiba saja sudah berada di dalam kamar yang ada Ratih dan si tuan besar.
Tuan besar yang meski sudah tua namun terlihat masih cukup tampan itu seperti orang yang tengah sakit duduk di atas tempat tidur, sedangkan Ratih berdiri di tengah ruangan dengan kain sederhana yang telah disiapkan si perempuan tua untuknya,
"Setelah menikah, aku tak akan menyentuhmu, kelak ketika aku tiada, kau boleh menikah dengan kekasihmu, aku hanya memerlukanmu untuk sebagai pewaris rumah ini karena ada seseorang yang aku cintai berada di rumah ini dan aku tak ingin ia sendirian,"
Ujar si tuan besar,
Ratih tertegun, begitu juga Ela.
Seseorang yang dicintai Tuan besar?
Di rumah ini?
Siapa?
**-------------**
aku kira endingnya Ratih berterima kasih sama ela, trs dia jadi pendampingnya ela buat menghajar temen2 kampusnya nya ela yg sombong2 itu