Sebuah dunia lain yang disebut Nirwana,begitu indah dan damai selama ratusan tahun,sejak kemunculan kitab kuno peninggalan leluhur yang disebut sebagai pusaka tingkat tinggi,tiba" muncul dan menggemparkan seluruh penghuni Nirwana,Rumor mengatakan siapapun yang mampu mempelajari dan menguasai isi kitab itu akan menjadi kstria terkuat dan menjadi penguasa Dunia,Edward seorang anak yang berasal dari Nirwana harus tersingkirkan dari dunia asalnya karena sebuah tragedi pembantain yang mengorbankan seluruh keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Warisan Sang Dewa II
Edward dan gadis yang baru di temui nya masuk kedalam sebuah rumah sederhana namun cukup besar, saat melangkahkan kaki memasuki rumah itu Edward merasakan ada energi yang cukup besar menyelimuti rumah itu hingga membuatnya gemetar dan merasa tertekan", saat gadis kecil yang baru di temui nya mengajaknya masuk energi itu menghilang secara tiba- tiba, seorang kakek tua sedang duduk di sebuah kursi kayu sederhana sambil menikmati minumannya.
" Kau sudah kembali Yun,er " apa kau membawa pesanan kakek"?
" Tentu saja kek".
Gadis kecil itu memberikan sebuah tanaman yang baru di petiknya di hutan, tanaman itu mirip seperti rumput liar namun daunnya berwarna biru tua dan mengeluarkan bau harum semerbak hingga membuat siapa saja yang mencium baunya merasa damai dan tentram", mencium bau dari tanaman itu Edward benar - benar terkejut karena selama hidupnya dia tidak pernah melihat atau mendengar sebuah tanaman yang bisa mengeluarkan bau harum yang bisa mendamaikan hati siapa saja yang mencium baunya, setelah menerima tanaman itu sang kakek memegangnya dan memejamkan mata, sesaat kemudian tubuh sang kakek di selimuti oleh cahaya biru dan tanaman yang di pegang nya mengering, setelah mengering kakek itu memasukkannya kedalam minumannya dan mengaduknya hingga larut.
" Yun,er siapa yang kau bawa ini"?
" Paman ini adalah seorang pengembara yang telah menolong Yun,er saat Yun,er berada di hutan, dan paman ini juga telah menyembuhkan tangan Yun,er saat sedang terluka.
" Coba kakek lihat bekas lukamu".
Setelah melihat bekas luka di tangan Yun,er kakek itu sedikit terkejut karena luka itu benar- benar sudah menghilang dan hanya menyisakan bercak di kulit cucunya itu.
" Anak muda siapa namamu dan dari mana asal mu"? tanya kakek itu penuh selidik.
" Nama saya Edward saya berasal dari hutan lembah naga, jawab Edward dengan sopan.
" Apa tujuanmu datang kemari"?.
" Saya juga tidak tau kek", saat saya menyentuh sebuah pohon tiba- tiba saya sudah berada di sebuah tempat asing yang tidak saya kenal, dan akhirnya saya bertemu dengan gadis kecil ini.
" Yun,er tolong buatkan makanan untuk kakek dan juga pemuda ini".
" baik kek".
Setelah kepergian cucunya, kakek tua itu memandang Edward dari atas ke bawah dan memejamkan mata sesaat, sebuah tekanan energi yang cukup besar kembali di rasakan oleh Edward hingga sulit untuk bernafas", setelah melihat keadaan pemuda di dekatnya gemetar dan berkeringat kakek itu menarik kembali energinya dan tubuh Edward kembali normal.
" Energi apa yang menekan ku barusan", tanya Edward dalam hati.
Kakek tua itu akhirnya mempersilahkan Edward untuk duduk dan menawarkan minumannya pada Edward, untuk menghargai tuan rumah tanpa ragu Edward meminumnya", setelah beberapa detik Edward merasakan ada energi baru yang mengalir dari dalam tubuhnya dan membuatnya merasa nyaman.
" Minuman apa ini kek", kenapa setelah aku meminumnya aku merasakan ketenangan dan kedamaian dan aku juga merasa ada energi baru yang mengalir di tubuhku"?.
" ini adalah minuman para dewa", kau beruntung bisa mencicipinya" jawab kakek itu dengan sedikit senyum di bibirnya.
" minuman para dewa", berarti kakek ini adalah dewa"? tanya Edward yang penasaran dengan kakek tua itu.
" Dewa atau bukan bagiku sama saja mereka hanya mahluk yang memiliki kelebihan dan juga kelemahan", saat seseorang memiliki kemampuan di luar batas wajar dan tak terkalahkan, semua orang menyebutnya sebagai dewa, namun setelah kelebihan itu musnah dan tak bisa melakukan apa - apa lagi orang hanya bisa menyebutnya sebagai sampah tak berguna.
" Apa maksud kakek"?.
" Dulu kakek adalah seorang dewa perang yang selalu di takuti oleh lawan- lawan kakek, tapi sekarang setelah bertambahnya usia, kekuatan itu mulai melemah dan akhirnya lenyap begitu saja", hingga akhirnya di asing kan dan di buang ke tempat ini.
" Jadi dewa itu juga bisa menua".?
" Ada beberapa yang bisa hidup abadi tergantung dari tingkatan ilmu dan kekebalan tubuh masing- masing.
" Apa kakek tau tentang lima naga penjaga pusaka dewa"?.
" Tentu saja aku tau", mereka semua adalah keturunanku, apa kau pernah bertemu dengan mereka?
" Aku telah bertarung dengan salah satu dari mereka saat berada di hutan kematian, tapi aku tidak tau bagaimana keadaan nya saat ini.
" memangnya siapa yang kau hadapi itu nak?
" Naga petir".
" pantas saja kau bisa masuk ke tempat ini", kau memang berbeda dengan manusia biasa , saat pertama kali aku melihatmu aku teringat pada seseorang, dari cara bicara dan tingkah mu, sangat mirip dengan orang itu.
" Siapa orang yang kakek maksud"?
" Dia adalah sahabat lama ku yang mengatasnamakan dirinya Serigala merah dari nirwana, terakhir aku bertemu dengan nya saat bertempur dengan iblis merah dan seluruh pasukannya", aku berharap dia bisa selamat dan masih hidup, akan tetapi sejak kejadian itu aku tak pernah melihatnya lagi.
" Serigala merah dari nirwana", apa orang yang kakek maksud itu mampu mengendalikan lima elemen alam"?
" benar sekali" dari mana kau bisa tau tentang kemampuannya?
" Aku sering bermimpi dan bertemu dengan seseorang yang mengatasnamakan serigala merah, beliau mengajarkan padaku tentang cara mengendalikan energi jiwa dan menyerap energi alam, bahkan beliau juga memberikan ku perisai api abadi.
" Apa kau bisa menunjukkan padaku perisai api abadi itu ?.
" Tentu saja kek tapi jika aku menggunakannya di sini rumah kakek bisa terbakar.
" Kau tenang saja", rumah ini tidak akan terbakar.
Karena kakek tua yang baru di temui nya itu memaksa Edward untuk menunjukkan perisai abadi miliknya, tanpa ragu Edward segera mengeluarkannya, tubuh Edward perlahan- lahan diselimuti oleh kobaran api hingga membuat seisi ruangan menjadi panas.
" Sudah cukup nak", perintah sang kakek pada Edward.
Mendengar perintah sang kakek Edward segera menarik perisai apinya,dan tubuh Edward kembali seperti semula.
" Karena kau sudah membuktikannya, kakek punya sesuatu untukmu,mari ikut kakek.
" Baik kek", oh ya kalau boleh tau nama kakek siapa?
" Panggil saja aku Yunruong".
Edward berjalan mengikuti sang kakek, hingga pada akhirnya tiba di sebuah ruangan yang cukup gelap dan pengap", karena sepertinya tempat itu tak pernah di kunjungi, sang kakek menyalakan obor yang menempel di dinding ruangan itu, saat obor itu menyala terlihat sebuah peti besar berada di atas meja", sang kakek menghampiri peti itu dan membukanya dengan sebuah kunci di tangannya, saat peti itu terbuka cahaya kuning keemasan menerangi peti itu dan seluruh ruangan yang ada.
" Kemari lah nak, aku berikan benda pusaka ini untukmu, ambillah jika kau berjodoh maka benda pusaka ini akan jadi milikmu.
" Terimakasih kek".
Edward berjalan mendekati sang kakek, dan saat dia melihat benda pusaka yang ada di dalam peti itu", betapa terkejutnya dia karena ternyata benda pusaka yang ada di hadapannya adalah benda yang dicarinya selama ini.
" Armor dewa perang". kakek serius ingin memberikannya padaku"?. tanya Edward untuk sekedar meyakinkan keseriusan sang kakek yang ingin memberikan pusaka dewa itu padanya.
" Tentu saja nak", jika aku tidak serius tidak mungkin aku menunjukkannya padamu, setelah aku melihat perisai api abadi yang kau miliki dan ceritamu mengenai mimpimu yang sering bertemu dengan serigala merah aku yakin kau adalah penerusnya, untuk itulah aku memberikan benda ini padamu", jika kau berhasil menaklukkan benda pusaka ini, berjanjilah satu hal padaku bawa Yun,er bersamamu dan jagalah dia seperti kau menjaga nyawamu sendiri.
" Baik kek", aku janji akan menjaga cucu kakek seperti yang kakek minta.
Mendengar ucapan Edward yang telah berjanji untuk membawa dan menjaga cucunya, sang kakek tersenyum lega dan berharap pusaka miliknya itu bisa berjodoh dengan Edward, karena tau benda pusaka itu bukan benda pusaka sembarangan dan selalu memilih tuannya sendiri, Edward mendekati pusaka itu dan berhati - hati untuk mengambilnya, saat tangan Edward menyentuh armor dewa perang dia merasakan seolah energinya tersedot oleh pusaka itu, saat ingin menarik tangannya kembali dia merasa seolah tangannya menempel di benda itu dan sulit untuk di lepaskan", seluruh tubuh Edward berkeringat dan rasa sakit mulai menjalar ke seluruh tubuhnya, namun Edward tidak menyerah begitu saja dia terus berusaha menahan rasa sakit dan mulai menarik energi alam untuk memuaskan armor dewa perang yang seolah begitu haus akan energi jiwa Edward hingga benda itu terus menyerapnya, merasakan karakter dari armor dewa perang yang suka menyerap energi jiwa seseorang, dengan senang hati Edward memberikan energi jiwa nya pada benda pusaka itu.
Saat energi jiwanya hampir habis dia mengisi kembali dengan energi alam yang berhasil dia serap dalam jumlah yang cukup besar, hingga waktu terus berlalu pusaka itu akhirnya sudah mencapai batasnya untuk menyerap seluruh energi jiwa milik Edward yang telah bersatu dengan energi alam dalam jumlah tak terbatas, saat benda pusaka itu tak mampu menampung energi jiwa milik Edward tiba- tiba benda pusaka itu terpasang sendiri di tubuh Edward", hingga membuat Edward nampak gagah seperti ke satria perang kerajaan dengan cahaya kuning yang terpancar dari pusaka itu.
" Akhirnya kau berhasil nak, pusaka itu telah memilihmu", akan tetapi pusaka itu belum menyatu pada tubuhmu, jika kau menggunakannya sekarang maka pusaka itu akan terus menyerap energi jiwa milikmu dan orang lain tanpa bisa kau kendalikan, untuk mengatasi masalah itu, kau harus meditasi terlebih dahulu untuk menyatukan pusaka itu dengan tubuhmu, semakin fokus kau melakukan meditasi semakin cepat pula kau bisa menyatukannya dengan tubuhmu.
" Terimakasih atas petunjuknya kek, aku akan segera melakukannya.
" Baiklah kalau begitu kakek tinggal dulu,semoga kau berhasil nak.
Setelah sang kakek pergi Edward segera mencari tempat yang nyaman untuk melakukan meditasi, dan akhirnya Edward memutuskan untuk mengambil posisi duduk bersila dan mulai memejamkan matanya", di dekat peti penyimpanan armor dewa perang.
--------------------
Suka baca cerita fantasi apa lagi dua dunia yang ada kisah cintanya?
Bisa baca novel aku judulnya "Kisah Cinta Dua Dunia. " bisa di lihat di profil ku...
Dijamin rekomendasi banget...
Terimakasih ditunggu dukungannya...
Semoga Author makin lancar nulisnya...
titipan salam dari "Kamu Milikiku"