Jangan lupa membaca Menikahi Pria Tua agar alur cerita lebih mudah dipahami ya. 😘💕
Odet Alesha, gadis mungil berwajah baby face yang dijuluki Queen of Game, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah karena satu malam yang penuh kekacauan.
Alexandre Mahendra, CEO muda di balik perusahaan gaming terbesar, dikenal dingin, sempurna, dan tak tersentuh. Namun, di balik tatapan tajamnya, tersimpan luka mendalam akibat cinta pertama yang memilih kakaknya sendiri.
Sebuah kesalahan di acara anniversary Mommy Keyna dan Daddy Devan membuat mereka terikat dalam pernikahan yang tak pernah diinginkan.
Di antara pertengkaran, rasa benci, dan luka masa lalu, benih-benih cinta perlahan tumbuh. Namun, ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap, keduanya harus memilih...
Mempertahankan cinta yang telah diperjuangkan... atau melepaskan orang yang akhirnya menjadi rumah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keysa Bom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
Dua Minggu kemudian setelah Alex sudah membaik melakukan aktivitasnya. Sementara di tempat lain Pagi sejuk saat itu Odet malah menikmatinya di dalam kamar mandi, melakukan ritual membersihkan tubuhnya. Meluruhkan segala rasa lelah dalam dirinya. Setiap tetesan air yang mengalir Odet memanjatkan doa agar hidupnya menjadi lebih baik kedepannya.
Setelah kegiatan ritualnya telah usai, Odet keluar kamar mandi. Namun wanita itu terheran saat masih melihat Alex yang berdiri menatap ke arah luar jendela.
" Apa kau sudah selesai?," tanya Alex dengan suara berat nya.
" Ya, apa kamu tidak ke kantor?," tanya Odet kembali.
" Aku sudah menyuruh mu ke dokter beberapa bulan yang lalu untuk mengecek kesehatan mu, tapi sepertinya kamu tidak mengindahkan bahasa ku dengan baik, " Alex berbalik menatap dingin wajah Odet. Tatapan yang selama ini seakan tidak sinar sercecah harapan untuk Odet mendapat kan hati Alex.
" Ak-.., aku baik-baik saja. Lagi pula ini luka bakar sudah lama tidak akan ada bahaya apapun. Jadi kau tidak perlu khawatir," terang Odet. Wanita itu lalu berjalan menuju sofa.
" Ayo, aku akan mengantarmu. Anggap lah balas Budi ku karena kau telah merawat ku" ucap Alex.
Odet sejenak memberanikan diri mengangkat wajahnya menatap Alex yang saat ini berdiri tidak jauh dari dirinya.
" Aku melakukan semua itu tanpa meminta balas budi apapun dari mu. Jadi, jangan terlalu mengkhawatirkan diriku." Jelas Odet. Wanita itu lalu berjalan keluar meninggalkan Alex sendiri yang terdiam menatap kepergian istrinya.
" Ada apa dengannya?," gumam Alex.
✨✨✨
Di taman utama Mension, Odet menghapus air matanya. Dalam hatinya ia sangat bahagia saat Alex menawarkan untuk ke dokter. Namun sebenarnya ia ingin berusaha menjauhi Alex agar perasaan nya saat ini tidak terlalu jatuh dalam dunia asmara cinta yang tidak akan terbalaskan.
" Sudah lah, apa yang kau tangisi. Kau sekarang sangat lemah," Odet menghapus air matanya dan terus mengoceh untuk menguatkan dirinya sendiri.
Dring...dring..
Ponsel milik Odet bergetar, melihat panggilan masuk dari Bella, sahabat serta keluarga yang saat ini sedang berada jauh dari dirinya.
" Bela," Odet berusaha mengontrol kesedihannya, dan memasang wajah ceria agar Bella tidak terlalu khawatir padanya.
" Hay Bela, 📱📱 "
" Odet, bagaimana kabar mu? Tiga hari belakangan ini kau tidak menghubungi ku jadi aku langsung video call dengan mu. Aku khawatir kau di sana sendirian. 📱📱" Terang Bella. Mendengar ocehan Bela Odet tertawa.
" Ya ampun, jika ku hubungi kau setiap hari maka Angga akan marah padaku, aku bisa menggangu waktu kalian berdua. Lagian di sini aku enggak sendirian, ada kak Keyla, Alicia dan kelurga lainnya, 📱📱"
" Setidaknya hubungi aku 📱📱, ( sayang bisa bantuin aku enggak)" suara panggilan Angga membuat Bela memutar bola matanya. Baru saja ia ingin berbicara dengan Odet.
" Tuh kan, Angga sudah panggil tuh. Sehat-sehat di sana ya Bela, Miss you so much, 📱📱"
" Miss you to, aku tutup yah telfonnya, bye Odet 📱📱"
" Bye Bela📱📱"
Odet menarik panjang nafasnya, ingin sekali rasanya Odet menceritakan keadaannya saat ini kepada Bela. Namun wanita itu harus sadar diri, Bela sudah memiliki kehidupan yang baru dan ia tidak boleh sampai menganggu semua itu.
" Ha...! Aku harus mencari kesibukan yang lain. Pernikahan ku bersama Alex tinggal menghitung berapa bulan lagi." Odet melihat layar ponselnya menampakkan wajah Alex dan dirinya saat menggunakan pakaian akad nikah.
" Jika kita bercerai kau akan membuang ku begitu saja bukan. Aku harus mencari biaya hidup ku sendiri setelah semua ini. Semoga kedepannya akan lebih baik lagi " lirihnya. Odet beranjak dari tempat duduknya untuk masuk kembali kedalam Mesion.
Baru saja langkahnya berjalan menaiki anak tangga, seseorang memanggil Odet.
"Odet"
" Kak Keyla" Odet berbalik lalu berlari memeluk Keyla yang beberapa hari lalu menginap di rumah mama Tata.
" Aku merindukan mu, baru beberapa hari aku meninggalkan Mension tapi sangat merindukan suasana rumah ini," Keyla memeluk erat tubuh Odet.
" Aku juga merindukan kak Keyla. Bagaimana kabar bayi di dalam sana," Odet mengelus lembut perut Keyla.
" Baik-baik saja aunty," Keyla menjawab menirukan suara bayi.
" Odet ayo, tadi aku membeli sesuatu saat di perjalanan pulang ke sini" Keyla menarik tangan Odet menuju ruang makan.
Keyla mengeluarkan jajanan yang bernama cireng, sungguh mengiurkan lidah Odet.
" Kak membeli sebanyak ini," Odet melihat sekitar 5 box cireng yang sudah berada di atas meja makan,
" Sengaja aku membeli ini, tunggu Alice dan Audrey akan sampai kita akan memakannya bersama-sama " jelas Keyla.
Saat Odet dan Keyla sedang asik mengobrol tidak lama kemudian Alice dan Audrey dan tentu bersama mommy Keyna dan juga papa Devan datang secara bersamaan tentu saja seketika suasana rumah kembali ramai.
" Wah Keyla membeli cireng sebanyak ini," mommy Keyna lalu duduk di samping Odet.
" Maaf kak aku sudah berusaha untuk datang tepat waktu," Alice terduduk di samping Keyla sambil memeluknya.
" Kak Alice mengemudi sangat cepat aku hampir kehilangan nyawa," protes Audrey. Tentu saja mendengar ucapan Audrey papa Devan menatap tajam ke arah Alice.
" Hahaha. Audrey mengatakan hal enggak benar Daddy, aku mengemudi begtu pelan kan Audrey," Alice membulatkan matanya menatap wajah Audrey agar tidak menceritakan tentang kejadian perjalanan mereka ke Mension.
" Iya, aku cuman bercanda tadi. Wah cireng," Audrey langsung duduk sambil mengambil cireng dan memakannya. Tatapan papan Devan sangat menakutkan.
" Alice, jangan mengulanginya." Suara berat bariton papa Devan membuat Alice hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Sorry Alice," Audrey mengangkat kedua tangannya ✌️ ke arah Alice.
" Awas aja kau Audrey," Alice memasang wajah judesnya ke arah Audrey
Melihat tingkah Alice dan Audrey sontak membuat Odet menahan tawanya, jika tidak ada papa Devan dan mommy Keyna mungkin saat ini Odet tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi takut Alice dan Audrey.
" Kenapa?," tanya Keyla berbisik ke arah Odet.
" Kak lihatlah wajah Alice dan Audrey, sepertinya sebentar akan ada perang dunia ketiga," ujar Odet. Mendengar itu Keyla ikut tertawa kecil, saat ini Alice hanya bisa mendengar ceramah dari papa Devan begtu pula Audrey.
Bersambung....
upp terus ya