Memiliki trauma masa lalu membuatnya takut berhadapan dengan pria. Dia pun dikirim ayahnya ke luar negeri melanjutkan pendidikannya.
Hingga pada saat dia kembali, dia bertemu seorang pria pemilik bar yang berasal dari desa yang sama.
Pria itu mengacaukan pernikahannya, lalu menikahinya.
Nah...
Bagaimanakah kelanjutannya?
Jangan lupa mampir ya.
Terima kasih atas support nya.
Lope lope buat kalian semua🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34.
Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, Dion dan Maura tiba di gedung hotel tempat acara yang akan berlangsung.
Keduanya disambut hangat para karyawan yang sudah berdatangan. Di tambah lagi banyaknya tamu penting yang khusus diundang untuk memeriahkan acara itu.
Kini acara sudah dimulai, Dion naik ke atas panggung memberikan kata sambutan. Tak lupa juga dia mengenalkan istrinya kepada semua tamu yang ada di dalam ruangan.
Sesaat, suara tepuk tangan bergemuruh di dalam sana. Semua orang menoleh ke arah Maura. Tak ada yang menyangka kalau bos tampan itu ternyata sudah beristri. Apalagi kecantikan istrinya membuat semua mata berdecak kagum.
Usai memberikan kata sambutan, Dion turun dan peluncuran produk baru pun dimulai. Dion duduk di bangku VIP bersama Maura, ada Bima juga yang ikut menemani keduanya.
Acara berjalan dengan lancar, bahkan produk mereka mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan pebisnis yang ikut hadir. Ada juga yang berminat mengajukan kontrak kerja sama untuk pemesanan produk dalam jumlah besar.
Usai acara berlangsung, para tamu penting mendekat ke meja Dion secara bergantian. Satu persatu dari mereka mengucapkan selamat atas keberhasilannya. Tak hanya itu, mereka juga memberikan ucapan selamat atas pernikahan Dion yang berlangsung beberapa bulan yang lalu.
Dari banyaknya para tamu yang hadir, seorang pria berperawakan tinggi besar kini mendekat. Hal itu membuat Maura terlonjak kaget, matanya membulat dengan mulut sedikit menganga.
Tiba-tiba saja raut wajah Maura berubah dalam sekejap, ada ketakutan yang kembali menghantui dirinya. Bahkan kakinya mulai bergetar hingga mengguncang sekujur tubuhnya.
"Selamat atas lauching produk terbarunya, sepertinya produk ini akan laku keras di pasaran." ucap pria itu sembari mengulurkan tangannya ke arah Dion.
"Terima kasih,"
Dion menggulingkan senyumannya dan menjabat tangan pria itu. Namun saat itu juga Maura menjauh dan menghilang tanpa Dion sadari.
Kini ruangan itu sudah mulai sepi, satu persatu dari tamu undangan sudah berpamitan dan meninggalkan lokasi. Dion akhirnya menyadari kalau istrinya sudah tidak ada lagi di sampingnya.
"Bima, apa kau melihat istriku?" tanya Dion sembari menautkan alisnya.
"Sepertinya ke arah belakang," jawab Bima yang sempat melihat pergerakan Maura sekilas.
Tanpa menunggu lama, Dion segera menyusul Maura ke belakang. Namun saat kakinya melangkah memasuki area toilet, tiba-tiba langkahnya terhenti mendengar suara Maura yang tengah berbicara dengan seorang pria.
Dion menggertakkan giginya kuat, tangannya mengepal erat menahan rasa cemburu yang dengan cepat menggerogoti hatinya. Namun sekuat hati dia menahan dirinya untuk tidak mendekat. Dia penasaran, apa yang mereka bicarakan di ujung sana.
"Pergilah, jangan ganggu aku!" bentak Maura yang semakin ketakutan berhadapan dengan pria itu.
"Aku mohon Maura, tolong maafkan aku! Aku benar-benar menyesal." desak pria itu meminta maaf.
"Kata maaf saja tidak cukup untuk menebus semua dosa-dosa mu padaku. Kau bahkan tidak tau apa yang aku alami setelah kejadian itu." bentak Maura yang kini mulai sesegukan menahan tangisannya.
"Aku tau aku salah, aku benar-benar menyesal. Aku sudah mencari mu selama ini, tapi aku tidak tau kau dimana. Ayahmu tidak memberiku izin untuk menemui mu, aku hanya ingin minta maaf atas semua dosa-dosa ku yang lalu." desak pria itu.
Saat pria itu mendekat dan meraih tangan Maura, Maura berteriak histeris sembari menepis tangan pria itu dengan kasar. Wajahnya semakin pucat dengan tubuh bergetar hebat. Bibirnya kelu menahan isak tangisnya.
Dion tak bisa tinggal diam melihat istrinya yang sudah terisak. Dia bergegas menghampiri keduanya dan dengan cepat melayangkan tinjunya hingga pria itu tersungkur di lantai.
"Bajingan! Beraninya kau mengganggu istriku." bentak Dion, dia meraih kerah pria itu dan memukulnya dengan membabi buta.
Melihat amarah Dion yang sudah memuncak, tubuh Maura kembali bergetar. Ada rasa puas di hatinya melihat pria itu mencicipi tangan suaminya. Namun Maura juga tak ingin Dion mendapat masalah karena memukuli orang di tempat umum.
"Kak Dion, sudah cukup!" ucap Maura, dia meraih tangan Dion dan melingkarkan tangannya di pinggang suaminya.
"Kenapa kamu membelanya, ada hubungan apa diantara kalian berdua hah?" tanya Dion meninggikan nada bicaranya.
Maura memeluk tubuh Dion dengan erat, air matanya semakin tak terkendali mengingat perlakuan pria itu terhadap dirinya beberapa tahun yang lalu.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud mengganggu istrimu. Aku hanya ingin minta maaf, selama ini aku selalu dihantui rasa bersalah." jelas Adit, pria yang pernah menorehkan luka di hidup Maura.
Adit bangkit dari lantai sembari memegangi wajahnya yang masih sakit karena pukulan Dion.
Dion mengeratkan rahangnya kuat, dia menatap tajam wajah Maura meminta penjelasan.
"Siapa dia, apa yang sudah dia lakukan padamu?" tanya Dion dengan emosi yang sudah memuncak.
"Di, dia...,"
"Apa dia pria itu?" potong Dion menyambung perkataan Maura.
Maura mengangguk pelan, hal itu membuat darah Dion semakin mendidih hingga ubun-ubun nya. Tanpa berpikir panjang, Dion melepaskan tangan Maura yang melingkar di pinggangnya, kemudian melayangkan tinjunya dengan keras hingga Adit kembali tergeletak di lantai.
"Bajingan! Setelah apa yang kau lakukan pada istriku, sekarang masih berani menampakkan batang hidungmu di depannya hah." gerutu Dion yang semakin tersulut emosi.
"Aku tau aku salah, pukul saja aku sepuas hatimu! Tapi tolong maafkan aku, aku benar-benar menyesal." ucap Adit, dia meraih kaki Dion dan menekuk kepalanya memohon maaf.
Melihat itu, Maura terdiam sejenak. Dia masih marah, dendam, bahkan jijik melihat wajah Adit. Tapi dia juga tidak bisa menyimpan dendam itu seumur hidupnya, dia ingin lepas dari belenggu kelam yang pernah menjeratnya.
"Bangkitlah! Aku memaafkan mu, tapi setelah ini jangan pernah menemui ku lagi!" ucap Maura melepaskan beban di hatinya.
Adit melepaskan tangannya dari kaki Dion, dia bangkit dan mengucap terima kasih berulang kali. Kini hatinya sudah lega setelah mendapatkan maaf dari Maura, dia kemudian berlalu meninggalkan Maura dan Dion berdua di sana.
Dion mengernyitkan keningnya, dia tak mengerti jalan pikiran istrinya saat ini. Bagaimana bisa Maura dengan mudahnya memberi maaf atas kesalahan yang sudah membuatnya tersiksa bertahun-tahun.
"Apa kamu sudah gila, kenapa memaafkannya begitu saja?" tanya Dion meninggikan nada bicaranya.
Maura kembali memeluk tubuh Dion dengan erat. Dia tau suaminya tidak akan semudah itu melepaskan Adit, tapi dia yakin Dion bisa menerima keputusannya.
"Aku sudah berjanji padamu untuk melupakan semuanya. Dan ini adalah satu-satunya cara agar aku terlepas dari belenggu itu."
"Dia sudah minta maaf, sudah saatnya aku membebaskan hatiku. Aku ingin memulai kehidupanku yang baru bersamamu, hanya bersamamu." jawab Maura mengikhlaskan semuanya.
"Kamu yakin?" tanya Dion memastikan.
Maura mengangguk pelan, dia benar-benar yakin dengan keputusannya kali ini. Tidak ada gunanya menyimpan dendam itu berlarut-larut. Itu hanya akan menyakiti dirinya dan orang-orang yang ada di sekitarnya.
novel masih banyak PR
*dion yg hilang ingatan
*hubungan dion dan adila
*siapa yg nabrak dion
*siapa yg berbuat curang dengan perusahaannya
*hubungan miko dan dira
*hubungan maura dan dion
*tulang siapa yg ditemukan di mobil
*apa yg terjadi dengn samuel
*ada yg terjadi dengan david
masih banyak PR jadi terus semangat
bagus critanya...
aku juga merasakan nya gimana rasanya di tinggalkan seorang yg kita cintai untuk selamanya...
Dion bakal kembali Maura bersabarlah....
kemaren masuk pemberitahuan katanya 3 hari gak up, padahal aku up tiap hari.
sekarang episode yang sudah dihapus malah ditampilkan, jadi double hari ini. padahal bab 77 yang pertama itu salah, sudah aku hapus. malah di publish