Hallo readers sekalian, ini karya pertama saya dengan judul "Kesempatan kedua."
Dave seorang pria yang mengalami kegagalan di dalam pernikahannya, ia bercerai dengan istrinya Alena dua tahun yang lalu.
Dave dan Alena menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan dari orang tua mereka masing-masing.
Setelah perceraian Dave dan Alena tidak pernah bertemu kembali, sampai di satu kesempatan tanpa sengaja mereka bertemu.
Alangkah terkejutnya Dave yang melihat perubahan dalam diri mantan istrinya tersebut yang terlihat lebih dewasa dan cantik.
Perceraiannya dengan Dave banyak membawa perubahan dalam diri Alena.
Mampukah Dave dan Alena kembali membangun rumah tangga mereka yang sempat hancur karena ego mereka yang sulit mengakui perasaan masing-masing?
Apakah mereka sudah saling menyukai dan mencintai sebelum mereka berpisah?
Perasaan yang sulit di ungkapkan oleh kedua insan manusia hanya karena Ego.
Mari ikutin terus cerita percintaan dan kisah mereka di sini ya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Mama Rita dan papa Bram yang melihat Alena tertawa jadi ikutan tertawa juga,
Sekarang mereka malah kompak teriak.
"Ya...ya...ya... tapi bohong"
Dave yang sudah frustasi bahkan beberapa kali meneteskan air mata malah kaget di buatnya.
Ia masih gak percaya dengan apa yang di dengar dan di lihatnya saat ini.
Hampir saja ia putus asa dengan pertanyaan dan pernyataan dari orang tua Alena, sekarang malah semua orang tertawa dan menyorakinya.
*Flash back*
Semalam sebelum kedatangan Dave ke rumah mantan mertuanya itu ternyata Daddy James sudah menghubungi papa Bram terlebih dahulu.
"Halo Bram"
"Halo James, apa kabar?"
"Baik, ada yang mau aku bicarakan denganmu, Besok Dave akan datang ke rumahmu untuk membicarakan hubungannya dengan Alena.
Ia ingin Alena kembali untuk menjadi istrinya.
Bagaimana menurutmu?"
"James, sebenarnya sejak awal perjodohan mereka harapanku mereka bisa bersama terus sampai maut memisahkan"
"Sama juga demikian dengan harapanku untuk mereka Bram.
Dulu mereka sendiri yang memutuskan berpisah, sekarang mereka baru merasakan kecocokan"
"Begitulah pikiran anak-anak kadang berbeda dengan pemikiran kita orang tua, kita juga pernah muda James...hehehe.
Dulu kita menikah juga karena di jodohkan, kita pernah di posisi mereka.
Benar gak James?"
"Betul juga katamu Bram...hahaha, awal pernikahan juga kita sulit menerima pasangan kita.
Bedanya kita memilih bertahan"
"Terus kita mesti gimana James?"
"Aku punya ide gimana kalau aku kerjain dulu aja anak lelakimu itu?
Sekalian aku pengen lihat seberapa besar keinginan dia untuk bersatu lagi"
"Wah, gila juga idemu itu, aku sih terserah kamu aja.
Aku hanya ingin yang terbaik buat anak-anak kita.
Aku udah pengen gendong cucu Bram, gendong anak kan udah gak mungkin, masa harus cari madu buat si Jean...hahaha bisa gawat nanti"
"Hahaha...jangan coba-coba cari kamu cari madu kalau gak mau otongmu di potong sama si Jean.
Sama James aku juga pengen gendong cucu.
Anak sulungku kamu tau masih belum mau menikah, sekarang fokus kerja ke luar kota.
Ya udah, serahkan semua padaku"
"Aku serahkan semua padamu, lakukan yang terbaik buat mereka, makasih"
"Bye" mereka mengakhiri percakapan.
Setelah itu Papa Bram mendiskusi idenya dengan sang istri dan mama Rita langsung menyetujuinya.
Makanya mama Rita menarik tangan Alena mengajaknya ke dapur untuk membuat minuman.
Baru setelah sampai di dapur mama Rita memberi tau ide gila mereka kepada anak perempuannya itu.
Alena tertawa puas mendengar ide gila orang tuanya sekaligus ia senang untuk membalas keisengan yang di lakukan Dave sebelumnya.
*Flash off*
Alena dan kedua orang tuanya tertawa terbahak-bahak, hanya tinggal Dave yang masih dengan muka bingungnya.
Seolah belum mengerti dengan semua yang terjadi.
"Sayang, apa yang terjadi? Kenapa kamu tertawa?" tanya Dave.
"Kamu kena prank" sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kok bisa?" tanya Dave lagi sambil menahan malu.
"Bisa dong sayang, kamu aja bisa candain aku kemarin, sekarang balasannya week" balas Alena sambil menjulurkan lidahnya meledek Dave.
"Awas ya kamu, mulai nakalin aku" muka Dave udah memerah menahan malunya.
"Papa sama Mama udah cocok casting buat main sinetron" ledek Alena.
"Dave, jangan marah papa cuma pengen tau seberapa besar keseriusan kamu untuk kembali bersama Alena.
Papa udah dapat persetujuan Daddy kamu kok buat ngerjain kamu " ledek papa Bram.
"Tenang pa, Dave gak marah yang penting papa dan mama memberi restu buat kami kembali" sahut Dave.
"Papa dan mama merestui kalian kembali dan harapan kami kalian bisa menjaga ikatan pernikahan nanti sampai maut memisahkan.
Kalau nanti ada masalah di selesaikan baik-baik bukan dengan perceraian.
Ingat...Tuhan sangat membenci perceraian" nasehat dari papa Bram.
"Makasih pa, makasih ma, sayang kita balikan lagi...Yeay" karena bahagianya Dave sampai loncat.
Lalu Dave bangkit memberi salam buat papa Bram dan mama Rita, ia sangat berterima kasih karena sudah mendapatkan restu dari orang tua Alena.
Setelah itu ia memeluk Alena karena rasa bahagia yang di rasakan saat ini.
Tinggal bikin perhitungan sama daddy James nih, tega amat membiarkan anaknya malu di kerjain sampe nangis...hehehe.
**************
Jangan lupa buat like 👍, Favorit ❤️, dan komen.
Sumbangin point kalian dong dengan cara vote novel ini.
Makasih buat semua yang sudah setia membaca 🙏🙏🙏
org itu tidak ada kemajuan dalam hubungin kalau tidak ada yg mengalah satu dari untuk mencairkan nya.
itulah mengapa org blg pentingnya perbedaan, ada air dan api saling mengoengkapi bukan ego nya tinggi masing2