NovelToon NovelToon
Kupu Kupu Beracun

Kupu Kupu Beracun

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Menantu Pria/matrilokal / Identitas Tersembunyi / Chicklit
Popularitas:60.1k
Nilai: 5
Nama Author: PutraJuli1302

Nova adalah gadis cantik sekaligus ratu mafia, ia harus menutupi jati dirinya menjadi wanita yang baik baik bak seorang peri untuk melancarkan niatnya balas dendam kepada keluarga dari seorang polisi.

Ketika dendamnya mulai terbalaskan, justru ia merasa satu persatu masalah mulai muncul dan harus ia hadapi sendiri hingga membuat satu demi satu rahasia yang di sembunyikan oleh kakaknya terungkap oleh Nova.

Rencana balas dendam yang Nova kira bertujuan untuk menghancurkan hidup seseorang justru di tujukan kepada Nova agar hidup Nova hancur.

Nova yang menyadari hal itu menyesal sudah menuruti kakaknya. Ketika ia berusaha melepaskan diri dari semua itu, tiba tiba orang orang di masa lalunya kembali dan membuat hidup Nova semakin menderita.

Apakah kisah yang selanjutnya? Dan rahasia apa lagi yang di sembunyikan oleh Kakak Nova? Mampukah Nova menghadapi semuanya ataukah ia terburuk dan terjerat masalah yang ia hadapi?



Jangan lupa follow Ig: @julisaputra2004 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PutraJuli1302, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nova keluar penjara

Menyadari kalau kalung itu adalah kalung Nova, Ayah Ridwan pun keluar dari kamar dan berusaha menghampiri Nova.

Saat Ayah Ridwan sudah berada di luar kamar, saat itu Nova tengah menangis dengan berderai air mata duduk di depan pintu. Melihat kalau pintu di buka, Nova pun menghentikan tangisnya dan bangun dari duduknya dengan menghadap ke arah Ayah Ridwan.

"Pak Panji saya mohon dengan bapak, tolong. Tolong izinkan saya bertemu dengan Pak Ridwan sekali lagi, saya mohon. Saya ingin menjelaskan sesuatu kepada Pak Ridwan," pinta Nova dengan sedih dan air mata yang memenuhi matanya.

"Apa ini milik kamu?" tanya Pak Panji kepada Nova dengan menunjukkan kalung yang ia ambil. Melihat kalung itu, Nova pun langsung memeriksa ke arah lehernya. Menyadari kalau kalung yang ia pakai tidak ada, Nova pun langsung mengambil kalung itu dari tangan Ayah Ridwan dan ia kemudian membuka liontin yang ada di kalung itu.

Menyadari kalau kalung itu adalah kalung nya, Nova pun berhenti menangis dan menatap tajam muka Ayah Ridwan.

"Iya, ini adalah kalung saya. Dari mana Pak Panji mendapatkan kalung ini?" tanya Nova dengan memegangi erat kalung itu.

Setalah mendengar jawaban dari Nova, tiba tiba muka Ayah Ridwan sedih dan secara tiba tiba ia duduk bertekuk lutut di hadapan Nova dengan sedih dan sesekali ia mengatakan permintaan maaf kepada Nova.

Melihat hal itu, Ridwan dan yang lain lainnya terlihat terkejut dan ia terlihat tidak bisa berkata kata melihat hal itu, namun tak berselang lama Ibu Ridwan membangunkan Ayah Ridwan.

Ketika Ayah Ridwan duduk tertunduk di hadapan Nova, tiba tiba Nova pun juga ikut sedih dengan hal itu dan ia terlihat tidak tega dengan Ayah Ridwan.

"Saya mohon dengan kamu Nova, saya minta maaf kepada kamu!. Saya mohon," ucap Ayah Ridwan dengan sedih.

"Bangun Pa, kenapa Papa meminta maaf kepada Nova? Apa yang Papa lakukan hingga Papa harus meminta maaf kepada seorang pembunuh seperti Nova?" sahut Ibu Ridwan dengan nada marah dan kesal melihat tindakan suaminya.

Mendengar ucapan dari istrinya, Ayah Ridwan justru membentak Ibu Ridwan untuk diam. Mendengar bentakan itu, Ibu Ridwan pun langsung diam dan menjauhi Ayah Ridwan.

"Saya mohon Nova, tolong. Tolong maafkan saya," ucap Ayah Ridwan nada lembut dan rendah dengan air mata yang memenuhi matanya.

Mendengar hal itu, Nova yang benar benar sedih. Ia membantu Ayah Ridwan bangun dari duduknya.

"Saya akan memaafkan Pak Panji, tapi saya juga minta sama Pak Panji untuk bertanggung jawab atas apa yang bapak lakukan!" ucap Nova dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.

"Saya janji Nova," jawab Ayah Ridwan lalu ia memeluk Nova dengan sangat erat seperti seorang anak dan ayah. Melihat suaminya memeluk Nova, Ibu Ridwan langsung menghampiri suaminya dan melepaskan pelukan antara Nova dengan suaminya.

Saat pelukan antara kedua orang itu sudah terlepas dengan penuh emosi dan penuh dengan amarah, Ibu Ridwan menampar pipi Nova hingga Nova memalingkan wajahnya.

"Dasar murahan, sudah tahu dia adalah laki laki orang, masih saja kamu peluk peluk dasar tidak tahu malu!" Ucap Ibu Ridwan dengan sangat marah dan kesal.

"Mama!" bentak Ayah Ridwan dengan nada tinggi lalu ia melihat ke arah istrinya dengan sangat marah. "Sudah cukup ya Ma, Nova kita pergi!" ajak Ayah Ridwan dengan menarik paksa Nova.

Nova yang menerima tarikan itu, ia hanya melihat ke arah Ridwan yang tidak mengatakan sepatah katapun kepada dirinya.

Saat Nova sudah pergi dengan Ayah Ridwan, Ridwan menghampiri ibunya.

"Apa yang sebenarnya terjadi ibu? Kenapa Ayah bisa berubah sikap seperti ini?" tanya Ridwan dengan kebingungan.

"Ini pasti gara gara Nova, wanita pembunuh dan murahan itu!" jawab Ibu Ridwan dengan marah dan kesal.

"Mama!" bentak Ridwan saat ibunya menjelek-jelekkan Nova di hadapannya. Saat itu Ridwan menunjukkan ekspresi muka yang sangat marah dan kesal kepada ibunya.

Ketika Ridwan ingin melanjutkan berbicara, ia berpikir kalau nanti akan semakin besar dan masalah tidak akan terselesaikan. Akhirnya Ridwan pun memilih untuk mengejar Nova dari pada berdebat dengan ibunya.

Di tempat lain, Nova pun dengan perlahan melepaskan tangan yang di pegang oleh Ayah Ridwan dengan perlahan.

"Maaf Pak Panji, lebih baik bapak kembali ke keluarga bapak. Saya tidak ingin kalau orang orang menuduh saya orang yang tidak baik, walaupun aku memang tidak baik. Maksudnya aku tidak ingin di sebut sebagai pelakor! Maka nya aku minta untuk bapak tolong, bapak kembali ke keluarga bapak!."

Setelah mengatakan hal itu, Nova pun hanya diam selama beberapa saat. Setelah itu ia menunduk kan kepalanya dari hadapan Ayah Ridwan.

"Seharusnya saya yang minta maaf dengan kamu Nova, atas apa yang saya lakukan di masa lalu dan aku juga minta maaf atas semua kata kata buruk yang di ucapkan istri saya!."

"Bapak tidak perlu meminta maaf kepada saya, karena saya pantas mendapatkan hal itu!" jawab Nova dengan derai air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.

Tak berselang lama, dengan langkah tertatih Ridwan datang menghampiri Nova dan ayahnya.

Saat Ridwan sudah berada di dekat mereka berdua, dengan wajah kebingungan ia bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang di lakukan oleh ayahnya hingga membuat ia bisa tunduk dengan Nova.

"Apa yang Ayah lakukan hingga membuat ayah membuat Ayah bisa memohon maaf atas kepada Nova?" tanya Ridwan saat ia sudah berada di dekat Nova dan ayahnya, namun saat itu Nova hanya diam tidak mengatakan sepatah katapun kepada Nova.

Mendengar pertanyaan itu dari mulut Ridwan, Ayah Ridwan pun mendekati Ridwan dan ia memegangi kedua lengan Ridwan dengan lembut dan penuh kasih sayang antara anak dan ayah. Di saat bersamaan, Siska dan Ibu Ridwan datang dan berada di tempat yang tidak jauh dari mereka berdua.

"Dengarkan Ayah, Ridwan. Kamu harus memaafkan Nova," ucap Ayah Ridwan hingga membuat Nova terlihat sangat terkejut di mana saat itu, ia yang tengah menundukkan kepalanya tiba-tiba ia meninggikan kepalanya dan melihat ke arah Ayah Ridwan dengan derai air mata membasahi pipinya. Tidak hanya Nova, Ibu Ridwan dan Siska pun terlihat terkejut setelah mendengar ucapan dari Ayah Ridwan.

"Karena Nova tidak bersalah atas hal ini! Dia hanya ingin membalas perbuatan Ayah di masa lalu," ucap lanjut Ayah Ridwan dengan sesekali melihat Nova.

"Perbuatan apa yang Ayah lakukan hingga membuat Nova balas dendam kepada Ayah dan berusaha untuk membunuh Ayah?" jawab Ridwan dengan bertanya kepada ayahnya atas apa yang sudah di lakukan nya di masa lalu.

Setelah mendengar perkataan itu, Ayah Ridwan pun menceritakan kepada Ridwan kejadian beberapa tahun lalu kepada Ridwan di hadapan orang orang yang lainnya. Ia mengaku kepada Ridwan kalau dia sudah membunuh orang tua Nova.

1
Dika
👍👍
Dika
.
bidan rohidjah
suka
Baby Jan: makasih
total 1 replies
Nurul Aeni
katanya ortunya udh meninggal kak authoor
Nurul Aeni
kdg typo siih kak penulisannya
Baby Jan: iya kak, kakak betul. Maaf ya ceritanya tidak bagus dan masih banyak kesalahan di tulisannya, tapi terima kasih karena sudah memberi dukungan🙏🙏
total 1 replies
Baby Jan
makasih dukungannya🙏
Sriutami Utam8
sukses selalu
💯Fhashyafira✅
Hai aku datang

once we get married 💍 fb yu
Baby Jan: oke makasih
total 1 replies
ʀɦʊ¢ɦǟռ
akhirnya ketemu juga 🤧
siap mendukung kak 👍
Baby Jan: akhirnya
total 1 replies
Ajiba Chan
hai saya sudah mampir, keren ceritanya
Miss Rida
keren kk ceritanya
Baby Jan: makasih
total 1 replies
Baby Jan
jangan lupa baca novel terbaru ku yang berjudul "Amira" ya terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!