NovelToon NovelToon
Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Salahkah Aku, Jika Mendambakan Surga..??

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:179.8k
Nilai: 5
Nama Author: Pentin

Season 1.
Mawar......
Anak yang terlahir dari seorang kupu kupu malam.
Dari sebuah benih yang di ambil tanpa sepengetahuan sang lelaki.
Dan terlahir tanpa kasih sayang kedua orang tuanya.

Tapi Allah kemudian mengirimkan ibu asuh yang bisa mendidiknya menjadi wanita yang hebat baik akhlak maupun imannya.

Lika liku hidupnya sudah ia rasakan sejak kecil bahkan sampai ia dewasa.
Bahkan statusnya sebagai anak seorang pelacur pun berulang kali merusak hidup dan karirnya yang telah ia bangun dengan susah payah.

Hingga ia harus bangkit lagi dan memulai semuanya dari nol.

Saat seorang lelaki singgah dihidupnya dan hati mereka saling tertarik.
Ternyata Allah sudah mempunyai jodoh tersendiri baginya....

Lalu...
Bagaimana ia nantinya mengatasi masalah demi masalah yang tak kunjung selesai dalam hidupnya..

Apakah ia akan tetap istiqomah di jalan Allah sampai ia benar benar bisa meraih surga yang ia damba dambakan sejak kecil...??.

Season 2.
Perjuangan Fatimah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kediaman * Bram Jayawijaya corp *

Tak terasa Dokter Malik dan Mawar telah sampai di jalanan dekat rumah kediaman dokter Malik.

Mawar memperhatikan rumah rumah sekitar, terlihat megah dan luar biasa indah.

Bagi Mawar, ini kali pertamanya ia masuk ke lingkungan orang orang kaya dan terpandang.

Mawar hanya kuatir kehadirannya tak di sambut baik oleh orang orang di sana.

Mobil pun berhenti di depan gerbang rumah.

Dokter Malik membunyikan klakson mobilnya, mengisyaratkan kepada satpam bahwa tuannya telah datang.

"Bentar ya Mawar", ucap dokter Malik turun dari mobil karna tak ada satupun satpam yang terlihat.

Pandangan Mawar pun berkeliling menikmati halaman depan dokter Malik dari dalam Mobil.

Masyaallah, sungguh luas sekali, bunga bunga juga terawat dengan baik, gumam Mawar dalam hati.

Pandangan Mawar pun tertuju pada papan nama di samping pagar rumah yang diukir indahnya di atas Marmer.

"Kediaman Bram Jayawijaya Corp", ucap Mawar membaca tulisan itu.

Lalu Mawar dikagetkan dengan suara dokter Malik.

"Maaf ya Mawar, satpamnya lagi makan siang mungkin, jadi aku harus buka gerbangnya sendiri, yuk masuk", ucap dokter Malik melajukan mobilnya.

"Emmm, mas...!!, Bram Jayawijaya Corp itu maksudnya apa..??", ucap Mawar penasaran.

"Oh itu, Bram itu nama papiku, dan Jayawijaya Corp itu perusahaan keluarga kami, jadi ditulis deh Bram Jayawijaya Corp", ucap dokter Malik menghilangkan rasa keingintahuan Mawar.

Dokter Malik menghentikan mobilnya di depan teras rumah.

"Yuk Masuk rumah", ucap dokter Malik membukakan pintu mobil untuk Mawar.

Mawar mengangguk menuruti ajakan dokter Malik.

"Assalammualaikum", ucap dokter Malik dan Mawar secara bersamaan.

Nampak bu Maryam sedang membaca majalah di sofa ruang tamu.

Melihat kedatangan Mawar, ia pun bangkit dan mendekatinya.

"Walaikumsalam, Mawar...??, apa kabar kamu nak..??", ucap bu Maryam memeluk Mawar seperti anaknya sendiri.

"Alhamdulillah sehat buk", ucap Mawar.

"Ibu gimana sehat..??", ucap bu Maryam lagi.

"Alhamdulillah, semua sehat buk", ucap Mawar dengan senyum manisnya.

"Yukk duduk dulu, kamu mau minum apa..??", ucap bu Maryam menggandeng Mawar dan mengajaknya duduk di sofa.

"Gpp buk, jangan repot repot", ucap Mawar tersipu malu.

"Gak dong, bentar ya", ucap bu Maryam memanggil pembantunya di dapur untuk membuatkan Mawar minuman.

"Oh ya buk, ini pesanan ibuk", ucap Mawar menyodorkan tas berisi mukenah pesanan bu Maryam.

"Alhamdulillah terima kasih", ucap bu Maryam.

Mereka pun mengobrol dengan asyiknya di ruang tamu.

Setelah cukup lama, bu Maryam pun tiba tiba memegang tangan Mawar.

"Mawar, ibu minta kamu kesini tuh sebenarnya bukan hanya membahas tentang bisnis saja, tapi..??", ucap bu Maryam menghentikan ucapannya.

"Kenapa buk, gpp kok, Mawar siap mendengarkan, apa jahitan mukenah Mawar ada yang jelek buk..??", ucap Mawar bingung akan sikap bu Maryam dan raut dokter Malik yang terlihat gugup.

"Bukan, bukan itu Mawar, Ibu mau tanya, kamu mau gak jadi istri Malik anak ibuk..??, Malik sudah cerita banyak tentang perasaannya, dia mau meminang kamu Mawar, apa kamu bersedia..??", ucap Bu Maryam mengutarakan niatnya.

Mawar terkejut tetapi juga bahagia.

Tanpa seorang pun yang tahu, Mawar juga memendam rasa pada Dokter Malik bahkan sejak 2 tahun mereka berkenalan.

"Gimana Mawar..??", ucap Dokter Malik tak sabar menunggu jawaban dari Mawar.

Belum sempat Mawar menjawabnya.

Tiba tiba terdengar suara mobil berhenti di halaman depan.

Tak lama seorang lelaki bertubuh kekar dan gagah masuk ke dalam rumah.

"Kebetulan itu papinya Malik datang", ucap bu Maryam mendekat kearah suaminya dan mencium punggung tangannya.

Mawar tersenyum dengan sedikit menundukkan pandangannya pada papi dokter Malik.

Tapi sepertinya papi dokter Malik tak suka akan kehadiran Mawar.

"Pi, kebetulan papi datang, kenalkan ini Mawar yang mami ceritain waktu itu, gadis yang dipilih oleh Malik, cantik kan...??", ucap bu Maryam di hadapan suaminya, yang terus memandang Mawar dari atas ke bawah.

Tiba tiba suaranya menakuti semua yang ada di ruangan itu, terutama Mawar.

"Sudah aku bilang, aku tak suka gadis kampung pesantren ini !!, kenapa kamu malah bawa dia kesini..??, masih banyak wanita berpendidikan dan sukses, kaya raya di luar sana..!!, seperti Malik tak laku saja..!!", teriak pak Bram membanggakan dirinya dan statusnya.

Dokter Malik pun geram dan berdiri dari tempat duduknya.

"Pi, kalau papi tak suka dengar Mawar, tak usah mengolok ngoloknya", ucap Dokter Malik di hadapan papinya.

Mawar menangis mendengar perkataan dari pak Bram.

"Berani membantah kamu..!!, hanya demi gadis kampungan ini..!!, yang asal usulnya tak jelas..!", ucap pak Bram semakin menjadi jadi.

Bu Maryam tak tahan mendengar ucapan suaminya.

"Cukup pi, cukup..!!, kita sudah bicarakan ini berulang kali, apa kamu tak bisa mengerti juga..??", ucap bu Maryam dengan mata berkaca kaca.

"Kamu yang tak mengerti mi..!!, aku sudah berulang kali tak mau merestui Malik dan gadis kampung itu..!!", ucap Pak Bram berlalu keluar dari rumah dan pergi dengan mobilnya.

Bu Maryam mendekati Mawar dan menenangkannya.

"Mawar, jangan masukin ke hati ya ucapan suami ibu", ucap Bu Maryam menenangkan Mawar.

Mawar tetap saja menangis dalam diam.

"Mawar, maafin papiku ya, aku benar benar serius sama kamu Mawar", ucap dokter Malik ikut menenangkan Mawar.

Mawar seketika berhenti menangis dan bangkit dari duduknya.

"Mas, tolong antar aku pulang, buk Mawar pamit, Assalammualaikum", ucap Mawar mengecup tangan bu Maryam dan berlalu keluar rumah.

"Ya Allah Mawar........, walaikumsalam nak", ucap bu Maryam kembali menangis di tempatnya duduk.

Di perjalanan pulang, tak ada sepatah katapun baik dari dokter Malik maupun Mawar.

Ucapan papi dokter Malik masih terngiang ngiang di telinga Mawar.

Sesekali air mata Mawar mengalir di pipinya.

____

Sesampai di pesantren, Mawar menghentikan mobil Dokter Malik di depan gerbang Pesantren.

"Sudah mas, sampai sini saja, terima kasih, assalammualaikum", ucap Mawar turun dari mobil dan berjalan masuk pesantren tanpa menghadap lagi kebelakang.

"Tapi Mawar....", ucap dokter Malik mencoba menghentikan langkah Mawar tapi gagal.

"Walaikumsalam", ucap dokter Malik lagi, dan melajukan mobilnya meninggalkan pesantren.

Mawar terus berjalan menuju pondoknya.

Ia sangat terluka kala itu.

Tok tokk...

"Assalammualaikum buk", seru Mawar mengetuk pintu pondoknya.

"Walaikumsalam, sudah pulang Mawar", ucap mbak Lastri, dan kemudian menatap wajah Mawar, mbak Lastri sadar ada yang tak beres dengan anaknya itu.

"Mawar kamu kenapa..??", ucap mbak Lastri mengusap air mata Mawar yang jatuh.

Seketika tangis Mawar pecah dan ia menjatuhkan badannya dan duduk di lantai, ia menangis sejadi jadinya.

"Mawar, ya Allah, kenapa nak..??, nak Malik jahat kah sama kamu..?", ucap mbak Lastri makin khawatir.

Mawar menggelengkan kepalanya sambil terus menangis dan memeluk ibunya.

Mbak Lastri pun menenangkan Mawar, ia membiarkan Mawar meluapkan tangisannya dulu, tanpa bertanya lagi padanya.

Ya Allah, ujian apa lagi ini..??, gumam mbak Lastri dalam hati.

1
neng ade
aku selalu menunggu thor .. semoga othor dan calon dede bayi nya selalu sehat-sehat sampai jelang kelahiran nya ❤️❤️❤️
neng ade
Fatimah berkorban untuk orang-orang yang terdekat yang dikasihi nya dan juga untuk orang-orang yang sangat membutuhkan pendonor seperti gadis kecil tadi .. begitu besar pengorbanan mu Fatimah .. surga balasan mu .. 😭
neng ade: ya Allah .. Astaghfirullah..
yang sabar ya.. 🥹🙏
total 2 replies
neng ade
semoga Mawar bisa menerima Aqly.. dan juga bisa mengikhlaskan Fatimah meskipun sulit.. sadar lah Mawar sekarang Aqly sangat membutuhkan mu
neng ade: turut berduka cita atas meninggalnya Fatimah dan juga ikut prihatin dengan kondisinya Mawar 😭
total 2 replies
neng ade
Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un.. .. semoga Mawar kuat dan tabah menerima kenyataan itu ..
neng ade
Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un pengorbanan mu begitu besar Fatimah
selamat jalan semoga tenang dan damai di surganya Allah, SWT..
neng ade
aduuhh.. othor cantik ku lagi tegang-tegang nya langsung di gantung
😞
neng ade: oohh gitu toh .. tapi jangan lama-lama ya up nya thor 🙏❤️
total 2 replies
neng ade
Fatimah sengaja bilang akan berdiam diri di masjid padahal dia pun harus bersiap juga di meja operasi.. Fatimah pengorbanan mu begitu besar berbudi luhur dan mulia
neng ade
1 vote untuk mu thor 🙏❤️
pentin: trima kasihhh kk😍😍😍
total 1 replies
neng ade
Mawar hati terlalu baik dan penuh kasih sayang kepada siapapun juga
neng ade: bingung kenapa thor..
ya kabulkan aja permintaan Mawar..
meskipun dokter Malik menolak untuk menikahi Azizah
total 2 replies
neng ade
rencana apa yang akan Fatimah lakukan untuk menolong Mawar dan Aqly.. ada rahasia apa sebenarnya ini
neng ade
semoga kondisi Fatimah baik-baik aja setelah memberikan hak nya pada tuan Danu
neng ade
sedih banget di bab ini thor 🥹 🥹🥹
pentin: ☺️☺️trima kasihh
total 1 replies
neng ade
do'a yang sama utk wahyu mu ya thor.. mohon maaf lahir dan batin 🙏❤️
neng ade: terima kasih othor cantik ku 😁😍
total 3 replies
neng ade
jadi dilema..
neng ade
biarkan Aqly menuai karma nya
neng ade
sedih banget di bab ini.. semoga Mawar bisa diselamatkan 😭
neng ade
Aqly udah sangat keterlaluan kelakuan nya
neng ade
sebenarnya siapa yang membawa Mawar dan Mira pergi
neng ade: Aqly kah atau Mira sendiri yang udah merencanakan semua itu ??
total 2 replies
neng ade
Semoga Rea pergi dngn tenang ..
innalillahi wa innailaihi roji'uun ..
pentin: amin, trima kasih
total 6 replies
neng ade
ya Tes memang pantas mendapatkan semua sakit nya karena perbuatan nya di masa lalu yang udah banyak menjadi korban nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!