Apa jadinya jika adik ipar ternyata ada mantan kekasih?
Hal itulah yang dialami Natalie Mckent. Ia dihadapkan pada kenyataan kalau sang adik ipar adalah mantan kekasihnya dulu yang ia putuskan secara sepihak 6 tahun silam.
Dan belakangan Natalie baru mengetahui kalau sang adik ipar menikahi adiknya hanya untuk pembalasan dendam.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vigiani Nurike, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah paham
"Aku mohon maafkan aku, berikan aku kesempatan," ucap Chris lirih memohon.
Entah kenapa aku hanya bisa diam, bibir ini rasanya tertutup dan terkunci sulit untuk mengucapkan kata. Hingga dapat kurasakan dengan jelas pelukan Chris semakin erat di tubuhku, seakan ia tak mau membiarkan aku pergi. Aku pejamkan kedua mata ini, menahan gejolak yang ada di dada. Entah aku harus bagaimana, aku tak tahu?
Dalam sekejap aku merasa lemah dan tak berdaya dalam pelukan pria yang pernah mengisi hidupku dan ayah dari anakku ini. Karena jujur, aku masih mencintainya. Dulu dan sampai sekarang aku selalu mencintainya. Tapi semua perasaan itu sudah aku kubur dalam-dalam sejak tahu kenyataan kalau kita memang tak bisa bersama.
Entah itu dulu ataupun sekarang, takdir tak pernah berpihak pada hubungan kami. Karena dia memang bukanlah milikku lagi, dan aku hanya bisa berpikir logis kalau aku dan dia memang harus berpisah dan berakhir dengan cara seperti ini.
Dan saat aku membuka mata ini, aku terpaku sejenak dengan kedua mata ini yang membulat sempurna, dadaku merasa sesak seketika, dan tubuhku menegang saat itu juga. Saat aku mengetahui ada sepasang mata yang tampak mengawasi kami berdua di depanku, tepat di depan pintu rumahku yang masih terbuka lebar dan menganga.
"Lindsay...??" ucapku lirih dengan suara seperti ditekan, menyadari hal itu Chris pun refleks mengendurkan pelukannya dan mulai melepaskannya saat itu juga, berbalik dan melihat apa yang ada di belakangnya.
"Kalian... berdua... benar-benar te-ga...!" Dapat kudengar ucapan itu keluar dari bibir tipisnya yang tampak bergetar, kedua mata biru bulat indahnya merebak penuh dengan air mata.
Namun, seperti orang bodoh aku dan Chris hanya diam dan tak bergerak, terpaku seakan tubuh ini terasa berat. Dan aku pun tersadar dari kenyataan saat sosok berambut pirang cantik itu berlari menjauh dari pandangan kami berdua.
"Chris!! Lindsay.. cepat kejar dia!! Aku tak mau dia salah paham!!" perintahku panik.
"Baik, kau tetaplah di sini, jaga anak kita. Aku akan kembali nanti setelah menjelaskan semuanya pada Lindsay!" sahut Chris sebelum berlalu pergi meninggalkanku yang masih tampak bergetar dan syok karena semua ini terjadi begitu cepat di depan mataku.
Dan aku pun ambruk bersimpuh duduk di lantai yang dingin dengan tubuh lemas saat Chris menghilang dari pandangan mataku, mengejar Lindsay yang berlari entah ke mana.
Semoga Chris bisa mengejar Lindsay dan menjelaskan semua kesalahpahaman ini. Oh, Tuhan. Ampunilah dosaku, aku tak bermaksud untuk menyakiti adikku sendiri.
Semua yang terjadi bukanlah keinginanku. Kedatangan Chris di rumah ini membuatku merasa syok hingga aku tak bisa mengendalikan diriku sendiri. Semua ini terlalu cepat, dan aku berharap Lindsay baik-baik saja, karena aku tak mau terjadi sesuatu yang buruk pada adikku sendiri. Cukup aku saja yang merasakan sakit hati, kecewa dan tak merasa bahagia tapi tidak untuk Lindsay. Dia harus bahagia karena aku tahu Chris adalah hidupnya.
©️©️©️©️©️©️
Chris berlari mengejar wanita yang masih sah menjadi istrinya itu. Namun, entah bagaimana ia bisa kalah cepat kali ini dengan wanita. Ia tak bisa menggapai Lindsay yang berlari dan kemudian masuk ke sebuah mobil taxi yang terparkir di depan gedung flat yang ditinggali oleh Natalie.
Tak mau hilang akal, ia pun berlari menuju mobilnya yang terparkir tak jauh di depannya sekarang dan menginjak gas mengikuti mobil taxi yang ditumpangi sang istri.
"Kita akan kemana lagi, Nyonya?" tanya sang supir taxi yang merasa bingung pada wanita berambut pirang yang tampak menangis sesenggukan di kursi penumpang belakang.
Namun, sang wanita tak membalas pertanyaan supir taxi itu karena saat ini ia masih sangat syok dengan apa yang baru saja ia lihat di depan matanya tadi.
Bagaimana tidak? Dia begitu terkejut saat melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana suami yang ia begitu cintai itu memeluk erat tubuh kakak kandungnya dan berbisik mesra seolah mengatakan ucapan cinta, sedangkan sang kakak yang ia hormati itu selama ini tampak menikmati pelukan suaminya dan tak menolaknya.
Sungguh bagai ia di tampar keras oleh sebuah kenyataan. Kalau ternyata wanita lain yang ada di hati suaminya adalah kakak kandungnya sendiri, Natalie Mckent.
Ya, Natalie. Nama yang dulu sangat dihormatinya, sekarang dalam waktu singkat ia begitu membencinya. Wanita perusak rumah tangga. Menjijikkan dan sangat tak bermoral! Bagaimana bisa seorang kakak tega merebut hati suami adiknya sendiri adalah suatu tindakan bejad bagi dirinya.
Entah berapa lama, mereka berdua menjalin sebuah hubungan selama ini di belakangnya. Dan bodohnya selama empat tahun pernikahan, ia baru mengetahui kenyataan ini!
"Sungguh bodoh kau Lindsay...!" makinya sendiri dalam hati.
Kalau saja ia malam ini tak mengetahui suaminya pergi tadi dari apartemennya dengan sangat tergesa-gesa dan kemudian dengan insting naluri seorang istri ia memberanikan diri mengikuti sang suami pergi. Ia tak akan mengetahui kebenaran ini sampai kapan pun dan Lindsay bersyukur sekarang ia bisa melihat semua pengkhianatan ini dengan mata kepalanya sendiri.
Lindsay bisa menerima jika suaminya tak lagi mencintainya dengan alasan ia mencintai wanita lain, namun melihat kenyataan kalau wanita itu adalah kakaknya sendiri sungguh membuatnya hancur. Ia merasa dikhianati oleh dua orang sekaligus. Sungguh kejam! Dan Lindsay tak akan memaafkan sebuah pengkhianatan! Seorang kakak yang terlihat seperti dewi tapi ternyata di belakangnya selama ini bagai ular beracun yang bersembunyi di balik mulut manisnya, dan Lindsay merasa muak setelah tahu itu semua.
Karena bingung, supir taxi itu pun menghentikan mobilnya ke depan apartemen mewah tempat Lindsay memesan taxinya.
"Sudah sampai Nyonya," tutur sang supir taxi dengan wajah bingung karena sejak tadi sang penumpang wanitanya tak berhenti menangis sepanjang perjalanan.
Hingga akhirnya Lindsay pun tersadar, ia memberikan beberapa dolar pada sang supir taxi itu dan keluar dari mobil tanpa mengucapkan apa pun.
Kini Lindsay berdiri terpaku menatap bangunan apartemen mewah yang menjulang tinggi dan kokoh itu seakan bagi Lindsay bangunan itu sedang mengejek dirinya yang sekarang tampak menyedihkan.
Hingga ia merasa dirinya lemas dan lelah untuk berpijak apalagi berjalan. Pandangannya kabur, dadanya sesak dan tubuhnya bergetar seketika kemudian dalam hitungan detik tubuh mungil nan anggun itu kini ambruk tak sadarkan diri begitu saja di depan bangunan apartemen mewah itu.
Chris yang baru saja sampai melihatnya dan kemudian berlari mendekati tubuh sang istri yang kini tak sadarkan diri. Mengendongnya dan tanpa pikir panjang langsung membawanya ke rumah sakit.
...***...
kenapa harus mati,kenapa😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
lin dan nath hanya korban keegoisannya