NovelToon NovelToon
Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda

Status: tamat
Genre:Petualangan / Misteri / Supernatural / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Mata Batin / Horor / Hantu / Tamat
Popularitas:287.2k
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Kia merupakan seorang gadis yang menjalani kehidupan dengan normal layaknya gadis biasa pada umumnya. Namun siapa sangka ketika pertambahan usianya yang ke 22 malah mengubah segala alur kehidupannya.

Secara misterius Kia menjadi gadis yang memiliki kemampuan khusus untuk melihat mereka yang tak kasat mata. Tidak hanya itu rentetan demi rentetan peristiwa yang ganjil satu persatu mulai berputar di sekelilingnya.

Bersama ketiga sahabatnya Kia berusaha memecahkan setiap masalah yang kian datang bertubi tubi, seiring mata batinnya yang terbuka tanpa sebab yang jelas.

Lalu mampukah Kia menerima takdirnya? misteri apa yang tersimpan di balik mata batin Kia yang tiba tiba terbuka? Bisakah Kia melewati setiap petualangan horor yang menghampirinya tanpa di duga?

Ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah keajaiban ~ Lukisan berdarah #15

"Gue kira gak akan ketemu lo lagi ki, tidak hanya itu gue merasa tubuh gue seperti samar samar tertelan kegelapan malam, gue jadi parno, mimpi apaan ini coba benar benar tidak elegan." ucap Aditya yang lantas membuat Tazkia terdiam bukan karena terharu tapi karena Tazkia berpikir bahwa waktunya sudah terbuang cukup lama dan semakin menipis, kini saatnya mereka kembali ke raga mereka secepat mungkin.

" Kita harus segera pergi dari sini dit, kita harus kembali secepatnya!" ucap Tazkia yang lantas di balas anggukan oleh Aditya.

" Ngomong sih enak, masalahnya gue sedari tadi hanya berputar putar di sini, kenapa gue gak bangun bangun ya? mimpi ini terlalu panjang dan menyeramkan." ucap Aditya bergidik ngeri sambil menatap ke arah sekeliling yang hanya di tumbuhi hutan lebat dan kegelapan malam.

" Adit bisa gak sih lo gak bercanda di situasi genting seperti ini." ucap Tazkia dengan kesal.

" Oke oke gue coba." ucap Aditya sambil menatap dengan yakin ke arah Tazkia.

Tazkia kemudian lantas bangkit berdiri dan mencoba memusatkan pikirannya untuk menemukan jalan menuju kembali ke raganya.

" Fokus fokus fokus, lo pasti bisa ki." ucap Tazkia dalam hati.

Saru menit, dua menit, tiga menit tidak ada yang di lakukan Tazkia selain hanya diam dan memejamkan mata, sampai sampai Aditya yang berada di sampingnya menatap ke arah Tazkia dengan aneh.

" Ki sampai kapan lo akan seperti ini, katanya kita harus segera pulang?" ucap Aditya dengan merengek namun hanya di balas keheningan oleh Tazkia tanpa mengatakan apapun.

" Ayolah ki!" rengek Aditya lagi.

Detik berikutnya Tazkia mulai membuka matanya perlahan lalu menatap sekitar entah itu suatu keajaiban atau sebuah pertolongan dari arah utara Tazkia melihat seperti ada cahaya terang yang berkilau dan langsung memancing rasa penasaran Tazkia.

" Kita ke sana dit, semoga itu jalan yang benar." ucap Tazkia sambil menarik kembali tangan Aditya dan di genggamnya dengan erat kali ini untuk berjaga jaga agar Aditya tidak kembali hilang.

Tazkia dan Aditya lantas berlari menuju ke arah utara mengikuti langkah kaki Tazkia. Aditya tidak membantah maupun menolak ajakan Tazkia karena ia percaya bahwa Tazkia akan membawanya pulang dengan selamat, namun baru saja Aditya memantapkan hatinya untuk percaya kepada Tazkia, tidak beberapa lama Aditya lantas terkejut kala Tazkia terus membawanya berlari menuju batu besar dengan jalan buntu di kiri dan kanannya.

" Kia depan lo batu besar, lo mau ke mana? gue gak mau mati berhenti gak." ucap Aditya sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Tazkia yang memegangnya dengan erat sambil terus berlari.

" Kali ini saja percaya pada gue dit, gue mohon." ucap Tazkia yang enggan melepaskan tangan Aditya dan terus berlari menuju batu besar itu karena Tazkia yakin itu adalah jalan keluar dari dunia gaib ini.

" Enggak lo udah gila, berhenti sekarang juga ki." ucap Aditya dengan kesal.

" Enggak akan!" ucap Tazkia.

Tepat setelah Tazkia mengatakan hal itu detik berikutnya tubuh keduanya lantas mengenai batu besar itu dan bum.

" Loh gue masih hidup, masih aman, bukankah tadi gue menabrak batu besar?" ucap Aditya kebingungan karena setelah dirinya dan Tazkia menabrak batu besar tersebut mereka berdua seakan akan langsung di bawa masuk ke sebuah ruang bawah tanah dengan banyaknya lorong yang bercabang di kanan dan kirinya.

" Dit diam lah sebentar! gue sedang berkonsentrasi nih, jika lo gak bisa diam gue tinggal lo di sini." ucap Tazkia dengan kesal.

" Lo mah beraninya ngancem doang." ucap Aditya.

" Sedikit lagi ki, lo pasti bisa, fokus fokus dan terus fokus ki, siapapun tolong bantu kami keluar dari sini kami ingin pulang." ucap Tazkia dalam hati sambil menatap ke arah jalan bercabang satu persatu.

Beberapa menit kemudian setelah Tazkia mengucapkan permohonannya seekor kunang kunang tiba tiba saja terbang dan menghampirinya kemudian langsung terbang ke arah depan seakan akan mengatakan kepada Tazkia untuk mengikutinya.

Tazkia kemudian lantas melangkahkan kakinya mengikuti arah yang di tunjukkan kunang kunang tersebut dengan tangan Aditya yang terus ia genggam sedari tadi.

" Kita mau ke mana sih ki." ucap Aditya yang melihat ke arah Tazkia yang berjalan sedari tadi mengikuti arah terbang kunang kunang tersebut.

" Ssstttt jangan berisik, lo mau pulang gak?" ucap Tazkia yang lantas membuat Aditya menatap tajam ke arahnya.

" Ya mau lah, lo kira sedari tadi gue menempel ke elo ngapain kalau gak pingin pulang?" ucap Aditya dengan kesal.

" Mangkanya diam dan terus ikuti langkah kaki gue." ucap Tazkia yang di balas anggukan oleh Aditya namun tentu saja tidak akan bisa di lihat oleh Tazkia.

Setelah cukup lama mengikuti arah yang di tunjukkan oleh kunang kunang tersebut, Tazkia dan Aditya sampai di sebuah pintu dengan cahaya yang terang.

" Kita pulang dit, lo siap?" tanya Tazkia pada Aditya yang nampak tersenyum lebar sudah tidak sabar sedari tadi.

" Tentu saja ki." ucap Aditya dengan senyum mengembang di wajahnya.

Tazkia kemudian menuntun Aditya untuk mendekat ke arah pintu tersebut dan bersiap untuk masuk ke dalamnya secara bersama sama.

" Satu!" ucap Tazkia sambil menatap ke arah Aditya di sebelahnya.

" Dua!" ucap Aditya yang membalas tatapan Tazkia dengan senyuman.

" Tiga!" ucap Tazkia dan juga Aditya secara bersamaan.

Tepat setelah kata tiga terucap pada mulut keduanya, Aditya dan Tazkia lantas melompat dan memasuki pintu tersebut secara bersama sama.

Setelah keduanya memasuki pintu dengan cahaya terang yang mengelilinginya detik selanjutnya yang terjadi adalah.

" Hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"

Tazkia terbangun dengan nafas yang memburu dan tersendat sendat, rasanya seperti jatuh dan langsung di lempar dari ketinggian dengan mata yang tiba tiba saja terbuka, jantungnya berdetak dengan sangat kencang membuat nafasnya semakin memburu dengan detak jantung yang tidak beraturan.

Tazkia yang terbangun secara mendadak membuat pandangannya sedikit kabur dan tidak bisa melihat dengan jelas keadaan sekitarnya, terdengar derap langkah beberapa orang seperti berdatangan mendekat ke arahnya dan berkumpul mengelilinginya, membuat Tazkia semakin ketakutan dan ingin memberontak karena menganggap orang orang tersebut adalah orang jahat, iblis atau semacamnya.

Di saat Tazkia ingin bangkit dan berteriak anehnya mulutnya seperti tidak bisa mengeluarkan suara apapun, terasa seperti ada sesuatu yang memasuki mulutnya dan menahannya untuk berbicara, sedangkan pada tangannya terasa seperti terdapat banyak kabel kabel atau sejenisnya terpasang memenuhi tangannya membuat Tazkia kesulitan dalam bergerak.

Ditengah rasa kebingungan tersebut, samar samar terdengar suara seseorang di sampingnya mengatakan sesuatu yang membuat Tazkia semakin bingung mendengarnya.

" Tolong suntikan obat penenang untuknya sekarang!" ucap suara tersebut dan detik berikutnya perlahan lahan pandangan Tazkia yang kabur menjadi semakin meredup setelah itu menjadi gelap sepenuhnya.

Bersambung

1
Ricka Monika
satu kata *keren*
Ricka Monika
sungguh teganya dirimu teganya teganya teganya😢
Ricka Monika
bisa jd tuh Faris dia lg jenguk ayahnya
Ricka Monika
nasib kau lah dit makanya jangan jail dan sembrono jd orang🤣 tuh minta sm author nya biar cpt di berikan jodoh😁🏃
Ricka Monika
cocoknya Melisa ini jodoh si Adit,sm sm jail
Ricka Monika
wah hebat kamu Pras,aku padamu💕🥰
Ricka Monika
Adit ngompol🤣🤣🤣🤭
Ricka Monika
Alhamdulillah Faris selamat
Ricka Monika
waduh kasihan Faris
Ricka Monika
wiiih jentelmen ah si Faris
Ricka Monika
genderuwo ya gampang menyerupai siapa saja
Ricka Monika
wah apakah nenek KIA sudah meninggal,yg bunuh si Rita,jd penasaran🤔
Ricka Monika
nih ortu yg aneh TDK jujur,egois dan tdk bs dibilang dngn katakat😞
Ricka Monika
ckckck dua dua nya sama sama baik dan ganteng dan sama sama perhatian,yg mana yg bakal jd jodoh taskia ya🤔😁🤭
Ricka Monika
wah Prasetya cemburu nih,makanya jangan diam aja,gas bos😁🤭
Ricka Monika
/Facepalm/emang ya Aditya ini perlu di geplak kepalanya ckckc
Ricka Monika
sungguh menyeramkan,dibuat film seruh nih
Ricka Monika
ha koma dln waktu yg cukup lama,berapa lama rupanya🤔
Ricka Monika
memanglah si Adit ini biang kerok dr segala masalah ckxkc
Ricka Monika
kemarin villa Aditya yg horor sekarang apertemen nya beh si Adit sial aja bawaannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!