NovelToon NovelToon
Married By Accident

Married By Accident

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: Ririn Puspitasari

Devan Pramudya, pemuda tampan ini harus terpaksa menyaksikan perbuatan tak senonoh calon istrinya tepat di depan mata. Pernikahan yang beberapa hari lagi akan digelar terancam batal.

Rina yang tak ingin anaknya mendapatkan reputasi buruk dan mencoreng nama perusahaan itu, mendesak Devan untuk tetap melanjutkan pernikahan.

Arabella Maharani, gadis penjual susu kedelai ini tak sengaja menabrak mobil Devan. Alhasil, mobil tersebut memiliki kerusakan membuat Arabella harus bertanggung jawab.

"Menikahlah denganku!" seru Devan.

"Apakah kau gila? Aku menabrak mobilmu. Apakah otakmu juga ikut mengalami kerusakan?!" ketus Bella.

"Bukankah ini tawaran yang langka, Nona? Banyak wanita yang ingin mendapatkan tawaran ini. Lagi pula jangan sok jual mahal! Tampangmu sama seperti botol susu yang kau bawa," ucap Devan sinis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Pria Idaman Lain

"Mustahil! Ini sangat tidak mungkin. Bagaimana bisa semua itu terjadi begitu cepat. Bahkan saat bersama Nadia kemarin, aku tidak terlalu berlebihan seperti ini," batin Devan.

"Tunggu!! Kenapa Pak Devan bertanya seperti itu? Apakah bapak saat ini memiliki pria idaman lain?" tanya Joko penuh selidik.

"Pria idaman lain gigimu!! Saya normal bukan seorang gay. Kau saja yang bermulut besar mengataiku pria tidak normal," ketus Devan.

"Benarkah?" tanya Joko lagi sembari menutup mulutnya tak percaya.

"Ya iyalah. Aku sangat geram saat kau mengataiku gay. Sampai-sampai kau bercerita pada Bella bahwa aku ini tidak berselera dengan seorang gadis," cerca Devan.

"Ma-maafkan saya, Pak. Sungguh, saya kira bapak benar-benar gay," ujar Joko terbata-bata.

"Sudahlah! Tidak perlu dibahas lagi. Mulai sekarang berhenti mengataiku pria yang tidak normal," titah Devan.

"Baik Pak," timpal Joko.

"Jika bukan dengan pria, berarti bapak jatuh cinta pada seorang wanita. Apakah wanita itu adalah Nona Bella?" terka Joko sembari memicingkan matanya.

"A-apa? Ti-tidak benar, mana mungkin aku jatuh cinta padanya. Ka-kami tidak sengaja saling bersentuhan. Hahaha ... mana mungkin bisa secepat itu," kilah Devan sembari menyilangkan tangannya.

"Saya sangat mendukung jika bapak dan nona Bella bisa saling mencintai. Setidaknya bapak sudah berada di jalan yang benar," celetuk Joko yang kembali memancing emosi Devan.

"Kau bosan hidup? Keluar!! Ucapanmu menambah runyam masalahku," tukas Devan.

Joko menahan tawanya. Pria itu pun menundukkan kepala, lalu berlalu dari hadapan Devan.

"Ckckck ...."

"Pak Bos ... Pak Bos ... Sudah jelas jatuh cinta masih saja tidak mengakuinya. Apakah karena hal itu dia seharian ini terlihat uring-uringan sampai menemui psikolog?"

"Jika memang benar, luar biasa sekali," ujar Joko sembari melangkah menuju ke meja kerjanya lagi.

....

Malam itu, Devan baru saja pulang dari kantor. Pria tersebut memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah.

Devan melangkahkan kakinya menyisir jalan setapak yang langsung terhubung ke rumahnya.

Ekor matanya menangkap Bella yang berjalan ke arahnya. Devan mencoba menghindar. Pria itu berpura-pura tak melihat sang istri sama sekali.

Saat Bella sudah berada di hadapannya, Devan mendongakkan kepalanya.

"Kau kenapa?" tanya Bella yang melihat sikap aneh sang suami.

Devan tak menimpali ucapan Bella sedikitpun. Pria itu memilih berlalu dari hadapan Bella dengan wajah yang masih mendongak.

"Apakah dia salah minum obat?" gumam Bella.

Dengan wajah yang mendongak ke atas, Devan pun berhasil melewati Bella tanpa mengucapkan sepatah kata. Namun, tak lama kemudian ...

Brughhh...

Pria tersebut jatuh tersungkur karena tersandung batu. Melihat hal tersebut, Bella langsung tertawa terbahak-bahak. Gadis itu sangat puas melihat Devan yang meringis kesakitan sembari memegangi lututnya.

"Sialan!" umpat Devan kesal.

"Kau tahu, ada pepatah mengatakan jangan selalu mendongak ke langit, sesekali tunduklah ke bumi. Yang kau perlihatkan tadi menggambarkan dirimu secara langsung. Bagaimana? Apakah rasanya sakit?" ujar Bella dengan nada yang mengejek.

"Diam kau!" ujar Devan yang mencoba bangkit.

Bella menghampiri Devan. Gadis itu berniat untuk menolong suaminya yang sempat kesusahan berdiri. Namun, dengan cepat Devan mencegahnya.

"Tetap di tempatmu! Jangan dekat-dekat," sergah Devan.

"Yakin tidak mau ku bantu?" tanya Bella.

"Mulai sekarang, kau jangan terlalu dekat-dekat denganku. Jaga jarak sekitar dua meter dariku," ucap Devan.

Mendengar hal tersebut, Bella berdecih sembari memalingkan wajahnya. Devan pun dapat berdiri dengan sendiri tanpa bantuan dari Bella. Dengan langkah yang sedikit tertatih, Devan meninggalkan Bella.

Mendapat perlakuan tak mengenakan dari suaminya, membuat Bella mencebikkan bibirnya. Gadis itu pun berjalan menyusul Devan yang ada di depannya.

Derap langkah Bella begitu cepat. Hingga akhirnya ia pun berada tepat di belakang Devan yang berjalan sedikit pincang sembari memegangi kakinya.

Bella yang masih kesal dengan sikap Devan tadi, berniat menjahili suaminya. Ia sengaja mengait kakinya pada kaki pria yang ada di hadapannya itu, hingga tak lama kemudian ...

Brughhh...

Lagi-lagi Devan terjatuh.

"Uppsss ...." Bella menutup mulutnya.

"Maaf, aku sengaja," sambung gadis tersebut.

"Kau ...." tenggorokan Devan terasa tercekat untuk melanjutkan kata-katanya.

"Ya sudah, sini aku bantu." Bella mengulurkan tangannya.

Kali ini Devan tak menolak. Ia mengesampingkan egonya karena jatuh dua kali sakitnya sangat luar biasa.

Baru saja Devan hendak meraih tangan sang istri. Namun, Bella menarik tangannya kembali.

"Oh iya, aku lupa. Kau tidak membutuhkan bantuan ku bukan? Ya sudah bangkit saja sendiri," ucap Bella dengan nada yang mengejek.

Bella pun pergi begitu saja meninggalkan Devan, tanpa menoleh ke belakang.

"Lihat saja, nanti aku akan membalas perbuatanmu! Dasar botol susu!" seru Devan yang merasa dongkol atas perlakuan sang istri.

Mendengar ucapan Devan, Bella berbalik sembari menjulurkan lidahnya, yang tentu saja hal tersebut semakin membuat Devan kesal.

"Lain kali kau tidak akan lolos, Botol Susu!" ujar Devan sembari berusaha bangkit.

....

Di lain tempat, sosok pria tengah melakukan permainan panasnya dengan pasangannya. Suara decapan serta lenguhan memecah kesunyian malam itu.

Ferdy mendorong wanitanya ke dinding, dan kembali melakukan aksinya memagut bibir ranum milik pasangannya yang baru saja dipacarinya dalam waktu satu minggu.

Sesekali mereka Ferdy melepaskan pagutannya. Memberikan ruang pada gadis tersebut untuk bernapas.

Namun, kekasihnya itu langsung menarik kepala Ferdy kembali. Gadis itu memperdalam ciumannya. Lidahnya menjelajah setiap baris gigi dan mengabsennya satu persatu.

"Aku milikmu malam ini," bisik gadis itu tepat di telinga Ferdy.

Pria itu pun mengangkat tubuh ramping milik kekasihnya. Lalu menghempaskannya ke atas ranjang miliknya yang berukuran king size.

Ferdy kembali memagut bibir kekasihnya. Tangannya mulai bergerilya menjelajahi setiap inchi tubuh gadis tersebut.

Si gadis tak ingin kalah. Tangannya membuka kemeja yang dikenakan oleh Ferdy satu persatu. Hingga akhirnya ia dapat melihat dengan jelas otot perut pria itu tercetak sangat indah. Gadis itu menatapnya dengan penuh damba, menginginkan yang lebih dari sekedar roti sobeknya saja.

Ferdy menatap wajah gadis yang berada dibawahnya. Ia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah gadisnya itu.

"Aku mencintaimu, Bella."

Gadis tersebut terkejut dengan nama yang disebutkan oleh pria yang berada di atasnya saat ini.

PLAK ...

Satu tamparan mendarat di wajahnya. Membuat Ferdy sadar sepenuhnya bahwa lawan mainnya itu bukanlah Bella. Sedari tadi, ia membayangkan sosok Bella yang ada di hadapannya.

"Aku Diana, bukan Bella!" ketus gadis itu yang langsung beranjak dari tempat tidur.

Gadis itu pun memunguti beberapa pakaian yang sempat terlepas dari tubuhnya. Setelah memakainya dengan lengkap, ia langsung meninggalkan Ferdy begitu saja.

Ferdy mengusap wajahnya dengan kasar karena sadar akan kebodohan yang baru saja dilakukannya.

"Apakah aku begitu menggilaimu?" gumam Ferdy.

Bersambung....

Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya jika ada.

Yang belum favorit, yuk di favoritkan supaya dapat notifikasi update terbaru nya~

ig: ayasakaryn24

1
Bali Loka Entertainment
Luar biasa
H
😂😂😂
Erina Munir
penasaran juga nih bacanya...
Erina Munir
puas thor bacanya aku...tq othor karyanya bagus banget ada lucu2nya jdi bacanya ga capek...👍👍
Erina Munir
joko bner2 calon suami yg baik...berbahagialah ine...devan blom tau ya...klo wanita umumnya sebelum nikah tdk cerewet tpi setelah nikah n punya anak memang hrs cerewet karnabtanggung jawabnya udh mulai banyak...
Erina Munir
😆😆😆😆😆 aya2 wae devan...kangenlah sama joko...inget makan supermi waktu duluu
mom'za
baru kali ini baca novel,asistennya lemot bin somplak/Joyful/
Rosana Manalu
joko lucu
Sri Udaningsih Widjaya
Bagus ceritanya thor
IG: Ayasakaryn24: terima kasih kk❣️
total 1 replies
Anonim
Cakepan nadia dr pd bella
Dede Suryani
dasar bos eror
Ruzita Ismail
Luar biasa
Dede Suryani
dasar
Nurhayati
ga ada kisah ferdy
Nurul Syahriani
Makanya jangan main rahasia rahasia dari suami
Nurul Syahriani
Dari banyak nya novel Ceo dan asisten yg aku baca. Hanya di novel ini asisten ceo nya kismin, gak punya mobil gak tinggal di apartemen
Iponk
emang udah lewat ya masa nifasnya...
Iponk
naah ini bener joko, ngomong buat dirinya sndiri
Iponk
devan ituuuu
Iponk
niat banget mama rina ngerjain anaknya..wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!