Apa yang paling di inginkan setiap Kultivator didunia ini? Tentu saja kekuatan. Kekuatan adalah segalanya didunia ini, jika kamu tidak cukup kuat maka sesuatu yang menunggu adalah kematian. Oleh karena itu, untuk menjadi kuat semua hal akan dilakukan, meski itu harus membunuh demi sumber daya yang terbatas.
Tetapi terdapat seorang pemuda yang memiliki tujuannya sendiri, yaitu kedamaian. Dia menggunakan kekuatan sebagai alat untuk mencapainya. Setiap ayunan pedangnya akan menghancurkan kegelapan dari sisi kehidupan. Dengan pedangnya, dia akan membunuh segala musuh yang menghalangi langkahnya.
Namanya adalah Li Hui, pemuda berambut putih dengan iris emas yang setiap tatapannya akan menghancurkan mental setiap orang. Dan dengan bakatnya, dia akan memimpin setiap Kultivator melawan musuh yang sudah kelaparan selama ribuan tahun.
"Inikah akhirnya?"
Ucap Li Hui dengan pedang ditangan kirinya, memandang sedih kearah langit malam tanpa bintang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Levifq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.33 Melawan Keadaan
Li Hui menarik Black Night Sword dari sarungnya, dan berjalan untuk lebih dekat kearah ular Pyton, yang juga sudah menyadari keberadaan pemuda berambut putih itu.
‘sssttt..sssttt!’
Ular pyton besar itu melilitkan tubuhnya dan mengangkat kepalanya kearah Li Hui sambil mendesis keras. Dan disaat jarak mereka hanya tersisa 5 meter, ular itu langsung melesat kearah Li Hui sambil membuka rahangnya lebar-lebar.
Li Hui mengalirkan Qi kearea matanya, dan segera bergeser kesamping untuk menghindari serangan ular itu.
Tetapi serangan ular pyton itu tidak sampai disitu saja, dia memutar tubuh panjangnya dengan cepat, bermaksud untuk melilit tubuh Li Hui.
Ketika Li Hui mengalirkan Qi kearea matanya, secara otomatis dia memiliki insting yang hampir menyamai binatang buas, sehingga dia bisa kembali menghindari serangan itu dengan cara melompat.
“sepertinya kau sudah tidak bisa menahan laparmu lagi ya…” ucap Li Hui sembari mengangkat Black Night Sword yang tergenggam ditangan kirinya.
“tetapi, aku juga merasa sedikit lapar..” ucapnya lagi sebelum menerjang ular pyton itu dengan serangan pedangnya.
“Teknik Pedang: Sentuhan Roh Angin, gerakan pertama! “
Gerakan langkah dan pedang Li Hui segera berubah menjadi lebih halus tetapi cepat, sehingga ular pyton itu sedikit terkejut, dan meliuk-liukkan tubuhnya untuk menghindar dengan panic.
Tetapi hal itu tetap sia-sia, karena Li Hui masih bisa dengan mudah menorehkan berbagai luka ditubuh ular itu.
“khaaah!” erang ular itu kesakitan.
Hanya dalam satu serangan saja, ular pyton itu bisa tahu bahwa Li Hui bukanlah tandingannya, jadi dia segera membalikkan kepalanya dan merayap dengan cepat menjauhi Li Hui.
“eh..kau mau kemana!..”
Tentu saja Li Hui tidak membiarkan lawan pertamanya itu kabur, sehingga dia melesat dengan cepat menggunakan Teknik Langkah Kilat yang baru setengah dia kuasai.
“Teknik Pedang: Sentuhan Roh Angin, gerakan Ketiga! “
Gerakan ini, digunakan ketika pengguna berada disituasi sedang bergerak dengan cepat atau berlari, dengan kombinasi serangan tusukan dan tebasan. Li Hui langsung menghentakkan kaki kanannya dan melompat kearah ular pyton dia mengarahkan ujung pedangnya ketubuh panjang ular itu.
Bagaikan sepotong mentega, ujung Black Night Sword berhasil menembus kulit ular Pyton itu dengan mudah. Dan setelah itu, Li Hui mengayunkan pedangnya secara vertical sehingga menimbulkan luka sayatan yang panjang ditubuh ular itu.
Binatang buas itu langsung mendesis dan reflek melilitkan tubunya untuk menutupi lukanya. Merasa sudah tidak punya harapan lagi, Ular pyton itu melangsungkan serangan terakhirnya dan menerkam kearah Li Hui dengan rahang yang terbuka lebar.
Tetapi serangan itu tetap tidak berhasil, karena Li Hui langsung mengalihkan langkahnya kesebelah kanan dan mengayunkan pedangnya secara horizontal kearah mulut ular itu.
'Syaaaakh!'
Serangan itu berhasil memotong tubuh ular pyton itu menjadi dua bagian, yaitu bagian atas dan bawah.
Setelah itu Li Hui membersihkan bilah pedangnya dari darah ular pyton itu, lalu memasukkannya kedalam sarungnya.
Lalu pemuda berambut putih itu menundukkan tubunya untuk mengambil kepala ular pyton itu. tujuannya adalah untuk mengambil kedua taring panjangnya dan memasukkannya kedalam cincin ruangnya.
“apakah ini masih bisa dimakan?...” ucap Li Hui sambil melihat tubuh panjang ular pyton.
Dulu ketika dia berlatih dengan Li Fan di hutan Wuda, mereka akan membakar binatang buas yang berhasil dia bunuh untuk memuaskan rasa lapar. Dan salah satunya adalah binatang buas berupa ular.
Tetapi melihat kondisi tubuh ular pyton yang tergelak didepannya, membuat dia merasa bingung harus memulai dari mana. “sepertinya bagian ini bisa dimakan..” ucapnya dan langsung menebas bagian tengah tubuh ular pyton, yang terlihat sedikit besar dari bagian yang lain.
"aauuuuuu!"
"aauuuuuu!"
Dan disaat dia ingin menguliti tubuh ular pyton yang sudah dipotong sebelumnya, tiba-tiba suara lolongan keras terdengar dari dua arah yang berbeda, membuat pemuda berambut putih itu menghela nafas dan terpaksa meletakkan kembali daging yang sudah dia pegang.
“huhhhh..sepertinya aku harus menunda acara makan dulu.” Ucap Li Hui sambil mengalirkan Qi kearea matanya, sehingga dia bisa lebih jelas melihat area sekitarnya meskipun dalam kondisi gelap karena malam.
“ghrrrr!”
“ghrrrr!”
“ghrrrr!”
“….”
Sebanyak enam ekor serigala abu-abu keluar dari balik pepohonan dan mengelilingi Li Hui. Tetapi hal itu tidak membuat pemuda berambut putih itu takut, melainkan sedikit senang, karena dia berpikir bahwa daging serigala memiliki rasa yang jauh lebih nikmat daripada daging ular.
“datanglah kepadaku…!” teriak Li Hui sambil mengambil posisi bertarung.
**
Keesokan paginya. Terlihat Zhu Fian dan Zhao Feng sedang berjalan menuju kediaman Li Hui.
“menurutmu apa yang membuat saudara Hui tidak menemui kita selama beberapa hari ini?....” Tanya Zhu Fian kepada Zhao Feng.
“mungkin kondisi saudara Hui masih belum sembuh sepenuhnya..” jawab Zhao Feng.
“aku juga berpikir demikian, tetapi setelah aku mengingatnya kembali, dia tidak memiliki luka yang cukup parah sehingga butuh waktu selama ini untuk pulih.” Ucap Zhu Fian lagi.
“entah lah..”
Dan setelah berjalan selama 5 menit, mereka akhirnya sampai didepan kediaman Li Hui.
“tok..tok..tok! saudara Hui! Apa kau didalam?..” teriak Zhu Fian sambil mengetuk pintu kediaman Li Hui. Tetapi tidak ada balasan yang terdengar dari dalam, membuat dia mengulanginya sampai beberapa kali.
Merasa sedikit kesal, Zhu Fian memegang gagang pintuk itu dan mendorongnya sehingga pintu itu terbuka lebar.
Zhu Fian dan Zhao Feng langsung masuk kedalam, tetapi mereka tidak menemukan siapa-siapa disana. “dimana dia sebenarnya?...” ucap Zhu Fian dan Zhao Feng bersamaan.
Sementara itu dikawasan hutan belakang sekte Bintang Biru, terlihat puluhan bangkai serigala abu-abu yang tergeletak ditanah, membuat bau darah yang cukup pekat tercium hingga beberapa meter jauhnya.
Disana juga terlihat Li Hui dengan deru nafas yang sangat cepat sedang terduduk diatas salah satu bangkai serigala. Terlihat dari matanya yang redup, sepertinya dia tidak istirahat semalam.
“hahhh hahhh. Lapar,aku sangat laparr..” ucapnya dengan ngos-ngosan.
Semalam dia tidak memiliki waktu untuk beristirahat dan makan, karena setelah dia membantai keenam serigala abu-abu, rombongan serigala lainnya juga ikut datang karena mencium bau darah yang dibawa oleh angin, dan memaksanya untuk menghabiskan malam dengan bertarung habis-habisan. Bahkan untuk memuaskan rasa hausnya saja, dia terpaksa harus meminum darah serigala abu-abu itu.
Setelah 1 jam, deru nafas Li Hui sudah mulai kembali normal. Lalu dia mengambil beberapa ranting pohon yang berserakan disekitarnya, untuk menyalakan api. Setelah api menyala, dia menarik salah satu bangkai serigala abu-abu, dan mengulitinya ditempat, dan mulai membakarnya setelahnya.
Dia sudah tidak bisa menahan rasa laparnya lagi, sehingga dia memakan daging yang masih setengah matang. Dan setelah merasa sedikit kenyang, dia memutuskan untuk kembali kesekte, karena rasa haus kembali menyerangnya.
Kondisinya tubuhnya saat itu sungguh menyeramkan, karena bekas-bekas darah dan pakaian yang sobek di beberapa bagian. Selain itu, bekas darah juga terlihat disekitar mulutnya, yang membuat dirinya terlihat seperti seorang psikopat gila.
Untungnya dia menyadari hal itu disaat dia akan memasuki sekte, jadi dia langsung memutar langkahnya untuk mencari aliran sungai terdekat, supaya dia bisa membersihkan tubuhnya.
Setelah berlari lurus selama 10 menit, akhirnya dia menemukan sebuah aliran air kecil yang terlihat sangat jernih. Hal pertama yang dia lakukan adalah menangkup aliran air itu menggunakan kedua telapak tangannya lalu memasukkannya kedalam mulutnya.
“ahhhh..Akhirnya..” ucap Li Hui setelah memuaskan rasa hausnya.
Setelah itu, dia mulai menanggalkan pakaiannya dan membasuh tubunya dengan air. Setelah merasa semua bagian tubuhnya sudah bersih, dia merogoh cincin ruangnya dan mengeluarkan satu set pakaian baru.
Disaat Li Hui akan pergi dari tempat itu, tiba-tiba suara auman keras dan penuh dengan tekanan terdengar dari arah belakang yang membuat tubuhnya seketika membeku.
“Grroooarr!”
Ini Chapter lain untuk hari Sabtu. Untuk kedepannya, Gods Destiny akan rilis setiap hari rabu dan sabtu dengan maksimal 3 Chapter.
"Terimakasih atas kesediaannya membaca Gods Destiny!"
ayo author semangat.