"Aku jelek, nggak akan ada cowok kece yang mau mengatakan cinta padaku!" celetuk Viona Abraham dengan sedih bercampur putus asa.
Viona Abraham berusaha mencari cintanya. Dia menerima setiap cowok yang menawarkan diri untuk menjadi pacarnya. Namun apa yang dia dapatkan? Ungkapan putus mendadak!
Bisakah Viona Abraham menemukan cowok yang benar-benar tulus mencintainya?
Bagaimana kisah romansa nya berubah manis dan sanggupkah dia menemukan cinta sejatinya?
Ikuti kisah jutex nya dalam novel recehku Romansa VIONA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
The Star Nine manggung di The Market Royal. Jackson dan Jasmine Rendra pergi nonton. Karena keduanya memutuskan untuk jadian kembali. Yang lain juga. Aku pergi nggak ya? Tapi aku ingin sekali merubah warna rambutku. Ibuku benar-benar konyol. Dia menolak membiarkan ku mengecat rambutku jadi pirang.
"Ayolah Bu, ijinkan aku mengecat rambutku. Aku ingin terlihat beda dari yang lain." Kataku penuh harap, ibuku mengangguk setuju.
"Jangan konyol Viona!! Kamu masih kelas 2 SMU! Apa jadinya jika kau merubah rambutmu jadi cewek bule nyasar? Kau akan di scores oleh pihak sekolah! Jadilah dirimu sendiri, apa adanya!" Ibuku malah menceramahi ku.
"Ayolah Bu, aku sudah terbiasa mendapat hukuman dari Han Heator!! Nggak masalah bila aku menambah hukumanku lagi dengan mengecat warna rambutku!"
Ibu melempari ku dengan sandalnya. Oh hebat, sekarang dia jadi sadis. Aku mungkin akan menelepon saluran adopsi saja. Biar aku bisa diadopsi keluarga lain. Hidupku jauh lebih baik ketimbang ikut ibuku yang konyol dan egois, lebih memikirkan dirinya sendiri.
Aku memutuskan merawat wajahku saja dengan memakai masker. Sampai aku nggak bisa menggerakkan mukaku. Masker kuning telurku bikin wastafel ku mampet. Karena aku mencuci muka di wastafel tersebut. Aku berusaha mencari cara, supaya air bisa mengalir ke bawah. Hah, akhirnya berhasil.
Sekarang aku mulai memoleskan make up. Dobel sial. Aku harus mulai dari awal lagi, mataku kecolok kuas maskara. Mataku jadi merah dan berair. Aku memutuskan berhenti merias wajahku. Kubaringkan tubuhku dan berbaring dengan irisan timun di mataku supaya bengkaknya berkurang.
Libby merayap datang dan memakan salah satu irisan timunku. Aku benar-benar syok waktu wajahnya tiba-tiba ada di atasku. Telepon berdering, Ellen menelepon. Kami akan ketemuan di luar The Market Royal jam setengah tujuh.
Benar-benar malam yang oke banget dan nggak bisa dipercaya. Hebat banget deh pokoknya. Tiba-tiba Robbie nyium aku. Sang Dewa Cinta sudah mendarat. Aku berhasil!!
The Star Nine memainkan musik yang hebat. Jasmine Rendra, Jackson, Leo, Ellen dan aku melakukan gerakan-gerakan yang lucu ini. Lindena ada di sana, wajahnya nggak terbaca. Robbie mainnya bagus banget.
Mula-mula aku merasa agak kikuk waktu berjoget. Tapi kemudian aku mulai menikmati diriku. Aku tunjukkan sedikit gerakan pada Jackson dan Jasmine yang ku karang di kamarku. Dan kemudian semuanya kayak di film. Soalnya semua orang banyak banget, mulai meniru gerakan ku dan ikutan.
Aku agak kehabisan nafas setelahnya dan gerah. Jadi waktu band nya istirahat, aku pergi keluar lewat pintu belakang. Di sana ada semacam koridor. Waktu aku berdiri di sana, Robbie keluar. Aku jadi salah tingkah. Maka aku beranjak masuk ke dalam dan dia meletakkan tangannya di atas tanganku dan berkata....
"Bisakah aku ngobrol sebentar denganmu, Viona Abraham?"
"Ya, boleh saja." Aku menjawab singkat, dia kelihatan agak malu.
"Aku...."
"Dengar, kalau itu tentang Jasmine dan Jackson, aku menyesal kau sebal padaku. Kurasa adikmu baik dan Jasmine Rendra menyukainya." Tanpa basa-basi lagi, aku ungkapkan kekhawatiran ku malam ini.
"Ya, aku senang. Tapi bukan itu yang kepingin kukatakan. Aku cuma ingin memberimu ini."
Robbie bilang begitu, terus dia nyium aku!! Aku benar-benar lemas. Rasanya kayak setengah cewek setengah ubur-ubur. Oke banget deh pokoknya. Dua puluh dari sepuluh tipe ciuman. Dan aku mendapatkan semuanya yang seharusnya memang terjadi padamu. Petasan melesat di kepalamu, suara musik, gemuruh laut datang dan pergi. Aku nggak tahu ciuman itu berapa lama, aku terlalu lemas.
"Ap apa yang terjadi?" Aku masih belum sadar karena ciuman itu begitu mendadak.
"Sudah lama aku kepingin melakukan nya, tapi aku tahu itu salah." Robbie bicara sambil meraba pipiku. Aku nyaris nggak bisa ngomong, yang keluar dari mulutku ngawur semua.
"Ng...nggak pa pa kok. Nggak salah, nggak salah. Ng....maksudku, aku...apa yang aku, kau dan selalu...bahkan kalau aku ....."
Robbie memandangku seolah-olah aku ngomong bahasa planet. Tapi bukan, aku cuma ngomong ngaco. Terus salah satu anggota band keluar dan Robbie seolah melompat menjauh dariku kayak katak yang melompat. Kemudian dia masuk ke dalam seraya berkata padaku.....
"Oke, Viona Abraham...tolong bilang ke Jackson ya? Sampai ketemu lagi."
Sampai ketemu lagi? Apa sih maksudnya itu? Lagi-lagi kata itu!! Aku menceritakannya pada Jasmine Rendra dan dia bilang dengan penuh teka-teki.
"Apa yang bakal terjadi sekarang? Apakah kau selingkuhannya? Apa maksudnya, Sampai ketemu lagi?"
Aku sampai harus membekap mulutnya dengan tanganku supaya dia diam. Waktu Robbie naik ke panggung lagi, aku harus menahan diriku supaya tidak memandanginya seperti orang idiot. Dia tampan banget dan dia telah menciumku!! Waktu pertunjukkan nya selesai, Robbie melewati ku dan berbisik padaku.
"Nanti ku telepon ya."
Lalu dia menghampiri Lindena. Cewek itu melilitkan tangannya di leher Robbie dan aku nggak bisa melihat lagi. Sesampai di rumah, ibu sudah tertidur. Khayalan ku masih fokus tentang ciuman itu. Kapan dia akan menelepon ku? Kucingku Si Tom ada di tempat tidurku waktu aku masuk kamarku. Ternyata ibu membiarkan Libby tidur di kamarku. Jadi aku harus tidur seperti huruf S dan kakiku menggelantung dari tempat tidur. Tapi aku nggak peduli!! Karena malam ini, sesuatu yang hebat terjadi padaku.
Esok harinya, aku nggak tahu aku ataukah cuacanya, tapi aku selalu saja kegerahan. Hatiku berharap Robbie menelepon ku. Namun sudah tiga hari nggak ada telepon darinya. Hari ini pun nggak ada telepon juga. Telepon berdering, aku berlari menuruni tangga sampai hampir terjatuh. Saat kuangkat, ternyata telepon dari Jasmine Rendra.
"Bagaimana?"
"Dia belum nelepon!" Jawabku lesu.
"Dengar, serahkan saja padaku. Aku akan coba mengorek informasi dari Jackson."
"Jangan terlalu blak-blakan ya, Jasmine?"
"Memangnya kau anggap aku ini apa sih? Aku tahu kok nggak boleh blak-blakan. Meskipun Jackson tahu kau menyukai kakaknya."
"Ya, maaf saja. Tapi aku merasa agak sensitif dan aku nggak mau ada yang tahu soal itu sampai aku sendiri tahu apa yang terjadi." Aku berusaha tenang, meskipun rasa takut merayapi sekujur tubuhku.
"Dengar, santai saja. Nama tengahku mine kan?"
"Oh ya? Kirain nama tengahmu Dono." Aku berusaha menggodanya.
"Kau kira keluargaku Warkop DKI ya? Dono Kasino Indro? Iya sih, ibuku menyukai film mereka. Oke, jangan bahas nama itu. Santai saja, serahkan padaku."
"Oke, tapi ingat, jangan blak-blakan. Oke?"
"Tentu saja, sebentar." Jasmine menghentikan teleponnya kemudian aku mendengar dia berteriak ke atas, "Bu, tolong suruh Jackson turun dong!"
Aku mendengar suara dari tempat yang jauh.
Lanjut lagi KK dgn cerita baru 💪💪
Viona kangen tuh..