NovelToon NovelToon
Gadis Pemilik Hati

Gadis Pemilik Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Badboy / Ketos / Romansa-Teen school
Popularitas:70.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aku masih menunggu mu!

Arzya Geovanka Razeta, yang kerap disapa Arzya atau zaza ini merupakan gadis yang sangat terkenal dengan sikapnya yang pendiam. Bahkan ia sempat dijuluki sebagai patung berjalan karena wajahnya yang selalu terlihat datar. Arzya memang selalu bersikap seperti itu pada orang-orang yang baru ia kenali.

Di dalam diamnya Arzya menyimpan begitu banyak rahasia yang ia simpan dengan rapat, bahkan hatinya yang rapuh pun hanya dia yang tahu. Terlebih lagi
Arzya sangat pandai menutupi sifat asli yang ceria, cerewet, gokil dan apa adanya.

Tanpa sengaja ia bertemu dengan seseorang yang memberikan dia sesuatu yang selama ini tidak ia rasakan. Ya Arzya mendapatkan kasih sayang dari sang ketua osis disekolagnya. Dia mampu meluluhkan hati Arzya yang dingin itu.

Seperti kata orang, apa yang kita dengar belum tentu yang sebenarnya, kata itu selalu terngiang dibenak Arzan.

Follow IG : eh.han28
....

INI MURNI KARYA AUTHOR JIKA ADA KESAMAAN NAMA ATAU TEMPAT ITU HAL YANG WAJAR KARENA INI HANYA FITIF BELAKA! DAN MOHON JANGAN ADA PENIRU ATAUPUN PLAGIATISME KARENA ADA HUKUM YANG BERLAKU BAGI YANG MELAKUKAN PLAGIATISME!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aku masih menunggu mu!, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dasar Murahan

Gosip tentang Arzan yang berangkat bersama seorang gadis pun begitu cepat menyebar keseantero sekolah. Apalagi Arzan adalah seorang ketua osis yang banyak memiliki penggemar sehingga tak heran jika berita itu cepat sekali berkembang, bahkan mereka begitu penasaran siapa gadis yang beruntung bisa dibonceng sang ketua osis mengingat ini baru pertama kalinya setelah kejadian waktu itu.

Arzya pun merasa risih mendengar semua gosip itu, tapi hatinya juga sedikit was-was karena ia takut ada yang mengenalinya.

"Lo kenapa sih, Zya?" tanya Diva yang melihat gegalat Arzya berbeda dari biasanya.

"Gue kenapa?" tanya balik Arzya.

"Lo ada masalah? Atau ada yang lo sembunyiin dari kita?" desak Arum yang melihat kejanggalan pada Arzya.

"Ng-nggak ada yang gue sembunyiin kok," kata Arzya gugup.

"Yakin?" tanya Diva memastikan.

Arzya pun mengangguk dengan sangat cepat, sampai tak sengaja rambut panjangnya masuk kedalam gelas yang berisi jus alpukat.

"Yaaaahh!" seru Arzya sambil menarik rambutnya agar tak semakin basah.

"Lo gimana sih, Zya? Hati-hati dong, kan jadi basah rambut lo!" dengan sigap Diva mengambil tissu dan mengelapkan pada rambut Arzya.

"Lengket!" seru Arzya, sedangkan Arum dan Sari hanya fokus pada pintu masuk kantin.

"Yaudah ke toilet aja sana, buat dibilas!" saran Diva, Arzya pun mengagguk dan segera bergegas menuju toilet.

Tapi sayangnya Arzya yang fokus pada rambutnya pun tak melihat kedepan hingga ia menabrak seseorang tepat didada bidangnya.

"Maaf!" seru Arzya sambil mengusap jidatnya yang terasa sakit.

Karena tak mendapatkan respon akhirnya Arzya memberanikan diri untuk mendongak dan melihat siapa yang sudah ia tabrak. Netra Arzya membulat sempurna saat tahu siapa orang yang ada didepannya, detak jantungnya tak bisa dikondisikan lagi. Bukan karena jatuh cinta melainkan ia takut ketahuan siapa yang berangkat bersama Arzan tadi pagi.

"Ka-kak Ar-Arzan!" seru Arzya gugup.

Ya, dia Arzan yang tak sengaja ditabrak oleh Arzya. Apalagi kantin terasa hening, semua mata mengarah pada mereka berdua. Hal itu semakin membuat Arzya tidak nyaman.

"Suka banget nabrak gue, ya?" tanya Arzan sambil terkekeh renyah.

"Bu-bukan gitu, lagi buru-buru!" saut Arzya sambil membuang muka kearah lain.

"Buru-buru menghindar?" tanya Arzan yang masih terus menatap gadis cantik didepannya itu.

"Iya! Eh bukan kok!"

Lagi-lagi Arzan dibuat terkekeh dengan tingkah Arzya yang telihat imut. Arzan semakin gencar saja menggoda Arzya, untung saja saat ini tidak ada Alvin yang mengganggu.

"Bukan? Berarti lo berharap ketemu gue dong?" tanya Arzan dengan penuh percaya diri.

"Astaga, dari mana asalnya orang ini!" batin Arzya sambil memutar kedua bola matanya malas.

"Muka nya gitu banget, kan kita tadi pagi embbp—" belum sempat Arzan menyelesaikan perkataannya, mulutnya sudah dibungkam oleh Arzya.

"Tadi pagi kenapa, Zya?" tanya Diva penasaran.

"Hah tadi pagi? Tadi pagi kan kak Arzan habis hukum anak-anak yang melanggar aturan jadi dia laper sekarang, kakak mau makan, kan?" tanya Arzya sambil memberikan kode pada Arzan agak tidak cerita soal tadi pagi, apalagi didepan semua orang.

Arzan yang paham maksud Arzya pun hanya mengangguk sambil memegangi tangan Arzya yang masih membekapnya.

"Lo gak kesambet kan, Zya? Tumben amat panjang gitu ngomongnya?" tanya Sari, yang langsung mendapat persetujuan dari Diva dan Arum.

"Kalau laper makan lah kak, terus kenapa mulut kakak dibekap gitu?" tanya Arum yang ikut angkat bicara.

"Lo betah banget pegangin bibir kak Arzan, modus ya lo!" sarkas Diva.

"Gak ya gak! Gue, gue gak sengaja " seru Arzya panik. Lalu dengan cepat ia melepaskan tangannya dari mulut Arzan dan segera melangkah ke toilet. Arzya tak bisa berlama-lama bersama mereka.

"Eehh!" seru Arzya dan Arzan bersamaan.

"Sakitt!" keluh Arzya sambil memegangi rambutnya hang tertarik kebelakang saat melangkah.

"Gimana sih, kok bisa nyangkut!" seru Diva.

"Jangan ditarik, pelan-pelan aja!" Arzan membantu melepaskan rambut Arzya yang nyakut pada sela-sela kancing seragamnya.

"Wangi!" gumam Arzan sambil tersenyum tipis.

"Kak, udah belum?" tanya Arzya.

"Be-belum!" posisi mereka berdua saat ini sangat dekat membuat sebagian orang yang baru datang pun salah paham. Seperti Ilham, Alvin dan juga Salsa.

"Siall! Tangan gue kenapa jadi gemeteran gini sih!" batin Arzan sambil melepaskan helain rambut milik Arzya. Diva pun hanya bisa diam sambil mengamati mereka berdua, sedangkan Arum yang paham pun langsung mengambil ponselnya untuk mengabadikan moment langka ini.

"Udah belum kak?" tanya Arzya lagi sambil menoleh dan tepat didepan wajah Arzan. Kedua netra mereka saling bertemu hingga tanpa sadar hanyalut dalam tatapan itu.

"Eheem! Kalian ngapain?" tanya Alvin yang berada disebelah Arzan.

Sett!

Dengan cepat Arzya menarik rambutnya, bahkan ia tak memikirkan lagi rasa sakit akibatan tarikan itu. Karena yang ada didalam pikiran Arzya saat ini adalah kabur, ya dia ingin kabur dari situasi canggung dan mencekam ini.

"Zyaaa!" panggil Alvin mencoba menghentikan.

"Biarin aja kak, dia mau ke toilet!" cegah Diva, Alvin pun hanya mengagguk saja sebagai jawaban.

Tanpa mereka sadari Arzan memalingkan wajahnya ke arah lain, ia menyembunyikan debaran yang ia rasakan. Bahkan wajahnya saat ini sudah memerah dan terasa panas, ada desiran aneh yang baru-baru ini ia rasakan saat didekat Arzya.

Arum yang menyadari itu hanya bisa terkekeh sambil menggelengkan kepalanya, ia sadar jika kakak kelasnya itu memiliki rasa lebih terhadap Arzya. Apalagi perilakunya terlihat sangat jelas dimata Arum.

"Kalian mau sampai kapan jadi patung, gak mau makan?" tanya Sari heran melihat kedua kaka kelasnya itu hanya diam saja seperti patung.

"Mau!" seru Arzan dan Alvin bersamaan.

Disatu sisi Arzya terus saja merutuki kecerobohannya, sambil membilas rambut yang terkena jus alpukat.

Brak!

Pintu kamar mandi didobrak oleh seseorang membuat Arzya kaget. Seorang gadis masuk dengan langkag besarnya, ia langsung menarik rambut Arzya tanpa ampun.

"Le-lepasin, sakit!" keluh Arzya mencoba menjauhkan tangan gadis itu.

"Sakit? Lo masih bisa rasain sakit, tapi berani-beraninya lo godain Arzan!" bentaknya.

"Gue gak aahh!"

"Gak apa? Gak godain? Tapi kelakuan lo tadi terlihat jelas! Lo pikir gue gak tau? Lo sengaja kan pura-pura nabrak Arzan! Cih! Murahan banget sih lo!" cecarnya tanpa henti.

Deg!

Hati Arzya terasa sakit, sesak bahkan ia sampai tak bisa berkata-kata lagi. Apa salahnya sampai ia diperlakukan seperti ini, toh kejadian tadi murni tanpa kesengajaan.

Matanya mulai memanas bahkan terlihat memerah, bisa dipastikam Arzya akan menangis saat ini juga. Namun, sebisa mungkin ia tahan, jika ia menangis itu hanya membuatnya merasa memang.

"Ck! Cengeng banget sih, baru gitu aja nangis!" gadis itu melepaskan jambakannya lalu mendorong tubuh Arzya kebelakang hingga menabrak dinding wastafel.

"Gue peringatin lo, jauhi Arzan! Kalau sampai gue lihat lo coba deketin dia habis lo ditangan gue!" gadis itu mencengkram dagu Arzya. Setelah puas ia menghampiri kedua temannya yang sedang berjaga didepan pintu toilet, lalu pergi begitu saja meninggalkan Arzya seorang diri didalam toilet.

"Hah! Gue gak boleh lemah, nanti gue akan balas ini semua!" gumam Arzya sambil merapikan rambutnya.

...----------------...

1
chodhyl boys
ko lama ga up.knapa y
Nur Indah Sari073
bagus
Novia Ayu Apriani
lma bnget Thor
Novia Ayu Apriani
lnjut thor penasaran kisah selanjutnya
Adelia
lanjut...
RN
uhuk nyangkut nya gak cuma rambutnya hatinya juga mulai kli wkwk
IG: Saya_Muchu
semangat update thor
Chodhyland
akhirnya ip jg stelah lama bobo.
jan bikin pembully jaya dong thor.cepet kasih pelajaran buat si pembully
aull
lama amat up nya thor
Mmh Sandy
ahirnya up juga thoor
Liana Sari
next Thor
HenyWahyuni_09
Pak Ketos Jatuh Cinta Nih Yeee😍😘 Tapi sayang Neng zya nya masih Punya pacaran 😂 😅 Semoga setelah hari ini Kakak Othor bisa Up tiap hari yah
Tri Ani Suniantara
lama sekali smpe lupa aku nya thor
Fatih Asy Syauqie
Lama ya thor baru up. Hampir lupa sama ceritanya sebelumnya
Novia Ayu Apriani
next thor
mom's ark@
menunggu sll Thor
Just Evie
Buka mata Akzya buru2 ttg Gilang thor... Biar tau gilang spt apa & trs buka hatinya dech utk Oppa Ketos... 🤭😂👍
Just Evie
Arzan ngobrol ama siapa di api unggun?
Just Evie
Gilang jgn ganggu hubungan Arzan & Arzya ya thor.
Just Evie
Ketosnya gila pujian... 🤣😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!