NovelToon NovelToon
Istri Tuan Anas

Istri Tuan Anas

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa Modern / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 1.9
Nama Author: Isna Imut

Hi ☺️

Tuan Anas Mikail adalah laki-laki tua yang belum memiliki istri. Dalam hidupnya perempuan hanyalah benalu baginya. Hingga suatu hari datanglah seorang gadis menghampirinya dan membuat jatuh cinta kepadanya.

Siapakah gadis yang sudah membuat jatuh cinta seorang Tuan Anas Mikail?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Setelah menyuruh Bu Mijah untuk merapikan kamar milik Syuhada dan juga Tuan Anas. Bu Anna segera keluar dari kamar tersebut dan pergi menuju ke ruang keluarga.

Syuhada keluar dari kamar mandi dan melihat kamar miliknya begitu rapi membuat dirinya merasa terkejut dan tidak enak hati. Syuhada kembali mondar-mandir di dalam kamar miliknya dengan memikirkan sesuatu.

Syuhada yang merasa bosan di rumah terus-terusan berniat untuk kabur pergi ke restoran Ranum. Karena selama beberapa hari ini dirinya selalu saja tidak boleh berpergian. Syuhada sudah bersiap dan segera mengambil tas yang berada di atas meja rias miliknya. Syuhada juga meletakkan dan mengatur bantal beserta guling berjejer di atas tempat tidur dan menutupinya dengan selimut. Jika ada orang yang masuk ke dalam kamar miliknya. Pasti akan berfikir kalau dirinya sedang tidur.

Saat Syuhada akan keluar dari kamar dirinya berjalan mengendap-endap melihat keadaan di sekitarnya. Syuhada segera berlari menuju ke arah luar rumah. Syuhada merasa lega saat dirinya berhasil ke luar rumah dan sudah ada di luar pagar.

Syuhada menghentikan tukang ojek yang saat itu sedang melintas di jalan depan rumah miliknya. Tukang ojek tersebut segera menepikan motor miliknya.

"Mau ke mana, Neng?" Tanya tukang ojek tersebut

"Ke restoran Ranum, Pak" Jawab Syuhada memberitahu kepada tukang ojek tersebut. Agar mengantarnya menuju ke restoran Ranum. Dengan segera tukang ojek tersebut menancapkan gasnya

Beberapa jam kemudian

Bu Anna kembali memikirkan Syuhada yang tidak kunjung keluar dari kamar. Hati Bu Anna merasa khawatir dengan keadaan Syuhada. Bu Anna menyuruh Bu Mijah untuk mengecek Syuhada apa dia di dalam kamar sedang baik-baik saja atau tidak.

Bu Mijah kembali menghampiri Bu Anna di ruang keluarga.

"Bu... Syuhada sedang tidur" Ucap Bu Mijah memberitahu kepada Bu Anna

"Tidur" Jawab Bu Anna dengan heran

"Iya mungkin lagi capek, Bu. Maklum namanya juga pengantin baru" Ucap Bu Mijah asal

"Kau ini Mijah ada-ada saja ucapan mu itu" Jawab Bu Anna kembali melihat acara televisi

"Bu. Izin ke belakang dulu mau lanjutin pekerjaan yang belum selesai" Pamit Bu Mijah dengan menundukkan tubuhnya berjalan dan segera pergi

"Iya Jah" Jawab Bu Anna

"Kemarin bangun kesiangan dan sekarang sudah bangun tidur malah tidur lagi" Ucap Bu Anna dengan pandangan yang masih melihat acara televisi

"Ya sudahlah. Kenapa aku harus memikirkannya? Jika yang di ucapkan Bu Mijah itu ada benarnya juga" Ucap Bu Anna sedikit tertawa

Tak lama kemudian Syuhada sudah berada di restoran Ranum. Syuhada segera berjalan menuju ke dalam restoran tersebut. Saat itu dirinya berpapasan dengan Edwin yang akan keluar dari restoran tersebut dengan membawa nampan yang berisikan pesanan makanan untuk meja nomor lima.

"Waw... Waw... Waw... Tuan Putri" Ucap Edwin dengan tersenyum dan berjalan mengelilingi tubuh Syuhada

"Edwin..." Jawab Syuhada dengan lesu dan masih berdiri di tempatnya

"Hai Nona Syu apa kabar, Sayang?" Tanya Edwin dengan mengedipkan salah satu mata miliknya

"Hoek... Ingin rasanya aku muntah melihat wajah mu" Jawab Syuhada dengan tertawa

"Jangan gitu dong Sayang" Ucap Edwin dengan mendekatkan wajahnya kepada Syuhada

"Ok baiklah, Pak Edwin. Apa aku bisa masuk ke dalam?" Tanya Syuhada dengan memelototkan kedua bola matanya

"Silahkan" Jawab Edwin dengan menundukkan tubuhnya

"Hahaha" Suara tertawa Syuhada dan segera masuk ke dalam

"Benar-benar cantik" Puji Edwin kepada Syuhada dan segera pergi mengantarkan makanan ke meja nomor lima

"Pesannya siap" Ucap Edwin segera meletakkan makanan tersebut di atas meja dan tersenyum

"Wah... Pak. Apa yang tadi itu pacarmu?" Tanya pengunjung restoran tersebut

"Bukan dia hanya teman ku saja" Jawab Edwin dengan mengaruk kepalanya yang tidak terasa gatal

"Jujur saja Pak. Kalau tidak aku siap akan menjadikan dia pasang ku" Ucap pengunjung tersebut dengan tertawa

"Ya astaga kau ini. Ada-ada saja" Jawab Edwin dengan tertawa terbahak-bahak dan segera pergi dengan wajah yang datar

Edwin kembali masuk ke dalam restoran dan segera menyusul Syuhada yang berada di dapur bersama Ritika. Syuhada dan Ritika asyik tengah berbicara dan tertawa begitu lepas. Sampai mereka tidak menyadari adanya Edwin di situ.

"Kalian sedang bergosip apa?" Tanya Edwin berdiri di hadapan mereka

"Kau ini ingin tau saja urusan perempuan" Jawab Ritika dengan ketus

"Astaga Ritika aku tidak bertanya kepada mu" Jawab Edwin dengan menunjuk ke arah wajah Ritika

"Santai saja tidak usah emosi" Ucap Ritika dengan mengejek

"Aku sudah santai, seperti di pantai" Jawab Edwin dengan berkacak pinggang

"Ya ampun kalian ini dari dulu tidak pernah akur. Kalian sangat cocok" Celoteh Syuhada

"Apa maksudmu?" Tanya mereka berdua secara bersamaan

"Itu kan benar kalau kalian berdua emang cocok" Jawab Syuhada dengan tersenyum kepada mereka

"Syuhada jangan berbicara yang bukan-bukan iya! Aku tidak suka dengan dia" Ucap Ritika dengan menunjuk ke arah wajah Edwin

"Aku juga tidak suka dengan dia" Sambung Edwin dengan menunjuk ke arah wajah Ritika

"Sudah-sudah kalian berdua diam saja! Jangan membuat ku pusing" Ucap Syuhada memijit kepalanya yang terasa pening melihat ulah mereka

"Kau tunggulah di sini sebentar! Aku akan mengambilkan obat untuk mu" Ucap Ritika

"Tidak usah, Tik" Cegah Syuhada

"Kenapa? Kau sakit bukan?" Tanya Ritika

"Tidak. Oh ya ngomong-ngomong di mana Lukman? Aku sedari tadi tidak melihat wajah Lukman?" Tanya Syuhada dengan melihat keadaan di sekitarnya

"Astaga apa kau tidak tau" Jawab Edwin

"Tau apa?" Tanya Syuhada yang merasa tidak mengerti

"Lukman sudah mengundurkan diri dari restoran ini" Jawab Edwin menjelaskannya dengan lirih

"Sejak kapan?" Tanya Syuhada dengan terkejut

"Sudah beberapa hari ini" Jawab Edwin

"Apa yang di ucapkan Edwin benar?" Tanya Syuhada kepada Ritika

"Iya benar" Jawab Ritika menganggukkan kepalanya

"Astaga kepada begitu? Terus sekarang Lukman kerja di mana?" Tanya Syuhada dengan terbata-bata

"Entahlah Syu. Aku juga tidak tau? Aku mencoba meneleponnya namun nomor ponsel miliknya sudah tidak aktif lagi" Jawab Ritika menjelaskannya

"Apa dia marah kepada ku, ya" Ucap Syuhada dengan lirih

"Kau berbicara apa?" Tanya Edwin yang tidak jelas saat mendengarkan ucapan Syuhada

"Lupakan" Jawab Syuhada tersenyum

"Jadi mumpung kau berada di sini bantu aku iya untuk melayani para pelanggan yang berkunjung ke restoran ini" Ucap Edwin dengan menarik tangan Syuhada

"Biarkan dia di sini bersamaku" Sambung Ritika mencegahnya

"Lepaskan tanganmu" Ucap Edwin dengan menyingkirkan tangan Ritika yang tengah menggenggam tangan Syuhada

"Maaf Tik. Sepertinya aku harus ke depan" Jawab Syuhada menjelaskannya dan segera mengikuti langkah Edwin

"Is... Edwin" Teriak Ritika dengan kesal

Restoran Ranum selalu di padati dengan para pengunjung. Restoran yang terkenal dengan masakan terenak. Iya bener setelah kepergian Lukman dari restoran tersebut. Para karyawan yang lainnya selalu kerepotan untuk melayani para pelanggan yang berkunjung. Di tambah pula tidak adanya seorang kurir yang bisa di andalkan. Bu Anna sejauh ini belum mencari karyawan baru pengantin Lukman maupun Syuhada. Bu Anna malah sekarang lebih fokus kepada Tuan Anas dan juga Syuhada yang telah menjadi sepasang suami istri.

Kedatangan Syuhada di restoran tersebut sedikit meringankan pekerjaan mereka. Karena dengan cekatan Syuhada seperti biasanya selalu saja bisa di andalkan dalam segala hal. Syuhada hari ini juga menjadi kurir, dirinya mengantarkan pesanan makanan kepada para pelanggan restoran Ranum.

Hari semakin siang membuat Syuhada semakin kelelahan. Setelah Syuhada selesai mengantarnya dirinya segera memarkirkan motor ke tempat biasanya. Syuhada segera masuk ke dalam restoran tersebut. Syuhada yang baru akan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam restoran tersebut. Dirinya secara tiba-tiba pingsan dengan sendirinya.

"Syuhada" Teriak Edwin sekencang mungkin dan segera berlari menuju ke arah Syuhada

"Syu... Kau kenapa" Ucap Edwin segera meletakkan kepala Syuhada di atas pangkuannya dan menepuk pipi Syuhada

Sedangkan Ritika diberitahu kepada yang lainnya kalau Syuhada di depan sedang pingsan dirinya segera berlari menuju ke depan.

Ritika langsung memeluk Syuhada dan mencemaskannya. Ritika mencoba menyadarkan Syuhada, namun tidak ada respon darinya. Ritika memerintahkan kepada Edwin segera menyiapkan mobil miliknya dan membawa Syuhada pergi ke rumah sakit.

Di rumah

Pikiran Bu Anna di penuhi oleh Syuhada. Dirinya segera mematikan televisi tersebut dan segera pergi menuju ke kamar Syuhada. Bu Anna masuk ke dalam kamar tersebut dan duduk di pinggir tempat tidur. Bu Anna langsung mengusap pucuk kepala Syuhada.

"Kau kenapa, Nak?" Tanya Bu Anna dengan membelainya. Saat belaian itu terasa lain, Bu Anna segera membuka selimut tersebut. Betapa terkejutnya Bu Anna saat yang dilihatnya adalah bantal guling milik Syuhada

"Bu Mijah" Teriak Bu Anna dengan sangat kencang dan di dengar oleh Bu Mijah

Bu Mijah segera berlari menuju ke arah suara tersebut.

"Iya Nyonya. Ada apa?" Tanya Bu Mijah dengan terbata-bata

"Di mana Syuhada?" Tanya Bu Anna dengan marah

"Syuhada tidur" Jawab Bu Mijah dengan menunjuk ke arah tempat tidur dan betapa terkejutnya Bu Mijah yang melihat bantal guling tersebut

"Bagaimana bisa kau mengatakan Syuhada sedang tidur" Bentak Bu Anna

"Maaf" Ucap Bu Mijah dengan menundukkan kepalanya

"Maaf-maaf" Jawab Bu Anna segera keluar dari kamar tersebut dan langsung menelpon Tuan Anas

Bersambung... ✍️

1
Santi Rizal
kocak
Santi Rizal
tetangga bergibah
Santi Rizal
harusnya kamu kabur yang jauh Syu... menghilang lah.. biar gak ketangkap
Santi Rizal
si Anas kurang ajar
Santi Rizal
untung camer nya baik
Santi Rizal
tuan Anas maniak sexs
Santi Rizal
makanya nikahin...biar syuhada gak kabur
Santi Rizal
nikahin syuhada tuan
Santi Rizal
bapak kurang ajar
Mami Pihri An Nur
Syuhadanya juga cwk murahn sdh Satu kli diperkosa malah ketagihn,, di pake LG tnp memberontak
Indri Ani40
hadir , DN slm kenal
Nania Nia
Luar biasa
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Hahaha susu kuda galak
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Devano anak nya IIS DAHLIA 😂😂
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Nasib baik syu tidak ketangkap
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Kadang gw heran sama si syudaha ini, i kira dia pemeran ciwi yg paling OON dah,katanya pen bebas tp larinya kesitu² juga, yaaaa ke tahuan lah....pegii jauhh sana.


ihh gudeg jadinua
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Ceilehh bu Anna keyennn euyyy....
Zakiyah Saiful
best sgt jln ceritanya walaupn kdg ada typo..trskn brkarya..semoga brjaya
Sri Wahyuni
knp ga d tabunhin duit nya dsar oon
🐘🇲​🇦​🇾​
ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!