NovelToon NovelToon
Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Single Mom / Mafia / Anak Genius / Tamat
Popularitas:41.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Malam itu hidup Alena hancur setelah tanpa sengaja menumpahkan minuman ke tubuh Kael Ardion, mafia paling kejam di kota. Satu malam kelam merenggut segalanya, lalu pria itu membuangnya tanpa belas kasih saat Alena datang membawa kabar kehamilan.

Delapan tahun berlalu.

Alena hidup susah membesarkan putranya seorang diri hingga takdir mempertemukannya kembali dengan Kael. Namun pria yang dulu menghancurkannya itu kini justru terobsesi mendekati putra kecil Alena, tanpa tahu bahwa anak tersebut adalah darah dagingnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Rasa Bersalah Yang Mulai Muncul

Sinar mentari masuk melalui celah gorden berwarna putih, di dalam kamar itu seorang gadis terbangun dengan tangan yang menutupi matanya, karena silau dari cahaya kuning keemasan itu.

Alena terbangun dengan polosnya segera ia menarik selimut itu untuk menutupi tubuhnya, seketika tatapannya mulai beralih pada bercak merah itu. Dimana malam laknat itu seseorang tengah merenggut kehormatannya dengan paksa.

"Tidak .... ini tidak boleh terjadi..."

Sekeras apapun hatinya menolak. Akan tetapi kenyataan ini benar-benar menampar hatinya sangat keras. Kesucian yang selama ini ia pertahankan runtuh, semuanya hilang dalam sekejap. Tubuh Alena mendadak lemas, seolah kehilangan pijakannya.

"Ibu Susi... maafkan Lena, baru tiga bulan Alen meninggalkan panti, tapi Lena sudah gagal menjaga kehormatan," begitu kata Alena saat memanggil nama ibu pantinya.

Namun beberapa detik kemudian, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, spontan Alena langsung melirik, tubuhnya langsung menegang seketika saat tahu pria itu keluar dalam keadaan sudah rapi. Kemeja hitam terpasang sempurna di tubuhnya, rambutnya masih sedikit basah dan tatapannya kembali dingin seperti biasanya.

Ia melangkah perlahan dan langkahnya terhenti tepat di sudut kiri ranjang. Bibirnya terangkat tipis seolah semalam tidak terjadi apa-apa.

Untuk sesaat tatapan mereka saling bertemu, sementara Alena dengan cepat menundukkan tatapannya sambil menahan getaran yang ada di tubuhnya.

 Kael diam beberapa detik menatap gadis di atas ranjang itu. Wajahnya yang pucat dan mata sembabnya benar-benar membuat pria itu sedikit merasa bersalah. Apalagi melihat tubuh kecilnya yang selalu ketakutan sejak bertatap muka dengannya.

Entah kenapa dadanya terasa tidak nyaman. Kael mengalihkan pandangan.

“Ada uang di meja,” ucapnya datar.

Kalimat itu bagaikan ujung pisau yang menusuk hati Alena. Bagaimana mungkin seorang pria bisa dengan entengnya membeli kehormatan seorang gadis dengan nominal yang cukup tinggi. Mungkin bagi seseorang di luaran sana akan menjadi yang sangat lumrah. Tapi tidak dengan Alena.

 Perlahan gadis itu menoleh. Tumpukan uang rapi berada di atas meja dekat sofa. Napas Alena tercekat. Harga dirinya seperti diinjak sampai hancur. Jadi… semalam dirinya dianggap wanita bayaran?

Bibir Alena bergetar kecil, tapi dia sulit untuk mengeluarkan suaranya, kejadian ini benar-benar membuat dirinya tidak berdaya.

Kael memasang jam tangannya tanpa bicara lagi dan saat hendak melangkah keluar, gerakannya terhenti.

Tatapannya jatuh pada bercak merah di seprai putih. Rahangnya mengeras. "Sial."

Ia sudah mencoba melupakan fakta itu sejak tadi malam. Tapi bayangan wajah ketakutan Alena terus muncul di kepalanya.

Kael menoleh pelan.

Dilihatnya gadis itu berusaha turun dari ranjang dengan kaki gemetar. Bahkan berdiri pun tampak sulit. Untuk sesaat… muncul dorongan aneh dalam dirinya untuk mengatakan sesuatu.

Maaf.

Namun kata itu terasa asing di hidup Kael Ardion yang jarang sekali mengucapkan kata mujarab itu dalam hidupnya.

“Aku tidak suka wanita menangis,” ucapnya akhirnya dingin.

Ucapan itu tiba-tiba membuat Alena mengangkat kepalanya, mata gadis itu merah seperti menahan banyak luka.

“Kalau begitu…” suaranya serak menahan tangis, “Tuan seharusnya tidak menghancurkan hidup saya." ujar Alena pelan.

"Bukannya tadi malam saya sudah menjelaskan, tapi kenapa anda begitu nekad ingin menghancurkan seorang gadis yang hanya ingin bertahan hidup dengan cara seperti itu," tegas Alena.

Kiel membeku seketika. Baru kali ini ia mendengar ada seseorang yang berani mengatakan hal seperti itu padanya.

Tapi sebelum pria itu membalas Alena cepat-cepat menghapus air matanya. Gadis itu terlihat lebih kecil dan rapuh. Namun anehnya justru hal itu yang membuat dadanya sesak.

Tanpa mengatakan apapun pria itu akhirnya melangkah ke luar kamar.

Braak ....

Pintu itu tertutup cukup keras, dan pada saat itu pula hati Alena benar-benar hancur, ternyata laki-laki itu benar-benar pengecut bahkan untuk menggubris rasa sakitnya pun tidak mau sama sekali.

Alena langsung beranjak ke kamar mandi. Air shower mulai membasahi tubuhnya, namun masih tidak cukup untuk membersihkan tubuhnya entah kenapa hari ini ia benar-benar merasa kotor sangat kotor sekali.

"Tuhan .... Kenapa ini terjadi padaku kenapa...!" teriaknya memenuhi ruan sempit itu.

Ia mencoba untuk menggosok tubuhnya beberapa kali, seolah ingin menghilangkan bayangannya tadi malam, tapi tetap tidak bisa.

"Sakit..."

Hingga akhirnya tubuhnya limbung di lantai bersama dengan air mata dan gemercik air shower yang memenuhi kamar mandi.

☘️☘️☘️☘️

Di sisi lain…

Mobil hitam mewah melaju membelah jalan kota yang masih basah oleh hujan semalam. Kael duduk diam di kursi belakang.

Tatapannya lurus ke depan akan tetapi pikirannya justru kacau, ingatannya masih belum lepas dengan wajah ketakutan gadis itu.

“Saya benci Tuan.”

Kalimat itu terus terngiang di kepalanya. Pria itu mengusap wajahnya kasar. Kenapa ia terus memikirkan gadis itu? Padahal semalam seharusnya tidak berarti apa-apa.

Berapa banyak wanita yang sudah ia tiduri tapi kenapa harus gadis itu yang membuat hidupnya tidak tenang.

Tidak lama kemudian akhirnya ponselnya bergetar.

“Tuan, meeting pukul sembilan sudah siap,” suara asistennya terdengar dari sambungan telepon.

“Hm.”

Kael memutus sambungan sepihak lalu beberapa detik kemudian ia tiba-tiba berkata pada sopirnya.

“Kembali ke club.”

Sopir itu tampak kaget.“Sekarang, Tuan?”

“Aku tidak suka mengulang perintah.”

“Ba-baik, Tuan.”

☘️☘️☘️☘️☘️

Siang harinya, akhirnya Alena keluar dari kamar hotel itu dengan perasaan campur aduk, antara pilu dan ketidakberdayaannya sebagai seorang perempuan.

Ia memesan taksi online hingga sampai di tempat tujuannya. Sesampainya di depan pintu kost sahabatnya, Rina, langsung berdiri kaget saat melihat keadaan Alena.

“Ya Tuhan, Lena! Kamu kenapa?”

Alena buru-buru menggeleng. “Aku cuma capek…”

“Bohong! Wajahmu pucat begini!”

Rina mencoba mendekat, namun Alena langsung mundur. Gerakan spontan itu membuat Rina terdiam.

Ada sesuatu yang salah, tapi gadis itu paham jika Alena untuk saat ini tidak bisa di ganggu.

“Ada yang nyakitin kamu?” bisik Rina pelan.

Air mata Alena hampir jatuh lagi. Namun gadis itu langsung memalingkan wajah.

“Aku mau istirahat…”

Rina pun membiarkan Alena masuk. Dan sejak hari itu… Alena mulai menutup dirinya dari dunia.

☘️☘️☘️☘️☘️

Malam harinya…

Kael berdiri di ruang CCTV club malam itu. Tatapannya dingin memperhatikan layar demi layar, seolah tidak ingin kehilangan momen di mana gadis itu menumpahkan cairan mahal di jasnya.

Pemilik club sampai berkeringat dingin melihatnya.

“T-Tuan Kael… apa ada masalah?”

“Diam.”

Kael mempercepat rekaman, lalu gerakannya berhenti. Di layar itu terlihat jelas aktivitas Alena sebelum kejadian itu.

Gadis itu sedang membawa nampan, dan tanpa sengaja seseorang dari belakang yang nampak seperti mabuk berat menyenggolnya cukup keras hingga terjadilah ...

Kiel tercengang, untuk kali ini di dalam dirinya benar-benar sadar jika dirinya sudah menuduh orang yang tak bersalah...

Bersambung ....

1
Sugiharti Rusli
semoga karya" mu berikutnya bisa terus menghibur yah dan ada sesuatu yang didapat saat kita membacanya, meski dari hal sederhana,,,
Ayumarhumah: Aamiiin.... makasih ya kak ...
total 1 replies
Sugiharti Rusli
dan yah sekali lagi Kai berhasil membuat mereka semua bisa menyatu tanpa dendam dan saling bersapa layaknya saudara, dan Bianca juga sudah bagian dari mereka,,,
Sugiharti Rusli
semoga saja suatu saat su Rafael menyadari kesalahannya dan tidak memelihara dendamnya,,,
Sugiharti Rusli
dia pasti masih memikirkan Bianca kalo sampai menghabisi saudara satu" nya itu, meski sekarang mereka tidak sejalan
Sugiharti Rusli
bagus deh kalo pada akhirnya Kael membuat keputusan bijak dengan tidak membunuh si Rafael meski ada kesempatannya yah,,,
tia
waduh cepat skli tamat
Ayumarhumah: iya Kak ...

pengin suasana baru...
total 1 replies
Sugiharti Rusli
padahal si Rafael tahu batas kekuatannya di mana, tapi karena egonya yang tinggi maka dia sudah ambil semua resikonya termasuk kalo dia harus hancur
Sugiharti Rusli
entah akan seperti apa pertumpahan yanh akan mereka alami nanti dan siapa yang akhirnya harus kalah,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya hal itu sangat dihayati betul oleh si Rafael saat ini, dia ingin kekuasaan berada di bawah telapak kakinya sendiri
Sugiharti Rusli
kalo dalam dunia mafia siapa kuat dia yang bisa menguasai dunia yah,,,
Sugiharti Rusli
semoga Kael tidak lengah yah, apalagi dia tahu akan mendekati jalur distribusi milik Rafael,,,
Sugiharti Rusli
dan alasan agar adiknya tidak jadi korban karena sikap Kael, hanya jadi alasan saja sih sebenarnya dan sekarang dapat validasi buat konfrontasi sama kelompok Kael,,,
Sugiharti Rusli
dalam egonya si Rafael dia selalu berada di bawah bayang" Kael baik dari segi kekuasaan maupun cinta dari orang" yang mereka sayangi,,,
Sugiharti Rusli
sejak awal tujuan si Rafael memang mengalahkan Kael apapun caranya,,,
Sugiharti Rusli
dan si Rafael sudah jadi pembunuh berdaraj dingin dan baru puas kalo yang dianggap musuh musnah di tangannya,,,
Sugiharti Rusli
tapi sepertinya pemikiran si Rafael hanya penuh dendam semata dan sepertinya adiknya sendiri akan dijadikan musuh
Sugiharti Rusli
apalagi menjadikan seorang sebagai target buat menghantam temannya sendiri yah
Sugiharti Rusli
padshal kan maksud Bianca bukan seperti itu, dia ingin abangnya menghentikan pertumpahan darah yang tidak perlu,,,
Sugiharti Rusli
kalo sudah dasarnya hatinya gelap, apapun yang si Rafael lihat selalu dianggap melukai hatinya,,,
Sugiharti Rusli
kira" di mana tempat persembunyian si Rafael yah, apa si Bianca memiliki petunjuk mungkin karena dia adiknya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!