NovelToon NovelToon
Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Balas Dendam / Keluarga & Kasih Sayang / Detektif / Teen School/College / Romansa-Teen school / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:71.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tika77h

" Tanda tangani surat pengalihan perusahaan Wisesa Grup, kalau tidak mau, kalian semua akan kami siksa "Gertak Vera, ibu tiri Hardiansyah.
Dengan disaksikan istrinya Kiara, Hardiansyah menandatangani pernyataan penyerahan pengelolaan perusahaan.
Juna menantu Hardiansyah mendengar dibalik pintu baja, ia bersembunyi di lorong bersama Alissa istrinya yang baru melahirkan satu minggu.
Aruna Putri Permana yang baru berusia satu minggu dibawa Jono dan Isah, supir serta pengasuh setia keluarga Hardiansyah, mereka telah menunggu Juna yang lewat lorong di rumah kecil disebelah rumah utama sampai dua jam tak kunjung datang, sehingga mereka berpendapat kalau keluarga Hardiansyah telah dibunuh maka untuk menyelamatkan Aruna sebagai keturunan Wisesa, Jono dan Isah lari ke Jogja.
AFfandra cowok tampan anak Ferdiansyah harus pindah sekolah ke Jogja di SMA Aruna sekolah bahkan sekelas dengan Aruna.
Tasya, ikut pindah ke sekolah Ffandra dan sekelas dengan Ffandra juga Runa.
Penasaran? baca ya cerita ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika77h, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34 Sikap Arine

Author POV

Aruna mengangkat tas plastik bercap roti Selera masuk ke dalam sambil membungkuk sopan melewati keluarganya Arine, Alissa sama Kiara membuntuti dengan perasaan tak nyaman di hati, keringat dingin pada dua perempuan itu membasahi sekujur tubuh.

" Mbaaa, suudaah diletakkan disitu saja," Alissa sempat terbata bata.

" Nduuuk, tadi kami belum tahu namamu, siaapaa ya," Kiara mau bicara persis kaya Arine lidahnya kaya kaku.

" Aruna bu."

" Hanya Aruna."

" Eeeee, Aruna Putri Permana," kedua wanita itu bengong mendengar nama itu, tetapi masih penasaran.

" Ibu Bapakmu bernama Putri Permana?" Alissa hanya ingin memancing saja, cuman keduanya sudah pucat wajahnya, telapak tangannya basah oleh keringat.

" Bukan."

" Maksudnya nama Ayah Ibumu?" Aruna menunduk sedih ingat kedua orangtua yang belum lama wafat.

" Kenapa nduk kamu menunduk?" Alissa mendekat, mengelus pucuk kepalanya, ia malah menangis sedih.

" Kenapa nduk, kok jadi nangis?" Runa terisak isak, dan Alissa melingkarkan tangan ke tubuh Runa, lalu ia senderkan di bahunya.

" Coba katakan pada Mama, nduk," Alissa menyebut dirinya Mama ke Aruna.

" Beliau telah wafat." terisak isak Runa di bahu Alissa, Kiara mengelus punggung Runa lembut, dan Alissa mengecup ecup keningnya.

" Maafkan kami ya membuat kamu menjadi sedih, kalau kami tahu tentu tak berani bertanya."

" Tak apa bu, aku hanya ingat pada kebaikan mereka."

" Selalu kamu doakan ya, biar disana kedua orang tuamu di lancarkan jalannya," kedua wanita itu melihat Runa kaya terpukul, tak berani bertanya yang lain tentang kedua orang tuanya.

" Sudah yuk keluar gabung dengan yang lain," Alissa menggandeng tangan Runa.

" Kok Mba, wajahnya mirip kaya Mama," ceplos Arine.

" Oh iya, sama kamu juga lho Arine, dulu aku sempat mengira Mba itu Arine," dan Ffandra menceritakan kekesalan Davka yang mengira Aruna itu Arine.

" Oh namanya Aruna,' Juna sama Hardiansyah saling pandang, Dani yang ingin mengorek tentang Alissa yang diceritakan oleh Rinda masih bingung untuk mengawalinya.

" Maaf Tante Alissa, Papiku punya teman terus aku kan bilang mau ke rumah Tante yang bernama Alissa, lalu beliau bilang, "kok kaya teman Oom namanya Alissa, teman Oom waktu di Jakarta, " cuman sekarang teman papiku itu menetap di Jogja, itu yang punya gerai roti Selera," Dani bingung mau ngawali ngomong tentang Alissa akhirnya buat cerita, hatinya tertawa geli abis cerita berbelit belit, dan orang lain tentu tak mangsud dengan omongannya.

" Oh, nama yang sama ya Dan, emmm roti Selera, itu kesukaan keluarga sini lho Dan, oh ya terimakasih ya roti Seleranya."

" Maaf, Tante asli putri Solo ya?" pokoknya si Dani ditektif amatiran jadi ngomongnya coprat capret.

" Uuuummmm Iiiyaa Dan," Alissa kepaksa berbohong, toh Arine sama Alfine tak pernah tahu tentang asal usul mereka, tahunya hanya punya Hardiansyah saja, juga keluarga dari Papa Juna yang pulang kampung di salah satu kabupaten di Jawa Tengah juga.

" Run, sini duduk di kursi dekat Ffandra lagi," Ffandra sangat iba lihat Runa sedih, duduk disebelah Ffandra dan tangannya ia eluskan pada punggung Runa yang dibalut atasan polos warna hitam, karena ia merasa masih berduka.

" Oh ya, kalian dari jogja ya langsung kesini?" tanya Juna untuk mengalihkan suasana hati Runa.

" Enggak Tante, kami nanti malam mau menginap di rumah Runa," jawab Ffandra.

" Aku sudah tahu Te, rumahnya Runa, saat itu aku sempat mengikuti sepedanya," Davka sambil tertawa geli ingat peristiwa salah pahamnya.

" Nanti malam ke rumahku Oom diajak semua, ada Papanya Ffandra sama Dani kok, nanti bisa ngobrol sampai malem," Runa menimpali.

" Ya insyaAllah."

" Bener lho Oom, malem mingguan," desak Dani, yang diharapkan Dani hari ini bisa terjawab tentang kesamaan Runa dengan keluarga Arine belum terkabulkan, ia masih harus memeras otak agar cepat terjawab, berkali kali Dani mengacak acak rambut jambulnya, terus memijat mijat keningnya,

" Dan, pusing apa kamu?"

" Hehehe, dikit Ffand."

" Mau flu mungkin Dan."

" Semoga enggaklah Oom."

Satu jam lebih Dani cs bertamu di rumah Arine, walau hari ini Dani belum bisa tahu tentang keluarga Alissa yang punya kemiripan, bahkan suaranya saat berbicara tak jauh jauh amat, sehingga Dani percaya kalau mereka bersaudara, dan ia tetap bersabar, siapa tahu Dani punya cara Oom Juna atau kakek Hardiansyah bercerita tentang keturunannya, dan Dani berharap mereka keturunan Wisesa.

Dani cs berpamitan, ia selalu memperhatikan Oom Juna, Tante Alissa, Kakek dan Nenek matanya sering tak berkedip menatap Runa.

" Aruna, sering seringlah kesini ya nduk, anggap Mama dan Papanya Arine, Mama Papamu juga ya sebagai ganti orangtuamu, maaf aku tadi ya," Alissa memeluk erat tubuh Aruna, ia merasa yakin Aruna putrinya yang selama ini selalu dicari dan ditunggu untuk berkumpul bersamanya, sayang Alissa sama Kiara tak berani menanyakan nama orang tuanya, dan Aruna ikut juga memeluk tubuh Alissa degub jantungnya terasakan getarannya ditubuh Runa, demikian kehangatan tubuhnya, membuat Runa merasakan seolah ia sedang dipeluk oleh ibunya sendiri,

" Tante, maafkan Runa sangat terlena dengan pelukanmu, aku berpikir kaya dipeluk bunda," Runa yang telah melepaskan pelukan melihat Alissa matanya berkaca kaca.

" Iya Run, aku mau kok jadi pengganti ibumu yang telah tiada," Alissa melirik Juna disebelah kanannya.

" Papa juga Run, mau jadi pengganti ayahmu yang telah tiada," Junapun hatinya sama kalau putri dihadapannya yang selalu dicari dan setiap tidur ia selalu datang pada mimpi mimpinya, wajah yang selalu diimpikannya persis seperti Aruna.

Sementara Arine kaya tersisihkan, dengan pemandangan yang dilihatnya, wajahnya cemberut menunjukkan rasa tak senang pada Aruna.

" Hanya karena wajahnya mirip aku, mama sama papa mau jadi pengganti ayah ibunya, baru ketemu satu jam kok sudah bersikap layaknya kaya orang tua kandung sendiri, bahkan Yang uti sama Yang kakung juga ikut mengelus rambutnya, ciiiihhh, ada ada saja mereka ini, atau karena ia datang bawa roti kesukaan kita," Arine melengos terus dengan kesal masuk ke dalam bahkan ia tak mau mengantar Aruna cs pulang, hatinya diliputi rasa cembuuruu juga takut kalau kalau orang tua, kakek neneknya malahan lebih menyayangi cewek yang baru di kenalnya, dan mengabaikannya, dia masuk kamar dengan hati yang kesal lalu menengkurapkan tubuhnya wajahnya ia tempelkan ke bantal dan air mata ketakutanpun meluncur deras ke bantal.

Alissa, Juna tahu yang dipikirkan putrinya Arine, mereka masuk ke kamar yang kebetulan pintu tak terkunci, sambil menggandeng tangan Alfine

" Arine, Mama sama Papa tetap sayang sama kalian."

" Aku tak suka pada sikap papa, mama juga nenek kakek, ngapain mengatakan menganggap Ayah Ibunya sendiri."

" Arine, ia sudah tak punya orang tua, mungkin belum lama ia ditinggal oleh kedua orangtuanya, Mama tadi tak berani bertanya, karena Aruna terlihat sangat sedih," Alissa belum mampu juga berterus terang tentang putrinya yang hilang, disamping mereka belum merasa nyaman karena masih takut untuk menampakkan jati dirinya sebab masih menganggap ancaman tante Vera juga Manyu masih berlaku bagi mereka, walau mereka tahu lewat media kalau tante Vera hanya mampu berada di kursi roda, tentu ia sudah tua apalagi pola makan sembarangan artinya suka makan enak sehingga kena stroke yang membuat lumpuh, kalau bicaranya masih lantang maka iapun tetap bisa memimpin perusahaannya bersama Manyu dan anaknya Rizky.

****

" Mengapa hatiku merasa dekat dengan Tante Alissa juga Oom Juna, demikian Arine, Alfine sama Nenek, Kakek, kok kaya aku sering ketemu di sebuah rumah, ya rumah tapi rumah aahhh sulit aku mengingatnya, tetapi aku kaya sering ketemu mereka ya ketemu disebuah rumah entah dimana."

" Run, sini duduk mepet padaku," suara Ffandra membuyarkan lamunannya.

" Uuummm kamu itu Ffand," Aruna nonyor pundaknya lirih.

" Abis kamu ngelamun, kalau ada seetaan gimana?"

" Sudah kejawab ya Ffand setelah kalian aku ajak ke rumahTante Alissa yang punya anak Arine, jadi kalau besok sepedaan ada teman Arine kamu dipanggil Arine tak kaget Run."

" Iya, kok bisa ya Aruna sama Arine mirip ya jangan jangan kamu anak kembar yang hilang atau kakak beradik karena repot dititipkan ke byu Isah sama Pak Jono yang tak punya anak."

" Huuuz ngomongnya pakai filter donk Ffand."

" Aku juga mikir kalau Runa itu putri yang hilang, dan bisa saja kakaknya Arine kamu lho Run."

" Dani, ngomongnya jangan ngawuur," wajah Aruna jadi nekuk.

" Run, nama belakangmu sama juga lho dengan nama Arine sama Alfine, cuma kalau Alfine Putra Permana."

" Jadi Arine yang sejak awal memandangku dengan tatapan mata kebenciiaan itu juga namanya Arine Putri Permana gitu Dan, iiihhh lihat si Arine wajahnya menyebalkan, dia kaya memusuhiku."

" Ha ha ha."

" Kok ketawa Dani."

" Memang sih lebih lembut kamu ketimbang dia, dengan Tasya 8, 12 lah."

" Haaaaahhhhhhhh, eeeehhh berarti masih lebih baikkan Arine donk Dan."

" Iya, tuh bedanya 4 point saja kan."

" Oh, kalau setiap point jaraknya 10 kilometer berarti jarak antara Arine sama Tasya 40 kilometer ya, masih jauh berarti."

" Kalau jalannya padat merayap jarak tempuh sejauh itu bisa 2 jam, tapi kalau lancar paling setengah jam tentu nyetirnya kaya aku sekarang yaitu standar saja."

" Waaah waaah, Kakak, Mas Dani sama Mba Runa mentang mentang anak ipa ngomongnya pakai bahasa ipa ya." celetuk Danis yang dari awal hanya senyum senyum saja.

" Iya De, tandanya kaka pengin bakso."

" Aahh kaka Ffand, ada ada saja, perutnya masih bisa menampung bakso ya, aku juga masih mampu kok sama es campur ya."

" Hmmmm adikku memang sehati sama kaka ya, beda Runa Rine," Runa gataal kalau enggak nonyor ataupun nabok dan nyubit, kali ini Runa nabok ke pundak Ffandra lirih tentu.

" Kaka, kalau sama Mba Runa nanti sering di kdrt ni terus lah, ha ha ha." Danis tertawa.

" Tuh anak kecil ya merhatikan kamu."

" Iya De, mba tentu akan nyembuhin nih tangan kalau kakakmu lambe nya ngomongnya di filter ya."

" Sudah nyampai ke baksoan," Ffandra memarkirkan mobil di tepian jalan yang sudah sangat penuh, dan keempatnya masuk ke dalam.

" Tuh ada meja kosong, cuman sedang dibersihin dulu," ucap Dani.

1
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄
....
Diana Taslim
good
Tika77h
biasanya begitu, yg pendiam jd bulian teman teman
aruna bodoh semakin diam semakin di bully karena di anggap lemah klu harus berani melawan jadi gregetan sama si aruna
Tika77h: terimakasih kasih komennya, beri komen serta like dari setiap Epesosode jangan lupa ya, juga likenya.
total 1 replies
rini wijayanti
semangaaat ....
Tika77h: makasih readerku, kasih comen di episode nya bu rin, kita bisa saling berchat tentang cerita di episode itu. thanks ya.
total 1 replies
Tika77h
karena mereka sedang dalam persembunyian di samping itu Vera tak ingin keluarga Hardiansyah muncul kembali di percaturan bisnis. Vera hanya ingin bahwa pewaris Wisesa adalah Vera, bukan dr keturunan Tari, ibu Hardiansyah.
Herawati Setiamiharja
knp juna n alisa ga mau jujur yaa.... kpd arine n alfin
SugaryHeaven
Terima kasih author...stelah baca chapter ini saya dapat ilmu baru lagi mantap.....
Tika77h: tengki comennya, semoga cerita ku bisa menghibur reader, selalu coment dan apapun coment nya yg penting untuk peningkatan karya, insya Allah, author suka saja
total 1 replies
Tika77h
terimakasih comennyya
Tika77h
hehehe, terimakasih komen nya,
Shinta Teja
jangan2 si fandra adik nya Aruna lagi...
Herawati Setiamiharja
lama2 ngebosenin.... ceritanya diulang2 terus
Herawati Setiamiharja
lama lama jenuh jg yaa ceritanya itu2 az
Tika77h: terimakasih koment yg bagus untuk peninhkstan tulisanku
total 1 replies
Tika77h
kann kaget, orang sejak kecil tahu nya orang tua kandung nya Jono sama Isah, seketika hrs ngakuin Alissya sm Juna, ya hati nya kacau dan perlu proses, apalagi selama 17 thn tdk pernah mengenal nya, dgn tiba tiba datang langsung bilang orang tua kandung, tentu yg oleng dan terluka tdk hanya aruna tp nenek Sanif juga keluarga Jono dan Isah, krn tahunya Aruna anak Jono dan Isah.
Aruna sama Ferdi dan Mia, di mulai dgn keakraban sm Jono dan isah, juga Ffamdra, sehingga hati nya sudah tertata, bahkan sebelum ketemu Juna sama Alissa, Aruna tidak tahu kalau mereka masih saudara.
Herawati Setiamiharja
kok sifat aruna jelek bgt yaa.... ke tasya az dia mau maafin n mau nrima laaahh ini ke org yg lbh tua kok ga mau nrima
Tika77h: thanks you Mba Herawati, komen nya, aku suka banget pd komen komen kyk mba Hera, aku jd sll nyambung.
total 1 replies
Tika77h
hahaha, habis orang pasrah ya gitu biasanya kok, apalagi merasa hidup sendiri, sebrlum hati runa mrngakui pd Alissa dan Juna sbg orang tua kandung.
Herawati Setiamiharja
aahhh lebay bgt seh si aruna. apa iya ada org sebaik aruna. masa seh aruna mendiamkan sj tasya yh sdh menduplikatkan kunci kamar rumahnya aruna. itukan tindak pidana. ya thor jgn spt sinetron dong..... lembek bgt aruna nya
adalahdarling
Ceritanya bagus, kok, thor. Jangan lupa perhatiin tanda baca ya, hehe.. Fighting fighting kakak author‾
Tika77h: aku suka pada komen komen readerku, semua tentu untuk perbaikan penulisanku, dan aku trntu bersha mematuhi aturan, terutama pd penyusunan kalimat maupun tanda baca. cuman tsnda baca pd dialog atau chat, telfon aku masih belum percaya diri, artinya betulkah tanda baca untuk chat dsb benar pd penulisanku, klo reader ada yg tahu. Hehehe.
total 2 replies
margoandme
Aku kepo banget lanjutannya gimana Thor! Plis jangan lama-lama ya!
Tika77h: Iya nih, sdah ngapdate lagi barusan, semoga seneng baca karya karya ku, biar aku sll semangat berkarya, selamat ngebaca!
total 1 replies
Prasetya Wibowo
makasih Thor udah up lagi makin seruu ceritanya
Tika77h: aku jadi semangat buat cerita, dan semoga cerita ku bisa menghibur .
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!