NovelToon NovelToon
Not To Be Regrettable

Not To Be Regrettable

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:499.5k
Nilai: 4.5
Nama Author: Lin_iin

Dia ada karena sebuah kesalahan, tapi kehadirannya tidak lantas untuk dipersalahkan.


Vallery Hamil di luar nikah saat umurnya masih 19 tahun dengan pria bule keturuanan Jawa-Rusia, yang umurnya terpaut cukup jauh dengannya. Hidupnya berubah setelah ia menikah dengan pria bule itu. Perubahan apa saja yang terjadi pada Vallery setelah menikah?

Yuk, baca selengkapnya hanya di aplikasi sini🤗🥰😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lin_iin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Sah!

#####

"Ka, Randu sama Gilang udah dateng belum?"

Lingga melirik arloji pada pergelangan tangan kirinya. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan kurang, sedangkan kedua sahabatnya itu belum menampakkan batang hidungnya. Wisnu memang sudah memberinya kabar kalau ia tidak bisa datang karena harus mengisi kelas.

"Belum, lihat sih gue, Mas. Masih ada pasien kali. Ah, itu Bang Gilang." Dika celingukan dan menemukan Gilang baru masuk ke dalam pekarangan rumah Vallery sambil menggandeng sang istri, "sini, Bang!" Ia melambai dari kejauhan saat Gilang sudah melihatnya.

"Randu ada pasien?"

Gilang mengangguk, membenarkan. Ia kemudian menyuruh sang istri agar segera duduk, baru setelahnya ia yang duduk. "Iya, ada pasien melahirkan tapi kondisi si ibu nggak begitu bagus jadi masih perlu dipantau, alhasil bikin dia bakal telat ke sininya."

"Bang, lo udah spesialis belum sih?" tanya Dika tiba-tiba.

"Udah. Kenapa?"

"Spesialis apaan?"

"Penyakit Dalam."

"Udah ambil subspesialis?"

Gilang tertawa sumbang, kemudian pada detik berikutnya, ia memasang wajah datarnya. "Lo ngapain tanya-tanya gituan? Mau biayain subspesialis gue lo?" Ia kemudian menggeleng tegas, "enggak. Untuk saat ini gue nggak tertarik ambil subspesialis. Mending lo tawarin Randu, dia pasti langsung nerima tanpa mikir panjang."

"Ya, ngapain juga gue keluar duit buat nyekolahin lo, Bang? Nggak sudi gue, sorry." Dika mencibir Gilang, "gue cuma tanya doang."

"Ya nggak kenapa-kenapa kan semisal mau biayain? Lagian lo kan banyak duit." Gilang terkekeh sambil memainkan alisnya naik turun.

Dika mendengus. "Lo juga banyak duit ya. Nggak usah berlagak jadi kaum miskin."

Gilang tertawa sumbang. "Ya, kan tapi nggak sebanyak bos macem lo."

Dika hanya menatap Gilang dengan ekspresi datar tanpa membalas ucapan pria itu.

"Ini calon lo yang mana deh, Ga? Gue penasaran nih, kata Gilang lebih mudaan dia ketimbang Dika dan istrinya. Iya, nggak sih?" Febi celingukan mencari keberadaan sang calon mempelai perempuan.

"Belum mulai acaranya, ya belum keluar, Mbak. Nanti deh kalau udah keluar, gue kasih tunjuk yang mana," jawab Dika.

"Cakep nggak?" tanya Gilang tiba-tiba.

Dika mengangguk. "Cakep. Ada keturunan bulenya juga. Cuma sayang masih muda banget aja," ucapnya dengan nada sedih.

Lingga yang mendengar hal tersebut jelas merasa tersinggung. "Ka, nggak usah mulai, bisa?"

Dengan patuh, Dika langsung menutup bibirnya rapat-rapat. Membuat gerakan seperti menarik retsleting, mengunci lalu seolah-olah melempar kunci tersebut. Setelahnya ia mengacungkan kedua jempolnya sambil tersenyum dibuat-buat.

"Gitu banget lo punya abang, Ka." Gilang terkekeh prihatin melihat sikap tegas Lingga terhadap Dika.

Dika menghela napas sambil memasang wajah pura-pura sedihnya. "Nelangsa banget ya nasib gue, Bang. Mau nggak lo aja yang jadi abang gue."

Ekspresi Gilang langsung berbinar senang. "Mau lah, yang penting dapet warisan kan nanti?"

"Anjir," respon Dika langsung memasang wajah masamnya, "ke sana mulu deh otak lo, Bang."

Gilang hanya terbahak setelahnya. Lalu tak lama setelahnya, Randu muncul dengan napas sedikit ngos-ngosan.

"Sorry, gue telat banget, ya?"

Dika kemudian mengangsurkan sebuah kursi untuk Randu duduki. "Belum, Bang. Acara ijab qobul belum mulai kok. Santai. Duduk dulu. Gimana keadaan pasiennya?"

Randu mulai mengatur pernapasannya menjadi lebih baik, setelahnya ia duduk di kursi. "Minta minum dong, Ka, haus banget nih gue. Anjir, laper pula belum sarapan."

"Bentar, gue cariin dulu, Bang." Dika kemudian langsung berdiri bangkit dan masuk ke dalam rumah.

"Udah sering ke sini itu orang, Ga?"

Lingga melirik kembali arlojinya sambil menggeleng. "Enggak. Baru hari ini, pas acara lamaran aja dia nggak ikut."

"Gandengan lo mana, Ran?" goda Febi tiba-tiba.

"Masih diproses," jawab Randu asal, "pinjem kipas dong, Feb, lo bawa nggak?" ia mengibaskan kemeja batiknya, berharap rasa gerahnya sedikit berkurang.

"Lo belum mandi apa gimana deh, Ran? Masih bau antiseptik banget lo?"

Dengan wajah snewennya, Gilang menutup hidungnya sambil mengeluh. Sedangkan si pelaku hanya meringis sambil menggaruk kepalanya malu-malu.

"Ya, lo kayak nggak tahu capek dan ngantuknya kalau abis jaga malam aja." Randu masih menyengir minta dimaklumi, "apalagi kalau udah telat gini, mana sempet mandi-mandi segala. Sarapan aja gue belum anjir, laper banget gue rasanya," keluhnya kemudian.

Tak berapa lama kemudian Dika keluar sambil membawa beberapa air mineral dalam kemasan gelas, lalu memberikannya pada yang Randu.

"Tahu aja lo, Ka, kalau gue nggak bakal cukup kalau satu."

"Anjir, padahal niatnya nggak buat lo semua, Bang."

Randu mengangguk seadanya kemudian melirik wajah tegang Lingga. "Minum, Ga," tawarnya kemudian. Pria itu menggeleng singkat, menolak tawarannya.

Randu kemudian menoleh ke arah Dika. "Abang lo tadi udah sarapan belum, Ka, pucet banget mukanya?"

"Di saat kayak gini udah nggak bisa mikirin makan, Bang, yang ada di otaknya pasti cuma buruan sah aja." Dika kemudian berdecak geleng-geleng kepala, "buruan nikah makanya, Bang, biar tahu rasanya gimana. Jangan ngurusin istri orang mulu."

Randu mendadak tersinggung. "Hah? Gimana, Ka?"

"Kan profesi lo dokter kandungan, Bang. Otomatis pasien lo kebanyakan ibu hamil kan? Nah, kalau hamil kemungkinan besar udah pada punya suami dong? Ya, berarti suami orang kan?"

"Pengen ngumpat pas denger lo ngomong sibuk ngurusin istri orang, setelah tahu penjelasannya kok ya bener juga, ya."

#####

"Saudara Lingga Maheswara bin Bayu Manggala. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Vallery Calistha dengan maskawin tersebut, dibayar tunai."

"Saya terima nikahnya dan kawinnya Vallery Calistha binti Gerald Hamilton dengan maskawin tersebut, dibayar tunai."

"Bagaimana saksi?"

"Sah!"

"Alhamdulillah."

Vallery tidak dapat menahan air matanya, begitu sorakan tanda sah menggema di ruang tamunya yang kini disulap sedemikian cantiknya. Ia tidak menyangka kini sudah bukan anak Papa saja, tapi statusnya kini sudah berubah menjadi istri orang. Ada perasaan lega, bersalah, dan juga khawatir. Semua berkumpul menjadi satu.

"Sekarang sang mempelai perempuan cium tangan suami," ucap Pak penghulu memberi intruksi.

Vallery kemudian melakukan intruksi dengan patuh, ia segera mencium punggung tangan Lingga, yang kini sudah resmi menjadi suaminya.

"Ayo, lakukan yang terbaik, Mas," bisik Vallery terdengar sedikit bergetar.

"Bantu aku juga, Vallery," balas Lingga kemudian mencium kening sang istri.

Kemudian acara berlanjut, mulai dari sungkeman sampai foto-foto. Vallery cukup bersyukur karena acaranya berjalan lancar.

"Gue sekarang ngerti kenapa Lingga mau sama bocah. Cakep juga, njiir. Gue kalau semisal jadi Lingga juga mau, mana ada keturunan bule juga kan kata Dika tadi? Bakal jadi gen super nggak sih anaknya nanti?"

Gilang menatap Randu dan juga Dika secara bergantian. Febi, istrinya memilih bergabung dengan Jennifer, istri Dika. Jadi, ia bebas menyebut wanita cantik selain istrinya.

"Ya, emang cakep sih." Dika mengangguk setuju juga, "cuma umurnya itu loh, gap year-nya kejauhan. Lima belas tahun jelas bukan angka yang sedikit."

Kali ini Randu yang mengangguk setuju. "Emang bener, gue bilang Lingga tuh nekat sampai ngehamilin bocah gitu. Gila, sembilan belas tahun, man! Waras nggak sih kalau dipikir-pikir?"

Gilang langsung menggeleng. "Ya, enggak lah, orang ceweknya cakep gitu gimana bisa waras?" Ia terkekeh sambil memainkan alisnya naik turun, "gue kalau jadi Lingga juga nggak waras." Randu mendengus kala mendengar jawabannya, sedangkan Dika hanya terkekeh sambil geleng-geleng kepala.

"Ngomong-ngomong gue kok nggak lihat emaknya si mempelai cewek. Yang mana sih, Ka? Apa jangan-jangan beliau nggak setuju makanya nggak mau terlibat acara?" tanya Randu kepo. Kepalanya sedari tadi celingukan mencari keberadaan ibu mertua Lingga.

"Udah nggak ada alias meninggal, Bang."

"Innalilahi, masih muda loh padahal anaknya. Eh, itu yang di samping Ayah mertua Lingga siapa? Kakak ipar Lingga, ya?" Ekspresi Randu berubah semangat, "cakep juga, njir, bisa lah nanti gue minta Lingga buat ngenalin ke gue."

Dika kemudian mengalihkan pandangannya ke arah yang Randu maksud, kemudian menggeleng tegas. "Enggak bisa," ucapnya kemudian.

Alis Randu terangkat heran. "Kenapa? Lo yang lebih dulu minta dikenalin? Bro, lo udah ada Jenny, Arvin juga udah 7 tahun. Masih mau nambah mama muda buat Arvin lo? Plis, deh, nggak usah maruk. Kasian kaum-kaum kesepian macem hamba."

"Mulut lo, Ran." Gilang berdecak sambil melempar bekas tisu ke arah Randu, yang sayangnya berhasil dihindari pria itu, "ya, kali mau nambah mama muda tapi kakak ipar abangnya sendiri, pasti yang bisa diumpetin lah. Gimana sih lo?" Ia kemudian terkekeh setelahnya.

"Lah, kalau cuma kakak ipar bisa tetep diumpetin elah. Tinggal pinter-pinternya kita aja buat ngumpetinnya."

Dika mendengus. "Otak kalian ya, benar-bener deh. Sembarang banget kalian punya mulut, gini-gini gue tuh setia, ya. Lo kali, Bang, yang mau nambah istri muda."

"Sorry, Ka, istri gue juga masih muda, jadi gue nggak perlu nyari istri muda lagi deh," ucap Gilang sambil menepuk lengan Dika seolah sedang prihatin.

"Tapi, Bang, kalian nggak penasaran siapa itu perempuan?" tanya Dika tiba-tiba.

Kedua pria di hadapannya itu kompak menggeleng. "Udah jelas dia Kakak ipar Lingga," celetuk Randu penuh keyakinan.

Gilang sendiri langsung mengangguk setuju dengan asumsi Randu. "Atau minimal Kakak sepupu deh. Kalau adik nggak mungkin. Keliatannya seumuran sama Febi soalnya."

"Tebak lagi, Bang!"

"Itu barusan udah kita tebak, Lintang!" koor Randu dan Gilang secara bersamaan.

"Tapi jawaban kalian salah."

"Ibu tiri Vallery kalau gitu," celetuk Randu asal.

Hal ini langsung membuatnya mendapat pelototan tajam dari Gilang. "Sembarang banget sih lo punya mulut, Ran? Diusir mampus lo," decaknya kemudian.

"Gue bercanda kali, Lang, biasa aja bisa nggak sih mata lo?" sewot Randu tidak terima.

"Mulut lo tuh perlu di-training lagi deh, Ran, laknat banget."

"Kenapa jadi pada berantem sih?" Dika terkekeh geli melihat kelakuan kedua sahabat sang kakak.

"Bosen gue temenan sama dia," ucap Gilang sambil menunjuk Randu, "pengen cepet pensiun gue rasanya."

"Ya udah, pensiun aja sono! Nggak usah nyari-nyari gue," balas Randu sambil menyingkirkan telunjuk jari Gilang yang masih menunjuknya.

"Tapi, Bang--"

"Apa?!" seru Gilang dan Randu dengan kompak, Dika langsung tertawa mendengarnya.

"Bang Randu bener, Bang," ucap Dika di sela tertawanya.

"Bener soal apa?"

"Perempuan yang kalian bilang kakak ipar Mas Lingga itu emang ibu tiri kakak ipar gue." Dika kemudian meralat ucapannya, "eh, baru calon sih kalau sekarang, tapi denger-denger bakalan langsung diresmiin gitu abis ini. Soalnya pernikahan merek ditunda buat nikahin anaknya sama abang gue."

"Jangan bercanda, Ka! Nggak lucu banget sumpah." Gilang tertawa sumbang sambil menggeleng tidak percaya.

"Serius, Bang," ucap Dika meyakinkan.

Kedua pria di hadapannya itu saling menatap tidak percaya kemudian berdesis, "Nggak percaya gue," guman keduanya secara bersamaan.

Lagi-lagi Dika hanya tertawa. Ia kemudian berdiri saat namanya dipanggil sang istri. "Terserah kalian mau percaya atau enggak, yang jelas emang gitu faktanya. Jadi, Bang Randu, jangan coba-coba naksir sama calon mertua Mas Lingga, ya, saingannya berat." Ia menepuk pundak Randu dan pergi dari hadapan mereka.

Sedangkan Randu dan Gilang masih memasang wajah tidak percayanya.

"Gue tadi salah denger kan, Lang."

Gilang menggeleng tidak yakin. "Nggak tahu, Ran, gue juga masih shock. Kayaknya abis ini kita perlu ke THT, kali aja pendengaran kita bermasalah."

Tbc

1
Vie ardila
Luar biasa
Lina Herlina Hardjati
cuzzzz
Ersa
Luar biasa
Ida Haedar
kisah randu di rp berbayar kan? iya sih novel kak othor emang bagus, harus ada apresiasi lebih, cuma sy ga bisa baca novel yg berkoin, gaptek sy!
Ida Haedar: makasih infonya kak👍
total 2 replies
Ida Haedar
teorii Randu : nternis berbanding lurus dengan jeroan wkwkwk...
Ida Haedar
hahahaha, emak2 paguyuban ghibah ria, rasa lu!
Ida Haedar
saya baca novel ini pas sudah tamat, dan saya sukuri hal ini, karena kalau saya baca masih belum selesai dijamin saya ga sabaran nunggu kak othor up part demi part, bisa jadi sakau saya nunggu up part berikutnya😂, sebab novel ini ngangenin, alurnya apik mengalir, ga stuck apalagi kaku, sayangnya novel sebagus ini yang komen sedikit, ga kagatelan gitu yah, kalau saya bawaannya gatel pingin ngomen kalau baca novel sebagus gini.
Ida Haedar
makanya ada adat pingitan itu untuk menghindari perselisihan pasangan menjelang hari H
Ida Haedar
vallery & patricia duo sahabat sejati, tidak ada cinta segitiga, nick ga ada di posisi perusak persahabatan karena vallery hanya menganggapnya teman lebih ke sodara(kembar?).
Ida Haedar
part ini ada bawangnya, kak othor pinter yah mendeskripsikan(bener ga nulisnya?) alur ceritanya. keren!! 👍💪
Dayu Dwita
Luar biasa
Agaiskha Guslin
jd inget alm ibu mertua, klo lg ribut kecil gt yg disalahin anaknya mantunya posti dibelain😊😊
Agaiskha Guslin
baru sadar ini ceritanya papa mala sm ayah nya agha ya thor 😁
Agaiskha Guslin
aku mampir kesini kaka.. sambil nungguin up nya papa agha sm mama mala😙😙
Lin_iin: makasih udah mampir dan baca kisah mereka😍❤️
total 1 replies
Nur cholifah Olif
rezeky willl 😁
Vera Uni
ceritanya bagus alurnya jaiga ngalir seperti kehidupan sehari2 yg tidal di buat lebay..terimaaksih Thor
Lin_iin: terima kasih sudah mampir dan baca, yuk, baca ceritaku yang lain🥰 ada 'Married With My Bestie' yang masih on going
total 1 replies
dewi_nie
sayang banget gak ada lanjutannya
Lin_iin: yuk, baca ceritaku yang lain. ada 'Married With My Besti' yang lagi on going loh, cerita putra bungsunya pak bidan😂 ada jg cerita yang lain, jgn lupa mampir🥰
total 1 replies
dewi_nie
😭😭😭
dewi_nie
bagus randu.cecar terus si lingga biar kapok dan sadar...buat lingga cemburu dan merasa kehilangan velle...
dewi_nie
bumil peka tp kurang nyambung...pingin tau reaksi lingga saat velle tau dia suka main begituan dgn Carissa..rame dah rame ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!