NovelToon NovelToon
Khanza & Gracio

Khanza & Gracio

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:237.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Yulia

"Namaku Rara..... Rara.... bukan Khanza. Jangan panggil aku dengan nama jelek itu!" kata Rara emosi ketika orang rumah memanggilnya dengan nama Khanza.
Dia sangat membenci nama itu. Bukan hanya nama itu, tapi juga orang yang telah memberinya nama itu, yaitu Sahreza Gracio kakak sepupunya.

Khanza Ghaniya adalah nama yang di berikan oleh Gracio sejak dia dalam kandungan ibunya. Sebenarnya Rara sangat suka dengan nama itu. Tapi karena kebenciannya pada Cio membuat dia tidak suka nama itu.

Cio pergi ke Eropa untuk melanjutkan studi di sana membuat mereka berpisah. Rara berjanji akan menunggu Cio kembali. Cio juga meminta Rara untuk menunggunya pulang. Meski jauh, hubungan cinta dan kasih sayang persaudaraan di antara mereka tetap terjalin.

Tapi seiring berjalannya waktu Gracio melupakannya. Hal itu membuat Rara benci Gracio dan mengganti namanya dengan Rai Rara.
12 tahun berlalu keduanya di pertemukan k

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Perasaan apa ini?

Ryu yang tak tega melihat kesakitan Khanza, serta tak tahan menahan kesedihannya berjalan cepat mendekati Khanza. Dia segera memeluk gadis itu dari belakang.

"Maafkan kakak dek, maafkan kakak!" ucapnya sedih.

Rara kaget dan refleks memegang ke dua tangan Ryu yang memeluk perut dan bahunya. Rara terdiam di tempat.

Ryu terus memeluk dengan menahan sekuat hati hasrat birahinya karena bersentuhan dengan gadis itu. Dia kembali mengerang.

"Maafkan kakak, maafkan kata kata kakak yang telah menyakiti mu." ucap Ryu kembali.

Rara melenguh sedih.

Ryu melepas pelukannya dan berdiri di depan Khanza dengan terus memegang lengan gadis itu agar tidak jatuh. Dia kembali menelan ludah melihat Khanza di depannya. Pemandangan indah yang ingin di hindari kembali terpampang di matanya. Dan itu membuat hasratnya kembali bergejolak.

Dia memegang wajah Khanza dan melap air matanya. Menatap wajah Khanza dengan tatapannya yang sayu karena di penuhi kabut gairah.

"Kakak tidak bermaksud seperti itu. Kakak tidak bermaksud kasar dan menyuruh mu pergi." katanya pelan menatap mata Khanza yang berair.

"Apa Khanza marah pada kakak?"

Rara menggeleng.

"Khanza pasti kecewa dan sangat sedih kan?"

Rara kembali menggeleng.

"Nggak, Rara hanya takut kakak akan pergi lagi meninggalkan Rara seperti dulu. Rara sedih akan kehilangan kakak lagi." ucap Rara terisak mulai menangis.

Ryu membuang nafas kesedihan. Dia tidak menyangka gadis ini berpikir seperti itu.

Dia segera memeluk tubuh Khanza dengan membatasi jarak tubuh bagian bawah mereka. Karena saat ini dia sedang ereksi, miliknya sangat tegang. Dia tidak ingin bagian pribadinya menyentuh tubuh Rara.

"Kakak tidak akan pernah meninggalkan Khanza lagi. Sudah kakak bilang kan, kita akan bersama selamanya tidak akan terpisah lagi. Kakak sangat menyayangimu dan tidak mau kehilangan mu! Khanza jangan berpikir begitu. Kakak punya alasan pribadi hingga menyuruh Khanza untuk keluar dan jangan dekat-dekat." Ryu mencium keningnya, lalu kembali memeluk.

"Apa Rara melakukan kesalahan?" tanya Rara dalam pelukannya.

"Tidak dek."

"Kakak marah karena Rara suka jahil dan mengganggu?"

"Tidak sama sekali. Kakak malah suka dengan kejahilan itu." Ryu tersenyum juga sedih.

"Apa karena Rangga datang ke sini? Karena kakak tidak menyukainya!"

"Tidak juga! Tidak masalah jika dia datang kesini, asal tidak melakukan hal buruk dan menyakitimu! Sudah, Khanza jangan bicara lagi. Sebaiknya kakinya segera di obati."

Ryu segera mengangkat tubuh Khanza.

Rara kaget dan melingkarkan kedua tangan di bahu Ryu.

Ryu membawa ke ranjangnya, lalu membaringkan tubuh Khanza.

"Tunggu sebentar, kakak ingin mengambil sesuatu." kata Ryu ingin mengambil jubah tidurnya. Dia tidak bisa terusan telanjang seperti ini dengan hanya memakai bokser ketat yang memperlihatkan bagian pribadinya terlihat sangat mengembang dari balik boksernya.

Tapi saat dia hendak beranjak berdiri, Khanza menarik tangannya hingga tubuhnya kembali terjerembab jatuh di hadapan Khanza. Jika kedua tangannya tidak cepat menopang, tubuhnya pasti sudah jatuh menempa tubuh gadis itu.

Khanza melingkarkan ke dua tangannya di leher Ryu.

Keduanya saling bertatapan dekat, hembusan nafas sangat terasa. Jantung Ryu berdebar kencang. Apa yang ingin di lakukan gadis ini dengan menarik tubuhnya? Seakan gadis ini menggodanya. Ryu kembali gelisah dan sangat tidak tenang. Dia berusaha mengendalikan hasratnya yang semakin menggila dan juga menahan rasa sakit pada miliknya.

Keduanya saling menatap.

Tubuh Ryu bergidik dan semakin menegang tak kala jemari lentik Khanza menjalar lembut di dadanya. Tatapan Khanza terpusat pada tato di dadanya.

Ryu yang menyadari apa yang di lihat Khanza segera menutup tatonya.

"Jangan di tutupi." Khanza menurunkan tangan Ryu. Dia kembali menatap tato itu dengan cermat. Memperhatikan tulisan indah dalam gambar tersebut.

"Ini.... tulisannya nama Khanza?" ucap Khanza tak berkedip menatap tato itu. Sangat kecil tapi dia dapat melihat jelas setiap huruf yang tertera di sana.

Rara mengangkat wajahnya menatap Ryu yang juga menatapnya.

"Apa kakak menulis nama Khanza di sini?" menekan dada Ryu. Menyentuh lembut gambar itu.

Mata Ryu terpejam menahan segala rasa menyakitkan dari sentuhan itu.

"Dek...!" dia cepat menahan tangan Khanza dan menjauhkan dari dadanya.

"Benarkan ini nama Khanza?" tanya Rara tanpa tahu penderitaan yang di rasakan Ryu saat ini.

Ryu mengangguk pelan.

"Kenapa kakak menulis nama Khanza di dada? dan kakak menggambarnya tepat di hati kakak."

menyentuh kembali dada Ryu.

"Kakak sudah bilang kan kakak menyayangimu. Kau selalu ada di hati kakak, di setiap denyut nadi kakak. Kakak menyimpan mu di hati dengan menulis nama mu. Agar kakak tidak akan pernah melupakanmu."

Rara tersenyum terharu.

"Tapi kenapa kakak menyembunyikannya dari Rara. Rara suka kok! Sejak kapan kakak membuatnya?" menatap mata Ryu dengan senyuman di wajah.

"Sejak kakak kelas 1 SMA."

"Satu SMA?" Rara terkejut." Berarti sudah lama dong?"

Ryu mengangguk pelan. Matanya liar melihat bibir dan leher jenjang Khanza yang putih berkeringat.

Rara kembali terharu.

"Maaf kan Rara yang sempat meragukan kasih sayang kakak selama ini." ucap nya tersenyum. Dia tidak menyangka Ryu membuat tato namanya sebagai bentuk kasih sayang kepada dirinya. Dia meraba raba dada Ryu, lalu perlahan mengecup kening Ryu.

Ryu kembali mengerang pelan memejamkan mata sejenak.

"Kakak kenapa? dari tadi Rara lihat kakak gelisah dan tidak tenang. Kakak sangat tegang. Wajah kakak merah seperti kepiting rebus. Tatapan mata kakak terlihat sayu dan lemah. Kakak juga sepertinya menjaga jaga jarak dari Rara. Apa kakak sakit?" tanya Khanza. Dia menempelkan punggung tangannya ke dahi Ryu. Sedikit hangat terasa.

Ryu menelan ludah lalu menggeleng.

"Tidak. Kakak baik baik saja." katanya pelan terus menatap netra Khanza. Sungguh dia sangat tersiksa dengan kedekatan seperti ini.

Tiba tiba Khanza menarik kuat tubuhnya hingga jatuh berbaring di sampingnya. Lalu Khanza cepat bangun dan duduk di perutnya.

Ryu kaget.

"Khanza...." berusaha untuk bangun, tapi Khanza menekan tubuhnya kuat, hingga dia kembali berbaring. Ryu mencengkram otot ototnya, menahan nafas dan juga berusaha menahan hasratnya merasakan pergerakan tubuh Khanza di perutnya.

Sementara Khanza tersenyum sembari mendekatkan wajahnya. Dia kembali menyentuh tato Ryu. Dia sangat senang melihat namanya di dada kakaknya. Tetap belum menyadari ketersiksaan Ryu. Dia menurunkan wajahnya dan mengecup lembut tato tersebut.

"Ugh,,,ugh,,,ughhhhhhh.....!" terdengar erangan panjang keluar dari mulut Ryu.

Rara terkejut.

"Kakak kenapa?" menatap wajah Ryu yang terpejam tampak merasakan sesuatu.

"Jangan seperti ini dek. Kakak tidak akan kuat lagi menahannya jika seperti ini!" ucap Ryu tanpa sadar. Dia segera membuka matanya.

"Menahan apa?" Rara menatap mata Ryu yang liar melihatnya.

Rara terkejut saat merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana. Tak sengaja bokongnya bergerak ke bawah dan Menyentuh milik Ryu. Dia menoleh melihat apa itu. Dan dia kembali terkejut melihat milik pribadi kakaknya.

"Kak...itu !" melihat pada Ryu.

Ryu segera menarik tangan Khanza ke samping hingga tubuh khanza jatuh berbaring di dekatnya.

Ryu menaruh selimut menutupi miliknya. Lalu segera memeluk tubuh Khanza.

Dia tidak ingin Khanza melihat benda itu dan membuat gadis itu takut. Keduanya berpelukan saling berhadapan.

Kini jantung Khanza juga ikut berdebar kencang berkejaran dengan debaran jantung Ryu yang di rasakan berdegup kencang.

"Sebenarnya kakak kenapa?" bertanya dengan rasa takut.

"Tidurlah. Diam jangan lakukan pergerakan apa pun."

"Tapi Rara ingin tahu. Rara takut melihat kakak seperti ini. Rara takut dan cemas." Rara menengadah melihat wajah Ryu. Di lihatnya wajah itu sangat kacau dan terlihat seperti tersiksa. Dan itu membuatnya khawatir. Takut Ryu sedang sakit dan memendamnya sendiri.

"Kak, jawab Rara, jangan hanya diam saja!"

"Tidak apa-apa. Khanza jangan khawatir. Sebaiknya tutup matanya dan tidur."

"Bagaimana Rara bisa tenang dan tidur jika kakak sedang sakit? Katakan apa yang kakak rasakan? jangan membuat Rara semakin takut!" Rara melakukan pergerakan hingga membuat Ryu kembali mengerang. Dan itu membuat Rara kembali terkejut. Dia melihat wajah Ryu tampak tersiksa dan menahan sesuatu.

Ryu membuka matanya perlahan. Menatap wajah manis di depannya yang terlihat panik dan takut.

Ryu menelan ludahnya sebentar.

"Kakak di jebak oleh seseorang."

"Di jebak?" dahi Rara mengerut.

Ryu mengangguk.

"Tadi sewaktu di acara pernikahan, minuman kakak di beri perangsang oleh seseorang. Dan kakak tidak sengaja meminumnya."

"Obat perangsang?" wajah Rara mengernyit, mencoba mengingat nama itu. Sesuatu yang tidak familiar di telinganya. Dia mulai mengingat kejadian yang terjadi di sekolahnya tahun lalu. Saat sekolahnya mengadakan kegiatan ekstrakurikuler di malam hari. Kakak kelasnya yang tergabung dalam organisasi siswa intra sekolah kedapatan melakukan hubungan intim dalam kamar mandi. Dan setelah di periksa keduanya mengkonsumsi obat perangsang yang di campur dalam minuman keras.

Rara terperangah. Dia sekarang ingat tentang obat itu, reaksi serta dampak bagi yang mengkonsumsinya. Dan kepala sekolah mengatakan harus menjauhi orang yang sedang dalam pengaruh obat laknat tersebut. Karena biasanya penggunaannya akan hilang kesadaran, hilang kendali sehingga tidak dapat mengontrol diri untuk melakukan hubungan intim.

Pantas saja Ryu menyuruhnya keluar dari kamar mandi dan jangan dekat-dekat dengannya. Tapi nyatanya sejak tadi dia dekat terus, bersentuhan tanpa cela. Bahkan dia menyentuh dada Ryu dan mengecupnya. Dan berulangkali di dengarnya suara erangan tertahan keluar dari mulut kakaknya ini.

Rara kembali menatap mata Ryu yang semakin di tutupi kabut gairah.

"Jadi saat ini kakak sedang......!" ucapannya terpotong dengan kecupan Ryu yang mendarat di bibirnya.

Rara terkejut.

"Sejak tadi kakak tersiksa menahannya. Dan kau malah nakal menyentuh sana sini dengan jemari dan bibir mu." kata Ryu pelan seraya menyentuh bibir Khanza. Satu tangannya memegang wajah Khanza.

Ryu Kembali mendaratkan bibirnya.

Mata Rara terpejam dengan kecupan itu.

Entah apa yang di rasakan oleh hatinya saat ini. Tidak seperti biasanya yang di tanggapi dengan perasaan biasa tanpa merasakan apa pun. Karena murni kecupan itu hanya sebagai rasa sayangnya pada Ryu, sebagai kakaknya. Tapi kali ini terasa aneh. Dan ini pertama kali dia merasakan rasa aneh seperti ini saat bibirnya bertemu bibir dengan Ryu.

Sebuah lenguhan lembut lolos keluar dari mulutnya, matanya terbuka lebar. Tak kala merasakan ciuman itu berubah menjadi ******* ganas. Dan tak berselang lama sesuatu di rasakan menjalar liar di dalam mulutnya. Lidah Ryu kakaknya, yang bergerak liar ke sana entah mencari apa. Begitu yang ada dalam pikirannya.

Jantung Rara semakin berdegup kencang. Ada rasa takut menyeruak di hatinya. Tanpa sadar ke dua tangannya mencekram dada Ryu. Di lihatnya mata Ryu terpejam sedang menikmati apa yang dia lakukan.

Semenit berlalu, kedua lengan kekar Ryu di rasakan memeluknya dengan kasih sayang. Kasih sayang yang seperti biasa di rasakan.

"Tidurlah....mari kita tidur. Jangan banyak bergerak dan bicara apapun lagi." ucap Ryu pelan. Dia mengecup kening Khanza lembut, lalu memeluknya kembali.

Rara terdiam mendengar ucapan itu, juga merasakan pelukan kasih sayang Ryu yang seperti biasa di rasakan.

Perlahan Rara memejamkan mata dengan jantung yang masih berdebar. Dia tidak mau berpikir buruk tentang kakaknya. Dia mengaggap Ryu melakukan ciuman itu tanpa sadar karena pengaruh dari obat laknat itu. Lagi pula Ryu tidak melakukan sesuatu yang lebih dari itu.

Rara menenangkan diri dan berusaha menormalkan debaran jantungnya. Dia kembali pada perasaan hatinya yang biasa. Menganggap yang terjadi adalah sesuatu yang biasa. Dia membalas pelukan Ryu dan kembali memejamkan mata.

Sejam berlalu.

Ryu membuka mata merasakan tak ada pergerakan dari Khanza. Yang terdengar hanyalah dengkuran halus keluar dari mulutnya. Ryu bangun untuk memastikan gadis itu tidur. Dia menatap wajah tenang yang sedang tertidur lelap.

"Maaf." ucapnya pelan, teringat dengan apa yang di lakukan tadi.

Dia segera turun di ranjang, memperbaiki selimut ke tubuh Khanza, mengecup keningnya sesaat. Lalu pergi ke ruang gym. Dia ingin meredam hasratnya yang tak tersalurkan.

Sejenak dia menatap miliknya.

"Hay junior, jangan nakal. Ayo istirahat, ini sudah larut malam. Waktunya istirahat!" ucapnya dengan ramah. Dia mengalihkan fantasinya dari milik pribadi miliknya. Membagi perhatiannya pada hal lain.

Untuk selanjutnya dia melakukan beberapa macam olahraga dan juga melakukan beberapa latihan ilmu bela diri. Berharap semua itu bisa meredam hasratnya.

****

Tinggalkan jejak dukungan ya....

1
Qaisaa Nazarudin
Yang bener yg mana? KEKASIH atau ISTERI???🤔🤔🤔
Friee Day's Prawita
lanjutkan.... semangat
Friee Day's Prawita
menarik.,.
yanti@anzani.com
lanjut dong smbungan'y,d tgu lo
Ana Yulia: lanjutannya di novel Rangga & Rara ( Mencintai anak mantan)
total 1 replies
etina_
Thor kalau cio smaa Khanza jadi pasangan EMG boleh?
Ana Yulia: Boleh kk,, mereka sepupu, tapi tidak satu marga/ pam.
Cio anaknya almarhum Revan dan nesa.
Khanza anaknya Rafa dan Ara.

terimakasih sdh mampir,, jangan lupa dukung ya,, masukan ke favorit, beri vote, Rate bintang lima dan hadiah kopi ☺️
total 1 replies
Zahra Wahdaniyah
ini kelanjutan cerita cio dan Rara gimana si kok jadi nyeritain Rangga, hubungan cio dan Rara ceritanya ngegantung jdny
Zahra Wahdaniyah: la ini kan masih novelny Khanza dan cio KK author, kisah Rara dan cio hnya sampai bab 80.malam pertama di bab selanjut nya sudah kisah nya Rangga

sedangkan kisah Rangga ada di judul novel satunya lagi
total 2 replies
Mugiya
mampir
Shinta Setiawaty
selalu suka sama alur ceritanya
imam zulkifli
ryu seperti dedy nya asal jangan sipat kasar nya aja
imam zulkifli
kabar dia mana author
RhusDah
lanjut lagi dong Thor 💪
Ana Yulia: Cek di Khanza gracio season two,, judulnya Rangga & Rara ( mencintai anak mantan)
total 1 replies
Fenti
ini kapan lanjut yaa thor??
Meylan Basiru
kapan lanjutannya kakak, udah ngga sabar nih.... nunggu lanjutannya.. 😭😭😭🙏🙏🙏
Meylan Basiru
lanjut, semoga saja rangga benar-benar jatuh cinta.. 😘😘.. up.. up.. up..
Ana Yulia: Terimakasih sdh mampir 😘 kelanjutannya lihat pada Novel Rangga & Rara ( Mencintai anak mantan)
total 1 replies
Edah J
Udah lama g up othor
semoga sehat& semuanya baik-baik saja author nya
Aamiin
Edah J: Selalu siapp Author👍👍👍😊
total 2 replies
Andriyana
ini masih ap atau Hiatus tor
Ana Yulia: udah pindah ke season two kk, cek judulnya Rangga & Rara ( mencintai Anak Mantan)
maaf tak ada pemberitahuan 🙏
total 1 replies
Sry Raka Aryadita
ko lama bgt si up nya kak..
Ana Yulia: Uda buat season two kk...
judulnya Rangga & Rara ( mencintai Anak Mantan).
total 1 replies
Fenti
lanjut thor 🙏😊
Fenti
😆😆😆😆😆😆
Fenti
waduh, gak bisa berkata-kata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!