ketika cowo cuek jadi kang bucin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fransiska simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#34
hari sudah menunjukkan jam 15.50 sore, menandakan Lawra sudah habis mata kuliah, Lawra mengeratkan tasnya bersiap untuk melangkah keluar dari kelas itu.
"Lawra.." Beo Nara sedikit berteriak.
" apa..'' jawab Lawra dengan nada Ketus.
'' pulang bareng yuk.''
"Hm."
'' tadi lo pinter banget sumpah, udah cantik.. pintar lagi, gue salut sama lo."
'' biasa aja kali.'' balas Lawra, Lawra sih tidak peduli dengan pujian semacam ini, toh iya hidup bukan untuk membuat orang lain terkesan.
'' kita naik motor aku aja, biar gue entar lo pulang.'' ucap Nara sambil memakai helm dan bersiap untuk menaiki motornya.
dalam hati, Lawra berdecak kagum, Lawra sangat suka dengan gaya Nara yang tomboy dan jago bela diri.
motor Nara melaju membelah jalanan kota itu, dan motor itu berhenti di salah satu restoran yang lumayan sepi pengunjung.
" kenapa berhenti di sini?.'' tanya Lawra, menatap bingung Nara yang sudah turun dari motor itu.
"makan. Gue lapar.''
'' oke deh, gue juga..let's go." ucap Lawra bersemangat.
mereka kini sudah ada di restoran yang tidak terlalu dikenal, tapi dijamin enak dan pastinya porsinya banyak, Nara yang milih, restoran ini adalah restoran yang sering dikunjungi Nara dan teman-teman cowoknya.
'' Selamat sore kak, mau pesan apa?"
kedua orang itu mulai membuka menu dan melihat-lihat sambil berpikir apa yang ingin mereka pesan.
'' saya pesan ayam geprek spesial ya mbak, sama minumannya jus mangga aja." pelayan restoran itu mengangguk dan mulai mencatat pesanan di notes kecil yang ia bawa, lalu pelayan itu pun melirik ke arah Lawra.
'' saya pesan udang asam manis ya mbak..ehm.. sama minumannya jus jeruk.'' ucap Lawra memesan makanan favoritnya.
pelayan restoran itu mengangguk sambil tersenyum ramah, " baik.. silakan ditunggu pesanannya.'' ucapnya lalu berlalu pergi setelah mendapat anggukan dari Lawra dan Nara.
'' by the way.. sebelumnya kamu kuliah di mana Law?" tanya Nara membuka pembicaraan, karena sedari tadi mulutnya sudah terasa gatal ingin berbicara banyak tentang Lawra.
'' Universitas Gajah Mada." balas Lawra yang mendapat anggukan dari Nara.
" gue baru pertama kali ke sini, lo kayaknya sering banget ke sini ya Nar?" tanya Lawra menatap sekitarnya.
Nara mengangguk, "gue sering ke sini sama teman-teman gue.''
Lawra kembali mengedarkan tatapannya ke seluruh penjuru restoran, Ia mengernyit ketika melihat seseorang yang familiar di ingatannya.
cowok yang kini berjalan dari arah pintu masuk itu sangat mirip dengan Devano, Lawra semakin menajamkan tatapannya untuk memastikan bahwa orang itu benar Devano atau bukan.
'' itu itu benar Devano.. tapi tunggu, Siapa perempuan yang bersamanya?'' batin Lawra yang melihat Devano berjalan menuju suatu meja dengan tiga cowok dan satu perempuan bersamanya.
''Lo kenapa Law.?'' tanya Nara mengernyit lalu mengikuti arah pandang Lawra.
''Ngapapa" balas Lawra mengalihkan pandangannya. "lo kenal mereka nggak?'' sambung Lawra.
Nara mengangguk, " mereka tuh anggota geng motor terkenal... ganteng-ganteng ya, emang kenapa?.''
'' nanya aja..''
...
''udah jam 17.10 sore.. ayok pulang.'' ajak Nara.
''hm." balas Lawra beranjak dari duduknya.
ketika mereka tengah di parkiran dan bersiap untuk pulang, tiba-tiba ada suara yang menghentikan langkah mereka.
"hey." salah satu pria datang menghampiri mereka sambil menepuk bahu Nara.
"lo Criss? ngapain?.'' tanya Nara pada pria itu.
'' tadi sih gue mau nongkrong.. tapi ketemu lo."
"dia siapa Nar?.." tanya satu pria lain menatap Lawra.
'' temen baru gue.'' balas Nara
'' Nama lo siapa? kenalin babang kece Cristian, si ganteng kalem.'' ujar cowok yang menepuk bahu Nara tadi mengedipkan sebelah matanya.
'' gue Leo.. Leonard, dia mah otaknya hasil give away Jadi rada gila maklumin aja." ujar cowok di samping Christian, Lawra terkekeh.. sedangkan Chris udah mendelik penuh ancaman kearah Leo.
'' Dih.. Sirik aja kerjaan lo.''
'' Emang benar kan lo emang rada gila, yeee.. nggak punya kaca lo, kaca tu mukak burik.?"
Christian mendengus kesal, jika berdebat dengan Leo sama saja iya seperti berdebat dengan emak-emak gosip, Leo itu cowok tapi mulutnya tidak kalah dengan emak-emak gosip yang cerewetnya minta ampun.
sedangkan Nara yang memperhatikan mereka sedari tadi hanya menggeleng prihatin. " gini amat punya temen lulusan fakultas orgil.'' gumamnya dengan wajah memeras dan nada sedih yang membuat Lawra tertawa mendengarnya.
Algra cowok di sebelah Lawra itu menoleh ke arah Lawra ketika mendengar suara tawanya.
''Neng.. Jangan ketawa.''
Lawra mengernyit menatap Algra penuh tanya "kenapa?''
''nanti gue gemetar akibat jantungan, lihat lu ketawa.'' jawab Algra dengan dramatis dia menyentuh dadanya dengan kedua tangannya.
pletak.
" gob*ok lo tongkol."
''Algra yang pipinya terasa sakit mengerutkan bibirnya sok imut, "biasa aja kali.'' ucapnya menatap Christian penuh dendam, yang dibalas oleh desisan jijik oleh Christian melihat wajah sok imut Algra.
''Oh iya, gue belum kenalan.. nama gue Algra." ujar Algra yang mendapat anggukan dari Lawra, Lawra pun beralih pandangan pada pria di samping Algra."
"Andes, nama lo siapa?'' tanya cowok di samping Algra tersenyum ramah, Andes memang cowok pendiam dan paling kalem di sana tentu yang paling tampan.
Lawra tersenyum, "nama gue Lawra.''
mereka menganggukkan kepalanya mengerti. "namanya bagus neng sama kek orangnya." ucap Christian dan Leo hampir serentak.
''mereka teman-teman gue Law.. dan mereka juga murid Cinta Bangsa.'' ucap Nara bersemangat.
'' Emang Lawra anak cinta bangsa? Kok aku nggak pernah lihat?.'' tanya Andes mendekatkan wajahnya menatap Lawra intens.
''gue anak baru disekolah itu''
"oh, pantasan."
''udah mulai gelap, Kami mau pulang..kuy Law." ajak Nara yang sudah memakai helmnya.
''oke." balas Lawra dan mendekat kearah motor Nara.
" besok kita jumpa lagi ya cantik.'' Beo Algra tersenyum menampakkan lesung pipi manisnya.
''klen belum mau pulang?." tanya Nara pada keempat sahabatnya itu.
mereka menggeleng, "baru aja sampe, kita mau nongkrong bentar hilangin stress.'' ucap Leo.
"oke."
Nara pun menancap gas mengantar Lawra pulang pada alamat yang sudah diberikan Lawra sebelumnya
...
motor Nara berhenti di depan sebuah rumah, milik Lawra.
Lawra membuka helmnya yang dibeli Nara untuknya tadi di toko pinggir jalan lalu turun dari atas motor diikuti Nara yang melakukan hal yang sama.
'' lo tinggal di sini?'' tanya Nara, matanya memandang sudut satu ke sudut yang lain pelataran rumah Lawra, Lawra mengangguk membenarkan.
'' lo sendiri? kok sepi??.'' tanya Nara lagi yang masih memandang Intens rumah Lawra.
'' iya.''
''di mana keluarga lo?"
'' banyak nanya lo.. pergi sono lo." Ketus Lawra yang mendengar teman barunya ini sangat cerewet dan banyak nanya.
"ngusir?." tanya Nara yang langsung diangguki dengan cepat oleh Lawra.
'' sana pergi, kesal gue sama lo.''
yuk semangt yuk up nya kak