NovelToon NovelToon
Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:290.5k
Nilai: 5
Nama Author: Grayalfi

Drama, Romance

Amyra Rahma, seorang gadis pendiam yang cukup peka dan juga cuek pada sekitarnya di saat bersamaan. Tapi, Isna Syifa -biasa dipanggil Isyi- adalah pengecualian, karena ia adalah satu-satunya sahabat Ara. Ara, begitulah gadis itu dipanggil.

Pada suatu hari, tiba-tiba Isyi mengajukan sebuah permintaan yang sangat aneh menurut Ara. Isyi meminta Ara untuk menjadi madunya! Isyi, are you crazy!?

Namun, pada akhirnya Ara tetap tidak bisa menolak permintaan Isyi, pun dengan Imran -suami Isyi- yang dengan berat hati harus memenuhi permintaan konyol istrinya, Isyi.

Dan kemudian, seiring waktu, sebuah peristiwa yang masih menjadi misteri mulai terbuka secara perlahan..

Cerita ini hanya fiksi, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat atau alur, itu adalah ketidaksengajaan.

Happy Reading ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Grayalfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 34

Ris memilih pulang ke apartemennya. Dengan segala rasa kesalnya ia membawa mobilnya menyusuri jalanan yang mengantarkannya menuju apartemen. Entah berapa kali ia memukul stir mobil yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa itu. Sudah tak terhitung juga berapa kali ia membunyikan klakson mobil karena kemacetan yang membuatnya semakin kesal.

Moodnya benar-benar hancur!

Arrgh!!

Sekali lagi, Ris memukul stir mobilnya sambil berteriak melampiaskan segala kekesalannya.

Ris menjatuhkan dirinya di sofa ruang tamunya. Berkali-kali mengusap wajahnya frustasi. Matanya terpejam.

Sebenarnya apa yang aku lakukan? Aku hanya buang-buang waktu saja hari ini. Batin Ris. Senyum getir terlukis di bibirnya.

Aku begitu senang karena bisa melihat Ara lagi. Aku tidak bisa mengendalikan diriku. Padahal aku tidak tahu bagaimana status Ara sekarang!?

Apa aku berhenti saja!? Tapi kemudian, Ris menggeleng-gelengkan kepalanya.

Tidak, tidak. Aku tidak boleh putus harapan. Mungkin saja masih ada kesempatan.

Ris kembali bersemangat setelah menyemangati dirinya sendiri. Ia terus menghibur dirinya. Hari ini, ia sudah tau dimana akan menemukan Ara. Itu sudah cukup untuk saat ini. Cukup membuatnya tetap berharap.

Sementara itu, di kamarnya, Ara nampak masih terjaga dari tidurnya. Kentara sekali ia sedang memikirkan banyak hal. Mengenai mimpi dan bayang-bayang yang seakan-akan pernah ia lalui, atau akan ia lalui!? Entahlah, Ara juga tak tahu pasti.

Ah iya, benar! Seru batin Ara. Sontak ia beringsut bangun dari posisi tidurnya, tampaknya ia mencari-cari sesuatu dalam laci nakas.

Ara duduk di depan meja riasnya dengan fokus pada sesuatu yang tadi dicarinya. Buku dan pensil. Ara bersiap untuk menuliskan sesuatu yang dilihatnya yang menurutnya cukup aneh akhir-akhir ini.

"Aku harus mulai menulis dari mana?" Gumam Ara lirih hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Ujung pensil itu menempel di dagunya. Dahinya sedikit berkerut.

Em, Sepertinya dari mimpi itu, Ris. Pria itu, aku harus mencari tahu pria bernama Ris itu!

Ara mulai menuliskan apa-apa yang menurutnya perlu ia selidiki.

Ah, apa ini bisa diselidiki? Apalagi ini kan hanya mimpi dan bayangan-bayangan yang tiba-tiba ia lihat! Dari mana ia harus mulai menyelidiki?!

Haah..

Menghela nafas panjang, Ara mendongakkan kepalanya, menatap pantulan dirinya di cermin. Sosok dalam cermin itu begitu mirip dengannya 'kan!? Tentu saja karena cermin itu menduplikat dirinya.

Ara mengamati setiap inci wajahnya yang terpantul jelas di cermin.

Cantik.

Deg.

Ara membolakan matanya ketika ia merasa seperti mendengar suara yang lain bersamaan ketika batinnya menyebut dirinya 'cantik'.

Kemudian, matanya terpejam perlahan ketika ia merasakan sensasi seakan-akan sebuah tangan sedang menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya kemudian tangan itu mengusap lembut Surai hitamnya.

Selama beberapa saat, Ara seakan terbuai, sampai sesaat berikutnya, ia tersadar. Membuka matanya dengan paksa kemudian kepalanya sibuk menengok ke kiri, kanan, depan belakang, ke segala ara matanya berkeliling.

Iiihh..

Ara mengusap tengkuknya yang tiba-tiba merinding. Kemudian ia menggelengkan kepalanya.

Sepertinya, aku mulai over thinking!

Kembali pada coretan-coretan pada buku kecilnya, tangannya memainkan pensil sambil mengecek kembali coretan nya. Ara mulai memberi tanda dengan menggarisbawahi atau melingkari, dan kadang ditulisnya tanda tanya besar.

"Ah, satu lagi." Gumam Ara. Ia menuliskan mimpinya tadi siang. Kemudian ia menggarisbawahi kata cincin dan memberi tanda tanya pada tulisan yang belum sempat ia lihat.

Siapa tahu ia akan memimpikannya lagi 'kan?!

Ara menatap jam yang menempel anggun di dinding kamarnya. Jam sebelas malam! Ara menyudahi aktivitasnya, ia celingukan mencari tempat untuk menyimpan buku 'catatan khususnya' ini. Setelah menimbang-nimbang, Ara memutuskan bahwa laci meja riasnya adalah tempat yang menurutnya cukup tepat.

Dirasa ia sudah selesai, dan lagi malam sudah larut, Ara memutuskan untuk segera menyulam bulu matanya. Ara rasa ia akan segera tidur sekarang. Pasalnya kasur dan bantal guling itu tampak begitu menggoda saat ini. Ia tak sabar untuk segera menggulung dirinya dalam selimut hangat itu.

•••

Sepertinya Ara bangun paling awal dari yang lain!? Ketika ia memasuki dapur, belum terlihat Isyi disana.

"Ara." Panggil Isyi ketika melihat Ara sedang menyiapkan dapur.

"Ah iya." Ara menoleh pada sumber suara. Rupanya Isyi yang terlihat sedang menuruni anak tangga.

"Pagi." Sapa Ara.

"Pagi juga." Balas Isyi.

"Awal dah bangun." Ucap Isyi sambil tersenyum.

"Heem. Keren nggak!? Biasanya aku bangun ketika Isyi sudah mulai memasak." Ara tertawa lirih di akhir kalimatnya.

Isyi mengacungkan dua jempolnya.

"Keren, pastinya." Isyi ikut tertawa dan segera bergabung menghampiri Ara.

"Apa menu hari ini?" Tanya isyi sambil melihat bahan-bahan yang dikeluarkan Ara.

"Seharusnya, aku yang bertanya. Apa menu hari ini nyonya?." Ara terkekeh.

"Hari ini, aku akan menurut pilihanmu nyonya muda." Isyi menimpali ikut terkekeh.

Ara menghentikan kekehannya, tapi masih setia tersenyum. Entah kenapa ia merasa tak nyaman dengan sebutan nyonya muda dari Isyi. Ara tau, Isyi hanya bercanda. Tapi, itu menyadarkan Ara akan posisinya. Ia yang adalah istri kedua sahabatnya dan orang ketiga dalam rumah tangga sahabatnya itu.

Tenyata, setelah Ara ingat-ingat, ia mulai terlena dengan statusnya sebagai istri seorang Imran.

Ara, remember your place! Batin Ara mengingatkan dirinya.

"-ra"

"Ara-" Isyi melambaikan tangannya membuat Ara tersadar dari lamunannya.

"Hey, termenung pula. Lagi mikirin apa hm?" Tanya Isyi ketika dilihatnya Ara mulai menatapnya.

"E-eh, aku ngelamun ya!? haha.. Nggak apa-apa, nggak mikirin apa-apa kok. Em.. ini lagi mikirin sebaiknya masak apa!?" Ara mencari alibi.

"Hm, baiklah. Biar aku membantumu. Bagaimana kalau capcay." Usul Isyi menunjuk sayuran yang dikeluarkan Ara, diantaranya wortel, buncis, kembang kol, jagung semi.

"Lalu, em, tempe goreng!?" Lanjut Isyi.

Ah iya, Ara memang berniat membuat capcay tadi.

"Ah ya, baiklah. Tunggu sebentar." Ara menyetujui. Kemudian ia mengambil baso dan tempe dalam lemari pendingin.

Mereka mulai mengeksekusi hidangan yang akan mereka siapkan untuk sarapan pagi ini.

"Ya ampun, kalian memang istri idaman." Sebuah suara mengalihkan atensi kedua perempuan yang sedang berkutat di dapur itu. Keduanya menoleh kemudian tersenyum pada si pemilik suara.

"Mamah." Ucap Ara.

"Pagi, mah." Ucap Ara lagi.

"Sebentar lagi, makanannya siap. Mamah tunggu aja di meja makan." Ucap Isyi sambil tersenyum. Kemudian ia mencicip masakannya.

"Baiklah. Jika ada yang bisa mamah bantu, katakan saja." Ucap mamah Diana yang diangguki Ara dan Isyi.

Sambil menunggu tempenya matang, Ara mengeluarkan piring dan kawan-kawannya. Isyi sudah selesai dengan capcay nya ketika Ara mengangkat tempe gorengnya.

Mereka saling pandang dan berkata bersamaan.

"Mantap." Keduanya tertawa lirih.

"Pas banget ya, matengnya bareng." Ucap Isyi.

"Kita emang best friend." Ara menimpali.

To be continued~

1
Dysha♡💕
kayaknya Ara smaa Imran dulu sepasang kekasih deh,terus si isy masuk kedalam hubungan itu dan nikah sama imran,makanya mamak Imran ga suka isy
Morince Moren
Lumayan
Acaa Manlng
isyi tipe sahabat yang egois, kekanak kanakan banget
Adi Saputra
Luar biasa
Rahman Dolik
bilang ya GK suka tapi kok cemburu ...bau bau udang dalam selimut
mom's Azril
endingnya kurang greget🙏😅udah 6 thn si Ara GK ada keturunannya y😏
Gray: terima kasih sudah menikmati ceritanya ^^
total 2 replies
Hanipah Fitri
Imran sdh . mulai cemburu ya.... katanya gak suka tapi .mau 😆
Hanipah Fitri
poligami dua sahabat yg awalnya baik baik aja, lama kelamaan saling cemburu
Hanipah Fitri
sepertinya Isyi ngasih obat ....untuk suaminya
Hanipah Fitri
Ara, sessbat itu kah dirimu . menghadapi sahabat mu yg membingungkan
Hanipah Fitri
masih nyimak
Liza Meyliza rifka
bgus bngt
Hanipah Fitri
aku mampir thor
Joel
endingnya antiklimaks thor
Gray: semoga kamu menikmatinya.. ^^
total 1 replies
Ana Susana
❤️❤️❤️
Nur Tibah
sebenarnya ris itu siapa sih thor
Gray: Mantan nya Ara, mbak ^^
total 1 replies
timin
kok gue masih jengkel ya Ama si lsyi padahal orang.y udah meninggal 😭trus udah 6 tahun ara Blum punya anak atau gimana?
Gray: Belum dikasih kepercayaan sama Tuhan, kak.. hehe
total 1 replies
Assyifa Ninda
Semangat thor
Masitoh Masitoh
biasa biasa aja rmhtgga mereka ini..tiada hot2 nya
Artia Sari
ini kenapa sih😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!