NovelToon NovelToon
Elena'S Transmigration Story

Elena'S Transmigration Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam / Pembunuhan / Chicklit
Popularitas:169.9k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Sejati

Apa jadinya, jika jiwamu tersesat dalam tubuh orang lain?

Aurora Elena Keyson, seorang gadis yang memiliki paras bak Dewi, sifat yang dingin dan tak tersentuh.
Memiliki banyak rahasi, yang mungkin, hanya beberapa yang tahu.


Ferelina Marselana Prayaga, seorang gadis yang cantik, imut, dan mimiliki sifat yang bar-bar.
Memiliki sejuta kesedihan, yang mungkin, hanya beberapa yang tahu.



Pembalasan dendam mungkin akan terjadi. Mengingatkan sebanyak apa perlakuan yang di berikan. Dan semua drama akan berakhir di tangan nya.

Dalam cerita ini, akan ada kisah percintaan, keluarga, pernyataan, dan masa lalu.



Ini hanya kisah fiksi, menceritakan, jiwa yang tertukar. Namun hanya satu yang selamat.


Inilah Kisah Transmigrasi.


___
WARNING.
~Masih Banyak Tulisan yang salah.
~Adegan Yang Kasar.
~Perkataan Yang Kasar.

So, ikuti yang baiknya aja.

___
Jangan lupa tinggalkan jejak. Jejak kalianlah yang buat Author bertahan sampai sekarang.

Thanks buat semuanya.




CERITA INI TIDAK DI LANJUTKAN UNTUK SEMENTARA. ADA KEMUNGKINAN JUGA CERITA INI AKAN DI PINDAHKAN, ATAU AKAN TETAP DI SINI.





BELUM DI REVISI!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Sejati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Empat

"Kalian ini sudah mau lulus, kenapa masih bertengkar?" Tanya pak Bambang, kepala sekolah AR.

Setelah perkelahian di rooftop, mereka di panggil ke ruang kepala sekolah. siapa yang memberi tahu? Tentu Monika, gadis cantik, dan pintar, sayangnya licik.

Tidak ada jawaban dari mereka semua. Mereka sedari tadi hanya diam saja, mendengarkan lewat telinga kanan, keluar kiri. Mereka bertengkar bukan karena tanpa sebab kan? Jadi mereka lebih baik diam saja, dan akan selesai kan di hari yang akan datang.

"Kamu juga, kenapa sama mereka?" Tanya bu Nita wali kelas Eli. Guru yang pernah mengajar di kelas Abi.

"Salah?" Tanya Eli.

"Tidak. Tapi kan itu jam pelajaran." Kata bu Nita.

"Saya di sana masih istirahat." Jawab Eli, membuat bu Nita diam.

Posisinya saat ini, Eli, Andre dan Monik duduk di sofa, sedangkan abang twins, Leo, Cakra, Panji, Abi, Lukas, Zidan dan Arya, berdiri menghadap kepala sekolah.

Mengapa Andre duduk bersama Eli dan Monik? Karena Andre tidak ikut berkelahi, cuma ada di dalam kasus tersebut.

"Kalian semua di hukum." Mutlak kepala sekolah. Tetap tidak ada jawaban yang di berikan, hingga.

"Bersihkan tribun, tiga hari lagi, kita melakukan lomba." Kata kepala sekolah, "Keluar." Lanjutnya.

Tanpa banyak bicara, mereka semua keluar begitu saja, tentu hanya Monik yang berpamitan.

...----------------...

"Ini Eli kemana?" Tanya Anggun.

"Weh! Eli di hukum!" Seru Dino.

"Karena?" Tanya Ferni dan Anggun kompak.

"Gak tahu." Jawab Dino.

"Ada di mana?" Tanya Ferni.

"Tribun." Jawab Dino.

"Ayo." Ajak Anggun pada Ferni.

Dengan langkah cepat nya, mereka keluar dari kelas, menuju tribun. Kenapa mereka keluar dengan santai? Karena bu Nita belum masuk kelas. Kan bu Nita ada di ruang kepala sekolah.

...----------------...

"Heh! Lo gak bisa kerja apa?" Tanya Arya dengan kesal.

"Gue bisa! Cuma pel nya aja yang gak bisa di ajak kerja sama." Balas Cakra.

Mereka sudah berada di tribun untuk membersihkan. Sedari tadi, yang ribut hanya Arya dan Cakra, membuat suasana tidak menjadi hening, tetapi berisik.

"Bilang aja lo gak bisa pel!" Seru Arya.

"Lo ada masalah apa sih sama gue?" Tanya Cakra dengan kesal.

"Lo tanya? Lo gak lihat muka gue?" Tanya Arya dengan melihatkan wajah biru nya pada Cakra.

"Siapa suruh lo menghalang jalan gue." Balas Cakra dengan santai.

"Wish, cari gara-gara lo?" Tanya Arya dengan melempar pel nya dengan kasar.

"Tidak." Jawab Cakra dengan santai.

Cukup, Arya sudah habis kesabarannya. Dengan langkah lebarnya dia, berjalan menuju Cakra yang hanya lima langkah di depan nya.

"Aduh." Seru Arya.

"Bwahahahaha." Tawa seluruh nya yang berada di ruangan itu. Saat ini, Arya sedang berlayar di lantai yang basah.

"Lo sengaja?" Tanya Arya dengan posisi yang masih berlabuh.

"Lah, itu salah lo sendiri. Ngapain jalan di tempat yang basah?" Tanya Cakra dengan sisa tawanya.

"Lo sengaja basahin?" Tanya Arya dengan posisi duduknya.

"Lo gak lihat?" Tanya Cakra sambil mengangkat pel yang sedari tadi di genggamnya. "Gue ngepel." Lanjut Arya.

"Tapi lo gak peras goblok!" Kesal Arya, lalu berdiri dengan memegang bokongnya.

"Dih, biarin, nanti juga kering." Jawab Cakra.

"Otak lo." Seru Arya sambil menjitak kepala Cakra.

"Aduh!" Seru Arya dan Cakra bersamaan.

"Bwahahahaha. Lo pada ngapain?" Tanya Panji.

"Siapa suruh bacot mulu." Kata Andre.

"Ngapain oy? Kalau mau tidur jangan di sini." Kata Anggun yang baru tiba bersama Ferni.

"Homo?" Tanya Ferni saat melihat Arya dan Cakra berpelukan.

"His! Lo ngapain peluk gue?" Seru Arya dengan jijik.

"Bang*at. Lo bangun!" Kata Cakra lalu mendorong bahu Arya dengan kasar.

"CK." Decak Eli saat melihat sahabat pacar nya itu.

"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Abi.

"Tidak." Jawab Eli.

"Istirahat, biarin aku yang kerja kan tugas kamu." Suruh Abi sambil mengelus rambut Eli yang di ikat sembarang itu.

"Biar aku aja." Kata Eli, lalu melanjutkan aktivitasnya.

"Lo tenang, jangan main otot. Lo tahu alasan dia apa." Kata Zidan pada Lukas dengan pelan.

"Tapi masalahnya, kenapa harus dia?" Tanya Lukas dengan suara tertahan nya.

"Biar mereka yang selesaikan. Kita tidak perlu ikut campur urusan mereka." Kata Zidan.

"Gak perlu lo bilang? Dia adik gue! Dan gue berhak atas dia! Lo sama gilanya yah kayak dia. Gue gak akan pernah, biarkan adik satu-satunya, hancur kembali." Kata Lukas, lalu berjalan menghampiri Eli.

"Ayo." Ajak Lukas pada Eli dengan tiba-tiba.

Eli yang tiba-tiba di ajak dengan aura yang dingin, tentu membuat mereka jadi pusat perhatian.

"Kenapa?" Tanya Eli yang mengabaikan ajakan Lukas.

"Ayo." Ajak Lukas sekali lagi, tidak menghiraukan pertanyaan Eli. Mata tajamnya terus menatap Eli, dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan. Bahkan Eli tidak bisa membaca pikiran Lukas.

"Jangan paksa." Peringat Abi.

"Lo diam." Seru Lukas sambil menunjuk Abi.

"Lo kenapa sih?" Tanya Eli dengan bingung.

"Ayo." Ajak Lukas sekali lagi, dengan menarik paksa tangan Eli.

"Gue gak mau!" Teriak Eli, tetapi tidak di hiraukan Lukas.

Tangan kanan Eli di tarik oleh Abi, membuat Lukas menghentikan langkahnya.

"Kalau dia tidak mau. Jangan di paksa." Tekan Abi dengan urat-urat yang sangat terlihat jelas.

Bugh.

Lukas menonjok pipi Abi, membuat warna kulitnya menjadi biru. Para sahabat Abi segera menghampiri mereka.

"Gue udah bilang, biar mereka yang selesaikan." Kata Lukas.

"Lo gila?!" Tanya Lukas dengan wajah yang terlihat sangat marah.

"Lo berdua kenapa sih? Kalau ada masalah, selesaikan dengan baik-baik!" Kata Arya yang juga terpancing emosinya.

"Selesaikan pakai otak, biar kelar! Jangan pakai otot! Lo sampai di kubur pun, masalahnya tetap ada!" Kata Andre yang berada di tengah-tengah Abi dan Lukas.

"Ini kenapa sih?" Tanya Eli dengan bingung.

"Lo juga, kenapa sih? Kayak gak suka banget gue dekat dengan Abi sekarang?" Tanya Eli pada Lukas.

"Kamu juga! Ada hal apa yah di sembunyikan?" Tanya Eli pada Abi.

Keadaan hening, hanya bisa melihat apa yang terjadi, tanpa mau ikut campur. Abi dan Lukas tidak menjawab pertanyaan Eli, dan memikirkan hal lain, supaya tidak bisa di baca.

"Pintar yah sekarang!" Kata Eli lalu menepuk-nepuk tangannya. "Mulai bohong!" Lanjut Eli.

"Eli, ayo ikut." Kata Lukas lagi.

"Lo kenapa ngajak gue dengan paksa! Ada hal apa yang sangat penting?" Tanya Eli pada Lukas.

"Ayo!" Ajak Lukas lagi.

"Lo hanya ngajak! Gak bisa jawab." Kata Eli dengan senyuman miringnya.

"Sa-"

"Lo juga! Apa yang disembunyikan sih?" Tanya Eli yang sudah merubah cara bahasa nya pada Abi.

"Say-"

"Jawab langsung dengan inti!" Kata Eli.

Hening, tidak ada suara sama sekali.

Cih! Sok jadi cewek yang di rebut kan. Pikir Monika.

Mereka kenapa? Pikir abang twins.

Kok gue senang? Pikir Leo.

Aduh, kenapa berkelahi? Pikir Ferni dan Anggun.

Bahaya kalau bu bos tahu. Pikir Arya membuat Eli menolehkan kepalanya.

"Tahu apa?" Tanya Eli dengan datar.

Abi, Lukas, Zidan, dan Andre menatap horor pada Arya. Goblok. Pikir mereka berempat.

"Apa?" Tanya Eli sekali lagi.

"I-

Bersambung...

1
Isabel Hartono
kpn mau dibls dendamnya
Isabel Hartono
lanjut
Ra dhiraemon
Hai Kk Aku Mampir Nih
Ťitiñ
up lagi dong pliss🙏😭
Susi Soamole
lanjut
Shitaa
thor naha teu up wae
Narti @@@@😁
terlalu banyak yg tdk penting😩
Narti @@@@😁
apa susahnya sih tulis namanya biar tidak pusing bacanya,biar mudah dimengerti jg jln ceritanya😥😩
Fe Pabi
Arya sama Ferni saja.
Febriani Kristianingsih Pabiaran
Arya ini tidak bisa berpikir dewasa kah?
Alvan Rafardhan
kesalahpahaman yang konyol
Alvan Rafardhan
Eli keknya cuma dijadiin pelarian Abi nggak sih, bisa aja Abi udah punya pacar yg di sebut "dia" dan malah menjadikan Eli untuk dimanfaatkan? maybe...dan sebelumnya maaf itu hanya teori yg sempat terlintas di otak saya🙏
Febriani Kristianingsih Pabiaran
semangat.
Febriani Kristianingsih Pabiaran
Ferni kayaknya cocok sama Arya.
Fe Pabi
cinta segi berapa ini?
Febriani Kristianingsih Pabiaran
Ferni semangat......
Fe Pabi
Cinta segi tiga.
Febriani Kristianingsih Pabiaran
semangat!
Febriani Kristianingsih Pabiaran
semangat thor.
Fe Pabi
Seat selalu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!