Beri kritik dan saran kepada author agar karya ini akan semakin baik kedepannya.
「All Tag : Fantasy, Adventure, Action, Magic, Isekai, System, Harem(?), Romance(?), Overpower.」
jadwal : Senin, Rabu, sabtu
Sinopsis :
Yuusei Tohrei, seorang siswa SMA yang handal dalam berbagai bidang. Bahkan wajahnya berada di atas rata-rata. Dia memiliki segalanya dan itu membuat orang-orang iri. Namun suatu ketika dia pulang dengan sebuah bus dan kejadian tidak terduga terjadi. Bus lain dengan ugal-ugalan dikendarai dan pada akhirnya bus itu menabrak bus yang ia tumpangi. Tohrei mati akibat kecelakaan itu.
Tohrei awalnya berpikir bahwa dirinya telah mati. Namun, keajaiban terjadi. Dirinya hidup kembali. Namun dia hidup kembali sebagai bayi lagi dan dia terlahir kembali ke dunia yang berbeda. Dengan berbekal sistem dia berkembang dari lemah menjadi kuat. Dari kuat menjadi lebih kuat lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theus Arther, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 32 — Ikumi & Reikami VS Centenia Serpent II
“
“Terima ini!” Centenia serpent melesatkan bola racun super besar itu ke arah mereka berdua.
“Kau lagi-lagi menyela pembicaraan Ikumi dan paman Reikami!” Ikumi dengan kesal melancarkan sihir yang lebih besar dari sebelumnya.
Sebuah lingkaran sihir super besar tercipta dan mengarah ke bola racun itu. Tak lama lingkaran sihir lain tercipta menumpuk lingkaran sihir yang sebelumnya. Itu terus terjadi hingga terdapat lima lapis lingkaran sihir yang menumpuk.
Dari lingkaran sihir yang menumpuk itu, keluar bor angin yang sama besarnya dengan lingkaran sihir ciptaannya. Angin itu melesat cepat menembus dan melenyapkan bola racun yang dilancarkan centenia serpent.
“Ap—?!” Belum selesai beraksi, setengah dari tubuh centenia serpent hancur begitu saja ditembus oleh bor angin yang diciptakan Ikumi.
Bor angin itu tak berhenti disana, angin itu terus melesat hingga akhirnya berhenti dan menghilang setelah berjarak beberapa kilometer. Jalur lesatan angin itu hancur akibat kekuatannya yang begitu besar.
Tubuh centenia serpent tumbang dengan hanya menyisakan setengah tubuhnya. Dia nampak sudah tak bernyawa.
“U..uwah! Ikumi meleset!” Ikumi merasa gagal karena serangannya tidak sepenuhnya mengenai centenia serpent.
“Anda tidak perlu merasa sedih karena serangan yang meleset nona Ikumi. Dengan begitu kita masih bisa membawa tubuh ular itu.” Reikami menenangkan Ikumi.
“Ah! Benar juga! Ikumi hampir saja mengecewakan Master! Untung saja serangannya meleset.” Ikumi bernapas lega karena kejadian yang tak disengaja itu.
“Yah, lebih baik kita segera selesaikan ini.” Reikami menyadari sesuatu dari centenia serpent yang seharusnya sudah tumbang.
Reikami memperhatikan salah seekor ular yang ada di dekat centenia serpent, ular itu nampak berusaha lari. Reikami menyadari bahwa ada yang aneh dengan ular itu.
“Jangan mencoba berusaha kabur.” Reikami dengan cepat berpindah ke ular itu. Ia menyadari bahwa ular ini adalah centenia serpent yang memisahkan diri dari tubuh utamanya untuk kabur.
“Cih makhluk kecil! Serang dia!” Centenia serpent yang kini hanya seukuran ular biasa dengan kesal mengerahkan kekuatannya. Dari tubuh utama, ular-ular lebih besar dari tubuhnya saat ini memisahkan diri dan bergerak menyerang Reikami.
“Apa kau tidak sadar siapa yang kecil sekarang! Serangan yang percuma! “Oh ya, bukankah tadi sudah kuperingatkan?” Reikami melirik ke belakang, ia menyadari bahwa serangan tado hanya untuk mengalihkan perhatian. Tubuh yang ditempati centenia serpent saat ini masih berusaha kabur. “Sial!” Ia masih mencoba lari semampunya. Namun secara tiba-tiba sebuah tombak muncul di udara dan melesat turun menusuknya. “Agghh!” Centenia serpent hanya dapat berteriak kesakitan di penghujung ajalnya. “Paman Reikami! Jangan tinggalkan Ikumi sendirian!” Terdengar suara Ikumi dari kejauhan. Dia menyusul Reikami yang secara tiba-tiba berpindah. “Nona Ikumi, disini sudah selesai, saya akan bawa mayat ular ini ke tuan Tohrei.” Reikami menoleh ke asal suara. “Apa Ikumi boleh ikut mengangkutnya?” “Hm, boleh saja.” Demikian, mereka pergi kembali ke kediaman Tohrei dengan membawa mayat centenia serpent. Beberapa bagian yang tidak bisa mereka bawa pada akhirnya mereja musnahkan.