Afkar Giovani Nararya si ketua kedisiplinan Sekolah SMA N TUNAS BANGSA, di nikahkan dengan Hanindya Kayesa si Ratunya terlambat, dan mereka terkenal tidak akur satu sama lain
Di tambah keseruan teman sekelas yang gila gila mewarnai
Seperti Tom and Jerry bagaimana mereka menjalani bahtera pernikahan mereka?
bagaimana mereka menyikapi situasi yang memaksa mereka menjadi orang dewasa di usia mereka yang masih remaja?
Bagaimana mereka menyembunyikan status pernikahan mereka dari pihak sekolah agar tidak di keluarkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon P TututhPern, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Pak Juan menatap kelas yang sepertinya sunyi tidak biasanya 11 IPS 1 setenang itu.
" tumben diam " tanya pak Juan
" bukan diam pak, kami menghargai perasaan Mama yang rindu berat sama Papa " cetuk Kevin, Hanin menendang kursinya kesal.
" Sat " umpatnya pelan
Pak Juan menggelengkan kepalanya dia memilih melanjutkan pelajaran karena kalau meladeni anak anak itu dia hanya akan naik pitam.
" wakil ketua kelas silahkan kumpul tugas dan antar ke ruangan saya " pinta Pak Juan
" Wakil ketua kami, Aryan Pak! dia juga anggota osis " jawab Ciara
" Alvin saja pak " seru Hanin menunjuk Alvin yang sudah hendak merebahkan kepalanya.
Alvin mendelik ke arah Hanin yang sudah santai menatap ke depan, sepertinya Hanin dan Afkar sepasang suami-istri yang merepotkan.
Hanin masuk ke dalam apartemennya dengan ogah ogahan dia masuk ke dalam kamar merebahkan dirinya di kasur.
Hanin meraih hapenya melihat siapa tau ada pesan masuk tapi pesan yang dia tunggu tidak ada hanya grup kelas saja yang berisik, sudah empat hari padahal Afkar bilang paling lama hanya tiga hari, mau tanya ke trio rusuh dia malah bakal di ledekin habis habisan.
" katanya cuma tiga hari " lirih Hanin " tau ah, gak usah pulang saja sekalian " Hanin melempar hpnya ke arah sofa, kan bisa berabe kalau di lantai jadi cari tempat aman saja.
Hanin berjalan ke dapur membuka lemari es dan mengambil ice cream yang dia beli beberapa hari lalu.
" akh... dingin " ringis Hanin begitu esnya masuk ke dalam mulutnya, Hanin juga dengan sedikit kesal menyendokkan esnya dan memasukkanya ke mulut " fungsi hp apasih? ngeganjal pintu sampe sampe ngak di gunakan? ngak ada sinyal? tapi Zain, baim Aryan cerewet banget di grup " omel Hanin pada udara.
Hanin menggeram kesal sebelum berdiri dia mengambil switer dan berjalan keluar.
" mau ke mana? " tanya Sabrina yang bersamaan dengannya membuka pintu
" ke tempat lo, gue bosan dirumah " jawab Hanin, Sabrina menyeringai menggoda " kenapa muka lo aneh begitu? "
" ngak, mau ke tempat Hana ngak? " ajak Sabrina " kali aja kangen lo ke Afkar sedikit berkurang "
" gue ngak kangen " ucap Hanin dengan wajah kesal, Sabrina tertawa " gue ngak ya "
" iyain aja deh "
Hanin mendengus tapi tetap berjalan beriringan ke apartemen Hana yang berada di samping Kanan kamar apartemenya.
" maaf berantakan, kakak gue ada dinas di luar kota dan gue malas bersih bersih " ucap Hana.
" gue maklum kok, tenang saja tempat gue gak kalah berantakan " jawab Hanin
" itu karena faktor rindu " cetuk Sabrina yang keluar dari dapur Hana dengan dua kaleng soda " anggap saja rumah sendiri " Sabrina menyodorkan sekaleng ke Hanin
" perasaan ini bukan kamar lo, tapi kenapa gue rasa lo seperti pemiliknya " sindir Hanin, Sabrina mengambil duduk di kasur Hana yang memang berantakan.
" gue calon istri Kak Farhan soalnya " jawab Sabrina
Hana mendelik dia mengambil bantal dan melemparnya ke Sabrina
" gue gak sudi kakak ipar kayak lo, gue mah sukanya sama kak Akira, sudah cantik, pintar masak, jago ngurusin rumah, la elo? "
Hanin terbahak mendengar jawaban telak Hana, sedangkan Sabrina hanya mengacuhkan.
" Nin? "
" hm? "
Hana menatap serius Hanin " kenapa? ngapain lo ngeliat gue gitu banget " tanya Hanin
" nikah muda itu gimana rasanya? " tanya Hana.
Hanin membuka sodanya dan langsung meminumnya, Hanin menghela nafas panjang begitu melihat Sabrina dan Hana menatapnya penasaran
" entahlah, "
" apa maksudnya itu? " Sabrina mengambil bantal Hana dan berbaring.
" gue benar benar bingung untuk menjawab apa " Hanin memainkan kukunya " tapi yang pasti gue ngak kesal kesal banget nikah muda"
" hm " gumam Sabrina.
" lo sama Afa satu sekolah sejak SMP kan? " tanya Hanin, Sabrina mengangguk " dia SMP bagaimana? "
Sabrina menatap Hanin sambil tersenyum " kenapa lo ngak tanya langsung ke orangnya? gue yakin dia bakal jawab pertanyaan lo " ucap Sabrina.
Hanin diam, dia sebenarnya lumayan gengsi bertanya apapun pada Afkar karena dari pertama bertemu dengan laki laki itu dia sudah memasang genderang permusuhan.
" lain kali saja " ucap Hanin, Sabrina bangun dia turun dari kasur dan duduk di depan Hanin menepuk pundak Sabrina
" gue tau lo sayang sama Gio, tunjukin sayang lo ke dia sebelum ada perempuan lain " ucap Sabrina " Vanya bukan satu satunya yang menyukai Gio, di sekitarnya banyak perempuan yang jatuh hati padanya "
" wah.... lo bener bener hebat ya tau soal itu " ucap Hana " tapi heran lo ngak bisa dapat apa apa tentang Kennan kecuali punya saudara yang temenan baik sama yang punya apart ini "
Sabrina mendengus dia mundur dan bersandar di kasur
" Kennan itu dilindungi sama orang atas jadi apapun tentang dia bakal tertutup rapat " ucap Sabrina " sebenarnya Gio juga gitu, cuma karena dia teman gue jadi gue tau "
" kalau Zain? " tanya Hanin tiba tiba
" gue belum pernah cari tau tentang dia " jujur Sabrina " atasan gue ngelarang "
" lah elo punya atasan? " tanya Hanin
" baru tau gue "
Sabrina tertawa " gak tau lo? atasan gue laki lo, Nin. " Hanin melongo. " gue ngak bakal selidikin siapapun tanpa izinnya. "
" bohong lo " Hana berdiri dia berniat merapikan sedikit kamarnya " buktinya hampir gosip seluruh siswa lo tau, sampai ke guru guru juga. "
" Bi "
" hm? "
" Afa ada kasih kabar ngak ke lo? dia ngak ada kirim kabar ke gue, di grup juga ngak nongol " tanya Hanin, matanya menyendu
" gak ada " jawab Sabrina " sudah gue bilang, lo kangen kan? "
" ngak, gue ngak "
Hana langsung duduk di samping Hanin mencolek dagunya
" cie...ecieee yang kangen " goda Hana dan Sabrina gantian
" ngak ilah anjir " sungut Hanin dia melempar Hana dan Sabrina dengan boneka yang kebetulan ada di sampingnya
" ilah Nin, sama kita mah gak usah gengsi " ucap Sabrina, Hanin membuang muka kesal
" lo aslinya gini ya Bi, jadi sifat pendiam lo cuma topeng ya? " sungut Hanin
" ho... itu agar mudahin gue cari berita " ucap Sabrina " tenang aja, gue bakal kasih tau Gio kalau datang lo kangen dia "
" anjir, gue bilang ngak, gue ngak kangen " sungut Hanin
" iya deh iya " ucap Hana dan Sabrina bersamaan lalu tertawa. " Mamanya anak IPS 1 lucu banget kalau marah " Sabrina makin menggodanya
" diam lo "
tok tok
Mereka menoleh begitu pintu diketuk tak lama pintu dibuka oleh cowok tinggi, ganteng bermata sedikit sipit seperti mata milik Hana
" oh, Onii-chan " pekik Hana, laki laki itu mendelik " eh kakak ding "
Hanin langsung menyembunyikan bantal yang hendak dia lemparkan pada Hana dan Sabrina ke belakang tubuhnya dan tersenyum kikuk ke kakak Hana.
" kamu... tetangga sebelahkan? menantunya pak Zacky? "
" iya kak "
" nice too see u " Farhan mengulurkan tangannya ke Hanin yang di balas Hanin.
Farhan menganggukkan kepalanya dan pamit keluar, Hanin spontan memutar tubuhnya ke Hana
" kakak lo kok itu... " tanya Hanin gantung
" kaku? " Hanin mengangguk " dari dulu dia memang begitu. "
" kakak lo kerja apaan? tentara? polisi? "
Hana tertawa " kakak gue cuma asisten manager, sebenarnya dia di tawari kerja di jepang sama otou- papa... tapi di tolak dengan alasan jepang pernah ngejajah indonesia "
Sabrina dan Hanin melongo, mereka tidak percaya kakak Hana memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi
" padahalkan dia ada turunan jepang " ucap Sabrina
" itulah kakak gue, dia bahkan kesal kalau gue sudah pake jejepangan gitu, katanya Alay "
Hanin dan Sabrina langsung tertawa
" yee... gue mah gak mau ngebedain. gue kan adil " Hana memberi alasan.
Hanin kaget saat hpnya bergetar tapi saat dia melihat siapa yang menelfon keningnya mengkerut
" siapa? Gio ya? " tanya Sabrina
" Zain " Hanin mengangkat telfonnya " halo... "
" Ma. lo dimana? "
" di rumah napa dah lo? panik gitu "
" Ma, lo tau ngak nomor orang tua Papa? "
Hanin makin mengkerutkan keningnya dia bahkan menggigit bibir bawahnya
" Ma? "
" Afa... kenapa? "
" Papa di rumah sakit, tadi jatuh da- "
" apa? rumah sakit mana? Afa bagaimana? " tanya Hanin yang sudah berubah panik.
Hana dan Sabrina langsung mendekati Hanin, Sabrina bahkan mengambil alih hp Hanin
" bi? " panik Hanin
" tenang Nin, Zain sudah kasih tau alamatnya. " ucap Sabrina.
Tanpa sadar air mata Hanin meleleh, membuat Hana dan Sabrina panik mereka menggenggam tangan Hanin yang sudah dingin.
" Kak " panggil Hana tiba tiba, karena kamarnya dan kakak tidak jauh Farhan langsung muncul
Farhan mengkerutkan keningnya menatap tiga remaja itu yang memucat
" kenapa? " tanya Farhan, dia makin mengkerutkan keningnya melihat Hanin menangis " kalian kenapa? "
" kakak bisa anterin kami tidak? " tanya Hana " suami Hanin kecelakaan "
" ya.. ya sudah saya ganti baju dulu " Farhan dengan cepat keluar dari kamar itu.
*****
tbc
dan 2024 anakku lahir ta kasih nama hanindya😍
kangen sama karya baru nya mak 😂