NovelToon NovelToon
Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta

Status: tamat
Genre:Teen School/College
Popularitas:385.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rey

Kisah cinta Harajuna dan Arana telah happy ending, dan sekarang berlanjut kisah cinta para putra-putri mereka.

Arana dan Juna memiliki putra dan putri yang tumbuh dengan sikap dan hati seperti kedua orang tuanya.

Uno--pemuda tampan yang banyak sekali di sukai para gadis, dan dia pun suka sekali berganti pacar, beda sebenarnya dengan sifat Juna, tapi dia masih dalam batas wajar, tidak pernah melakukan hal diluar batas. Siapakah gadis yang berhasil membuat hatinya berhenti dalam pencarian cintanya?

Binna--gadis cantik yang sangat ceria, dan dia sangat menyukai menari, baginya menari adalah bagian dari hidupnya. Dia harus dihadapkan dengan perjodohan yang pernah Arana ucapkan kepada sahabatnya Tia.
Apakah dia mau menerima perjodohan itu?

Dan bagaimana kisah cinta Tommy dan Mara -- sepupu Diandra yang sebenarnya takut untuk menikah karena suatu hal.

Selamat membaca dan semoga kalian jatuh cinta lagi seperti kisah sebelumnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekesalan Sabinna

Ciuman itu masih berlanjut, tangan Sabinna yang mau memberontak di pegang erat oleh tangan Devon. Sabinna hanya melihat mata Devon saat bibirnya masih dalam pagutan bibir Devon. Tidak lama Devon melepaskan ciumannya. Dia menyeringai melihat Sabinna.

"Sekarang aku mau tau, apa yang bisa kamu lakukan setelah aku mencium kamu kembali dengan paksa," ucap Devon tegas, dan terlihat menantang.

"Aarrghh ...! kamu cowok menyebalkan ... menyebalkan! aku membenci kamu!" Binna memukul-pukul badan Devon dengan marahnya, Devon hanya diam saja, bagi Devon pukulan Sabinna sama sekali tidak terasa di tubuhnya.

"Binna dengarkan aku." Devon berusaha menenangkan Sabinna.

"Tidak mau! aku belum puas kalau belum memukul Kak Devon, atau kalau perlu aku rusakan saja motor kakak!" teriaknya marah.

Tiba-tiba tubuh Sabinna yang tidak bisa di tenangkan oleh Devon, dipeluk sama Devon sampai mereka berdua tidak seimbang dan jatuh ke tanah, Devon tepat berada di atas tubuh Sabinna. Kedua mata itu saling berpandangan.

Sabinna seketika tediam melihat mata coklat terang milik Devon. "Kamu cantik juga ternyata kalau di lihat sangat dekat seperti ini," celetuk Devon. Devon mendekatkan wajahnya pada Sabinna. Sabinna dengan cepat menutup kedua matanya erat. Dia takut jika Kak Devon akan menciumnya lagi.

"Kenapa? Takut aku cium lagi?" Devon malah berbaring di sebelah Sabinna. Mereka sekarang malah tiduran terlentang di atas rumput. "Kamu tau, Sabinna. Aku membayangkan bagaimana kelak jika aku menikahi kamu, menikah gadis yang sangat keras kepala." Devon melihat le samping. Pun dengan Sabinna melihatnya.

"Ya sudah, jangan nikahi aku, lagian siapa yang mau menikah dengan kakak." Sabinna melotot.

"Kalau aku tidak menikah kamu, berarti aku mengingkari janjiku sendiri."

"Janji? janji apa?" Sabinna tampak bingung.

"Ya sudah! ayo kita pulang." Devon tanpa menjawab pertanyaan Sabinna beranjak dari tempatnya berjalan santai menuju motornya.

"Kak Devon! ih! ditanya selalu tidak peduli!" gerutu Binna kesal. "Lihat saja, aku tidak akan mau menikah dengan kamu!" teriaknya kesal, tapi sama Devon sama sekali tidak di pedulikan, malah Devon sudah duduk di atas motornya melihati Sabinna yang berjalan dengan muka di tekuknya ke arah motor.

"Cepat naik! kamu mau pulang tidak?"

Binna naik ke atas motornya, dia memberi jarak antara dirinya dan Devon, dan lagi-lagi Devon yang suka menggoda Binna mengegas motornya dengan cepat, sampai akhurnya Binna kaget dan spontan memeluk Devon.

Tangan Devon menarik tangan Binna membuat Binna merangkul Devon dari belakang. "Pegangan yang erat, aku tidak mau di salahkan kalau kamu nanti jatuh dari motorku." Devon menyeringai samar.

Mereka akhirnya pulang ke mansion. Sampai di depan pintu utama mansion, Binna secepatnya turu, Binna tidak ada keinginan untuk mengucapkan terima kasih sama Devon, dia sebal sekali sama cowok itu.

Saat Binna mau langsung masuk, matanya menangkap sosok ibunya Arana yang ternyata berjalan ke arah mereka. "Binna, Devon, kok kalian bisa datang bersamaan?"

"Siang, Tante Arana. Maaf tadi saya kebetulan lewat sekolah Sabinna, dan melihat Sabinna sudah pulang, jadi saya menawarkan untuk mengantar Sabinna pulang."

"Oh begitu, tapi kalau tidak kebetulan juga sebenarnya tidak apa-apa, lagian supir keluarga ini masih pulang ke kampung halamannya. Kalau mau kamu bisa mengantar jemput Sabinna, Devon."

"Ibu!" Sabinna melotot. Wkakakka ini emaknya gercep juga. "Kak Devon, Kan banyak pekerjaan, lagian jangan merepotkan dia. Aku bisa pulang sendiri." Muka Binna di tekut kesal melihat ke arah Devon.

"Ya! maksud ibu kalau Devon tidak sedang repot, Ibu ini sebenarnya khawatir Binna kalau kamu pulang sendiri. Seperti tadi, entah kenapa perasaan ibu tiba-tiba tidak enak, ibu mau menyusul kamu ke sekolah. Ibu telepon Lila malah tidak diangkat."

Lila takut, orang Binna tidak sama dia. Binna sekarang merasa bersalah sama ibunya, ibunya sangat peka pada Binna, memang benar tadi Binna hampir saja di jahatin oleh ketiga pria brengsek itu.

Sebenarnya, tadi Devon memang menuju ke sekolah Sabinna, dia ingin memastikan jika Sabinna baik-baik saja, ya! mumpung dia masih di Indonesia, benar kata Binna, Sih! Devon memang mengikutinya.

Lalu saat Devon melihat ada Lila dengan cowoknya yang baru datang, Devon menghampiri Lila, Lila lalu menceritakan jika Sabinna baru saja pergi ke sebuah perumahan di mana Binna ingin mencari Lukas. Devon tanpa basa-basi langsung menuju ke sana. Dan selanjutnya, itulah yang terjadi.

"Aku baik-baik saja, Bu. Ibu tidak perlu khawatir." Binna memeluk ibunya.

"Saya akan mengantar jemput Sabinna, Tante Arana," ucap Devon cepat.

"Terima kasih, Devon. Minggu depan supir tante juga sudah datang, kok." Muka Arana tampak sumringah, beda dengan anaknya. "Ya sudah, ayo kamu ikut makan siang juga sama kita berdua," ajak ibunya Binna.

"Maaf, Tante, saya mau pulang dulu, ada beberapa berkas kepindah yang masih harus saya urus soalnya. Lain kali saya pasti menerima undangan makan siang tante."

"Oh! ya sudah kalau begitu. Salam buat mama dan ayah kamu, Ya Nak?"

"Iya, Tante."

"Oh ya, Binna!" Arana melihat jaket Devon yang masih melekat di tubuh Sabinna, bukannya kemarin Arana menyuruh Sabinna mengembalikan pada Devon, tapi kenapa ini malah di pakai lagi? "itu jaketnya Devon kamu balikin, kenapa malah kamu pakai lagi?"

Kedua mata Sabinna kaget dan dia langsung melihat ke arah Devon. "Em ... ini ...?" Binna bingiung, kalau dilepas pasti ibunya melihat baju Sabinna yang sobek.

"Tante, itu untuk Sabinna, Sabinna ternyata menyukai jaketku, dan aku mau memberikan jaket itu untuk Sabinna," jelas Devon cepat.

"Kamu menyukai jaket ini? kok bisa? bukannya kamu malas sekali memakai jaket, ibu saja membelikan untuk kamu tidak pernah kamu pakai, kenapa sekarang menyukai jaket milik Devon?" Mata Arana tidak percaya.

"Iya, jaket milik kak Devon bagus, lagian kalau aku jadi di antar jemput Kak Devon, aku butuh jaket, biar tidak masuk angin," jawabnya mencari alasan

"Tidak apa-apa, Tante. Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu. Binna, jangan lupa, hari Minggu aku jemput kamu." Arana kaget, Binna tidak menjawab, dia hanya menunjukkan muka sebalnya.

Devon berlalu dari halaman mansion kakek yang besarnya hampir sebesar lapangan sepak bola. Binna berjalan masuk dengan kesal, Arana mengejarnya dan menarik tangan putrinya itu. "Binna, kamu sama Devon, kalian mau berkencan?" Mata Arana tampak berbinar.

"Iya, kak Devon ingin mengajakku pergi." Binna cemberut.

"Bagus kalau begitu, tapi kenapa kamu cemberut begitu? kamu tidak mau diajak kencan sama Devon?"

Binna bingung, dia nanti kalau menjawab tidak, lalu ibunya pasti tanya, kenapa menerima ajakannya kalau terpaksa? Binna tidak mungkin menceritakan jika kencan ini hasil negosiasi anatara dirinya dan kak Devon.

Author pengen mereka segera menikah, pengen tau rumah tangga mereka bakalan seperti apa? wkakakak

1
kavena ayunda
jangan2 zia suka uno🙄 kok sewot ma diandra sih aneh bgt zia kakak angkat sok2 an ngatur
Elis Lismawati
gak seru orang yang slalu menang ,, orang bnar jdi kalah
Rey: sabar
total 1 replies
J Subroto
lanjut lagi thour, ceritanya sangat asik, aku baca dari awal juna sama arana pertama kali bertemu smpai saat ini. ayo thour please
Rey
Tunggu kisah baru lagi ya. Atau kalau mau bisa baca novel author di sini yang belum tamat. Judulnya My Secret Love. Itu juga kisah Akira yang bantuin Tommy dan Diandra waktu mereka diam-diam berpacaran.
Nda Yeni
udah tamat apa ini novel mohon info nya thorr🙏🙏
Rey: Sudah tamat, Kak.

Jangan panjang-panjang, nanti lier hihihi. Authornya yang lier.

novel satunya belum tamat, Kak. Siapa tau mau baca juga 🙏
total 1 replies
Adha Adha
kayaknya madih ada kelanjutannya de,kami tetap menunggu ya thor ! 🙏🙏🙏
Rey: Mereka sudah pasti Nikah, Kak. Nanti kalau novel satunya juga tamat, aku akan coba buat sequel cucunya Juna dan Arana
total 3 replies
mama Febri
xtra partnya dong thor
mama Febri: yah artinya diandra bahagianya pas tamat doang? kurang seru say....
total 2 replies
Aldiza azahra
maksih thor..info dong masih adkh kelanjutany...,,,
Rey: Ini Aku tamatin, Kak
total 1 replies
Chindy Miracle
thinkyu buat karya2mu yg sll menemani kami kaum rebahan. dtunggu karya2mu selanjutna. Semangat n sehat selalu...
Rey
Tunggu kak masih review. Sudah tamat, Ya
Nda Yeni
heppy ending nya mana
Chindy Miracle
thor sedikit koment yak....nih crt akhirna kek sinetron ikan terbang....yg jahat lgsg mati ndak ada greget2na yg buat readers ikut luapin emosi n buah hasil kejahatan yg d lakauin ntah itu akhirna mati ato bertobat.
Rey: Bukannya beberapa hari uda dibikin greget sama tingkahnya Zia. Aku buat meninggal aja, biar gak bikin masalah lagi. Zia orang yang tidak muda bertobat
total 1 replies
Adha Adha
Kayaknya Ayah kandung Ken ya Ken juga namanya dan Lukas adiknya Zia kali makanya mereka kerja sama menhekap Binna,cinta memang indah tapi ketika cinta tidak memiliki byk orang yang menghalalkn segala cara untuk memblas skit htinya karena cinta.,lnjut thor !
Adha Adha: 🙈🙈🏃🏃🏃
total 2 replies
Alif Budi Kurniawan
katanya happy ending....tapi ceritanya masih nggantung...GK jelas🙄
Rey: Tungguin kak, ini aku kirim dua bab masih review
total 1 replies
Yulie Dwiryanti
Ayo thor... apa yg terjadi dg Bina... lalu siapa ayah kandung Ken..?
J Subroto
penasaran trus thour
Adha Adha
Apa ibu ya Lukas ibunya Zia juga ya thor?lnjut thor ! 💪💪💪
Arvi
hduuh..klanjutan uno ma diandra gmna thor trus anknya zia tu bpaknya spa🤔
Rey: Sabar, nanti di ungkap semua
total 1 replies
Aldiza azahra
semoga lucas sadr...mungkinkh dia putra dri laura..atau..sioa thor...
Rey: Tungguin kak hari ini tamat 2 bab
total 1 replies
maya nurmayasari
semoga cepat sembuh Thor 🤲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!