[ 21++ ] Di Mohon Kebijakan Pembaca.
IG : @liesysl
Pernah dikhianati 4 tahun yang lalu oleh lelaki yang dia cintai, membuat Daisy menjadi begitu selektif. Tetapi semua berubah ketika dia bertemu dengan lelaki tampan tapi kaku.
Hanya dengan pertemuan singkat keduanya memutuskan untuk menikah. Tapi, siapa sangka suaminya adalah bos baru di perusahaan tempatnya bekerja.
Bagaimana ingin profesional kalau bos yang terkenal dingin ternyata memiliki hati yang hangat. Bagaimana kelanjutan kisah rumah tangga Daisy dengan bosnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Bonita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.33 - Belanja
Zhafran selama hidup bak raja, dia tidak akan mau meluangkan waktunya demi orang lain selain pekerjaan dan keluarganya. Dia tidak pernah melakukan hal kecil seperti berbelanja di tengah keramaian apalagi ke pusat perbelanjaan.
Alexander Zhafran Fryaga atau lebih dikenal Frayaga Grub yang bergerak dalam bisnis perbankan, rumah sakit, real estate, Inovasi Tekhnologi, Fashion dan masih banyak bisnis menguntungkan lainnya. Berkat kejeniusan Zhafran dia juga bisa mendesain beberapa tempat misalnya saja Hotel Atson, dia jugalah pendirinya.
Ran membuka Hpnya dan mengirim pesan pada Ren.
📩" Ren tebak sekarang kakakmu lagi dimana?"
📩"Dimana?"
📩"Lagi di Mall belanja buat Nyonya."
📩"Hem."
📩" Gak percaya Ren? aku kirim foto ya > Sending."
📩"Kenapa bisa? bukannya Tuan anti keramaian."
📩"Kalau sudah cinta kan laut disebrangi, gunungpun di daki."
📩"Jangan konyol Ran. Tuan tidak mencintai Nyonya, pasti dia hanya menganggap hal tersebut adalah tanggung jawabnya sebagai suami."
📩"Kalian para lelaki memang gak peka dan lemot, sudahlah aku lanjut dulu.Bye."
Di sepanjang perjalanan hanya Daisy yang banyak berbicara, Zhafran hanya mengangguk dan tersenyum. Dia memang tidak pandai mengobrol, mengingat sifat dinginnya yang jarang berinteraksi dengan seorang wanita.
Walaupun Daisy seorang wanita yang modis tapi dia jarang berbelanja, baginya uang itu sangat penting untuk masa depannya. Punya pekerjaan yang bagus tidak lantas membuatnya boros. Dia mampu menjaga kondisi barangnya tetap bagus dan awet jadi tidak perlu mengeluarkan uang setiap bulan untuk membeli kosmetik ataupun pakaian.
Mata Daisy tertuju pada Dasi bewarna abu-abu bercorak emas di bagian ujungnya lalu dia masuk kedalam toko tersebut.
Dia ingin membelinya untuk Zhafran, bukan hanya sebagai balasan tapi juga selama ini dia tidak pernah membeli apapun untuk suaminya.
"Zhafran ayo kedalam sebentar." Daisy menggenggam tangan suaminya dan mereka berdua mulai melihat-lihat sekeliling.
Beberapa pegawai tidak bisa fokus dan menatap Zhafran lalu salah satunya menghampiri.
[ Percakapan dengan pegawai menggunakan Bahasa Inggirs ]
"Selamat datang Tuan, ada yang perlu kami bantu?"
"Istriku bukan aku." Zhafran menjawab tanpa memandang.
"Oh maaf, Nyonya ada yang bisa saya bantu?"
"Tolong ambilkan dasi yang ada didepan yang bercorak emas ke abuan."
"Silahkan Nyonya." Pegawai itu menyerahkan dasi kepada Daisy.
"Zhafran apa kamu suka?"
"Hemm."
"Hemm apa ? gak suka ya ?"
Apa kurang mewah yah, semua pakaianya kan barang mahal dan branded.
"Suka kok, buat ku?"
"Kemarilah biarkan aku memasangkannya."
Buat kamu lah masa si Ran.
"Kamu bisa memasang dasi?" tanya Zhafran heran yang kemudian mendekat.
Apa dia memasangkan dasi pada mantan nya, kok aku jadi kecewa gini.
Zhafran memang tinggi dan Daisy harus mendongak keatas hanya untuk menatap wajahnya ketika dia memakaikan dasi, Zhafran menjadi sangat menempel lalu melingkarkan tangannya di pinggang Daisy. Dimanapun dan kapanpun pasti ada sebagian orang yang kagum dengan pasangan muda tersebut. Bagai menonton adegan drama bergendre romantis. Ya, Paris memang negara Romantis dan cocok untuk mereka yang sedang berbulan madu.
"Zhafran kamu terlalu menempel aku jadi susah masanginnya." Daisy bisa merasakan suara hembusan nafas Zhafran didepannya membuat wajahnya merah merona.
"Kalau jauh malah susah memasangkannya." Zhafran kemudian menaruh dagunya dikepala Daisy sambil tersenyum.
"Aduh berat, berdiri yang benar dong." Daisy mendorong pelan tubuh Zhafran dan mulai memasangkan dasinya lagi.
"Kenapa sebelumnya kamu gak bilang kalau bisa masangin dasi." Zhafran menatap Daisy yang tengah sibuk memasangkan dasi.
"Kamu gak nanya kan, selama ini juga kamu selalu bangun lebih dulu, pas aku bangun kamu sudah dalam keadaan rapi."
Gimana bisa konsen masang dasi kalau banyak yang ngeliatin kami. Tuh tanganku sampai bergetar.
"Kalau begitu kamu yang harus masangin dasiku setiap hari." Zhafran memegang dagu Daisy lalu mencium bibirnya. Sontak beberapa pengunjung luar ataupun dalam negri serta beberapa pegawai yang menyaksikan merasa adegan di depan mereka sangatlah manis, tapi tidak sedikit juga yang mengabaiakan.
"Tentu kan aku istrimu." Mau tidak mau Daisy menerima ciuman tersebut dalam keadaan pasrah dan menahan malunya.
"Jadi kamu masangin dasi kesiapa sebelumnya?"
"Rahasia, nah coba lihat di cermin kamu ganteng banget kan."
"Aku tau."
Daisy diam sejenak dia tau suaminya ganteng tapi tidak menyangka Zhafran akan menjawabnya semudah itu.
"Bungkus dasinya yang ini ya."
"Silahkan Nyonya mengikuti saya ke kasir."
Ternyata harga dasi tersebut sangat mahal sekitar 15 juta rupiah. Daisy terpaksa menelan air salivanya, dia tau dasi berkualitas itu mahal tapi tidak menyangka semahal ini. Dia memang punya Black Card dari Zhafran tapi dia tidak mau memakainya, sama saja menggunakan uang Zhafran berarti bukan menjadi hadiah yang pantas.
"Kayaknya setelah ini aku harus puasa deh," gumam Daisy di dalam hatinya.
Zhafran tidak menyangka istrinya tidak menggunakan Black Card yang dia berikan, Zhafran langsung menghentikan Daisy saat mau membayar.
"Zhafran ada apa?"
"Kenapa tidak pakai Black Card?"
"Memangnya kenapa?"
"Itu karna... bukankah lebih baik pakai..."
"Zhafran ini adalah hadiahku untukmu, kumohon terimalah. Masa aku memberikan hadiah pakai uangmu sih."
"Hemm."
Zhafran menarik tangannya dan dia tidak menjawab Daisy, dia tidak menyangka istrinya sebaik itu. Bahkan tidak mau menggunakan uang darinya, dan untuk pertama kalinya Zhafran mendapat hadiah dari seorang wanita, yaitu istrinya sendiri.
Zhafran meninggalkan Daisy dan menghampiri Ran.
"Beli semua pakaian, tas, sepatu, segala sesuatu yang mewah untuk istriku sesuai ukurannya. Padahal mau belanja untuknya tapi dia menghabiskan gajinya untuk memberiku dasi."
"Siap Tuan."
Tidak kusangka hati Nyonya sangat baik, kalian pasangan serasi Tuan.
-
-
Di Restoran Vip Room saat ini Ryan dan Joni sedang berdiskusi.
"Tuan Ryan ini berkas yang anda minta, Nona Daisy sudah 4 tahun bekerja di I&T Corporation, dia tinggal di apartemen kecil tapi sudah pindah, dan saya tidak bisa menemukan jejak kepindahannya. Ini juga nomor telpon yang dia gunakan dan masih aktif."
"Kenapa dia bekerja di Perusahaan kecil begitu, dia dekat tapi tidak bisa kucapai. Seharusnya tidak sulit kan kenapa lama sekali mendapat infonya."
"Maaf sepertinya ada pihak lain yang menutupinya Tuan."
"Bisa saja begitu sih, atau mungkin orang tuaku yang menutupinya."
"Kalau begitu silahkan anda periksa, saya akan kembali bekerja."
Ryan menghembuskan nafasnya dengan pelan, tujuannya sudah mulai tercapai. Dia mulai tersenyum membayangkan bagaimana wajah Daisy melihatnya saat bertemu nanti. Pasti Daisy akan marah tapi itu hanya sebentar, karna Daisy tidak pernah bisa marah lama padanya, dia seorang gadis baik dan penurut.
[ Dering ] Suara Hp Ryan.
"Kamu lagi kenapa menelpon, kan sudah ku bilang kita tidak punya hubungan lagi."
"Tapi aku masih istrimu Ryan. Sekarang kirimkan aku uang, aku mau belanja."
"Itu bukan urusanku, kalau mau belanja ya pakai uangmu."
"Halo... halo... Ryan...Sialan kenapa kamu jadi begini sih setelah kita menikah."
Seenaknya mematikan telponku sialan.
"Dasar Perempuan gila doyan belanja, dia pasti sibuk menghabiskan uangnya di Paris. Hanya Daisy yang bisa mengerti aku. Diasy aku merindukanmu." gumam Ryan sambil menunduk lesu.
Bonus :
Jadi menurut kalian apa yang terjadi di masa lalu dan kenapa baru sekarang dia mau kembali....akankah mereka kembali bersama...ataukah.....
Rose berkata," awas ya thor kalau mereka kembalian, ku lempar sapu kau."
Ran sudah bersiap dengan pistol ditangannya," siapa yang mau mengganggu hubungan Tuanku? biar kukirim dia keneraka."
Ren sudah on the way bawa pasukan buat ngebakar rumahnya Ryan, bersiap bikin sekeluarganya bangkrut dan gila.
Author : Bercanda sumpah..sabar ya sabar.. ditunggu
Bersambung.
Terima kasih atas segala dukungannya dan masih setia membaca sejauh ini.
Jangan lupa berikan asupan nutrisi berupa
Like, Komen, Vote, Klik ❤ dan Rate Bintang Lima biar author semakin semangat.