NovelToon NovelToon
Candu Ragamu

Candu Ragamu

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Dark Romance / Obsesi
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Syela

Book #1 of The Walter Brothers Dia pria, pengacara paling licik di New York. Dia wanita, CEO muda yang kehilangan segalanya dalam satu malam. Satu kasus mempertemukan mereka dengan syarat yang tak masuk akal. Emily Cooper hanya ingin memenangkan kembali hak atas hidupnya. Raphael Walter hanya tertarik pada permainan yang membuat tubuhnya panas. "Aku menangkan kasusmu. Tapi kau harus menghiburku di ranjangku." Dalam dunia penuh siasat, tubuh dan kuasa adalah alat tawar. Tapi ketika menyecap panasnya hasrat, dan tiap sentuhan menjadi candu nikmat, siapa yang sebenarnya dikendalikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Syela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Emily, Stay With Me!

Begitu Denzel beranjak pergi, Raphael menoleh padanya, bibirnya terangkat miring dengan senyum menggoda. "Masih tak ada ucapan terima kasih?"

Emily melirik tajam tanpa benar-benar menatapnya. Ia bisa merasakan debar yang masih belum juga reda di dadanya, tapi enggan mengakuinya. "Cih, aku tahu kau pandai bersandiwara. Jangan berpikir aku akan termakan aktingmu. Itu pasti tidak tulus."

Raphael terkekeh. "Kau selalu curiga padaku, sweetheart. Padahal kali ini aku jujur."

Emily berbalik cepat, menegakkan bahunya. "Yasudah. Terima kasih kalau begitu," imbuhnya datar sambil berjalan meninggalkan pria itu.

"Oh, hanya itu?" Raphael menyusul dengan langkah perlahan. "Tidak ada ciuman di pipi, atau... di tempat lain mungkin?"

Emily mendecih, memutar mata tanpa menghentikan langkah. "Cium saja dirimu sendiri, Raphael!" serunya ketus. "Dan cepat jalan kalau tidak mau kutinggal di sini."

Hanya tertawa kecil Raphael kini, tawanya yang dalam dan bergetar rendah. Ia menatap punggung wanita itu yang menjauh, pun menggeleng pelan dengan senyum lebar di sudut bibirnya. "Sial," bisiknya, "Kau bahkan terlihat lebih seksi saat kesal seperti itu."

Helikopter sudah siap lepas landas ketika Emily duduk di kursinya, bersandar sejenak sambil menarik napas panjang. Ia menatap keluar pintu yang masih terbuka, memperhatikan Raphael berdiri di depan landasan, menerima panggilan dengan ekspresi serius.

Tak terdengar suaranya, teredam di tengah deru baling-baling yang mulai berputar, hanya gerakan bibirnya yang sesekali tampak tegang. Emily tak tahu dengan siapa pria itu berbicara, tapi dari caranya menggenggam ponsel dan menunduk sedikit, itu pasti sesuatu yang penting, atau rahasia.

Beberapa detik kemudian, Raphael menaiki tangga helikopter dan duduk di sebelah Emily. Melihat itu, sang wanita segera melepas sabuk pengamannya, berdecak pelan, pun lantas berpindah duduk ke sisi berlawanan. Ia bahkan tidak berusaha menyembunyikan kekesalannya.

Raphael hanya mengangkat sebelah alis, lalu menelengkan kepala kecil. "Emily, come on? Benarkah kita akan main begini lagi?" tanyanya. Tanpa menunggu jawaban, ia ikut melepas sabuknya dan berpindah ke depan, duduk tepat di sebelah Emily lagi.

"Serius?" Emily mendengus, menatapnya dengan jengkel. "Kau tidak punya tempat lain untuk duduk?"

Raphael menyandarkan tubuhnya, sedikit melebarkan kaki hingga membuatnya terlihat lebih mendominasi. "Ada. Tapi aku lebih suka di sini. Aku suka pemandangannya." Tatapannya turun perlahan ke arah wajah Emily, lalu berhenti di bibirnya.

Emily menegakkan tubuh hendak berdiri, tapi segera terhenti karena tangan Raphael terjulur ke depan, menahan tepat di depan dadanya.

"Shhh..." bisiknya lembut, sembari menempelkan telunjuknya di depan bibirnya sendiri. "Jangan bergerak, sweetheart. Kita mau lepas landas."

Pilot memberi isyarat, rotor mulai berputar cepat, dan helikopter pun terangkat perlahan meninggalkan Hamptons. Emily hanya bisa menghela napas keras, menunduk dan memalingkan wajah dari Raphael yang masih menatapnya dengan sorot tajam, bak menikmati setiap detik ketidaknyamanannya.

Beberapa menit berlalu. Pemandangan laut biru terbentang di bawah mereka, dan Emily sempat mulai merasa tenang sebelum tiba-tiba guncangan keras menghantam kabin. Helikopter bergoyang hebat. Sabuk pengaman bergetar. Emily terperanjat, kedua tangannya mencengkeram kursi.

"Apa—apa itu?! Kenapa berguncang begini? Apa yang terjadi?"

Pilot menoleh cepat. "Hold on! Kita kehilangan tekanan di rotor kiri, sistem hidrolik drop!" teriaknya, berusaha tak panik. Terlihat ia menekan beberapa tombol, lampu peringatan merah menyala di dasbor. "Shit, altitude turun cepat!"

Helikopter kembali berguncang. Raphael segera menoleh ke jendela, rahangnya menegang. "Sial. Kita kehilangan kestabilan.

Suara alarm kecil terdengar. Pilot berteriak memberi instruksi dalam bahasa yang mereka tak mengerti, bahkan tak terdengar di antara deru mesin. Helikopter semakin miring, angin menerpa kencang, membuat rambut Emily berantakan.

"Raphael!" seru Emily panik, tubuhnya mulai gemetar. "Kita akan jatuh? Kita akan jatuh?!"

Raphael hanya diam, kembali memerhatikan lautan di bawah mereka entah sedang mempertimbangkan apa.

"Raphael! Jawab!!"

"Hey! Hey! Tenang, tenang," ucap Raphael cepat, menatapnya tajam. "Lihat aku, Emily!" Ia menggenggam bahunya, kuat dan tegas. "Tarik napas. Kau dengar aku?"

"Mesin kanan overload! Aku coba stabilkan, tapi—" pilot menjerit lagi. Suaranya terpotong oleh ledakan kecil dari sisi rotor. Helikopter bergetar liar, alarm berdenting tak karuan, dan benda-benda kecil beterbangan di kabin.

Emily menjerit, tubuhnya oleng, hampir terhempas ke dinding helikopter. Raphael sigap, tanpa pikir panjang menarik pinggang wanita itu, memeluknya ke dadanya. "Pegang aku!" titahnya kala tubuhnya melindungi wanita itu dari benturan.

Suara angin menderu, baling-baling tak terkendali kini, dan pandangan berguncang hebat. Emily merapatkan wajahnya di dada Raphael, bisa mendengar degup jantung pria itu yang tetap stabil, anehnya menenangkannya di tengah kepanikan.

Pilot berteriak, "Brace for impact! We're going down.. MAYDAY! MAYDAY!"

Tampaklah laut semakin dekat di bawah sana. Raphael menunduk, menatap wajah Emily yang sudah pucat ketakutan. "Lihat aku, Emily," pintanya sungguh-sungguh. "Apapun yang terjadi, jangan lepaskan aku. Mengerti?"

Wanita itu mengangguk lemah.

Detik berikutnya, teriakan pilot menjadi samar, lalu...

Dentuman keras terdengar, cahaya putih menyilaukan mata, dan tubuh mereka terlempar tatkala helikopter itu kehilangan kendali, menghantam permukaan laut dengan suara ledakan besar, menenggelamkan mereka dalam gelap dan percikan laut yang memekakkan telinga.

Untuk sesaat.. seluruhnya terdengar hening.

Air asin menyesaki mulut dan hidung Raphael yang jauh terdorong ke dalam lautan itu, tapi ia tidak berhenti berenang untuk sampai ke permukaan. Terasa berat tubuhnya sebab jas yang masih melekat padanya kini menjadi beban yang menyeretnya ke bawah. Di atas sana, ombak menampar permukaan laut keras-keras, dan dari jauh sayup terdengar suara baling-baling yang terbakar, sisa helikopter yang kini tenggelam sebagian.

Raphael menendang kuat ke permukaan ketika akhirnya berhasil naik, batuk keras karena menahan napas cukup lama, menelan udara dengan serak. "Emily!" teriaknya parau. Pandangannya mengitari sekeliling, hanya gelombang gelap dan serpihan logam yang mengapung di antara buih putih.

Kemudian terdengarlah samar-samar, jeritan histeris bercampur isak panik.

"Help! Rapha—"

Suara itu terputus mendadak.

Raphael berusaha mencari sumber suara yang kini hilang. "Sialan," ujarnya. Ia mengibaskan air dari wajah, menajamkan pandangan. Di kejauhan, sekelebat tangan berusaha mencuat dari permukaan sebelum lenyap kembali ditelan arus.

Tanpa pikir panjang, dia berenang sekuat tenaga ke arah itu. Otot-ototnya menegang, air memercik kasar setiap kali lengannya mengayun permukaan laut. "Emily! Stay with me!" serunya di antara desahan napas berat.

Kala akhirnya sampai, ia melihat Emily terombang-ambing tak berdaya, tubuhnya sudah setengah tenggelam. Matanya tertutup, rambut basah menempel di wajah pucatnya. Raphael menarik napas dalam, lalu meraih bahunya dan menarik tubuh itu ke dadanya.

"Got you." Ia menahan kepala Emily di atas air, membalikkan tubuhnya agar bisa menopang dari belakang, lantas mulai berenang kembali ke arah pantai yang samar-samar terlihat di kejauhan.

Arus kuat, ombak tinggi, tapi Raphael tidak berhenti. Setiap kali tubuh Emily terhempas ombak, ia menariknya lebih erat ke dadanya, melindunginya.

"Don't you dare die on me now, Emily," ucapnya parau di telinga wanita itu. Napasnya tersengal, tapi tatapannya tetap fokus ke garis pantai yang kian dekat.

Begitu kakinya akhirnya menyentuh dasar dangkal, ia menyeret tubuh Emily ke tepi, menggigil hebat di bawah langit yang tiba-tiba mendung. Ia membaringkannya di pasir basah, menepuk pipinya lembut.

"Emily, wake up."

Tidak ada respons.

Raphael menunduk, menempelkan telinganya ke hidung wanita itu , tidak ada napas.

"Shit," geramnya. Tanpa pikir panjang, dia menekan dadanya, melakukan CPR, sambil terus memanggil nama wanita itu.

"Come on, Emily... breathe."

1
Mita Paramita
Emily is annoying when she's drunk, but Raphael is busy pouncing on her while she's in that state.🤣🤣🤣
Syelaruzz: 🤭 Yoii
total 1 replies
Mita Paramita
Annoying day for Raphael🤣🤣🤣
Syelaruzz: Wkwkwk always
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Raphael 💪💪💪
Syelaruzz: Hehehe🙏
total 2 replies
Mita Paramita
jelas Emily nolak kn dia suka nya sama reynard 🤣🤣🤣
Syelaruzz: Wkwkwk benar 👍😍
total 1 replies
Mita Paramita
jangan sampai dua saudara ini rebutan Emily 🤣🤣🤣
Syelaruzz: Wkwkwk bau-baunya sih bakal begitu yaaa
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor yang banyak 🤣🤣🤣🔥🔥🔥
Syelaruzz: Wkwk diusahakan terus ya kak..😍
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Syelaruzz: Iya kak, thank you dukungannyaa
total 1 replies
Mita Paramita
Emily mulai naksir nih sama Raphael 🤣🤣🤣
Syelaruzz: Hmm wait and see 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪
Emily panik 🤣🤣🤣 tenang aja Raphael udah bucin tuh tinggal Emily aja yang harus terima
Syelaruzz: Panik dia karena udah kemusuhan wkwk
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Raphael licik nih menjebak Emily 🤣
Syelaruzz: Belum puas dia 🤣
total 1 replies
pinpin
ada udang dibalik batu nih rapael wkwk
Syelaruzz: wkwkwk iyaa nih
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Syelaruzz: 😍 Yoi kak
total 1 replies
Mita Paramita
Ralph lagi curhat nih 🤣🤣🤣
Syelaruzz: Iya nih, gak mood dia hahaha🤣
total 1 replies
Mita Paramita
semangat Emily 💪 Ralph terlalu memaksa kn Emily jadi takut 🤣🤣🤣 lanjut Thor 💪💪💪
Syelaruzz: Wkwk iya nih Raphael mau enaknya doang
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Syelaruzz: Okay😍
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor semangat nulisnya 🔥🔥🔥 ceritanya bagus
Syelaruzz: Thank you kak semoga betah😍
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Syelaruzz: 😍💪 siap
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor double up 💪💪💪
Syelaruzz: 😍💪 Thank you kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!