Part 2, lanjutan dari Ta'aruf Pembawa Cinta. Disarankan untuk membaca part pertama terlebih dahulu.
Daffa pergi meninggalkan rumah dan melepaskan semua yang akan menjadi miliknya dan mulai membuka usahanya sendiri.
Lelaki bernama Daffa itu adalah seorang duda yang memiliki seorang putri kecil yang begitu cantik, Ia sangat menyayangi putrinya itu bahkan memberinya nama seperti nama mendiang istrinya, Zeline.
Daffa dibuat frustasi saat semua orang mendesaknya agar menikah lagi, hal yang sangat sulit lelaki itu pikirkan, bahkan dengan membayangkannya saja ia sama sekali tidak sanggup jika harus mencari pengganti dari istrinya, wanita yang sangat ia cintai itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belakangan Ini Hatiku Berubah
"Terima kasih untuk hari ini Zafina" ucap Daffa saat mereka akan berpamitan untuk pulang
"Sama-sama Daffa, aku akan lebih senang jika kau dan Zeline sering makan disini. Kau taukan aku selama ini tinggal sendiri" jawab Zafina mengutarakan keinginannya
"Biar aku yang menemani Bibi Zafina" ucap Zeline menyela pembicaraan mereka, Zafina dibuat gemas dengan tingkah anak itu
"Benarkah? ide yang bagus sayang" tanya Zafina mengacak pelan poni Zeline
"Dia hanya akan merepotkanmu saja Zafina" ujar Daffa membuat Zeline mencebikkan bibirnya
"Papa, aku ini anak baik" cebik Zeline mengundangan tawa bagi kedua orang dewasa itu
"Datanglah kapanpun, Bibi akan selalu menerima mu" kata Zafina dengan begitu tulus hingga dapat menyentuh hati Zeline. Bukan hanya Zeline, tapi nampaknya Daffa pun tersentuh dengan ketulusan Zafina, matanya tidak lepas memandangi wanita yang sedang tersenyum pada putrinya itu
"Terima kasih Bibi Zafina, Zeline sangat sayang dengan Bibi" ucap Zeline menghambur memeluk Zafina sampai membuat Zafina tidak bisa mengimbangi dirinya, Daffa refleks ingin menahan tangan Zafina, namun ia urungkan ketika ia melihat Zafina bisa mengimbangi dirinya.
Zafina balas memeluk Zeline hingga gadis kecil itu merasakan kehangatan dihatinya melalui pelukan dari Zafina, pandangan Daffa pun tak terlepas dari keakraban mereka berdua hingga Zafina melepaskan pelukannya dan kembali berhadapan dengan Daffa
"Kalau begitu kami pamit pulang dulu, sekali lagi terima kasih untuk hari ini" ucap Daffa diselingi senyuman saat ia berpamitan dengan Zafina
"Tidak masalah" jawab Zafina membalas senyuman Daffa
"Bibi, aku pulang dulu" kata Zeline melambaikan tangannya pada Zafina, Zafina mengangguk dan tersenyum sembari membalas lambaian tangan Zeline.
Begitu mereka masuk ke dalam lift, barulah Zafina kembali masuk ke dalam rumahnya.
***
Begitu sampai dirumah, Zeline langsung mendaratkan tubuhnya di atas sofa dan memegang bahunya.
"Pelukan Bibi Zafina terasa sangat hangat hingga sampai ke hatiku" gumam Zeline terdengar samar di pendengaran Daffa
"Kenapa sayang?" tanya Daffa yang seperti memdengar anaknya sedang berbicara
"Hah? ah tidak Pa" jawab Zeline gelagapan
"Papa kira kau mengatakan sesuatu" kata Daffa tersenyum pada putrinya
"Tidak ada Pa" ucap Zeline tersenyum tipis
"Ya sudah, cepatlah mandi. Ini sudah terlambat" Perintah Daffa pada putrinya
"Iya Pa" jawab Zeline menganggukkan kepalanya.
Zeline berdiri dari tempatnya duduk namun terpikirkan akan sesuatu, ia pun mengurungkan niatnya dan kembali duduk disana
"Papa.." panggil Zeline membuat Daffa menoleh padanya
"Iya nak? Kenapa?" tanya Daffa penasaran
"Hmm menurut Papa, Bibi Zafina orangnya seperti apa?" tanya Zeline dengan hati-hati pada Papanya, Daffa terdiam sejenak lalu menjawab pertanyaan putrinya
"Zafina baik" jawab Daffa singkat namun bukan jawaban itu yang diinginkan oleh Zeline
"Bukan hanya baik Pa, Bibi Zafina juga sangat cantik dan sangat perhatian padaku" kata Zeline memiliki maksud tertentu saat mengatakan hal itu
"Memangnya kenapa?" tanya Daffa tidak mengerti maksud putrinya
"Tidak apa-apa Pa, hanya saja..entah kenapa Zeline sangat menyukai pelukannya. Pelukan Bibi Zafina bisa menghangatkan hati Zeline" jawab Zeline tersenyum sembari mengingat kembali bagaimana Zafina memeluknya dengan begitu lembut.
Daffa mengerti maksud dari putrinya, namun ia tidak ingin terlihat mengerti karena takut memeberikan harapan pada putrinya itu. Matanya tertuju pada potret Zeline istrinya yang terpajang di meja dekat TV. Zeline menatap Papanya yang hanya diam setelah mendengar ucapannya, Zeline sudah bisa menebak apa yang ada di pikiran Papanya
"Zeline mandi dulu yah" perintah Daffa dengan suara yang lembut serta senyum tipis yang terurai di wajahnya membuat Zeline tidak enak melanjutkan percakapan mereka.
"Iya Pa" jawab Zeline langsung mematuhi perintah Daffa.
Zeline segera berlalu dari sana menuju ke kamarnya untuk mengambil baju tidurnya lalu bergegas ke kamar mandi.
"Sepertinya Papa sangat mencintai Mama, sangat sulit untuk membuka ruang dihatinya. Maafkan Zeline Ma, tapi Zeline mau Papa bahagia" batin Zeline saa melihat Daffa yang masih memandangi foto Mamanya begitu ia berjalan menuju kamar mandi.
Entah apa yang ada di pikiran Daffa saat ini, namun yang Zeline yakini saat ini Daffa merasa sangat merindukan Mamanya. Zeline menghela nafasnya lalu masuk ke dalam kamar mandi
"Zeline, maafkan aku. Entah kenapa belakangan ini hatiku berubah. Wanita itu..aku tidak tau kenapa wanita itu selalu terbayang di benakku, aku seperti melihatmu hidup kembali dalam bayangan wanita itu. Maafkan aku Zeline" batin Daffa menatap kosong ke arah bingkai foto yang berisikan foto Zeline yang sedang tersenyum seakan ia melihat Zeline tersenyum padanya.
lanjut dg karya yg bagus lagiii....
semangaaaattt....
MENGEJAR CINTA KAKAK KELAS dari Endergamer 1256
"Malam ini kamu pulang ke rumah.
Rumah kita.
Udah terlalu lama kamu berkeliaran di luar.
Aku harus jaga calon istriku biar gak ditidurin orang lain.
Besok..kita pulang ke Indonesia.
Langsung kawin.
Sedikit aja kamu mau kabur...aku gak akan segan-segan ngeluarin video kita." kembali Michael mengancam.
Numpang iklan dan terima kasih kakak author 😘