Bagaimana jadinya jika seorang wanita mengejar-ngejar seorang pria berharap akan terbalaskan cintanya???
Dia adalah Yura Maharani Anwar seorang wanita cantik,rambut panjang, tinggi body bak model tapi sayang di awal pernikahannya penuh dengan sayatan luka yang di goreskan oleh suaminya.
Yuda Aditama Wijaya,ya dia adalah CEO tampan , namun sifatnya dingin dan sombong dia adalah suami sekaligus cinta pandangan pertamanya Yura sehingga dengan gigihnya dia mengejar sang CEO untuk menaklukan hatinya walau berulang kali dia melukai hati Yura tapi Yura tidak pernah menyerah untuk mengejar cintanya
Penasaran kan gimana ceritanya.? Yuk intip ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Sayang sudah siap belum..? Teriak Yuda kepada istrinya yang saat itu sedang di kamar mandi.
Sebentar mas."ucap Yura.
Cepetan Araaa.!" teriak Yuda ya mereka sekarang akan pulang ke kotanya setelah sehari bermalam di villa Yuda.
Tak lama kemudian Yura pun keluar dari kamar mandi.
Sudah.? tanya Yuda.
Hmmm." jawab Yura sambil memegang perutnya.
Kamu kenapa ,perutmu sakit.? tanya Yuda cemas karena melihat istrinya seolah-olah sedang menahan rasa sakit di perut nya.
Gapapa mas ini hanya sakit efek datang bulan." ucap Yura sambil tersenyum.
Oh ,ya udah nanti di jalan kita beli obat ya." ucap Yuda sambil menggandeng tangan istrinya untuk turun ke bawah menemui pak Ujang dan bi Uti.
Bi,mang kami pamit pulang ya, maaf bila selama kami disini merepotkan kalian." ucap Yuda sopan.
Gapapa Tuan, kami sangat senang Tuan dan nyonya berkunjung ke sini ,sering-sering lah main kesini." ucap mang ujang tak kalah sopan kepada majikannya.
Yaudah kami berangkat yah." ucap Yuda sambil berjalan keluar menuju mobilnya di ikuti oleh bi uti dan mang ujang untuk mengantarkan majikannya ke depan pintu.
Lalu Yuda dan Yura pun masuk ke dalam mobil...
Kami berangkat bi,Assalamu'alaikum."ucap Yuda sambil melajukan mobilnya.
Hati-hati Tuan, Wa'alaikumsalam." jawab mang ujang.
^
Sayang apakah perutnya masih sakit.? tanya Yuda saat di perjalanan
Masih mas,nanti kalau ada supermarket berhenti sebentar ya." ucap Yura.
Iya sayang." jawab Yuda lalu Yuda pun sedikit menambah laju kecepatan mobilnya.
Tak berselang lama mereka pun berhenti di sebuah minimarket namun ketika Yura akan turun tiba-tiba yuda melarangnya.
Sayang biar aku saja yang beliin." ucap Yuda.
Mas serius.? tanya Yura.
Iyalah kenapa emang.? udah apa nama obatnya." tanya Yuda lalu Yura pun memberitahu nama obat untuk pereda haid dan Yuda pun turun dari mobil lalu masuk ke minimarket.Namun Yuda bingung tidak menemukan yang di cari sampai dia muter-muter di dalam minimarket tak lama datang ibu-ibu menghampirinya karena melihat Yuda sepertinya sedang kebingungan mencari sesuatu.
Nak, cari apa.? tanya ibu tersebut.
Ini bu saya cari obat pereda datang buln." jawab Yuda malu
Ooh, " jawab si ibu lalu si ibu pun berjalan ke salah satu rak yang ada di belakang dan mengambil sebuah botol dan memberikan kepada Yuda.
Ini nak." jawab si ibu sambil menyodorkan botol tersebut.
Ah makasih bu, apakah benar ini obat pereda nyeri haid.? tanya Yuda karena takut salah.
Iya nak baca aja di keterangn." titah si ibu lalu Yuda pun membaca nama yang tertera di botol tersebut dan itu sama namanya dengan yang di ucapkan Yura.
Ah iya, sekali lagi terima kasih ya bu." ucap Yuda.
sama-sama,mari nak." pamit si ibu lalu yuda pun menuju kasir dan membayar belanjaannya.
10 menit kemudian Yuda pun keluar dari minimarket tersebut dan masuk ke dalam mobil.
Ini." ucap Yuda sambil memberikan obat pereda nyeri haid
Makasih mas,maaf merepotkan." ucap Yura dan di balas anggukan kepala oleh sang suami lalu yuda pun mulai menyalakan mesin mobil dan melaju membelah jalanan .
^
Toktok....
Masuk." ucap Anton
Maaf pak ini laporan yang bapak pinta." ucap Tania menyodorkan sebuat map kepada Anton.
Ya." jawab Anton mengambil map tersebut.
Cih.!! kebiasaan kalau ngomong Singkat jelas padat ." gumam Tania Lirih namun masih terdengar oleh Anton.
Bicara apa kamu.? tanya Anton
Ah nggak pak." jawab tania gugup.
Gila itu kuping tajam banget." batin Tania.
Kenapa kamu masih disini.? Tanya Anton saat melihat Tania masih berdiri di hadapannya.
Ya saya akan keluar, permisi." ucap Tania sambil bibirnya terus kumat kamit merutuki Anton yang sangat sombong.
Menyebalkan." guamam Tania sambil sedikit membanting pintu ruangan Anton,sedangkan Anton hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sekertarisnya eh maksudnya sekertaris Yuda.
^
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 5 jam Yura dan Yuda pun telah sampai di ruamahnya pukul 13:00.
Akhirnya sampai juga." ucap Yuda lalu dia pun turun dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Saat mereka masuk rumah ternyata disana sudah ada orang tua Yura.
Mamah." teriak Yura sambil berlari memeluk mamahnya.
Sayang baru pulang ya ,dari mana sih.? tanya mamah Yura sambil melepas pelukannya.
Yura di ajak mas Yuda menginap di villanya, villanya sangat bangus dan pemandangannya juga sangat indah." ucap yura menceritakan kepada mamah nya.
Ooh jadi anak papa habis jalan-jalan nih ceritanya." ucap papa Yura lalu memeluk nya.
Hehe bisa jadi." jawab Yura.
Dari Kapan papa disini.? tanya Yuda sambil mencium tangan mertuanya.
Dari kemarin,ini mamahnya Yura bilang dia merindukan anak gadisnya." ejek papa Yura kepada istrinya.
Papa apaan sih, namanya juga seorang ibu pasti lah selalu merindukan anaknya." jawab mamah Yura jengkel.
Hahahaa yayaya wanita selalu benar, iyakan Yud." ucap Papa Yura.
Hahaa iya ayah." jawab Yuda terkekeh.
Kalian para laki-laki menyebalkan." ucap yura sambil menatap sinis ke arah suami dan ayahnya.
Hehe becanda sayang." ucap Yuda sembari tangan mengacak-ngacak rambut Yura.
Sudah-sudah, kalian istirahatlah pasti kalian cape kan." titah mamah Yura.
Yaudah kalau gitu Yura sama mas yuda ke atas dlu ya mah pah." pamit Yura lalu mereka pun naik ke atas menuju kamar.
Aaaah, akhirnyaaaa." ucap yuda sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Mas cape ya, sini Yura pijitin." tawar Yura kepada suaminya.
Boleh sayang, tapi ini nya juga ya." ucap Yuda sembari tangannya menunjuk ke arah benda yang sedang bersembunyi di balik celananya.
Dalam mimpimu." jawab Yura .
Ayolah sayang. dia meriang." ucap Yuda dengan tatapan menggoda.
Mana ada yang begituan meriang." ucap Yura ketus.
Dih gak percayaan si nyonya , serius yank lagi meriang "merindukan kasih sayang".jawab Yuda sambil cengengesan.
Dasar mesum,cepetan sini mau gak aku pijitin badannya." tawar Yura.
Dengan senang hati nyonya." jawab Yuda sambil merebahkan badannya di dekat Yura.Lalu yura pun mulai memijat punggung suaminya.
Uccchhh enak sekali neng." ucap Yuda saat menikmati pijitan sang istri.
Iyalah." jawab Yura sombong.
Jangan-jangan Nyonya singa pernah jadi tukang pijit keliling." ledek Yuda.
Mana ada tukang pijit secantik gini." ucap Yura masih dengan menyombongkan dirinya.
Mana yang cantik, coba mas liat." ucap Yuda dan seketika yuda pun membalikan badannya dan menatap wajah Yura sambil tangannya memegang kedua sisi pipi Yura dan " cup" satu kecupan mendarat di bbir Yura.
Aakh kau ini mencari kesempatan dalam kesempitan." maki Yura lalu Yuda pun kembali mencium bibir Yura dengan rakus.
Oke segitu dulu ya teman2,oh iya teman2 tolong di follow ya akun author hehe.
dan jangan lupa like ,vote nya hehe.
salam sayang dari aku🤗