NovelToon NovelToon
Aurora

Aurora

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:106.9k
Nilai: 5
Nama Author: Era Nur agustina

Aurora gadis desa yang penuh dengan misteri tentang masa lalunya. Ia datang mencari apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarganya di masa lalu. Ia hidup dengan identitas orang lain di besarkan oleh mantan pembantu ibunya sekaligus orang kepercayaan ibunya. Setelah berusia 21 tahun ia datang untuk mencari tahu penyebab ibunya mendekap di penjara dan kematian ayahnya yang masih melekat di ingatannya. Aurora kecil yang hampir kehilangan nyawanya karna ulah kejam sang ayah namun ia paham jika sikap ayahnya bukan seperti yang nampak di matanya. Setelah mendapatkan surat ucapan ulan tahun dari ibunya ia mencari sendiri kebenaran tentang dirinya. Bi inah mantan pembantu ibunya yang telah membesarkannya telah bercerita tentang masa lalunya namun ia merasa ada yang janggal ia memutuskan untuk pergi menemui keluarga ayahnya yang tak lain adalah dalang dari kekacauan keluarganya di masa lalu. Mampukah ia mengungkapkan beneran tanpa membongkar identitasnya. Kisah ini akan di bumbui dengan cinta segitiga yang berakhir tragis. akankah Aurora si gadis jenius mampu menghadapi kesulitan yang akan menghadang jalannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Era Nur agustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 33. Penyesalan yang tiada arti

"Sebelum tragedi itu terjadi"

"Maksud Ayah,?" ujarnya memancing

"Ya...ketika kamu masih kecil seseorang menculik mu dan memeras Ayah, Jika tidak menuruti perintah si penculik maka hidupmu akan berakhir,Nak. Ibu mu mengetahui hal itu membuatnya drop dan terus saja mencari keberadaan kamu tapi hasilnya nihil. Dan Ayah mau tidak mau mengikuti perintah mereka"

"Memeras...Apa yang mereka inginkan sampai mereka tega melakukan hal itu, Yah"

"Kehancuran Amalia Sanjaya Istri dari kakak Ayah, Nak. Mereka mengambil keuntungan dari hubungan kami yang tidak akur dan selalu saja berselisih karna ayah Tidak seibu dengannya."

Aurora hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya menahan nafasnya beberapa saat. Satu hal yang baru ia tahu fakta di balik sikap Hendrawan Wiguna di masalalu. Ia melihat sisi berbeda dari musuhnya ini, Ia mencoba mengatur kembali perasaannya dan ingatannya Ia tak harus mempercayai sikap melow yang di tunjukkan musuhnya saat ini di depan mata kepalanya mengingat betapa culasnya orang ini.

"Ayah tahu kamu pasti terkejut dan mungkin akan kecewa pada Ayah"

Flasback on

"Mas Aku ingin Sekarku kembali, apa kata mereka hah..."

"Kamu tenang,Sayang. Mas akan mendapatkan anak kita kembali meski.. "

"Apa,Mas...Meski apa? katakan padaku " teriaknya

"Meski harus menghancurkan Reksa dan istrinya"

Rianti menggelengkan kepalanya tanda tak percaya syarat yang sangatlah sulit mengingat begitu banyak kebaikan dari Nona Amalia pada hidupnya dan Juga Inah kakaknya. terlebih lagi ada rasa bersalah yang besar dalam hatinya. 'Aku harus memilih siapa, Nona Muda atau Anakku' batinnya

"Ini Berat Mas sangat berat"

"Tapi aku tidak punya pilihan Rianti. Aku bahkan menginginkan hal itu kehancuran Reksa. Karna nasib kami yang jauh berbeda"

"Mas... jangan lakukan itu, Mas"

"Jika aku tidak melakukannya, Aku akan kehilangan anak ku anak kita dan kamu Rianti. Mengerti lah" ujar Hendrawan

Rianti terduduk lemas di pinggiran sofa. Ia tak punya jalan pilihan lain selain membiarkan Suaminya bertindak.

Flasback off

Keheningan masih tercipta di antara mereka. di selimuti malam yang makin pekat. Mata Hendrawan menerawang ke depan bayangan sosok Rianti silih berganti dalam benaknya.

"Seandainya,Ayah tidak mengikuti keegoisan Ayah mungkin kita masih bersama sebagai keluarga yang utuh" ujarnya.

Aurora hanya mampu tersenyum kaku, ia menatap sekilas wajah Pria Tua itu ada penyesalan di sana pancaran yang tulus dari seorang Hendrawan

'Penyesalan yang tidak berarti bagiku, Tuan. Apa penyesalan mu bisa mengembalikan semuanya Ayahku, Ibuku dan Bella ku. Tante Rianti. Anda tidak bisa Tuan. Aku akan menghukum semua yang terlibat dalam konspirasi itu' Batun Aurora.

***

Seminggu berlalu begitu cepat, Tak ada yang berubah di rumah itu bahkan semakin kacau saja tak ada hari tanpa pertengkaran hal kecil hingga melebar kemana mana dan mereka akan langsung mengatakan ulah dari Anak haram. Kata kata itu sudah menjadi seperti nyanyian merdu bagi Aurora, Ia hanya diam dan menerima kata kata kasar dari Dian anak remaja labil. Jika di tanya soal Yudis sejak kejadiaan naas itu ia tak pernah berbicara padanya lagi, ia menghindarinya.

Aurora selalu saja mendapat perlakuan kasar jika Hendrawan tak berada di rumah,terlebih Liana Wanita yang lihai bermain sandiwara. Aurora selalu mengamati gerak gerik serta watak masing masing anggota keluarga itu. Seperti sekarang ini, Aurora hendak keluar bertemu Linda membahas sesuatu yang penting dan mereka janjian di Apartemen milik Linda

"Heh.. Mau kemana kamu,Masih pagi udah mau kelayapan" celetuk Dian

"Kau bicara denganku" tanya Aurora dengan tampang slengeannya yang membuat Dian makin tersulut emosi di pagi buta

"Ya iyalah sama Lu, Siapa lagi anak Haram di rumah ini."

"Jaga ya omongan Lu, gue bukan anak haram ngerti ngak lu"

"Cih... anak Pel***r belagu,"

"Nih anak ye... mulutnya ngak pernah sekolah degh. cantik cantik mulut busuk kayak ******"sengit Aurora

"Enak ajah, ******... Lu tuh yang ******... ngaku ngaku anak bokap gue. Awas ajah gue akan bongkar kebusukan Lu, tau itu" ujarnya sambil menunjuk dada kiri Aurora dengan telunjuk tangannya. Aurora hanya mengikuti tangan itu dengan pandangan liarnya dan

skak.... sekali putar kena lu

"Aaaaaaaa..... lepasin ngak anak haram" teriak Dian

"Jaga batasanmu. jika lu masih sayang dengan nyawa lu." ujar Aurora sebelum melepaskan kuncian tangannya di belakang tangan Dian. Dian hanya menelan salivanya dengan sekuat tenaga. Tiba tiba Liana muncul

"Ada apa ini, kenapa ribut ribut"

Aurora melepaskan cengkraman dan berlalu begitu saja. Ia mengendarai mobil miliknya melajukan menuju apartemen Linda.

.

.

"Saya Mau kalian urus dengan benar jangan tinggalkan jejak. buat ini sealami mungkin "

"Baik Nyonya"

"Saya tunggu kabar baiknya"

Liana menutup kembali ponselnya. Ia tersenyum satu penghalang akan lenyap dari muka bumi.

Sementara Aurora sudah berada di parkiran gedung apartemen Linda. Ia masuk menuju lantai 25. Ia sampai di depan pintu apartemen itu menunggu beberapa saat dan pintunya terbuka, Aurora masuk setelah di persilahkan dengan si empunya rumah. Ia duduk di sofa ruang tamu apartemennya tidak terlalu besar seperti miliknya gaya minimalis tergambar jelas di sana. Ia beranjak melihat lihat foto yang berjejer rapi di meja hias itu

"Namanya Rian, Nona..Rian Saka Alam."

"Nama yang bagus, Dia adikmu bukan"

"Ya Nona, Adik yang menyebalkan tapi ngangenin. hehehehe" ujarnya lalu meletakkan dua buah cangkir di meja tamu

"Agh, begitu ya... bagaimana rasanya jadi seorang kakak, Linda" masih di posisinya sambil mengelus figura itu dengan kedua jempolnya.

"Rasanya, Nano - nano" celetuknya lagi kini duduk santai di sofa sambil memandang wajah Nona mudanya. Aurora mengeryitkan sebelah alisnya

" Maksudnya, Nano nano... asem manis begitu"

"Hahahha bukan Nona, itu hanya ungkapan perasaan kadang suka,sedih,kecewa marah sayang khawatir semua"

"Kompleks ya..."

"Bisa di bilang begitu.Nona ogh Iya saya sudah mendapat kabar dari orang suruhan saya tempo hari."

"Bagaimana Hasilnya" menyeruput kopinya

"Dia tidak menetap di Kanada Nona, tapi beberapa kali ia mengunjungi Kanada. Tapi mereka belum tahu pasti dalam rangka apa Setiap bulannya ia berkunjung ke sana"

"Eeemmm.... Pasti ada sesuatu.Selidiki terus aku tidak akan melepaskan dia begitu saja."

Linda hanya mangut - mangut saja. Mereka menikmati kudapan yang di sajikan Linda beberapa menit lalu. Hari ini hari sabtu mereka bisa santai ria. Aurora hanya ingin melepaskan kepenatannya dalam keluarga Hendrawan.

"Maaf Nona, saya mendapat email sepertinya beberapa hari kedepan kita harus ke Kanada. Kontrak kerja sudah di sepakati dan pengiriman bahan baku serta rentetan lainnya sudah di persiapkan. Kita akan mengunjungi lokasi pembangunan saja Nona"

"Agh begitu ya, Baiklah aku akan cari waktu yang pas. Aku tidak sebebas dulu, Lin"

"Saya paham Nona, anda harus lebih berhati hati. Terlebih dengan Nyonya Liana."

"Kenapa, Apa seberbahaya itu"

"Entahlah firasatku mengatakan wanita itu tak bisa di tebak" ujar Linda setelah mendapat laporan dari orang suruhannya.

"Ya...Aku harus berjaga - jaga. Temani aku ke suatu tempat sekarang"

"Kemana, Nona"

"Saya tidak butuh pertanyaan tapi jawaban Linda"

"Baik,Nona saya bersiap"

"Pakai yang kasual saja."

"Ba.. baik Nona"

Setelah beberapa menit menunggu mereka keluar dari apartemennya dan melajukan kendaraan milik Aurora ke tempat yang di tuju. Aurora mengambil kemudi dan di sampingnya duduk Linda dengan sedikit cemas karna Nona Mudanya melaju dengan kecepatan tinggi.

"Nona sebenarnya kita akan kemana"

"Ke makam Ibu dan Ayahku. Aku rindu dengan mereka"

"Ogh... Tapi kenapa kita lewat jalan ini Nona. Ini sepi sekali kita sudah terlalu jauh dari kota"

"Menghindari macet, tenanglah aku sudah biasa melewati jalan ini jika ke Bandung"

Linda hanya meneguk salivanya dengan berat. Mereka melewati beberapa hutan Lindung. Saat mereka masih memacu mesin kendaraannya ada beberapa mobil yang mencoba menyalipnya. Linda melihat mobil yang sama sepertinya mereka memang di buntuti. Ia melirik Nona mudanya, ia masih fokus dengan kendaraannya

"Nona..." ujarnya ragu

"Apa Kau takut.... kencangkan sabuk pengaman mu kita lihat siapa yang juaranya di sini" ujar Aurora. Linda hanya mengikuti arahan Aurora. Dengan sigap Aurora menghindari mobil yang mencoba memepetnya ia kembali lolos dengan mudah. Namun tiba tiba mobil kedua menyalip dan berhenti tepat di depan mobilnya dengan refleks Aurora menginjak rem hingga suara decitan ban mobil terdengar begitu memekakkan telinga. Ia masih diam sambil memegangi stirnya dengan erat matanya tak lepas dari beberapa orang yang berpakaian preman turun dari mobil depan dan belakangnya. Linda yang sudah gemetar melihat hal ini

' Matilah kita, Nona' batinnya sambil melirik Aurora

Aurora masih memfokuskan matanya ia menghitung banyak pria kekar yang berkerumun di luar mobil mereka.

"Buka pintunya" hardik pria kekar itu sambil memukul mukul kaca mobilnya

"Linda,Kau bisa bela diri"

"Se... sedikit Nona"

"Jika kau takut tetap di dalam mobil kunci mobilnya agar mereka tidak menyakitimu, mengerti biar aku yang hadapi para preman pasar ini"

"Tapi Nona... Kita kabur saja"

"Tidak ada waktu,Linda ikuti perintah ku jika ingin membantu sebaiknya kau kumpulkan keberanian mu dan lawan mereka" ujarnya lalu menekan tombol on dan membuka pintunya. Ia turun dan bersandar di kaca depan mobilnya

"Kalian mau apa hah... minggir menghalangi jalanku"

"Hah... jangan banyak omong.. Bunuh dia"

Hiiiaaat...

Aurora menghindari serangan mendadak dari anak buah preman itu. Duel satu lawan satu.Aurora mendapat lawan yang seimbang namun ia kalah jumlah. Nafasnya tersengal sengal namun ia masih bisa bertahan. Linda yang melihat Nona Mudanya membutuhkan bantuan ia memberanikan diri keluar dari mobil diam diam. Ia melihat sekelilingnya matanya menemukan sebatang kayu dan memukul salah satu preman yang lainnya hingga tumbang. Ia berlari ke arah Aurora yang terkepung melingkar kini mereka saling membelakangi dan masih memasang kuda kuda.

"Apa yang kau lakukan Linda, aku menyuruhmu untuk tetap di mobil kenapa ikut kemari"

"Saya ingin membantu,Nona" ujarnya.

Mereka menghalau setiap serangan dengan kompak beberapa preman sudah tergeletak di jalan raya masih ada dua orang lagi. Mereka duel kembali Aurora mengeluarkan whi chun dan nya dengan lihai dan

Buuuuk

Tepat sasaran premen itu memegangi dadanya ia terduduk tak mampu lagi menyerang. Sedang Linda sudah melumpuhkan preman yang lainnya.

"Kau boleh juga ya"

"Terima kasih, Nona"

Aurora dan Linda masih berdiri diantara preman preman yang sudah terkulai lemas. Mereka menarik Nafas dan hendak pergi namun naas

Buuuuuk

Balok kayu menghantam keras punggungnya dan seketika ia limbung

"Nonaaaa.... Mudaaaaaa" teriak Linda

Buuuuk

Kini ia pun terkulai dan pingsan setelah hantaman keras mengenai belakangnya.

****

Sebuah mobil Van hitam berhenti di pinggir jalan di sebrang jalan terdapat sungai dengan aliran deras mereka memeriksa keadaan dan melancarkan aksinya. Mereka mengeluarkan dua orang wanita yang sudah terkulai lemah mereka membuka ikatannya. Beberapa preman yang lain mendorong mobil Honda Jazz putih ke arah bibir tebing dan terus di dorong hingga mobil itu terjatuh ke sungai dan hanyut di susul dua tubuh yang di ikatkan batu untuk pemberat agar dapat tenggelam dengan cepat ke dasar sungai.

"Halo Nyonya Tugas kami sudah selesai. Saya akan membawakan barang bukti pada anda"

"......."

"Di tempat Biasa Nyonya, Baik saya tutup teleponnya"

Pria kekar itu kembali ke mobilnya di ikuti dengan beberapa anak buahnya. Ia menelpon seseorang untuk mengabari jika pekerjaannya sudah selesai.

"Tuan, Semua sesuai dengan perintah anda... Baik kami akan lakukan" ujarnya lalu menutup telpon miliknya tadi.

TBC

1
Nuriyani Nonong
sudah mulai tegang ceritanya
Azzikra
👍👍👍👍👍
Azzikra
🥺🥺🥺🥺
Azzikra
🤔🤔🤔🤔🤔
Azzikra
🤔🤔🤔🤔
Azzikra
👍👍👍
Azzikra
🥺🥺
mayra
kok end
Fa Rel
bagussss cerita nya
Fa Rel
oh prass yg dlu niat ngelecehin dia ya 🙄😂😂😂wah gk nyangka jodoh
Fa Rel
kok meninggal ih
nonanoera
hallo readers novel ini sedikit lagi akan tamat yach... insha Allah endingnya happy kok. salam dari aku... terima kasih selalu setia membaca karyaku
nonanoera
terima kasih
Rahmi Yetri Kasri
pras ini yang mana ya? kelamaan updatenya, jadi lupq
Fa Rel: yg dlupernah hampir melecehkan dia pas smA Trs di hajar smpet viral
total 1 replies
nonanoera
Ada yang penasaran ngak sieh di bab 55 si dokter Pras itu siapa...😬 tebak hayo...
sefra
selaluh setia menunggu up nya thor😊
Suparni
Ayo kak lanjut makin seru critanya
sefra
bikin penasaran aja de thor
Difa IG@difadipho: Hy kak jangan lupa mampir juga di novel aku
~Pertama dan Terakhir
😘😘😘
total 1 replies
Suparni
Lanjutkan lagi aku tunggu ya
Junika Harini
bagus cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!