"halo ma..."
"kakak dimana?kalau mau pergi itu bilang bukannya pergi aja...."pidato panjang lebar itu dimulai.
"kakak lagi nyari duda beranak tiga agar mama langsung dapat cucu."kata Kayana agar sang Kanjeng ratu menghentikan pidatonya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria ardila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
'sialan.'kata Arvan dalam hati.
badannya terasa panas ketika melihat kayana yang tertawa bahagia di gendongan pria tampan itu.
mobil Arvan Langsung putar balik kembali ke rumah.
"kenapa papa putar balik,kakak mau tempat mama."kata Gaura saat Arvan memutar mobilnya.
"kita pulang saja,mama kamu sedang bahagia disana."kata Arvan datar.
"papa cemburu??"celetuk Gaura langsung.
Arvan terdiam, ia menyadari kalau sekarang ia sedang cemburu terhadap pria yang bersama Kayana tadi.
apa aku mulai mencintai nya???
"enggak."jawab arvan mencoba tetap tenang.
Gaura tak bersuara lagi.
"kita pulang saja lagi ya, papa nggak enak badan rasanya dan adek juga udah tidur."kata Arvan.
Gaura tidak menjawab lagi begitu juga dengan gauka yang sedari tadi tidak mengeluarkan suara.
.
.
.
"kakak emang nggak sayang Abang lagi."sungut Karan saat mereka berjalan pulang ke rumah setelah dari minimarket.
"siapa bilang kakak tidak sayang sama kamu.kakak sangaaaaat sayang sama Abang."kata Kayana memeluk leher Karan yang sedang menggendong nya.
"terus kenapa kakak nggak pernah ngasih kabar bahkan ngirim pesan satu huruf saja tidak ada."jawab Karan.
"maaf,kakak sibuk."kata Kayana.
"itu itu terus alasannya."gerutu Karan dengan muka cemberut.
cup cup cup
"jangan cemberut lagi."kata Kayana setelah mencium Karan berkali kali.
ya begitulah mereka ,kakak adik itu kadang disangka pacaran oleh orang orang yang baru mengenal mereka karena kedekatan mereka.
berbeda dengan Kazana ,kakak Karan yang satu itu lebih pendiam dan juga dingin,entah sifat siapa yang ia salin sampai begitu dingin.
dia itu sama dengan batu bukan batu es lagi tapi batu yang keras yang kalau melunakkan nya harus dengan palu yang benar benar keras.
"adek dimana?"tanya Kayana pada Karan.
*adek* merupakan panggilan Kazana,lucu bukan orang yang dingin kaku itu dipanggil adek tapi memang itu lah panggilan nya.
dan Karan pun sudah terbiasa memanggil Kazana dengan sebutan itu walaupun Kazana merupakan kakaknya.
"paling masih di kantor biasa orang rajin."jawab Karan.
dari tiga bersaudara memang Kazana lah anak yang paling rajin setelah itu baru Karan dan yang paling terakhir Kayana.
walaupun tertua tapi Kayana lah anak yang paling pemalas,jika ia tidak menyukai suatu pekerjaan maka ia tidak akan menyentuh itu sama sekali.
"kakak tau adek sekarang udah punya pacar loh."jiwa ibu ibu tukang gosip pun masuk kedalam diri karan.
"siapa? siapa?"tanya Kayana semangat.
"kakak tau si batu hidup itu bahkan tersenyum melihat hp nya karena bocah itu mengirim pesan."kata Karan sambil tergeletak membayangkan kembali bagaimana Kazana yang senyum senyum sendiri waktu itu.
"bocah?kazana menyukai brondong."kata Kayana tak percaya.
"iya bahkan ia baru lulus SMA beberapa hari yang lalu."kata Karan.
"hahahahahha."tawa Kayana langsung pecah memikirkan bagaimana adiknya itu bisa cair oleh seorang anak kecil.
"dan kakak tau setiap malam dia akan berteriak di depan pagar."
"meneriakkan apa?"
"katanya sih gini *TANTE SARANGE*."kata Karan ikut berteriak.
"hahahahahha."Kayana kembali tertawa memikirkan bagaimana ekspresi adiknya saat melihat pemuda itu.
"dia juga berani loh kak."
"berani?"tanya Kayana tak mengerti.
"dia pernah berbicara langsung sama papa."
"bicara apa?"
jadi waktu itu………
Milion sudah duduk di hadapan papa Alan sekarang.tak ada raut takut atau gerogi di wajahnya.
Milion adalah laki laki yang telah berani menyukai seorang Kazana princess Alexander.
sebenarnya tadi saat dia akan meneriakkan kata kata cinta pada sang pujaan hati ,tetapi calon mertuanya telah lebih dulu keluar dari pintu rumah dan membawanya ke dalam rumah.
dan disinilah ia sekarang duduk di hadapan sang calon mertua.
"siapa nama kamu?"tanya papa Alan.
"milion pa."jawab Milion santai.
"pa?"tanya Alan bingung ,berani juga anak muda ini.
"iya papa,sebagai calon menantu yang baik dan pintar aku akan langsung manggil papa saja."kata milion santai.
"hahahhahahhahha."tawa papa Alan menggelegar mendengar jawaban bocah itu ,tak dapat Alan bayangkan bagaimana putrinya hidup bersama dengan bocah ini.
"papa kenapa ketawa?"tanya milion polos.
Alan Langsung menghentikan tawanya dan berusaha tenang lagi, sedangkan milion masih santai santai saja.
"setelah lulus kamu mau kuliah?"tanya papa Alan mencoba akrab.
"iya."
"cita cita kamu apa?"tanya Alan lagi.
dengan tampang serius milion menjawab
"jadi menantu papa."
.
.
.
.
bersambung
hadiah ya jangan lupa 🤗🤗
Sarange 🤞
sukses selalu utk cerita2 selanjutnya ya kk☺