"Aku bukan dalang dari kematian orang tuamu"
Diasuh oleh kedua orang tua orang lain sejak kecil karena kematian orang tuanya, namun anak dari orang tua asuhnya mencintainya sehingga mereka menjadi sepasang kekasih, hubungannya mereka sempurna karena mendapatkan restu dari orang tuanya.
Namun, hal buruk menimpa keluarganya, tiba-tiba seseorang datang ke rumahnya dan membunuh kedua orang tuanya, dan mengatakan kalau ini adalah Siska, salah satu anak angkatnya.
Hal ini membuat Devan (anak kandungnya +kekasih Siska sendiri) menjadi membencinya, sudah berulang kali Siska katakan bulan dia pelakunya namun Devan tak pernah percaya.
Penuh misteri, apakah kebenarannya akan terungkap, siapakah pembunuh yang sebenarnya?
Akankah Devan terlambat?
Mampukah Siska tetap bertahan di sisi Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naaaaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Alex
Devan langsung berlari pergi menyusul Siska, untungnya Siska baru saja naik taksi dan pergi, Devan segera berlari ke arah parkiran di kantornya, dia segera masuk ke dalam mobilnya dan pergi segera menyusul Siska.
"Sial....cepat sekali taksi itu pergi" Devan mendesis kesal, dia pergi dengan kecepatan tinggi, namun masih belum menemukan jejak yang taksi yang Siska naiki.
Segera setelah itu Devan segera menghubungi Reyhan untuk meminta bantuannya.
Reyhan yang mendapat panggilan dari temannya itu segera mengangkat telponnya dia tidak sadar kalau Alex menguping pembicaraannya dengan Devan.
"Hallo Dev, ada apa lagi?"
"Reyhan bantu aku, aku kehilangan jejak Siska , aku tidak tau di pergi kemana"
"Haiss....bodoh sekali dirimu "
"Sekarang apa yang bisa aku lakukan untuk mu?" Tanya Reyhan pada Devan, dia tak pernah habis pikir dengan sahabatnya ini
"Aku akan mengirimkan mu no telepon Siska, tolong cari keberadaannya lewat no telpon itu" kata Devan, namun suaranya terdengar sangat panik, dia seperti kehilangan sebuah berlian besar dan mahal.
"Baiklah aku akan mencari tau, tolong segeralah mengirimkan no hp nya pada ku!" Perintah Reyhan, dia sebenarnya sangat ingin marah dengan sahabatnya itu namun ketika dia mendengar kata-kata Devan di seberang sana, dia tau kalau sahabatnya itu benar-benar panik sekarang akan sangat keterlaluan jika dia ikut marah juga.
Mendengar kata Reyhan dengan cepat Devan mengirimkan no hp milik Siska di dalam kontak nya masih tertulis jelas nama Siska yang masih tetap berada di kontak favoritnya.
Reyhan yang menerima pesan dari Devan segera membukanya, dia mencoba mencari keberadaan Siska sekarang ini.
Beberapa saat kemudian Reyhan berhasil mendapatkan tempat Siska sekarang ini.
"Dermaga dekat kota? Apa uang dia lakukan disana?"
"Semoga dia tidak melakukan hal yang tak terduga "kata Reyhan dan langsung mengirimkan pesan untuk memberitahu Devan.
Namun siapa sangka Alex mendengar saat Reyhan menyebutkan kalau Siska berada di dermaga dekat kota sekarang.
"Oowh jadi Siska pergi kesana, itu berarti Devan juga akan kesana?"😏
"Lihatlah nanti Devan apa yang akan aku lakukan padamu" kata Alex dalam hatinya, dia lalu meninggalkan tempat itu, saat Reyhan keluar dari ruangannya dia melihat Alex yang sudah menjauh.
"Apa dia mendengarkan perkataan ku?"
"Semoga saja tidak,semoga semuanya baik-baik saja" Reyhan berdoa pada Tuhan berharap Alex tidak ikut campur.
Kembali lagi pada Alex, dia segera menelepon orang kepercayaan nya, menyuruh dia untuk datang segera ke dermaga kota, ada rencana besar yang sudah ia siapkan.
Jika, kalian berpikir Alex akan datang ke dermaga dan menjadi pahlawan untuk Siska maka pikiran kalian salah besar.
Akan sangat membosankan jika drama yang kalian lihat di tv dimainkan oleh Alex di saat-saat seperti ini, otaknya lebih licik dari yang yang kalian pikirkan, dia berpikir untuk langsung menghancurkan akar masalah dari semua ini.
"Kalian cepatlah datang ke dermaga dekat kota, tunggulah sampai tuan muda Devan datang, aku yakin sekali dia akan memarkirkan mobilnya di seberang jalan dan akan menyebrang nanti, saat itu perintahkan seseorang untuk menabraknya"
"Aku tidak peduli sekeras apa kalian menabrak sialan itu, lakukanlah seperti kalian memperlakukan seekor anjing liar" ya.......Alex berbicara melalui sambungan telepon dan segera memutuskannya.
Di tempat Devan, setelah dia menemukan lokasi Siska dia segera pergi ketempat yang di maksud.
Sampainya di sana dia melihat Siska yang berdiri di dekat dermaga melihat air laut yang seolah-olah memanggilnya.
Sesuai dugaan Alex, Devan memarkirkan mobilnya dan kini dia akan menyebrang menemui Siska, Siska masih menangis dia pikir ini waktu yang sangat tepat untuk mengakhiri hidupnya, dia berjalan semakin mendekat ke arah laut namai Devan memanggilnya berharap Siska tidak melakukan hal itu.
Siska menoleh ke belakang melihat Devan, dan tepat pada saat Devan akan menyebrang jalan sebuah mobil berkecepatan tinggi menabrak nya.