NovelToon NovelToon
Arley & Ana

Arley & Ana

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:292.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Yulia

Pertemuan yang tak di sengaja dalam sebuah pesawat. Hingga menimbulkan ketertarikan dan akhirnya menghadirkan benih cinta di hati seorang pria tampan
Arley Mahardika Altezza pada seorang
gadis cantik Attilah Nasya Ardilla (Ana).
Sementara sang Presdir mempunyai kekasih yang telah dijodohkan dengannya karena balas budi.

Kisah cinta mereka semakin rumit setelah di ketahui ternyata mereka adalah kakak dan adik, sementara mereka telah melakukan hubungan terlarang.

Bagaimana kisah cinta Presdir tampan bersama adiknya ini selanjutnya?
Mampir dan Ikuti yaah...🙏

Dukung author...🙏
dengan memberi like, rate, hadiah, vote, komentar biar author tambah semangat untuk up terus 😊

Karya ini di terbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia. Isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Setelah acara resepsi pernikahan Abraham meminta anak anaknya untuk menginap di rumah pribadinya. Ana bersikeras untuk pulang, tapi Abraham memaksanya untuk menginap.

Arley sebenarnya enggan untuk datang ke rumah ayahnya, tapi karena Ana menginap di sana, dia pun memenuhi keinginan papanya.

Dan Savira ikut serta karena untuk menjaga Arley dari Ana.

"Kau naik mobilku. Kita pulang bersama." pesan Arley ke pada Ana.

Ana hanya membacanya tanpa membalas. Hal itu membuat Arley marah.

Kalau di suruh memilih, dia lebih baik pulang ke rumah sakit untuk menemani neneknya.

Untu apa dia di sini? Dirinya tidak sederajat dengan mereka. Apa karena melihat Nandita ibunya?

Cih....bahkan wanita iblis itu tidak menganggapnya anak. Hanya karena di depan Abraham saja dia bersikap manis penuh kepalsuan.

"Nenek, aku merindukanmu. Cepat lah sembuh. Hanya kau yang menyayangi ku dengan tulus di dunia ini tanpa ke pura pura an." batinnya menangis. Dia mengira Arley sala satu orang yang menyayangi nya dengan tulus seperti neneknya. Tapi ternyata pria itu seorang penipu. Membohongi dirinya.

Hanya memanfaatkan dirinya untuk mencari kesenangan.

Ana mendesah sedih. Dia melap satu titik bening yang jatuh tanpa permisi.

Keluarga konglomerat itu sudah selesai menyalami tamu undangan. Kini waktunya mereka pulang. Nandita menarik tangan Ana kasar menjauh sedikit.

"Lepas." sentak Ana merasa kan sakit pada tangannya.

"Dengar Ana. Kalau kau ingin ikut kerumah Abraham, jangan bertingkah dan membuat ulah. Sebaiknya kau tutup mulut di depan mereka." kata Nandita memberi peringatan dengan tatapan tajam.

"Cih...mama pikir aku senang dan mau ikut bersama kalian? Aku tidak sudi. Lebih baik aku ke rumah sakit menemani nenek. Kalau mama tidak ingin aku ikut, mintalah pada suami mama untuk tidak mengajakku pulang ke rumahnya, karena aku pun sama sekali tidak tertarik. Aku lebih baik pulang ke gubuk kecilku atau menemani nenek di rumah sakit dari pada berkumpul bersama kalian." jawab Ana ketus. Lalu segera meninggalkan mamanya.

Dita mendengus geram menatap kepergiannya. Dia khawatir dengan kedekatan Ana dan Abraham. Dia tidak menyangka Suami barunya itu menyukai Ana. Dia khawatir Abraham akan bertanya semakin dalam tentang kehidupan mereka dan juga hubungannya dengan Ana dan Murniati.

Dia juga melihat, bukan hanya Abraham yang menyukai Ana, tapi juga kedua putra Abraham__Arley dan Arka.

Nandita mendengus kesal. Jika ketiga pria itu menyukai Ana bisa bisa gagal tujuan rencananya menikah dengan Abraham.

Nandita segera melangkah melihat Abraham memanggil dirinya.

"Ana, kau ikutlah bersama papa dan mama." kata Abraham.

"Dia akan ikut bersama ku." sela Arley.

Savira menatap tak suka dengan keinginan Arley.

"Arley sayang, biarkan Ana ikut mobil om Abra saja." katanya tersenyum manis pura pura.

"Aku ingin lebih dekat bersama adikku Savira." kata Arley memberi alasan.

"Huh...kau pikir aku bodoh tidak mengetahui alasanmu ingin mengajak Ana pulang bersama mu?" dengus Savira dalam hati.

"Tapi Arley, Om Abra ingin Ana ikut bersama mereka." katanya kembali.

"Maaf papa Abra, aku akan naik mobil lain saja, permisi." kata Ana memangkas ucapan Savira.

Arley terkejut mendengar ucapannya. Dia menatap pada Ana yang melangkah cepat meninggalkan mereka.

Ana melangkah menyusul Arka yang kebetulan lewat di depan sana dan sempat di tangkap oleh matanya. Dia akan meminta bantuan Arka untuk mengantarnya. Dia tidak mau pulang satu mobil dengan mamanya. Terlebih lagi semobil dengan Arley dan Savira.

Savira tersenyum senang mendengar keputusan Ana yang akan naik mobil lain.

"Ana..." teriak Arley agak keras. Dia hendak berlari mengejar, tapi Abraham menahan tangannya.

"Kau pulanglah bersama Savira. Biarkan Ana pulang bersama Arka. Papa melihat Arka di sana. Ayo kita pulang." kata Abraham.

Lalu segera berjalan, Dita berjalan di sampingnya sambil memegang tangannya.

Arley mendengus geram dalam hati. Kemarahannya kembali menguap mendengar perkataan papanya yang mengatakan Ana akan pulang bersama Arka.

"Ayo sayang." ajak Savira menarik tangannya tersenyum senang karena bisa berduaan dengan Arley.

Ana berjalan cepat mengejar Arka.

"Arka, Arka__" teriaknya keras.

Saat itu Arka hendak masuk lift. Langkahnya berhenti mendengar panggilan. Dia segera menoleh."Ana?"

Ana ngos ngosan begitu tiba di depannya.

Arka tersenyum lucu melihatnya, tapi kemudian dia segera menarik tangan Ana masuk ke dalam lift ketika melihat papanya dari jauh.

Lalu segera menekan angka paling bawah.

"Boleh minta tolong nggak?" tanya Ana.

Dahi Arka mengerut mendengar pertanyaannya.

"Ada apa Ana? Apa terjadi sesuatu padamu?"

Dia melap keringat di pelipis Ana.

"Tidak ada. Apa kau mau pulang?" Ana balik bertanya.

"Iya__kenapa? Kau ingin aku mengantar mu?"

menebak isi kepala Ana.

"Apa boleh? Kebetulan aku juga ingin meminta tolong hal itu padamu."

"Baiklah, aku akan mengantarmu. Kau ingin pulang kemana? Ke rumah sakit atau ke rumah tempat tinggal kau dan nenekmu?" tanya Arka seraya menatapnya.

Ana balik menatapnya dengan dahi mengerut.

"Kok kamu tahu soal nenekku dan rumah kami?"

Arka tersenyum lebar.

"Ya tahu dong!" katanya seraya menarik tangan Ana keluar dari lift.

"Kamu ngikutin aku ya tadi sore?"

"Iya, aku mengejar mu untuk berterima kasih atas bantuan mu. Tapi kau cepat sekali menghilang. Jadi aku tanyakan saja pada dokter. Kebetulan aku punya kenalan dokter di rumah sakit itu. Dia melihat aku mengejar dirimu. Dokter mengatakan ruangan tempat nenekmu di rawat. Tapi saat aku ke sana kau sudah tak ada. Kata suster yang menjaga nenekmu kau sudah pulang. Aku meminta alamat rumahmu. Tapi ketika aku ke rumah mu, kau sudah tak ada. Sepertinya kau sementara perjalanan menuju ke hotel ini." kata Arka menjelaskan.

"Oohh gitu..." kata Ana manggut manggut dengan bibir mengerucut.

Arka tersenyum melihat bentuk mulutnya yang lucu menggemaskan. Mereka sampai di depan pintu keluar. Sudah terparkir mobil sport mewah berwarna merah kombinasi hitam. Seorang penjaga keamanan memberikan kunci pada Arka.

Arka menekan kunci remote sehingga pintu mobil terbuka.

"Silahkan masuk." kata Arka menuntun Ana masuk.

Ana kaget mendengar ucapannya.

"Naik mobil ini?"

Arka mengangguk tersenyum.

Ragu dan gugup Ana segera masuk dan duduk. Dia terpukau dengan interior dalam mobil yang elegan. Dia beberapa kali naik mobil mewah milik Arley.

Arka segera masuk dan duduk. Dia mendekat pada Ana, meraih sesuatu di sebelah Ana. Ana kaget karena hidung Arka hampir menyentuh pipi kanannya.

"Mau apa?" tanyanya.

Hembusan nafasnya menyapu wajah Arka.

Begitu juga sebaliknya, dia dapat merasakan hembusan nafas Arka menerpa di wajahnya.

Arka memberi isyarat dengan bahasa matanya, melirik pada seatbelt Ana.

Mata mereka saling menatap sangat dekat.

"Jangan mencium ku." ucap Ana deg degan. Jantungnya berdebar tak tenang saat wajah Arka berhenti tepat di depan wajahnya.

Sangat dekat sampai hidung mereka bersentuhan.

Arka tersenyum lebar, lalu mendaratkan satu kecupan di keningnya. Ana tak sempat menghindar. Matanya terpejam saat Kecupan itu mendarat di keningnya. Dia kaget dengan apa yang Arka lakukan.

Ana melongo.

"Apa yang kau lakukan?" kata Ana dengan wajah memerah.

"Jangan marah, aku punya alasan melakukan hal itu, yang jelas bukan bermaksud kurangajar. Percayalah! Atau anggap saja itu ciuman kakak kepada adiknya. Karena kau belum menerima diriku menjadi kekasihmu, maka anggaplah aku kakakmu." kata Arka tersenyum dan mencubit hidungnya, lalu segera mengunci seatbelt Ana.

Ana tidak ingin bertanya lagi atau merasa marah setelah mendengar penjelasan Arka.

Dia harus percaya pada pria ini, layaknya Arka percaya padanya.

Bukan tanpa alasan Arka mencium Ana. Dia sengaja melakukannya karena melihat Arley sedang berjalan mendekati pintu keluar. Dan Arley melihat apa yang dia lakukan pada Ana.

Arka segera memasang sabuk pengamannya. setelah itu melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, keluar dari halaman dan area hotel tersebut khawatir Arley akan mengejar.

Arley mengeram kuat seraya menendang angin. Giginya gemeletuk menahan amarah. Wajahnya memerah dengan rahang mengeras. Kedua tangannya terkepal kuat. Melihat Arka mencium kening Ana.

...Bersambung....

Tinggalkan jejak kalau suka 🙏💗

Mampir juga dalam karya pertama author Rafa & Ara 🤗💗

Terimakasih untuk kalian semua yang sudah bersedia mampir 💗

1
Lilis Sumarni Lisvhancho
kok jadi ilfill dengan ana..
Zugix Huawei
gantung ceritanya,hidup segan mati tak mau
Nani Rosmiati
cerita nya bagus...tpi ending nya deuhh...apa cuma aku az yg baca langsung bab terakhir 60😂 krna ending nya gtu..jadi gk mood
Samudra Rohul
padahal cerita nya menarik tpi koq tamat tba² ya. gmna nasib mereka kalo memang benar ana adik kandung nya . penasaran thour lanjut km knpa
Amilia Indriyanti
goblog
LOVE YOURSELF
sukaaaaaa
Amilia Indriyanti
goblog ai arley. ginjele di CT scan kan ngetoro
Amilia Indriyanti
kemayu
Amilia Indriyanti
bener. kemayu
noers
waduh gk tak woco es endinge aneh....
Kartikagusty 22
author nya seneng tapi readernya kecewa dengan endingnya
plisss buat season 2 nya
🌻Ruby Kejora
Sukses bwt kk
Aris Pujiono
mampir lagi kak ana
Aris Pujiono
semangat up
Aris Pujiono
lebih baik menikah ana
Aris Pujiono
ayo lanjut...
Tau Lo Hulandalo
ceritanya bagus tapi endingnya gak memuaskan. Kecewa aku Arley dan ana kakak adik kandung, bgmn dengan kehamilan ana?
Ningsih Abdullah
aku suka ceritanya, gak nyangka ana dan arley kk adik kandung
Aris Pujiono
mantap
Aris Pujiono
ayo semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!