NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya-senja

Cinta itu ada masa kedaluwarsanya, tapi hanya Tuhan yang tahu kapan cinta itu datang dan pergi.
Satya dibuat kesal karena kalah tender pembangunan mega proyek kilang minyak baru dan surat penalti yang dilayangkan perusahaan owner akibat kecerobohan karyawan baru yang salah dalam membuat project schedule. Alih-alih menerima konsekwensi pemecatan, Aritha malah memaksa Satya tetap mempekerjakan dirinya agar dapat bertanggung jawab atas kecerobohannya.
Tantangan diterima, namun bertemu pandang dengan mata biru elektrik perempuan itu membuat hatinya bergetar.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aritha berhasil menyelesaikan kasusnya atau kecerobohannya semakin membuat bosnya emosional dan bangkrut?

Session 2 :
Tentang bagaimana Ritha berjuang mempertahankan pernikahannya dengan seorang petarung bisnis yang kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan impiannya yang sederhana.
Sanggupkah ia bertahan dengan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya-senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paparazi Amatir

Setelah menyerahkan mardin kebab kepada Satya yang masih asyik ngobrol dengan Hasan Al Guraib dan rekannya yang Ardi belum mengenal namanya, Ardi memilih duduk di kursi kosong yang letaknya di belakang meja yang ditempati Satya. Sebelumnya, ia mengambil makanan penutup berupa es buah dan cinnamon roll tanpa melepaskan perhatiannya pada Satya. Ternyata belajar jadi asisten laksana abdi dalem kerajaan itu susah juga. Ardi sebenarnya sudah tidak betah berada di tempat pesta yang lebih mirip hiburan malam. Kepalanya terus berdenyut-denyut. Bau alkohol makin mendominasi ruangan. Rasanya ingin pulang saja, merebahkan diri sambil mendengarkan murottal atau musik yang membuat jiwanya tenang.

Ardi duduk sendirian menikmati cinnamon roll dengan malas. Sungguh, Ardi sama sekali tak menikmati suasana pesta yang hingar bingar. Hatinya meronta, tak ingin berada dalam tempat seperti ini. Ia lebih takut saat ingat apa nasehat ustadz di pesantren dulu. Kalau tahu itu maksiat, hindarilah. Jangan sampai malaikat mencabut nyawa anak lulusan pesantren di tempat hiburan malam. "Na'udzubillah min zalik. Ya Allah, ampunilah hambaMu yang lemah ini," ucap Ardi lirih nyaris tak terdengar.

Matanya baru sedikit berbinar ketika melihat Raina berjalan menghampiri meja Satya dan bergabung dalam obrolan yang tampaknya cukup seru. Ardi melihat Hasan dan rekannya berkali-kali tertawa. Mereka juga terlihat bersulang dan sedikit mabuk. Ritha benar, perempuan itu tampak sangat cantik dan cerdas. Malam ini ia tampak berbeda dengan kebanyakan pengunjung pesta perempuan yang sebagian besar memilih gaun malam dengan potongan seksi. Raina mengenakan gaun malam sutera panjang berwarna hitam dengan mode mirip abaya mewah. Tampak anggun, sopan namun elegan. Rambut ikalnya yang berwarna coklat dibiarkan tergerai sebahu, hanya dihiasi jepit rambut warna emas yang ditengahnya terdapat 3 buah mutiara hitam berkilau.

Alunan musik berganti menjadi irama pop romantis. Sebagian cahaya lampu sorot warna warni yang menyolok mata kembali dimatikan hingga menyisakan keremangan dan lampu kilat berwarna biru saja. Pemain saksofon, keyboard dan sepasang penyanyi tampak telah menggantikan posisi DJ di panggung berbentuk busur. Sementara penari hanya tinggal 2 pasang membawakan tarian yang gerakannya lebih lembut dan gemulai sesuai alunan musik yang berubah tempo dan iramanya. Tak lama setelah suara saksofon mendominasi, Satya tampak berdiri dari tempat duduknya. Ia mengajak Raina berdansa di depan panggung.

Puih, ini kabar bagus. Seandainya Ritha tahu apa yang terjadi malam ini pasti dia melonjak kegirangan. Instingnya cukup bagus.

Ardi ikut merangsek ke depan mencari tempat pengintaian nyaman yang tak seberapa jauh dari Satya. Diam-diam timbul niat isengnya mengabadikan momen spesial itu dan memamerkannya pada Ritha. Ardi mengambil gawainya dari saku celana. Dibukanya kunci layar gawai dengan sidik jari tanpa mengangkatnya. Bahkan dengan lihai Ardi membuka Lalu mengarahkan kamera gawainya ke arah Satya yang asyik berdansa tanpa mengintip lensa dari samping paha. Klik. Ardi mengambil beberapa foto dengan hanya mengandalkan insting dan sedikit gerakan tangan untuk memindahkan fokus dan posisi kamera atau memperbesar gambar dengan zoom. Sebenarnya Ardi tak cukup berani mengambil foto di tempat pesta privat seperti itu. Karena itu, ia mencoba menerapkan pengambilan foto secara sembunyi-sembunyi ala paparazi tanpa mengangkat gawai lebih tinggi dari paha.

Selanjutnya, ia mematikan gawainya sebelum ada seorangpun yang menyadari tingkah isengnya lalu segera pergi dengan langkah terburu-buru ke toilet. Disamping karena hasrat ingin pipis, ia juga penasaran dengan hasil trik paparazinya.

Ternyata hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Meski hasilnya tidak fokus, tidak terlalu jelas, tapi masih ada beberapa foto yang tidak blur. Di dalam toilet, ia melihat hasil bidikannya lalu mengirim beberapa gambar terpilih ke nomor Ritha. Pesan gambarnya langsung terbaca dan direspon dengan emoji kepala senyum 3 buah.

Ritha: Wah, si bos gercep

Ardi : 🤣🤣🤣

Ardi senyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana wajah Ritha andai gadis itu ada di hadapannya. Terbukti kan, bos Satya telah bergerak lebih cepat daripada upaya Ritha menjodohkan mereka. Yes. Misi dua orang moron sudah hampir terlihat mencapai titik menuju jalan keberhasilan.

Merasa takut ada yang mencurigai tindakan isengnya, Ardi menyempatkan diri menghapus foto-foto yang tadi diambilnya sebelum keluar dari dalam toilet. Jangan sampai ada masalah hanya karena foto- foto iseng yang sama sekali tidak penting. Lagipula sebagian foto sudah dikirim ke Ritha sebagai partner in crime. Dia keluar toilet dengan langkah santai. Namun tiba-tiba seseorang menubruknya hingga tubuh terjatuh. Orang itu dengan sigap merampas gawainya.

"Apa yang anda lakukan di sini?" tanya orang berbadan tinggi besar itu dengan nada tinggi.

Ardi bangun sambil meringis, "Saya hanya buang air, pak." jawabnya dengan tampang memelas. Lututnya sakit karena terbentur lantai.

"Saya melihat kelakuan anda mencurigakan ketika di depan tadi. Buka memori foto anda! Tunjukan pada saya kalau anda tidak mengambil gambar di tempat ini!" perintah orang tadi sambil menyodorkan gawai yang tadi direbutnya dari tangan Ardi.

Ardi mengelus dada. Untunglah tadi ia punya firasat menghapus foto tidak penting itu. Karena itu Ardi bisa membuka galeri fotonya dengan tenang dan percaya diri lalu menunjukannya pada orang yang tadi menyerangnya.

"Lain kali anda jangan melakukan tindakan yang mencurigakan." kata orang itu sambil menyerahkan kembali gawai Ardi tanpa minta maaf.

"Maaf, pak. Tadi telepon saya berbunyi saat saya sakit perut. Bingung mau jawab atau ke toilet dulu. Akhirnya saya memilih ke toilet dulu," sahut Ardi sambil tersenyum cengengesan.

Orang itu menggeser-geser dan memperhatikan isi memori foto dalam gawainya. Begitu yakin foto yang dicarinya tidak ada, ia menyerahkan gawai itu kembali pada pemiliknya.

"Sepertinya anda orang baru. Tolong perhatikan ya, jangan sekali-sekali ambil gambar di pesta privat karena kami bisa melaporkan anda ke pihak yang berwajib dan jangan melakukan hal yang mencurigakan seperti tadi. Anda telah membuat kami membuang waktu menunggu anda di toilet."

Ardi menahan tawa. Dalam hati ia berkata, "Derita lo, om. Emang enak nungguin orang buang air hehehe."

Orang itu berjalan meninggalkan Ardi yang kembali berjalan ke dekat panggung mencari bosnya yang tadi masih berdansa saat ditinggalkannya pergi ke toilet. Ternyata Satya sudah tak ada lagi di tempat itu. Jadilah Ardi celingak - celinguk macam ayam kehilangan induknya.

Matanya telah berputar ke seluruh sudut ruangan, namun ia tak menemukan sosok Satya. Ardi mengepalkan tangan sambil meringis dan berjalan pelan-pelan dengan mata yang masih berputar- putar mencari sosok bos besar yang kata ibu harus selalu dijaganya. Bagaimana ini? Satya pasti marah terhadapnya karena ia meninggalkan bos besarnya tanpa memberitahu. Apalagi ibu, kalau tahu ibu pasti memaki keteledorannya.

Musik masih mengalun. Sebagian orang masih asyik menari mengikuti irama musik seakan ingin menunjukan jiwa seni tidak membuat fisiknya lelah pada dunia. Sebagian orang yang masih duduk mengelilingi meja bundar bertaplak putih telah mabuk dan mengoceh tak beraturan di pelukan perempuan yang menemaninya minum. Beberapa orang terlihat dipapah keluar ruangan oleh temannya karena sudah mabuk berat. Menyaksikan keremangan, cahaya lampu kilat dan orang-orang mabuk membuat kepala Ardi kembali berdenyut dengan intensitas makin tinggi. Aroma alkohol semakin menusuk hidung.

Setelah keliling ruangan tanpa menemukan Satya, Ardi memutuskan untuk keluar ruangan. Ia berjalan gontai menuju kamar yang telah disewanya. Mana tahu tadi Satya mencarinya, tidak ketemu, lalu memutuskan kembali ke kamar untuk istirahat. Tapi sesampainya di kamar, Ardi makin bingung. Ternyata Satya belum ada di kamar. Kemana dia? Ardi menyesal kehilangan jejak bosnya tadi. Dia merasa sudah gagal menjaga Satya. Terbukti sudah ia memang tak pantas menjadi orang kepercayaan Satya. Nuraninya terus bergejolak sepanjang pesta, bingung harus bagaimana jika dihadapkan dengan situasi yang bertentangan dengan kata nurani. Sedangkan ia sudah setengah jalan dalam memenuhi harapan ibu. Apa lagi yang bisa ibu harapkan dari seorang anak moron sepertinya, tidak bisa diserahi tanggung jawab.

Dukung kami dengan LIKE 👍VOTE 🏅dan HADIAH🎁🌻 ya.

Tetap semangat dan tersenyum

1
Aprila santi
asik
Aprila santi
suka ..author
Ali Tell
gk bahaya ta???
Titien Muliasari
Luar biasa
Rhyna e Krebo
aku pernah di posisi Satya,di musuhi bahkan di fitnah gara" warisan.bahkan hakku di minta paksa.karena orang luar yg benci padaku dan ikut campur urusan keluarga kami.tapi aku mencoba ikhlas dan legowo dan tak menaruh dendam.
Rhyna e Krebo
😂😂😂😂ngakak sama tingkah Satya
Rhyna e Krebo
padahal aku lama jadi reader di NT,tapi kenapa baru sekarang Nemu novel ini.dan pas moment skrg anak gadisku sekolah di jurusan dpib.bismillah semoga anakku masa depannya kayak aritha😂😂😂ngayal dikit boleh lah ya🤭🤭🤭
Kurnianingsih Sa'ud
ceritanya apik, temanya gak melulu soal percintaan...pembaca malah seperti di giring u memgetàhui seluk beluk bisnis,naik turunnya kemajuan perusahaan...pokoknya mantab lah...👍👍👍
Katherina Ajawaila
Bas mmg ngk jelas dr dulu bikn apes aja, mskin aja Sat k hotel Rodeo biar belajar utk menghargai Saudara. sifat serakah ngk pernah hilang dr otaknya. ngk tau sayang nya saudara bagaimana kalau lg susah hanya Satya yg perduli🙃🙃🙃
Katherina Ajawaila
belah duren aman terkendali tinggal ngebuahin ja, semoga cepat ada Satya yunior. tks Thour
Katherina Ajawaila
bagus bahasa nya, jadi dibacanya senyum2 sendiri. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
udh thour Satya biar sekalian ngelamar
Katherina Ajawaila
lucu juga Satya, bisa ngebanyol
Katherina Ajawaila
thour semoga Satya langsung ngelamar Ritha y
Katherina Ajawaila
Satya lucu juga untung badan gede, tapi hati hello kitty, 😁😁😁
Katherina Ajawaila
bagus banget thour,
Katherina Ajawaila
keren Thour, biar Satya ngk kaki🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
maka nya thour biar Satya nembak Ritha aja skng
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!