NovelToon NovelToon
BAGAI MUSAFIR

BAGAI MUSAFIR

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:72.8k
Nilai: 3
Nama Author: Gubahan Z

tak peduli seberapa jauh dirinya diasingkan, tak peduli seberapa hina dirinya dikucilkan. fasalnya keyakinan tetaplah sama nasywa. aku adalah aku...

teruslah melangkah kedepan, meskipun orang yang kau anggap sebagai kekasih hayalan telah selamanya menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gubahan Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembuktian

"Sudahlah!!!" Musrifah menengahi dengan perasaan jera, ketika melihat suasana kedua muridnya yang sudah biasa berdebat setiap hari. Hingga perdebatan antara kedua muridnya pun berubah menjadi hening seketika. Lalu dilangsungkan dengan mendengarkan beberapa kata penyambutan yang didahului dengan muqaddimah, seraya kedua belas santri pun membuka lembaran ayat Al Qur'an untuk ia baca secara benar, lalu dihadapkan pula kepada musrifah satu persatu, setelahnya.

Sehingga terdengarlah gemuruh lantunan-lantunan ayat Al Qur'an yang tengah dibacakan oleh kedua belas santri putra Al Alawiyyah yang di susul oleh suara air yang mengalir di bambu yang terus mengalir hingga ke hilir, tanpa iringan kicauan burung Pipit yang biasa hinggap di ranting-ranting pohon tak lagi terdengar nyanyiannya, berganti dengan malam yang syahdu bagai ketenangan paripurna yang menyelimuti seluruh suasana lingkungan pesantren.

"Kamu!" jari telunjuk ustadz Afnan mengarah tepat kearah bocah yang duduk disebelahnya. dengan sigap Zim pun maju untuk memberikan storan bacaannya terlebih dahulu ketimbang kesebelas santri lainnya, sampai selesai.

Mendengar bacaan bocah itu yang terus meningkat setiap harinya, lantas mengundang perhatian ustadz Afnan untuk memberikan penilaian yang terbaik untuk bocah itu dengan antusias nya ia berkata. "Subhanallah, semoga terus meningkat hafalan mu, ditambah lancar dalam muraja'ah, serta bisa mutqin kedepannya." Ustadz Afnan tersenyum sembringah seketika, tak dinyana murid yang selalu mendapatkan prestasi paling buruk, bisa langsung meningkat hanya dalam waktu beberapa Minggu saja.

"Terimakasih ustadz." Zim membalas dengan antusias, raut wajahnya kembali berseri dihadapan para santri santri lainnya, sontak hal itu membuat Jalal merasa malu seraya terpaksa mengakui kekalahannya.

"Maaf, aku telah mencela mu dengan perkataan ku yang sangat buruk." Jalal menelungkupkan wajahnya, menyembunyikan perasaan malu dan terhina dihadapan semua orang yang hadir dalam halaqah saat itu.

Jalal yang telah sadar akan kesalahannya untuk menghasut seluruh para santri untuk tidak berteman dengannya merasa kecut lantaran takut akan sagala kehendak yang ingin tercurahkan oleh Zim selama penderitaannya. Namun Zim memahami kegelisahan Jalal, jika saja dia lah yang menerima penderitaan itu, seperti apa yang sudah-sudah ia rasakan sebelumnya, mungkin dirinya tidaklah akan kuat. melainkan Zim sudah biasa menerima dengan penderitaan itu yang membuatnya kebal akan seluruh hinaan orang-orang. Maka dengan lembutnya ia pun membalas sambil menepuk pundak Jalal pelan.

"Tidak apa, lagi pula aku juga masih harus belajar banyak lagi..." balas bocah itu, dengan nada suara yang terdengar sangat kecil.

"Te, terimakasih." Jalal membalas dengan tergugup.

####

Sudah berjam-jam halaqah Tahfiz itu berlangsung begitu lamanya, hingga ada masanya pula untuk mereka keluar dari dalam mushola, dan terlihat tangan tangan mereka tengah menyepitkan kitab kitab karangan ulama setelah selesai dikaji.

Ada beberapa santri yang pulang kedalam kamarnya kembali, dan ada juga yang berdiam diri seperti tengah menunggu seseorang menjemput kedatangan orang tuanya setelah selesai mengaji.

Begitu pula dengan seorang bocah yang hanya duduk-duduk saja sambil membacakan isi dari sepucuk balasan surat yang telah Nasywa kirimkan melalui seorang anak didikannya. Maka dibalasnya kembali oleh Zim surat itu dibawah pengawasan cahaya rembulan yang bersinar bagaikan pelita penghias malam, bersanding dengan kerlap-kerlip bintang-bintang, yang menjadi saksi akan kesendiriannya di alam yang wujud ini adanya.

1
Sakura Chan
Assalamualaikum wr wb

Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya

Aku Tetap Cinta
Moh Rusno
lanjuuuuut
Qirana
Lanjut Lagi
💗💗💗💗💗🌷🌷🌷🌷
Qirana
Keren Thor 💕💕💕💕💕💕
Qirana
7in1
Semangat
💜💜💜💜💜💜
Dania
Hahaha, ngakak deh bang Ke
Dania
Author ga di gc lagi ya
Dirimu tak pernah nongol saat itu
Dania
Nyusul dukungan
dirimu kemana Thor
syafakhaira
ayolah lanjut, masa udah tamat sih 🤔 blm kan , maaf blm sempet baca
Muti☑️: Jangan lupa liat cerpen aku yang terakhir ya kak yang judulnya satu amin dua iman
total 1 replies
syafakhaira
udah tamat ya, aku blm sempet baca
Muti☑️: Jangan lupa liat cerpen aku yang terakhir ya kak yang judulnya satu amin dua iman
total 1 replies
.
like harian datang lagi kk feedback totok pembangkit saling dukung
my angels🤟
ceritanya kayak anjing
my angels🤟
aq kangen bgt ma km bee
💫✰✭ᵀᵀ°𝓔𝓵𝓪 𝓐𝓻𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹
aku mampir kk.... ceritanya bagus
pemimpi
Namanya kok gitu banget othor ...

Bank ke 🤣🤣🤣
Babyba
semangat kakkk
Andremardi
sangat mnyntuh..
nickname
like🔥✌️✌️✌️
αιиυи мαя∂ιαн
ceritanya bagus ba. tapi kenapa gak dilanjutkan seperti planning yang sempat aba bilang sebelumnya🤣🚴🚴
syafakhaira
jaharaaaa masa cwek itu beban 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!