NovelToon NovelToon
Memaksa Cinta Sang CEO

Memaksa Cinta Sang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nona Marwa

Khadijah Nasytiti, seorang sekretaris yang sangat tergila-gila kepada bosnya, Arya Khalifano Bumi. Apapun akan dilakukan oleh Nana untuk mendapatkan cinta Arya. Sedangkan Arya masih terpaku dengan cinta masa kecilnya.

Hingga suatu keadaan memaksa Arya meminta Nana untuk menjadi pacarnya. Dan hubungan mereka berlanjut hampir ke jenjang pernikahan. Saat Arya sudah mulai membuka hati, suatu kesalahan dilakukan oleh Nana.

Mampukah Khadijah Nasytiti mempertahankan cintanya? Akankah Khadijah Nasytiti memaksakan cintanya untuk selalu terbalas? Atau menyerah dan pergi dari kehidupan Arya?

Yuk saksikan kisahnya

IG : @nonamarwa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Marwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

🌹HAPPY READING🌹

Maafkan saya, Na. Saya hanya ingin kamu bersabar. ucap Arya dalam hati. Arya tahu Nana kecewa dengan jawabannya. Terbukti dengan Nana yang tidak membalas pelukannya. Tapi untuk saat ini hanya itu yang bisa dia ucapkan. Dia masih butuh waktu untuk memantapkan hatinya.

Setelah cukup lama Arya memeluk Nana, akhirnya Arya melepaskan pelukannya. Setelah itu mereka berdua sama-sama diam. Asik dengan pikiran mereka masing-masing.

"Pak," panggil Nana mengeluarkan suaranya.

Arya menoleh begitu Nana memanggilnya. "Iya, Na," ucap Arya.

"Jika ingin kembali kepada cinta masa kecil Bapak, pergilah. Saya baik-baik saja," ucap Nana.

"Bahkan kisah kita baru akan dimulai dan kamu sudah menyuruh saya untuk mengakhirinya," ucap Arya tersenyum kecut.

Nana menggeleng. "Saya sudah lama memulai, Pak. Dan saya sudah lelah. Mungkin Bapak saja yang baru menyadari perasaan Bapak," ucap Nana.

Arya menatap Nana lekat. "Siapa yang sudah masuk di kehidupan saya, tidak bisa pergi begitu saja, jika bukan saya yang memintanya," ucap Arya.

Nana menggeleng gak percaya mendengar perkataan Arya. "Jika saya tahu luka yang saya terima akan sepedih ini, saya tidak akan masuk ke kehidupan Bapak," ucap Nana.

"Untuk itu jangan pergi jika bukan saya yang meminta. Kamu tahu apa yang bisa saya lakukan jika kamu pergi begitu saja tanpa izin saya," ucap Arya dan langsung berdiri dari duduknya.

Nana hanya memandangi punggung Arya yang sudah mulai menghilang dari pandangannya dengan tatapan sendu.

"Mungkin maksud Bapak ingin mempertahankan saya, tapi kenapa cara Bapak begitu menyakitkan seperti ini. Begitu sulitkah mengatakan bahwa saya penting untuk Bapak?" gumam Nana pada dirinya sendiri.

Nana menghabiskan waktunya di taman rumah sakit sambil memandangi langit malam yang tidak dipenuhi bintang.

Sedangkan Arya, dia tidak benar-benar pulang. Lelaki tampan itu pergi ke ruangan Ayah Nana.

Dengan pelan tangan Arya membuka handel pintu.

Hening.

Itulah yang dirasakan Arya. Akmal sedang tertidur dengan wajah damainya di ranjang dengan kaki yang terikat rantai.

Arya berjalan mendekati ranjang. "Maafkan saya menyakiti putri anda. Tapi percayalah, hati saya sudah untuk anak anda. Hanya saja sikap egois saya melarang untuk mengatakannya," ucap Arya.

Arya terus memandangi wajah Akmal. Wajah yang sangat mirip dengan Nana. "Apa sesakit itu ditinggalkan hingga anda seperti ini, Pak? Anak anda wanita kuat, Dia wanita hebat. Memikul beban seberat ini seorang diri sejak dua puluh tahun. Sungguh, anak anda adalah seorang malaikat tak bersayap," ucap Arya seolah Akmal mendengar setiap ucapannya.

Arya memang mengetahui penyebab Akmal berada disini berdasarkan dari informasi Gilang, tapi dia tidak mengetahui siapa istri Akmal yang rela meninggalkan mereka.

"Semoga suatu saat saya tidak seperti anda, ketika Nana sudah tidak sanggup lagi menghadapi sikap saya. Saya kesini ingin meminta restu anda. Izinkan saya mencintai putri anda. Saya tahu bahwa saya masih sangat labil, tapi saya akan semakin labil jika anak anda pergi dari hidup saya," ucap Arya.

Setelah puas menyampaikan maksudnya kepada Akmal yang tengah tertidur, Arya keluar dari ruangan Akmal dan kembali berjalan menuju taman. Arya duduk di tempat yang tidak bisa terlihat oleh Nana. Dia ingin memberi waktu kepada wanita itu untuk menenangkan dirinya.

Saat teringat sesuatu, Arya mengambil ponsel yang ada di sakunya dan menghubungi Gilang.

Pada dering ketiga, baru terdengar suara Gilang mengangkat panggilan.

"Halo, Ar," ucap Gilang dari seberang sana.

"Halo, Lang. Lo dimana?" tanya Arya.

"Gue di Bandara sama yang lain," jawab Gilang.

"Lo udah dapat kabar?" tanya Arya. Pasalnya dia tidak merasa memberitahu Gilang mengenai Zein.

"Udah, Om Bumi yang ngasih tahu gue dan minta gue ke Bandara," jawab Gilang.

"Yasudah, Lo urus di sana," ucap Arya.

"Lo nggak balik kesini?" tanya Arya.

"Gue harus bersama wanita gue kan, Lang," ucap Arya.

Diseberang sana Gilang terkekeh pelan mendengar perkataan Arya. "Yasudah, gue tutup dulu," ucap Gilang.

Tanpa menjawab, Arya memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya. Mata Arya terus memandangi Nana yang menikmati angin malam. Sesekali Arya melihat Nana yang memeluk kedua bahunya karena kedinginan.

Arya memanggil seorang perawat yang lewat di depannya. "Tolong berikan ini kepada wanita itu," ucap Arya.

"Ba-baik, Pak," ucap Perawat tersebut gugup. Pasalnya baru kali ini dia berhadapan langsung dengan Arya, Donatur tetap di Rumah Sakit ini.

"Dan satu lagi, jangan bilang ini dari saya," ucap Arya.

Perawat tersebut mengangguk dan pamit untuk segera pergi.

Sedangkan Nana yang sedang duduk dengan memeluk kedua bahunya bingung ketika merasakan jas menutupi tubuhnya. Nana menoleh dan melihat seorang perawat wanita yang memakaikan jas tersebut.

"Eh," ucap Nana kaget.

"Dingin, gunakanlah ini untuk menghangatkan tubuhmu. Bayangkan saja dia sedang memelukmu," ucap Perawat tersebut dan langsung pergi tanpa mendengar panggilan Nana.

Nana melihat sekeliling dan tidak melihat siapa-siapa. Nana membiarkan jas itu melekat di tubuhnya. Lagi pula dia memang kedinginan.

Arya yang melihat Nana menggunakan pemberiannya tersenyum senang. "Cinta tidak harus melalui kata, karena tindakan akan terasa lebih nyata. Jika dengan bersembunyi saja dia nyaman, apalagi terang-terangan, mungkin dia akan terbang. Tapi sabarlah, suatu saat kita akan terbang bersama," gumam Arya memandang Nana dari kejauhan.

.....

Di Bandara, Acha semakin menangis begitu mendengar bahwa Zein menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat tersebut.

Aku sungguh tak sanggup melihat anakku seperti ini. Batin Meisya melihat Nana yang terus menangis.

"Cha, kita sabar dulu, Cha. Jenazahnya masih belum ditemukan, masih ada harapan bahwa Zein selamat, Cha," ucap Gilang mencoba menenangkan Acha.

"Aku nggak sanggup kehilangan Zein, Lang," ucap Nana menangis.

"Cha, Sayang. Denger Mama, Nak. Disini masih ada banyak yang sayang sama Acha, Kita semua juga peduli dengan Zein. Kalau Acha seperti ini, Mama juga sedih, Nak," ucap Meisya.

Acha hanya terus menangis sesegukan di pelukan Gilang. Sebentar lagi pernikahannya, dan kenyataan ini sungguh melukai hatinya.

"Kita semua juga sedih, Cha. Tapi saat ini doa kita yang sangat dibutuhkan. Jangan lemah seperti ini. Acha teman gue nggak mudah menyerah seperti ini," ucap Gilang.

"Lang," ucap Acha semakin menangis di pelukan Gilang. Gilang membiarkan Acha menangis di pelukannya. Mengusap lembut punggung Acha memberikan ketenangan untuk gadis tersebut.

"Acha, kita semua ada disini buat Acha. Jangan merasa sendiri, Nak. Kami semua sayang Acha," ucap Mita yang tidak tega melihat Acha. Gadis itu benar-benar tampak kacau. Acha hanya mengangguk dalam pelukan Gilang.

Bumi yang melihat itu tidak bisa berbuat apa-apa, dia ikut sedih melihat anak sahabat yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri terlihat sangat rapuh seperti ini. Tapi apa daya, semua sudah takdir Tuhan.

Haruskah aku melakukan sesuatu untuk putriku? Batin Meisya memandang sendu anaknya.

......................

Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.

Jangan lupa follow akun Instagram author juga yaa @yus_kiz

Jangan lupa baca karya ku yang lain, ya "Derajat Rumah Tanggaku" Author sayang kalian 🌹🌹😘

1
cegil jeno pacar jaehyun
tiba2 kepikiran... harusnya mati tenang gasi? kan nana dah mati😭
cegil jeno pacar jaehyun
emm.. ada yg baca ulang juga ga?
djerrih leni
kereenn Arya, memilih Nana wanita yang bener2 tulus memberikan cintanya, bersama2 melalui apapun yg terjadi kedepannya semoga Arya tdk plinplan lg... Arya jgn buat Nana sedih terus... Thor thanks cerita bagus.. ikutan nangis pas bacanya 🤭
Safa Almira
next
Jaya Purba
Luar biasa
Ayu Asn
Lumayan
Ayu Asn
Luar biasa
djerrih leni
author.... sedih banget endingnya, nangis ini sambil. bacanya ikut masuk ke dalam ceritanya merasakan apa yg di rasakan Nana, perjuangan, pengorbanan, ketulusan cintanya yg berakhir di sia2kan oleh orang yg di cintainya dan memberikan penyesalan yg amat sangat ini utk orang2 yg menyia-nyiakan Nana... author thanks banyak hikmah yg bisa di ambil dr cerita ini, bisa jd pelajaran utk kehidupan yg realita
djerrih leni
author keren banget cerita novelnya mengajarkan arti cinta, perjuangan, pengorbanan, ketulusan dan rasa penyesalan.... beneran hanyut dlm ceritanya, sampai ikut nangis, seakan ikut merasakan kesedihan yg di rasakan Nana, meninggalkan rasa penyesalan yg dlm buat semuanya, karena tdk ada yg mau berpihak sama Nana, Bumi dan Arya orang yg di harapkan Nana utk mampu memberikan perlindungan tapi mau mendengarkannya....
Alex Saja
hakan lbok ku sia Arya...
Nona QueenRa
sedih bangettt! kasian banget Nana berkorban dengan memberikan jantungnya😭 ada lagi gak guys cerita sedih kayak novel ini? yang sad ending? recommended dong ke aku
Angelica James: ad kak, ku rekomen novel pengantin pengganti untuk tuan muda karya author biru samudra. sad end jga 🥹
total 1 replies
Srianni Ritonga
yaaa...sad ending
Yani Agustin
suami nyebelin masa kayak gitu sama istrinya😡
Yushfi 853
Luar biasa
Puspita Arum Sari
yg nulis cerita ini jahat banget, udah buat aku kehilangan bnyk tisyu tisyu ku,, 😭😭😭
Puspita Arum Sari
mengandung bawang banget, aku butuh tisyu
Puspita Arum Sari
😭😭😭
Puspita Arum Sari
otw KUA
Furi Wijayanti Wijayanti
andai kan sebenarnya nana TDK pergi ni hanya rencana Nana dan dokternya,,,Nana pergi keluar negeri ,,,ya sad ending
Nur Halimah
karya yang luar biasa aku sukaaaaaaa the best lah pokoknya nya 😍😍😍😍sampai nangis sesegukan gara" novel ini😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!