Zaira Zafanya Askara tak menyangka akan menikah dengan ketua osisnya yang dingin dan menyebalkan saat dia masih SMA.
Bagaimanakah kelanjutan cerita Zaira Zafanya Askara akankah dia bahagia ??
Tetap Lanjutttt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadissusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Erickkkkkk!!!!!
Hari Minggu yang cerah.
Cahaya matahari memasuki celah celah jendela apatermen yang dapat mengusik kedua anak manusia Itu untuk bangun dari alam mimpi yang tak nyata.
"Emmmmmmm" Ira menggeliat dalam selimutnya. Ditatapnya wajah Rangga setelah membuka matanya, tertariknya dua sudut bibir Ira yang bertanda sedang mengembangkan senyumannya.
Menaruh telapak tangannya untuk memegangi pipi Rangga, setelah Itu menaruh telapak tangannya ke atas kepala Rangga, di belainya dengan lembut selembut mungkin. Ira memandangi wajah tampan sang suami tercinta.
"Ngga." Panggil Ira, hanya geliatan yang didapat.
" Ngga bangunlahh, dahh siang woyy." Ucap Ira sambil menggoyang goyangkan tubuh Rangga.
" Hemmmm" berdehem masih tetap memejamkan matanya.
"Ngga bangun, laper." Ucap Ira merengek, mendengar sang istri merengek lapar Rangga langsung membuka matanya.
" Laper?? " tanyanya.
Ira hanya mengangguk.
" Kenapa nggak bilang dari Radi?? " tanyanya lagi.
Ira hanya menggeleng.
" Luar apa rumah?? " tanya Rangga.
" Serahh " jawab Ira.
" Rumah aja ya? " ucap Rangga.
Ira hanya mengangguk.
Mereka berdua bergegas pergi kedapur.
" Makan apa?? " tanya Rangga.
" Sandwich bolehh?? " tanya Ira mendapatka anggukan dari Rangga.
Rangga dan Ira mulai membuat sandwich ala mereka sendiri.
10 menit kemudian.
" Mau makan atau mandi dulu?? " tanya Rangga.
" Makan dulu aja lah," jawab Ira.
Sebelum sampai Ira memasukkan makanan kedalam mulutnya, bel apatermen berbunyi.
Ting Tongg
Ting Tonggg
Mereka berdua saling pandangan, Rangga bersahak dari tidurnya pergi membukakan pintu.
Pintu terbuka.
" Hallo Ngga?? " ucapnya.
" Ada ap....." belum sempat Rangga melanjutkan ucapnnya Erick sudah masuk kedalam apatermen terlebuh daily. Rangga hanya mengepalkan tanganya sambil menahan amarah.
Sementara itu.
" Haloo Iraa. " Ucap Erick.
Ira yang sedang makanpun tetsedak dibuatnya karna kaget.
Uhuk uhukkk
" Nii minum!!" ucap Rangga yang baru saja sampai di rang makan.
" Rickk loo kok ada disini sihh?? ngapain??? ada tugas?? " tanya Ira.
" Nggak ada, aku disini cuma mau numpang sarapan dan main aja. Udahh Itu doang kok Ra, " ucap Erick.
Rangga yang disana hanya melototkan matanya. Erick yang menyadarinya pelototan Rangga hanya cengar cengir kuda.
" Heheheheh Ngga. Nggak usah gitu kalik, santai aja." Ucap Erick, Ira hanya geleng geleng kepala.
" Sudahh lahhh cepat sarapan." Ucap Ira yang mulai kesal sendiri, dibalas anggukan oleh Rangga dan Erick.
Selesai sarapan.
Mereka duduk santai santai di ruang tamu sambil menonton TV.
" Ngga, Ra hubungan loo gimana sekarang?? " tanya Erick.
" Baik baik saja." Ucap Rangga ketus, mendapatka anggukan dari Ira.
" Hemmm loo udah pernah Itu belum?? " tanya Erick.
" Itu apa?? " tanya Ira.
" Itu lohh Ra, " ucap Erick.
" Itu apaan sih??" tanya Rangga yang mulai bingung.
" Lo belom pernah?? " tanya Erick geleng geleng kepalanya.
" Pernahh apa sihh Rick?? " tanya Ira yang mulai kesal sendiri dengan omongan.
" Itu lohh Ra. " Ucap Erick.
" Itu apa?? " tanya Ira.
" Nganu" ucap Erick.
" Nganu apa sii?? " tanya Ira.
"Nganu Ngga, Ra " ucap Erick.
" Iy nganu nganu apa?? " tanyanya membentak, kembali yang membuat Erick tersentak kaget.
' Astajimm, suami istri sama aja!! Nggak ada yang peka sama sekali' batin Erick ter oh oh.
" Ngelakuin hubungan suami istri. Gitu aja nggak peka" ucap Erick santai.
Rangga dan Ira hanya melongo mendengar ucapan Erick.
"Erickkkkkkkkk!!!!!! " teriaknya mereka berduaa, Erick yang asik menonton TV tersentak kaget oleh teriakan mereka berdua.
" Apaan si??" ucapnya sambil memalingkan mukannya untuk menatap Ira dan Rangga. Seketika matanya membulat sempurna melihat Ira dan Rangga yang sudah bersungut sungut sempurna.
"Ad - da ap-pa?? " tanya Erick terbata bata.
Tak mau berlama lama Rangga dan Ira menyeret Erick menuju pintu apatermen, ditinggalnya Erick sendirian disana.
Setelah menutup pintu Rangga dan Ira pergi ke rumah tamu.
" Apa apa an sihh si Erick tadi?? " tanya Ira masih bersungut sungut.
" Entahh lahhh, cah gendeng." Ucap Rangga.
Mereka berdua tertawa terbahak dahak.
Sementara Itu diluar apatermen.
" Woyy lo gimana sihh?? " ucapnya sambil menggedor nggedor pintu.
" Woyyy loo nyuruh gue pulang kayak gini?? sandalku ada didalam. Temen laknat," ucap Erick.
Tak ada jawaban dari dalam, mau tak mau Erick harus pulang tanpa alas kaki.
Setiap orang yang melihatnya hanya tertawa cekikikan.
" Apa lo lihat lihat??" ucap Erick.
" Mas mas ganteng ganteng Kok nggak malu ya jalan kek gini?? " ucap seorang wanita sambil berjalan melewat Erick.
" Terserahh gue lagi. " Ucap Erick membentak.
'Awas lo Ra, Ngga!!' batinnya.
.
.
.
.
.
., 😁
bkin cerita itu susah loh😏
hargain dong