Nizam adalah seorang santri tingkat senior sekaligus pengurus di suatu pondok pesantren, tanpa disadari hatinya mulai berdebar disaat ia melihat seorang santriyah yang tidak diketahui olehnya yang bernama Zayin.
Zayin adalah seorang santriyah pemalu dan jarang memperlihatkan dirinya di lingkungan pondok pesantren, tetapi ia sedang dekat dengan Azij seorang rois di ponpes itu.
Azij adalah teman Nizam, Azij adalah seorang rois di pondok pesantren itu, ia satu asrama dengan Nizam.
Akan kah cinta antara Nizam dan Zayin terjalin dan hidup bersama, atau malahan Azij yang akan mendapatkan cinta Zayin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khotibul Umam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 33
Sembahyang jum'at pun selesai, Zayin dan santriyah lain nya yang berpatroli pergi dari asrama putra wilayah bawah, setelah sampai diasrama putri, Zayin dan Asih bergegas menuju rumah Pak Yai setelah melaksanakan sembahyang dzuhur. Sementara Nizam yang baru pulang jum'atan, melihat pakaiannya dan lemarinya terlihat rapi seperti hari jum'at biasanya, ketika Nizam membuka lemarinya yang memang tidak dikunci, Nizam melihat sepucuk surat, dan langsung membuka surat tersebut untuk dibaca nya.
...****************...
Buat Kang Nizam
Assalamualaikum Kang, gimana memarnya masih kerasa sakit gak?, Neng tau da itu memar bekas berantem sama Kang Azij kan, Akang kenapa sih berantem terus, gak sayang sama badan Akang sendiri apa, kalau memang Akang gak sayang sama badan sendiri, bagaimana Akang bakal sayang sama menjaga Neng, katanya Akang sayang sama Neng, tapi Akang selalu aja berantem, Akang
tau kan, kalau Neng gak suka Akang berantem, bukan nya kenapa napa, tetapi Neng gak mau Akang kenapa napa, Neng takut Kang, kalau Akang kenapa napa, gini aja sekarang mah, kalau memang Akang serius sayang sama Neng, tolong Akang penuhi keinginan Neng, Neng gak minta yang macam macam dari Akang, Neng cuma minta Akang jangan pernah berantem sama Kang Azij lagi, kalau memang Akang sayang sama Neng. Terus Akang mesti tau, Neng sama Kang Azij gak ada hubungan apa-apa, dan Neng gak pernah hubungan lagi sama Kang Azij semenjak Akang minta izin kerumah Neng dulu, jadi Akang tenang aja, Neng gak akan berpaling dari Akang kok. Udah dulu ya Kang surat nya, inget permintaan Neng,
Wassalamualaikum Kang, Neng sayang Akang.
Tertanda
Zayin Nurisandi
...****************...
Nizam membaca surat dari Zayin itu penuh dengan rasa menyesal, Nizam juga melihat bekas air mata yang menetes dalam surat tersebut dan meyakini bahwa Zayin menangis saat menulis surat tersebut.
"Zam, Nizam gawat Zam." Sahut Abdul santri putra wilayah atas.
"Gawat kenapa Dul?." Timpal Nizam yang sedang melamun memikirkan isi surat dari Zayin.
"Pak Yai makin parah sakitnya Zam, kata Bu Nyai suruh panggil kamu, Kang ilham sama Kang Rafi belum pulang." Timpal Abdul panik.
Nizam yang mengetahui hal itu, langsung berangkat sambil menarik tangan Mail yang sedang membaca kitab kuning.
"Apa sih Zam." Sahut Mail kesal karena tangannya ditarik.
"Ikut gue, Pak Yai makin parah sakitnya, Kang ilham sama rafi belum pulang." Timpal Nizam jadi ikutan panik.
Mail pun tidak membalas ucapan Nizam lagi, karena mengetahui yang bisa ngendarain mobil hanya Kang ilham sama menantunya Rafi, sedangkan meraka belum ada, otomatis tinggal Nizam yang bisa mengendarainya.
Sesampainya dirumah Pak Yai, Nizam meminta izin untuk menggendong Pak Yai, sedangkan Mail langsung membawa kunci mobil untuk membuka pintunya.
"Zayin, Asih cepat naik ikut, Mail juga ikut." Sahut Bu Nyai panik.
"Iya Bu Nyai." Timpal Zayin sambil menaiki mobil.
"Kerumah sakit atau ke dokter Bu Nyai." Sahut Nizam sambil menyalakan mobil.
"Rumah sakit, tetapi yang paling dekat aja Zam, tau kan." Timpal Bu Nyai.
"Iya baik Bu Nyai." Timpal Nizam sambil menyetir mobil.
Nizam pun mempercepat laju kendaraannya tersebut, supaya bisa cepat sampai ke rumah sakit. Sesampai nya dirumah sakit Pak Yai yang sudah pingsan diperjalanan, kemudian langsung dibawa ke UGD, setelah beberapa lama dokter pun keluar memberitahukan bahwa Pak Yai sudah mulai membaik dan akan dipindahkan keruangan. Bu Nyai merasa lega mengetahui kabar tersebut, termasuk Zayin, Asih, Mail dan Nizam yang juga ikut kerumah sakit juga merasakan lega, setelah Pak Yai dipindahkan keruangan rawat, Bu Nyai menyuruh Asih dan Zayin pulang terlebih dahulu, untuk membawakan pakaian Bu Nyai sama Pak Yai, Zayin dan Asih pun menyanggupi nya. Sementara Mail diam di rumah sakit dengan Bu Nyai, karena tidak ada yang menemani Bu Nyai, Nizam, Zayin dan Asih pun pamit ke Bu nyai, sesampainya diparkiran mereka bertiga lalu naik dalam mobil, Zayin yang hendak duduk di belakang bersama Asih, di cegah oleh Asih disuruh duduk di depan untuk menemani Nizam, setelah semuanya naik, Nizam pun melajukan kendaraannya, suasana hening didalam mobil, Nizam pun menyalakan radio didalam mobil tersebut.
Kasih, sudah kuakui
Semua salahku padamu
Beri aku kesempatan
Untuk buktikan cinta
Setia padamu lagi
Oh, maaf, maafkan diriku
Yang telah membuat hatimu terluka
Hanya kau cintaku
Ku tak pernah pikir 'tuk pergi darimu
Walau hanya sekejap saja
Jangan pernah kau berpikir
Untuk tinggalkan diriku
Beri aku kesempatan
Untuk buktikan cinta
Setia padamu lagi
Oh, maaf, maafkan diriku
Yang telah membuat hatimu terluka
Hanya kau cintaku
Ku tak pernah pikir 'tuk pergi darimu
Walau hanya sekejap saja
'Kan kupeluk dirimu
Takkan ku lepas lagi
Untuk buktikan cintaku
'Kan ku hapus lukamu
Akhiri semua ini
Hanya untukmu
Hatimu terluka (Hanya kau cintaku)
(Ku tak pernah pikir 'tuk pergi darimu)
Walau hanya sekejap
Oh janjiku, janjiku padamu
'Tuk mencintaimu sekali dalam hidupku
Kasihku dengarkan
Hanya engkau yang bisa temani hidup ini
Sampai akhir usia kita
Itulah lagu yang didengarkan oleh tiga insan Zayin, Asih dan Nizam didalam sebuah mobil, lagu tersebut seperti mewakili perasaan Nizam kepada Zayin, atas semua perbuatannya yang selama ini membuat Zayin kecewa.
"Ini lagu Rio Febrian ya Kang?." Sahut Asih dari arah kursi belakang yang memecahkan keheningan dari tadi.
"Eh iya Teh benar, ini lagunya Rio Febrian, kok Teteh tau?." Timpal Nizam sambil tersenyum.
"Iya dong tau, apalagi yang melow gini, tetapi Asih lupa lagi judulnya Kang." Timpal Asih sambil mengingat judul lagu tersebut.
"Judulnya maafkan Teh, gimana enak kan lagunya." Timpal Nizam sambil fokus menyetir.
"Oh iya benar Kang itu judulnya, iya kan Yin." Timpal Asih sambil bertanya kepada Zayin yang hanya diam dari tadi.
"Kang diam terus tuh kesayangan nya, tanya dong, Asih gak akan ganggu kok asli." Sahut Asih sambil menggoda Nizam.
Nizam pun mulai berani menengok ke arah Zayin dengan perasaan ragu, Nizam melihat Zayin sedang cemberut disampingnya yang sedang membawa mobil.
"Cantik sekali ciptaan Mu ini ya Alloh, tolong satukan hamba dengan dirinya, hamba janji akan selalu melindungi dan menyayangi nya." Gumam Nizam dalam hatinya sambil sesekali melihat kearah Zayin.
"Neng." Sahut Nizam gemetar karena gugup.
"Hmm." Timpal Zayin cuek sambil cemberut fokus melihat kearah depan.
"Neng maafin Akang dong, jangan kayak gitu, masa Akang dicuekin." Timpal Nizam menyesal.
"Salah Akang sendiri." Timpal Zayin tetap cemberut dan fokus kedepan tidak menengok sekali pun ke arah Nizam.
kaget loh dari cerita rawa ke Romansa 😁
semoga bagus ceritanya👍
mampir juga di novel aku yaaa
gadis muslimah tomboy jatuh cinta hadiiir memberi dukungan 😊
jadi ingat waktu itu di pesantren...👍👍👍👍👍👍👍👍💖💖💖💖💖💖💖🙃
sy pikir msh jauh ceritanya
jangan lupa feedback ke ceritaku ya
"Kekasih Simpanan Tuan Muda"
makasih 😍