- - - - -
Bianca Rudy adalah gadis yang pandai dan mandiri. Ia selalu mendapatkan beasiswa sejak SMP, SMA dan sekarang mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di Singapore Institute of Management.
Bianca memiliki sahabat-sahabat dan juga memiliki cinta pertama yang sekaligus sebagai sahabatnya.
Di Singapore.. Ia menghabiskan hari-harinya dengan berkuliah dan bekerja part time disebuah Mini Market yang berada di dekat dormnya.
Selain itu, Bianca juga bekerja diapartemen milik seseorang yang tidak berprikemanusiaan. Ia belum pernah menemui pemilik apartemen itu sebelumnya. Ia hanya menerima tawaran dari seorang kenalannya yang beberapa kali ia temui.
Bekerja sebagai tukang bersih-bersih hingga memasakkan makanan untuk orang itu. Sayangnya setiap kali Bianca membuatkan makanan, orang itu tidak pernah sama sekali mencicipinya, dan akhirnya Bianca berhenti untuk memasak buat orang tersebut.
-
Bianca berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahnya Adriansyah Rudy adalah seorang apoteker senior yang bekerja di perusahaan Tans Farmasi.
-----
Bagaimanakah kisah Bianca selama berkuliah dan bekerja part time di Singapore.?
Rumah siapakah tempat Bianca bekerja selama disana.?
Simak kisahnya yaaa byee.!^ , ^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adella peg, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali ke Singapore
Sepanjang perjalanan mereka semua mengobrol dan menikmati perjalanan. Dan tak cukup waktu yang lama mereka semua sampai ke Senso-ji.
Sensoji temple atau yang dikenal juga dengan Asakusa Kannon Temple merupakan salah satu kuil yang paling ramai dikunjungi. Tidak hanya karena warnanya yang cukup mencolok, kuil ini merupakan yang tertua di Jepang karena selesai dibangun pada tahun 645.
Kita akan disambut oleh gerbang bernama Kaminarimon (Thunder Gate) sebagai pintu masuk ke area kuil dengan simbol Asakusa yang digantung di tengah gerbang.
Memasuki gerbang, kita akan melewati Nakamise, jalanan dengan toko dan kios oleh-oleh mulai dari gantungan kunci hingga snack di kanan kirinya.
Panjang jalan ini lebih dari 200 meter. Jalan ini juga yang akan membawa kita ke gerbang yang kedua yaitu Hozomon.
Baru dari gerbang inilah kita akan menemukan bangunan utama kuil ini. Yang tidak kalah menarik dan terletak tidak jauh dari bangunan utama adalah Five Storied Pagoda.
Mereka pun berfoto-foto dan menikmati keindahan bangunan. Tak lupa Bianca dan Yuki pun berfoto bersama.
Setelah puas mengagumi kuil, menuju jalan keluar kita bisa melewati gang yang terletak sejajar dengan Nakamise street. Disini, banyak kios yang menjual cemilan-cemilan khas Jepang dengan bentuk yang menarik.
"Wuahhh lihat Bii,, disini banyak jajanannya.!" Ucap Almira.
"Ih iya bener.." ucap Gista dan Ranum.
Mereka kemudian menikmati jajanan sebelum beranjak menuju Tokyo Skytree untuk menikmati sunset. Mereka yang tidak jadi ke Tokyo Tower dan berpindah menuju ke Tokyo Skytree. Awalnya Ranum sedikit kecewa, tetapi akhirnya ia menerimanya karena sama-sama akan mengunjungi bangunan tinggi HaHaHa.!!
-
Waktu sudah hampir gelap. Mereka yang puas berkeliliing di Tokyo Skytree akhirnya kelaparan. Mereka memutuskan untuk mencari tempat makan malam sebelum kembali pulang.
Pukul 21:15 Lea dan rombongan pun sampai divilla. Membersihkan badan dan merebahkan ditempat tidur. Almira yang sudah ketiduran di sofa kamarnya pun tetap ketiduran hingga pagi.
Keesokan harinya Lea, Liana dan keluarga serta Fuji dan keluarganya yang lain akan kembali ke Singapore lebih dulu. Morgan akan kembali ke Australi juga pada malam harinya. Sedangkan Bianca Almira dan Ranum akan kembali keesokan harinya.
Bianca akan berbelanja kebutuhan perjastipannya dan ditemani oleh Almira dan Ranum. Awalnya Lea masih ingin tinggal tetapi tiba-tiba ia dipanggil untuk melakukan oprasi gabungan.
Sebelum pulang, Morgan Gista Bimas Bianca Almira dan Ranum pergi ke sebuah mall untuk berbelanja dan sekalian makan siang bersama.
"Gista dan Bimas kapan balik ke Singapore.?" Tanya Bianca.
"Nanti malam Bii, dua hari lagi kita akan ke Swiss soalnya."
"Swiss.? Ngapain.?" Tanya Almira.
"Ada urusan keluarga Mir. Ayah kita kan orang Swiss hehe.!" Ucap Gista.
"Ohh.. jadi yang sodaraan sama ayah kak Morgan itu mamahnya kalian yah.?" Tanya Bianca lagi sambil melirik ke arah Morgan.
"Iyap.!" Ucap Morgan
Mereka pun melanjutkan berkeliling mall setelah makan. Dan beberapa saat kemudian waktunya Morgan Gista dan Bimas kembali ke villa untuk packing barang-barang mereka.
"Ya sudah, kami kembali duluan ke villa yah.!"
"Iya kak, kalian hati-hati yah.. thankyou atas jamuannya.!" Ucap Bianca memeluk mereka satu persatu. Begitupun Almira dan Ranum.
"Ahhh jadi sedihh..." ucap Almira memelu Gista lama.
"Iya Mir, kita kembali ke Singapore bulan depan. Masih lama kita ketemunya hiks.!" Ucap Gista.
"Iya nih huwaaa.... padahal kita baru ketemu dan nyambung huhu.!" Ucap Almira lagi.
"Sudah.. kita kan sudah bertukar nomor, kita bisa komunikasi kan.!" Bimas membelai kepala Almira.
Deg... (wajah Almira memerah)
"Lihat wajahnya memerah hihi" bisik Ranum ke Bianca.
"Hihi iya benar.! Wahh bahaya nih tunangan Almira bisa-bisa ditikung wkwk." Ucap Bianca juga berbiisik.
"Nomor.?!" Batin Morgan. Iya mengingat harus meminta nomor telfon Bianca.
"Eh anu Bii.." ucap Morgan.
"Mm.? Ada apa kak.?"
"Oh gak jadi deh.. ya sudah kami jalan dulu yah kalian hati-hati.!" Ucap Morgan cepat.
"Byee\~"
Kemudian Bianca Ranum dan Almira pun keluar dari mall dan berkeliling didaerah sekitaran mall. Didaerah sana memang banyak toko-toko barang branded yang terkenal. Mereka memasukinya satu persatu.
Malam hari, mereka pun kembali ke villa dan membersihkan diri. Mereka berencana keluar untuk makan malam di sebuah restoran Jepang yang berada disekitar sana. Sekitar satu jam perjalanan menggunakan taxi online merekapun sampai ditempat tujuan.
Disini mereka sekalian nongkrong dan juga Bianca menyelesaiakan beberapa postingan barang-barangnya.
Setelah hampir tiga jam berada dicafe. Merekapun kembali ke villa dan segera beristirahat.
-
Saatnya mereka kembali ke Singapore.
Andra menjemput mereka di bandara. Andra yang merindukan Bianca itu meluangkan waktunya untuk menjemput kekasih hatinya.
Saat sudah sampai di depan asrama, Bianca meraih salah satu paper bag. Ia memberikannya kepada Andra sebagai bentuk oleh-oleh.
"Nih buat kamu." Ucap Bianca.
"Wahh ada oleh-oleh yah.? Hihi makasih Bii.." ucap Andra tersenyum.
"Iya Ndra hehe. Oh iya, kamu hari ini emangnya gak kuliah yah.?"
"Umm.. dosennya gak masuk.!" Andra berbohong demi menjemput Bianca.
"Um.. bagus deh hehe. Makasih yah sudah mau jemput. Nanti malam kita main yuk bareng Abi juga. Aku ada oleh-oleh buat dia juga nih.!"
"Boleh,, nanti aku hubungin Abi. Kakau gitu aku balik dulu yah.! See u Bii."
"See u Ndra ;) "
Andrapun meninggalkan asrama Bianca. Dan pada saat ingin keluar dari kompleks asrama, mobil Andra dan mobil Bian berpapasan dan nyaris saja bertabrakan.
Piiiiiipppp.......
Mereka saling klakson panjang.
Kemudian mereka berdua saling memberi jalan. Dan kembali melajukan mobil masing-masing. Andra keluar ke jalan raya sedangkan Bian masuk kedalam kompleks apartemennya.
-
Malam hari, Andra Bianca Abi dan Almira bertemu di cafe book. Ranum yang sekalian mengerjakan tugasnya sambil ikut makan malam bersama mereka.
"Nih oleh-oleh buat kamu." Ucap Bianca memberikan paper bag kepada Abi.
"Wahh thankyou Bii.!" Ucap Abi senang.
"Terus makan malam ini traktiran kamu juga.?!" Tanya Abi antusias.
"Enak aja teraktiran.! Kamu tuh udah lama gak neraktir kita yakan Ndra.?!" Ucap Bianca menyenggol bahu Andra.
"Bener.!!!!! Aku.... laper... akuuu... hausssss.. pengen di te rak tir A B I.!!" Ucap Andra sigap
"Huuu dasar kamu.!! Oke okee malam ini aku yang teraktir semua.!" Ucap Abi
"Beneran.?!" Ucap Ranum dan Almira bersamaan.
"Hahahaha iya iyaa.!"
"Thank you Abiii.!" Ucap Ranum menyentuh bahu Abi.
-
Keesokan harinya, Bianca sedang berjalan di koridor kampus bersama teman-temannya. Ia teringat dengan Selvy. Dan mencari kontaknya.
(Menelfon..)
Selvy : hallo Bii.?
Bianca : kak Selvy.. hayy.! Kakak dimana.?"
Selvy : hay Bii.. aku lagi di jalan nih. Ada apa.? Tumben kamu nelfon.
Bianca : hehe aku ada sesuatu buat kak Selvy. Apa kita bisa bertemu.?
Selvy : wah apaan tuh.? Um.. aku mau ke cafe XX untuk bertemu seseorang. Kalau kamu mau, kita bisa ketemuan disana.!
Bianca : ohh boleh boleh. Ya sudah aku sebentar lagi akan kembali kak. Nanti aku kabarin lagi yah.!
Selvy : oke Bii. Bye.!
Bianca : byee\~
-
Beberapa saat kemudian Bianca pun sampai di halte bus dekat cafe XX. Ia berjalan dan sampailah ia di cafe XX. Disana sudah ada Selvy dan seorang wanita.
"Bii.!" Panggil Selvy.
Bianca menghampiri mereka.
"Maaf kak aku sedikit telat." Ucap Bianca.
"Hallo.? Maaf yah saya ikut gabung bersama kalian hehe." Ucap Bianca lagi sambil membungkuk.
"Ah gakpp Selvy sudah bilang kok." Ucap wanita itu.
"Oh iya Bi. Kamu boleh pesan minum, aku yang teraktir.! Aku habis gajian tadi dari nyonya Lea hihi ;)" ucap Selvy.
"Oh ya.?? Asiikk aku diteraktir hehe."
Biancapun memanggil pelayan dan memesan minuman. Kebetulan ia hari ini sangat kehausan.
"Iyaa.. jadi gitu Sel.. aku sepertinya akan bekerja di sebuah rumah dan gak bisa jadi pelayan panggilan lagi." Ucap wanita itu.
"Ehh dia seorang pelayan panggilan juga toh seperti Selvy.?" Batin Bianca.
"Umm gimana yah mba, saya sedang sibuk dengan semester akhirku. Nanti saya coba carikan penggantinya saja kalau begitu.!" Ucap Selvy.
"Baiklah kalau begitu. Secepatnya yah saya minta tolong."
"Baiklah.!"
"Ya sudah kalau begitu saya ke apartemen tuan saya dulu yah untuk mempersiapkan makan malamnya.!"
"Ohh baiklah. Hati-hati yah.."
"Mari nona, saya duluan.!" Ucapnya berpamitan.
"Oh iya iya hati-hati\~" ucap Bianca menunduk.
"Kak Sel, wanita itu siapa.?" Tanya Bianca.
"Ohh dia itu seorang pelayan panggilan Bii seperti aku. Tapi dia lebih senior lagi. Dia dapat tawaran kerja menjadi seorang pelayan dirumah orang kaya dan harus tinggal disana."
"Ohh... terus.? Dia nawarin kakak untuk gantiin dia kerja ditempatnya yang sebelumnya yah.?"
"Iya Bii dia nawarin aku. Dia ada dua tempat kerja. Yang satunya dia udah dapat penggantinya, dan yang satunya lagi di apartemen While's yang dekat sini itu belum dapat."
"Apartemen While's.? Yang dekat asrama aku itu kan kak.?"
"Iyap yang itu. Humm.... katanya sih kerja disana gak seribet ditempatnya yang satu. Apalagi tuannya itu sekarang lagi sibuk-sibuknya koas jadi dia hanya menyiapkan sarapan dan makan malam. Itupun gak setiap hari."
"Aku kok tertarik yah.? Hitung-hitung mulai bulan depan bakalan libur semester selama tiga bulan.!" Batin Bianca.
"Bii.?? Hello..."
"Ehh hahaha sorry kak aku menghayal haha."
"Huh dasar haha. Jadi.? Kamu ada perlu apa Bii.?"
"Oh iya ini kak. Aku ada oleh-oleh buat kak Selvy. Kemarin aku habis dari Jepang dan lihat ini kemudian keingat kak Selvy hihi" Bianca menyodorkan paper bag kepada Selvy.
"Wahh oleh-oleh yah.? Hehe makasih ya Bii.! Jarang-jarang loh aku di kasih oleh-oleh hehe."
"Haha sama-sama kak Sel.. semoga suka yah.!"
Mereka pun sedikit mengobrol tentang perjalanan Bianca saat di Jepang kemarin. Selvy yang penasaran banyak menanyakan ini itu.
Beberapa saat kemudian, mereka pun keluar dari cafe XX dan bersiap untuk berpisah dan kembali di tempat masing-masing.
Sedari tadi Bianca memikirkan tentang tawaran yang diberikan oleh pelayan senior itu kepada Selvy.
"Apa aku harus coba yah.? Hitung-hitung bisa buat tambahan uang jajan kan.!" Batin Bianca.
"Um... kak Sel.." ucap Bianca.
"Iya Bi.?"
"Mmm... gak jadi deh nanti aja hehe. Hati-hati yah kak.! Byee!" Bianca meragu.
Sepanjang jalan menuju ke asrama, Bianca kefikiran dengan kerjaan itu. Ia sangat ingin mencoba. Tetapi ia kuatir jika tidak bisa kembali ke Namkanda saat libur semester nanti.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Thankyou atas kunjungannya. Semoga kalian suka yah. Dan jangan lupa berikan masukan ke kolom komentar dan votenya biar author semakin semangat menulisnya☺️💛✊🏻
Udah setahun Loh,,,,,,,,
Kemana aja loejangan bikin penasaran thorrrrrr
kogg lama up y