NovelToon NovelToon
Perjuangan CEO Muda

Perjuangan CEO Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:792.5k
Nilai: 5
Nama Author: Restviani

Tahap Revisi

Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang telah terluka akan cinta, sehingga dia sudah tidak pernah percaya akan adanya cinta. Kehidupannya hancur tak bersisa atas nama cinta.

Namun di sisi lain, ada seorang pemuda tampan, kaya tapi dingin yang terus berjuang untuk memberikan keyakinan terhadap gadis tersebut akan adanya sebuah ketulusan dalam cinta.

Berbagai upaya dia lakukan untuk bisa menyembuhkan luka hati sang gadis. Dan disaat luka itu mulai mengering, tiba-tiba datang laki-laki dari masa lalunya dengan keadaan yang membuat iba hati sang gadis.

Sadar akan kuatnya cinta pertama, pemuda itu berusaha melepaskan cintanya.

Akankah sang gadis tetap bersamanya, atau kembali kepada cinta pertamanya...??

Happy reading ya...
semoga suka sama ceritanya
my first novel
salam kenal restviani...🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Misteri

Assalamualaikum readers...

Weekend nih...author coba up 2 bab yaaa...

Insyaallah....🤭

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Sengajakah kau melakukan semua ini ? Sengajakah kau menggugurkan janinmu ?!

Bagas mendekati ranjang Kyara. Dia duduk di tepi ranjang itu. Bagas menatap lekat Kyara, mencoba mencari sebuah kebenaran atas apa yang telah dituduhkan oleh dokter Alex tentang hasil lab Kyara. Sekilas, Bagas teringat cerita Aaron tentang sosok Kyara yang penyabar dan penuh kasih sayang. Bahkan, jika dilihat dari raut wajahnya pun yang sangat polos dan sederhana, sepertinya tidak mungkin jika Kyara akan tega melakukan hal keji itu. Tapi, jika bukti berkata lain, Bagas mau bilang apa ? Sekuat apapun dia menyangkalnya, bukti tetaplah bukti...

Ya...! Hasil lab itu merupakan bukti akurat atas apa yang telah menimpa Kyara saat ini. Aahhh... wanita...! Makhluk yang sangat sulit untuk dimengerti...! batinnya.

Bagas kembali menuju sofa, kemudian duduk menyandarkan tubuhnya di sana. Bagas mengeluarkan ponselnya, dia menghubungi asisten di bengkelnya dan mengatakan kalau dia tidak akan bisa datang ke bengkel hari ini. Setelah menutup sambungan telponnya, dia memejamkan matanya. Waktu tidurnya semalam terganggu karena kejadian yang menimpa Kyara. Hmm... mumpung dia masih tidur, nggak ada salahnya kalau aku pun tidur sejenak...

****

Sekitar pukul 10 siang, dokter Risa tiba di rumahnya. "Ting..ting...ting..." begitu banyak notifikasi pesan WhatsApp yang masuk. "Ah... signal di rumah ibu memang kurang bagus." gumamnya.

Anton memperhatikannya, "Kenapa sayang..?"

"Ini loh mas, mungkin karena signal di rumah ibu kurang bagus, pesan-pesan WhatsApp baru pada masuk.." gerutu dokter Risa.

Anton tersenyum, "Sabar sayang..., sekarang kan sudah masuk, tinggal dibuka saja, gampang kan...! Atau..., apa perlu aku bukain...?! gurau Anton sambil mengedipkan matanya.

"Ish...mas ini...! Masih siang, piktor (pikiran kotor)terus..!! dokter Risa kembali menggerutu.

"Hey..! Yang piktor itu kamu...!" kata Anton sambil mencubit gemas hidung mancungnya dokter Risa. "Maksudnya, pesannya yang dibuka, bukan buka-bukaan "itu"....! Kamu ini ya,...he..he..he.." jelas Anton terkekeh.

"Ah, mas ini...! Kalau ngomong yang jelas dong..! Kan jadi malu...!" ujar dokter Risa, pipinya memerah menahan malu..

"Sudah....sudah..., ayo kita masuk ! Kasihan anak-anak, pasti sudah lama menunggu kita..!" ajak Anton.

"Ah iya mas. Seharian nggak ketemu mereka, aku kangen banget..! Tapi, tunggu mas..! Ini ada voice note dari Aaron..., misscal nya banyak banget mas...! Kenapa ya...?"

"Sudah..., buka saja !" perintah Anton.

"Mbak, ini Aaron. Sesuatu terjadi pada Kyara. Aku mohon, cepatlah ke rumah sakit, mbak ! Aku sama Bagas menuju rumah sakit sekarang."

"Astaghfirullah...! Mas, aku harus ke rumah sakit sekarang, gimana ?" tanya dokter Risa, panik.

"Ya sudah, aku antar ya...!" tawar Anton.

"Kamu nggak capek ! Kita kan baru sampai, sayang...! Aku naik taksi saja deh !" kata dokter Risa, merasa tak enak.

"Nggak apa-apa, sayang ! Sudah kewajibanku mengantar ratuku, kemanapun dia pergi..." Anton berkata sedikit lebay.

"Aah...co cweeeetttt...!" dokter Risa berkata manja sambil mengelus pipi suaminya. "Love you my hubby..."

"Love you too, my queen !" jawab Anton seraya mencium jari jemari dokter Risa.

Dan akhirnya, perjalanan itu mereka lanjutkan menuju rumah sakit.

***

"Assalamualaikum...!" dokter Risa membuka pintu kamar. Tampak di sofa, Bagas sedang tertidur nyenyak. Dokter Risa melihat ke arah ranjang, Kyara pun masih terlelap, wajahnya terlihat sangat pucat. Dokter Risa menghampiri Kyara, memeriksa denyut nadi Kyara. "Normal.." gumamnya. Setelah itu dia menghampiri Bagas.

"Gas... Bagas...!" dokter Risa menggoyangkan bahu Bagas pelan, untuk membangunkannya.

"Hmm...." Bagas menggeliat, kemudian mengerjapkan matanya. Tampak bayangan dokter cantik berhijab sedang jongkok di hadapannya. "Mbak Risa ! Maaf mbak, aku ketiduran !" Bagas segera bangun dan duduk di sofa.

Dokter Risa menarik kursi yang berada di dekat ranjang, meletakkannya di hadapan Bagas, kemudian dia duduk berhadapan dengan Bagas.

"Maaf, aku baru sempat membuka voice note Aaron. Aku baru saja pulang menjenguk mertuaku, kebetulan signal di rumah ibu mertuaku kurang bagus, karena itu, pesan Aaron baru sampai. Oh iya, Gas...! Mana Aaron ?" tanya dokter Risa.

"Aaron pergi ke Singapore tadi subuh mbak, om Damian terkena serangan jantung." jawab Bagas.

"Astaghfirullah...!" dokter Risa terkejut, "Terus sekarang gimana kabarnya ?" tanyanya.

"Bagas nggak tahu mbak, Aaron belum menghubungi Bagas." jawab Bagas.

"Oh...! Kya...? Apa yang terjadi pada Kyara, Gas ?"

"Kyara kehilangan bayinya, mbak...."

"Apa..!!" dokter Risa,kaget, "Bagaimana bisa ?" tanyanya.

"Dia mengalami pendarahan yang hebat, membuat bayinya tidak bisa bertahan. Karena itu, dokter mengambil tindakan..."

"Pendarahan...? Kenapa dia bisa sampai pendarahan, Gas...?" tanya dokter Risa, heran.

"Bagas sendiri nggak ngerti, mbak ! Tapi, kata dokter yang menanganinya, ada kemungkinan Kyara sengaja ingin menggugurkan anaknya." jawab Bagas

"Apa...!!" lagi-lagi dokter Risa terkejut, "Tapi, kenapa..? Ah...mbak nggak percaya, Gas...!"

"Entahlah mbak, Bagas sendiri tidak tahu. Hanya saja, hasil lab mengatakan bahwa dalam sampel darah Kyara yang diambil saat operasi, terdapat zat-zat yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh ibu hamil. Jadi kemungkinannya, Kyara mengkonsumsi sejenis obat yang mengakibatkan terjadinya pendarahan. Tapi bukan bahan kimia, ah... Bagas nggak ngerti, mbak...!"

Ketika mereka sedang berbicara, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Dokter Alex masuk. "Loh... ada dokter Risa ! Bukannya anda sedang cuti, dok...?" tanya dokter Alex.

"Ah... dokter Alex. Iya, aku sedang cuti, tapi... pasienku membutuhkan aku." jawab dokter Risa.

"Maksudnya...?"

"Gadis itu pasienku, dok."

"Oh begitu...." jawab dokter Alex seraya memeriksa denyut nadi Kyara.

"Bagaimana keadaannya, dok ?" tanya Bagas.

"Sejauh ini, dia sudah cukup stabil..." jawab dokter Alex.

"Tapi, kenapa belum bangun juga ya, dok ? Ini sudah..." Bagas melihat jam tangannya, "Hampir jam 12 siang, dok." lanjutnya.

"Tidak apa-apa, pak ! Ibu memang sedang di bawah pengaruh obat penenang. Kita tunggu saja sampai dia bangun..."

"Obat penenang...?! Kenapa...?" tanya dokter Risa, kaget.

"Tadi, saat dia sadar, dia syok dan histeris mendengar kabar telah kehilangan janinnya, dia mencoba memberontak, Karena itu kami memberikan suntikan penenang kepadanya. Oh iya dokter Risa, karena dia pasienmu, jadi saya pikir, anda harus mengetahui kemungkinan keadaan yang saya khawatirkan. Dan, sebaiknya bapak harus tahu juga." ujar dokter Alex.

"Apa maksud dokter ?" tanya Bagas, kebingungan.

"Secara fisik, kondisi ibu sudah stabil. Tapi, melihat kejadian tadi pagi, saya cemas jika ibu terbangun nanti, maka ia akan melakukan kembali tindakan yang sama. Itu artinya, secara psikis, dia tidak baik-baik saja. Jadi saya mohon, bapak bisa menjaganya dengan baik, memberikannya cukup perhatian dan kasih sayang, sehingga ibu bisa segera melupakan kejadian buruk yang menimpanya."

"Kenapa bisa seperti itu, dok ?" tanya Bagas, cemas.

"Mungkin, ibu merasa bersalah dan menyesal atas perbuatannya."

"Aku masih tidak yakin kalau pasienku bertindak sebodoh itu, Lex !" ujar dokter Risa, geram.

"Dokter Risa bisa melihat rekam medisnya nanti..!" jawab dokter Alex. "Aku juga berharap, dugaanku salah..." lanjutnya. "Baiklah, aku permisi dulu !" pamit dokter Alex.

"Tunggu ! Aku ikut denganmu, aku ingin melihat hasil labnya !" ujar dokter Risa.

"Baiklah ! Kebetulan, aku juga perlu bicara denganmu..!" jawab dokter Alex.

Mereka pun pergi meninggalkan Bagas yang masih duduk terdiam, hanyut dalam pikirannya sendiri.

Bagas menghampiri Kyara, membelai lembut rambut Kyara. Ayo...! Bangunlah nona...! Bicaralah ! Jangan biarkan pikiranku berkelana dengan misteri ini. Aku yakin kau tidak melakukan semua ini dengan sengaja. Tapi, semua ini masih akan menjadi misteri jika kau tak segera bangun dan bercerita...! Ku mohon..., bangunlah....!

Bersambung....

Hai readers.... terima kasih ya sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya ini.

Jika berkenan, mohon like vote n komennya ya...

🙏🙏🙏🙏🤗

1
Pipin
astoge, Bagas. . pintunya tutup atuh ..😄
Pipin
Cerita yang sangat luar biasa. Bisa bikin emosi campur aduk
Pipin
malang sekali kyara
Pipin
Aaron baik ya, Thor. jangan-jangan suka sama kyara
Pipin
yang sabar ya kyara
Yuliana Purnomo
iiishh siapa yg ditabrak anti??? elang diculik siapa??? author bikin penasaran,,,,,
Yuliana Purnomo
hahahaha naahh looh Gas
Yuliana Purnomo
haredanggg
Yuliana Purnomo
iihh , dunia tak selebar daun kelor,, sekali ketemu dgn orang yg mencintai Kya,,Bagas bagas
Yuliana Purnomo
iiihh,,jgn dibikin meninggal dong Bagas Thor,,GK ikhlas aku
Yuliana Purnomo
emangnya Rachela meninggal? knp
Yuliana Purnomo
iihh siapa lah yg diintai bagas
Yuliana Purnomo
huuuhh kacau dehh, ditambah lagi sikap Diana yg kelewat egois
Yuliana Purnomo
salah juga Kya,, walau apapun alasannya menemui Ajay harusnya kamu ijin dgn suami mu,,huuuhh bener aja Bagas ngamuk
Yuliana Purnomo
yacch walaupun pernah disakiti sampe bgtu dalam,,tapi demi kemanusiaan tengok lah Ajay walaupun cuma sebentar
Yuliana Purnomo
hahahaha lupa nutup pintu ya tuan Bagas??
Yuliana Purnomo
kamu siih Bim,, gak tau si Ajay itu seperti apa?? jgn main salah in Bagas dong
Yuliana Purnomo
iihh,,bima gak ngikutin Mereka kah?? kalau penasaran
Yuliana Purnomo
hadeeeeh makin tebar pesona aja itu sekertaris
Yuliana Purnomo
malu malu tapi mau,🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!