Jeni seorang perempuan yang lemah lembut, sopan dan diberikan kelebihan memiliki paras yang sangat cantik. namun sejak dia berusia 4 tahun ayahnya pergi meninggalkan dia dan juga sang ibu untuk selama - lamanya
yang membuat ibunya harus banting tulang untuk menghidupi Jeni, sejak kecil Jeni terbiasa dengan kehidupan yang sederhana yang membuatnya selalu bersyukur dengan apa yang dia miliki
tapi kehidupannya baru saja dimulai saat dia mulai beranjak dewasa cobaan silih berganti mendatanginya, akan kah Jeni tetap kuat menghadapi cobaan demi cobaan yang datang kepadanya
apa kah Jeni akan bahagia dengan pernikahan yang sangat tidak pernah dia duga sebelumnya, walau pun dia menikah dengan sahabat masa kecilnya namun tetap saja itu berbeda sekarang mereka sudah dewasa sudah tidak sama lagi dengan masa kecil mereka
kalau penasaran dengan ceritanya, silahkan dinikmati ceritanya
mohon maaf jika ada kekurangan didalam cerita ini, karena ini adalah karya pertama say
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenika Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita 32
" ya sudah kamu siapin mobilnya dulu, nanti aku akan nyusul " jawab Rendy
kemudian bily pun mengikuti apa yang diperintahkan oleh Rendy, ia keluar ruangan untuk pergi menyiapkan mobil yang akan mengantarkan Rendy ketempat pertemuan
sudah lah lebih baik sekarang aku fokus untuk pertemuan kali ini, nanti kalau ada waktu aku akan nyamperin dia
batin Rendy
Rendy pun bangkit dari duduknya ia mulai berjalan keluar dari ruangan kekuasaannya, ia pun menuju kearah mobil yang sudah menunggunya didepan pintu perusahaan
melihat sang atasan sudah sampai bily pun membungkukkan sedikit badannya memberikan hormatnya, setelah itu barulah ia membukakan pintu mobil untuk Rendy
setelah Rendy masuk bily pun kembali menutup pintu mobilnya, dan ia pun masuk kedalam mobil ia duduk di kursi pengemudi
bily pun melajukan mobil karena memang waktu yang mereka miliki tidaklah banyak, Rendy akan melakukan pertemuan disalah satu cafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari perusahaan YG group
################################
Jeni mendapat kan jadwal membersihkan taman belakang rumah, ia memangkas rumput - rumput liar yang mulai panjang, dan menyapu daun - daun yang telah jatuh berserakan di tanah
Jeni nampak sangat menikmati pekerjaannya, ia menyapu daun - daun sambil bernyanyi kecil namun tiba - tiba
sebuah kursi yang tidak asing baginya membuyarkan fokusnya untuk bekerja, ia terus memandangi kursi yang ada dibawah sebuah pohon besar di taman itu
Jeni pun berjalan mendekat kearah kursi itu, setelah ia didekat kursi itu, tiba - tiba saja bayangan sewaktu dia kecil muncul di kepala nya
dulu dia selalu duduk di kursi ini saat rendy membaca kan cerita untuknya, ia mendengarkan dengannya serius, dia juga sering menemani Rendy belajar di kursi itu, kursi yang menyimpan kenangan sewaktu ia kecil
" sekarang seorang Rendy yang dulu selalu membacakan buku cerita untukku telah berubah, dia sekarang menjadi laki - laki yang sangat hebat, bahkan usianya masih sangat muda namun dia sudah menjadi CEO di perusahaan keluarganya " gerutu jeni
Jeni pun mendudukkan dirinya di kursi itu, sambil melepaskan penatnya sejenak setelah bekerja membersihkan taman yang cukup luas itu
ia terus melihat sekeliling taman yang tak banyak berubah semenjak ia masih kecil, hanya saja ada beberapa pohon yang ditebang mungkin karena sudah terlalu besar dan sudah tua
" heii " ujar melinda, membuyarkan lamunan Jeni
" Tante, maaf Jeni hanya duduk sebentar " jawab Jeni, gugup ia takut kalau Melinda akan marah karena melihatnya yang duduk dan tidak melakukan pekerjaannya
Melinda pun tersenyum melihat ekspresi Jeni yang nampak ketakutan setelah melihat ia datang
Melinda pun duduk di kursi yang tadi Jeni duduki, kemudian ia menarik tangan Jeni agar duduk disampingnya
" kamu nggak usah takut seperti itu, Tante nggak akan marah kok kamu boleh istirahat kapan pun kamu mau, nggak usah dipaksain kerja Kalau kamu memang capek " ujar Melinda
Jeni pun dapat bernafas dengan lega setelah mendengar apa yang dikatakan oleh melinda, kemudian ia pun tersenyum kearah Melinda yang sedang menatapnya dengan lembut
" kamu masih ingat tempat ini, disini kamu sering sekali menghabiskan waktu bareng Rendy, bahkan sampai lupa waktu hahaha " ujar Melinda, ia mengingat - ingat masa yang tentu saja Jeni sudah tidak ingat lagi karena Jeni yang masih terlalu kecil pada saat itu
" Jeni hanya ingat sedikit " jawab Jeni, malu - Malu
" oh ya, kalau begitu Tante akan bantu kamu untuk ingat kembali " ujar Melinda, sambil tertawa kecil
" seperti yang kamu tahu Rendy terlahir sebagai pewaris dari perusahaan yang dibangun oleh kakeknya, itu lah kenapa papahnya selalu mendidiknya dengan sangat tegas, agar Rendy kedepannya menjadi pemimpin yang bisa memberikan contoh yang baik bagi bawahan - bawahannya " ujar melinda, sambil tersenyum
Melinda menghentikan cerita nya, yang membuat Jeni menoleh kearah Melinda wajah nya terlihat sangat penasaran dengan kelanjutan dari cerita Melinda
" kok berhenti Tante " ujar jeni
" Tante kadang - kadang suka terharu sendiri kalau ingat - ingat masa - masa Rendy kecil dulu " jawab Melinda, sambil mengelus lembut pucuk kepala jeni
" papahnya tidak pernah mengizinkan Rendy untuk pergi keluar untuk bermain bareng teman - teman seusianya, dia mau kalau Rendy selalu belajar Dirumah agar Rendy bisa dengan cepat menguasai pelajaran begitu papahnya bilang, dan karena itu membuat Rendy menjadi anak yang pendiam dan dia sangat susah untuk bergaul dengan anak - anak seusia dia pada saat itu dan karena itu juga Rendy mempunyai teman " ujar Melinda
pantas saja waktu pertama kali ketemu disini Rendy bersikap seperti itu sama aku, ternyata karena dia tidak pernah mempunyai teman, ternyata walau pun dia terlahir sebagai pewaris sebuah perusahaan yang sangat besar dia harus merelakan masa kecilnya untuk terus belajar
batin Jeni
" namun setelah kamu datang dan Rendy mau berteman dengan kamu, membuatnya tidak pernah lagi protes dengan papahnya, dia semakin rajin belajar karena selalu ditemani kamu " sambung Melinda
Melinda pun terus menceritakan kejadian - kejadian lucu yang masih ia ingat sampai sekarang, bagaimana Rendy yang tercebur kedalam kolam karena mengejar kupu - kupu yang diinginkan oleh Jeni dan kejadian - kejadian yang tidak akan pernah terlupakan olehnya
" sepertinya Tante sudah terlalu banyak cerita, mungkin kamu bosen dengernya " ujar Melinda, kepada Jeni
" nggak kok Tante Jeni malah seneng dengarnya, ternyata dulu Jeni pernah ngalamin hal semacam itu mungkin kalau Tante nggak cerita Jeni nggak akan pernah tahu " jawab Jeni, dengan sambil tersenyum kearah Melinda
" oh ya nanti kamu yang masak makan malam ya, itu om yang request Lo " ujar Melinda, sambil tertawa
" ah..Jeni nggak yakin Tante soalnya Jeni nggak terlalu jaga soal masak " jawab Jeni, malu - malu
" udah nggak apa - apa, pokoknya nanti malam kamu yang masak ya " ujar Melinda lagi
Jeni pun hanya mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum manis kearah Melinda, yang menatap nya penuh dengan kehangatan
" kalau begitu Tante masuk dulu ya " ujar Melinda
kemudian Melinda pun masuk kedalam rumah, meninggalkan Jeni yang masih duduk sendirian di kursi itu
ia terlihat senyum - senyum sendiri saat teringat cerita dari Melinda, ia tidak menyangka kalau Rendy yang ia temui yang terlihat sangat dingin dan juga cuek itu mempunyai sisi yang sangat lucu
kemudian Jeni pun kembali melanjutkan pekerjaannya yaitu membersikan daun - daun yang berserakan cukup banyak di tanah
waktu pun berjalan dengan sangat cepat, Jeni terburu - buru berjalan kearah dapur untuk memasak makan malam untuk Melinda dan juga Hendra sesuai yang diperintahkan oleh Melinda tadi siang
TERIMA KASIH😊
JANGAN LUPA LIKE, COMEN, VOTE
LOVE YOU❤️👻
bkin rendi mmbenci devina dn kluargax.. trus nikahi jeni dn hidup bahgia
smg ppax rendy tau lngsung hacurkan prusahanx tono