NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Berjalan-jalan

Jingyuan dan Wanqing terbangun bersamaan setelah mendengar suara ketukan pintu diiringi ajakan makan siang dari Ibu Yunting. Wanqing yang masih terbayang-bayang dengan adegan semalam mulai menatap suaminya malu-malu. "Apakah Kita mandi bersama dulu?" Tanyanya masih dengan pipinya yang memerah.

Melihat ekspresi istrinya, Jingyuan tertawa kecil, "Kenapa Kau begitu malu dengan hal yang sudah sewajarnya dilakukan oleh suami dan istri?" Godanya sembari berjalan ke arah sebelah ranjang Wanqing. Kedua lengan penuh ototnya ia gunakan untuk mengangkat Wanqing ala bridal style dan membawanya menuju kamar mandi.

Setelah bersih-bersih, Jingyuan kembali mengingatkan Wanqing untuk menggunakan pakaian yang tidak terlalu terbuka dan menyamarkan wajahnya dengan topi karena setelah makan mereka akan berjalan-jalan ke pasar.

Jingyuan juga mengeluarkan satu kantung kecil lainnya dan menyerahkannya pada Wanqing. Wanqing membukanya, "Ini?!" Buku rekening yang berisikan banyak lembaran uang miliknya ada dalam genggamannya. Wanqing tersenyum senang, "Bagaimana bisa ini semua ada di dirimu?" Tanyanya bingung.

Jingyuan mengangkat kedua bahunya, ia berjalan menuju pintu, "Aku ambilkan makan siang Kita, Kita makan di kamar saja ya?" Bujuknya. Wanqing mengangguk.

Sambil menunggu Jingyuan, dirinya mulai menghitung penghasilannya sebelum benar-benar diculik dari mobil yang ia tumpangi menuju markas. 4 gaun yang berhasil ia jahit menghasilkan total uang 40.000 Bianbi, yang secara tidak langsung menyebutkan penghasilannya yaitu 10.000 Bianbi satu gaun. Senang dengan penghasilannya, ia meletakkan uang itu kembali ke dalam tas tadi dan membiarkannya di dalam laci samping kamar.

Tepat saat laci itu tertutup, Wanqing mendengar pintu kamarnya terbuka, di sana ada Ajudan Han dan Ajudan Xien berserta suaminya Jingyuan dengan makanan yang dibawa di atas nampan dengan kuah dan isi yang masih mengebul.

"Selamat makan Nyonya dan Tuan." Ujar Ajudan Han setengah meledek dan berjalan pergi.

KLEK

Pintu itu tertutup. Jingyuan mulai menyuapkan makanannya sembari melihat pemandangan indah dari lantai dua itu.

"Benar-benar indah ya pemandangannya?" Ujar Wanqing berusaha berkontribusi di samping suaminya yang terlihat masih mengunyah makanannya sambil berdiri memandangi arah luar.

"Iya, tapi kasian sekali penduduk di sini." Gumamnya.

Wanqing menatapnya bingung, "Kasian karena apa?" Tanyanya sembari kembali menyuap makanannya dan duduk di pinggir kasur.

Jingyuan berbalik menatapnya, "Warga di daerah yang belum terjamah tentara revolusi itu seperti layaknya penduduk yang tinggal di dalam penjara. Mereka tidak diizinkan berpergian keluar regional kecuali untuk berdagang, itu pun di waktu-waktu tertentu, mereka juga tidak diizinkan menikahi orang luar. Mereka harus membayar pajak yang mencekik dengan banyaknya korupsi yang terjadi di antara para Panglima pemimpin yang tidak becus memimpin."

Wanqing mengangguk. "Jadi seperti itu yah?"

Jingyuan menghampirinya dan mengelus ujung kepalanya perlahan. "Iya seperti itu, nanti kita akan lihat dengan jelas bagaimana pasarnya bekerja ya. Di sini masih menggunakan koin perak dan tael sebagai alat tukar, untungnya aku masih punya tiga tael. Dua diantaranya sudah dipakai menyogok penjaga di pintu gerbang Barat Daya dan Barat."

Wanqing meraih kantong tael yang diberikan suaminya itu. Jingyuan menyuapkan makanan banyak-banyak di mulutnya dan berjalan lagi menuju area balkon. Kali ini ia membuka jendelanya kecil dan menghirup udara yang segar selagi mengunyah makanannya sampai habis.

Mereka pun keluar dari villa itu ketika jam sudah menunjukkan pukul 14.00. "Bukankah harusnya pasar sudah tutup di jam segini?" Tanya Wanqing bingung.

Jingyuan menggeleng, "Pasar di daerah sini sepertinya 24 jam, hanya para penjual tertentu yang tutup cepat atau tutup malam."

Wanqing mengangguk, di belakangnya ada Ajudan Han dan Xien yang mengikuti mereka tapi tetap dengan jarak aman, seolah mereka adalah dua pria tak dikenal oleh Wanqing dan suaminya. Ibu Yunting memutuskan untuk tidak ikut dan berjaga di rumah saja, khawatir akan menambah kecurigaan nantinya.

Mereka menuruni bukit perlahan, Jingyuan terus memastikan Wanqing aman dan tidak menginjak hal aneh. Ia juga memastikan Wanqing menggunakan topi yang menutupi separuh wajahnya, sama dengan dirinya yang kembali menggunakan kumis palsu dan wig.

Mereka tiba di jalanan pasar hampir menuju senja, perjalanan yang begitu jauh tidak terasa bagi Wanqing yang sibuk menikmati indahnya pemandangan hutan perbukitan setelah sekian lama terjebak di rumah.

Wanqing membuka tas jerami yang ibunya berikan untuk ia pakai berbelanja tadi, ada tiga tael perak di sana. "Uangnya terlalu besar bukan untuk berbelanja? Baiknya kita tukarkan dulu?" Tanya Wanqing pada suaminya.

Jingyuan mengangguk setuju dan mengajak Wanqing menuju salah satu toko yang hanya menggunakan etalase kayu dengan bergambarkan koin dan perak. Dialek Jingyuan langsung berubah menyesuaikan daerah situ dengan nada dan suara yang berbeda dari biasanya. "Pasti pria ini sudah terlatih menyamar di pasukan elit militer dulu." Gumam Wanqing.

Jingyuan menukarkan satu tael perak menjadi 1000 koin tembaga. "Ayo." Ujarnya menarik lengan Wanqing perlahan menuju pasar lebih dalam.

Wanqing terus terkesima dengan layout pasar yang sangat tradisional dan indah itu. Ia melihat banyak sekali orang-orang dengan pakaian sederhana berlalu-lalang untuk belanja. Toko-toko dan pedagang makanan sampai barang-barang masih ramai walau waktu sepertinya sudah hampir malam.

Wanqing berhenti di depan toko kue tradisional yang sangat asing bagi dia. Ada bola-bola berwarna-warni yang terlihat dilumuri oleh wijen putih yang menarik perhatiannya. "Berapa ini?" Tanyanya.

Pria yang berjualan itu tersenyum senang, "5 koin tembaga dua butir. Nona mau berapa?" Wanqing mengeluarkan 50 koin tembaga "Aku mau dua puluh butir ya, apa isinya?" Tanya Wanqing sembari mengambil dua butir dan menyuapi Jingyuan salah satunya.

"Kacang hijau dan kacang merah, tergantung pada warnanya, ada juga yang berisi kuah jahe manis." Wanqing tersenyum bahagia begitu memakan miliknya yang berisi kuah jahe manis dan hangat yang langsung lumer di mulutnya.

"Kau dapat rasa apa?" Tanya Wanqing, pria di sampingnya terus mengunyah, "Kacang merah, enak." Jawabnya singkat. Wanqing mengangguk senang. "Tolong buat dua kantung Tuan." Pintanya.

Satu kantung berisi 10 butir ia berikan secara diam-diam di tengah gang kosong pada Ajudan Han dan Xien yang mengikuti mereka. "Makanlah sambil berkeliling."

Mereka pun lanjut menelusuri pasar indah itu. Wanqing terlihat sangat senang mengunyah kue itu sambil melihat-lihat pasar. "Kau jarang keluar rumah ya?" Tanya Jingyuan.

Wanqing mengangguk, "Bukan jarang, tapi tidak pernah."

Jingyuan menatapnya dalam, ada pandangan kosong berapi-api dari matanya. Wanqing menggenggam tangannya erat. "Tenanglah, lihat itu.."

Wanqing berlari menuju salah satu toko yang menjual buku-buku novel tulisan tangan sendiri. Wanqing langsung dengan senang berinteraksi dengan pria tua dan wanita muda yang sepertinya adalah anaknya yang berjaga di toko itu dan juga penulis buku-buku itu. Wanqing mulai memilah milih beberapa buku.

"Aku ambil sepuluh ya, berapa jadinya?"

Wanita muda itu membungkus buku yang Wanqing pilih, "Pilihanmu bagus semua, Kau bisa banyak belajar tentang penjajahan revolusi dan kondisi saat ini, juga menikmati fantasy dan percintaannya. Semuanya jadi dia ratus koin tembaga."

Wanqing menyerahkan uangnya dan berterimakasih. Jingyuan dengan sigap memegang belanjaan itu. "Kau mau lihat tusuk konde dan beberapa bedak serta pewarna bibir di toko kecantikan itu tidak?" Tawar Jingyuan tiba-tiba.

Wanqing tertawa senang, mereka pun terus berbelanja banyak hal, dari mulai tusuk konde, bedak, perona pipi, pewarna bibir, bahkan sampai sabun susu kambing dan beberapa camilan lainnya. Wanqing juga membungkus makanan berat yang mereka makan di restoran minum pinggir jalan. Budaya dan hiruk pikuk malam di sana sangat meriah, semua warga seolah keluar dan meramaikan malam. Berbeda dengan perkotaan di Guangzhou yang sudah lebih modern, para warga lelah bekerja dari pagi sampai sore dan memilih tiduran di rumahnya sampai pagi.

Keadaan di sini sepertinya sangat menyembuhkan sesuatu dalam diri Wanqing yang merindukan nuansa seperti ini. Ia seolah masuk ke buku novel yang berada beberapa puluh tahun atau bahkan ratusan tahun lalu.

Mereka menikmati malam itu di sekitar pasar tanpa sadar waktu berlalu sangat cepat. Ada beberapa sosok berpakaian hitam yang terlihat mundar-mandir mengamati mereka sampai mereka kembali ke villa.

*BERSAMBUNG*

Hi semuaa, mohon like dan supportnya yaa, terima kasih!!!

1
Hinari
sok akrab benerr
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!