Rangga melamarnya setelah suaminya meninggal. Mirisnya, Suaminya meninggal karena Rangga. Apakah Arumi dapat bertahan dalam takdir yang seakan sedang berkelakar ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ibu Ratu
Satu jam berlalu, Rangga numpang mandi di rumah Arumi, di lantai atas, sementara Tony membereskan kamar baru Rangga.
Denny turun dari mobilnya selesai mengantarkan Aryo ke sekolah. Rian ke sekolah pakai motor sendiri. Sambil tersenyum tipis ia mengingat apa saja yang anak itu utarakan kepadanya sepanjang jalan ke sekolah.
Aryo di usianya yang masih 15 tahun ternyata sifatnya bisa lebih dewasa dari kakak dan mamahnya.
“Om, aku nggak kenal siapa Om.” Begitu katanya. “Aku juga nggak tahu kenapa Om sepertinya sangat loyal ke Om Rangga. Menurutku bukan karena Om Rangga membayar Om Denny untuk jadi pengacaranya. Tapi ada dukungan yang lebih kuat dari itu.”
“Hm, lalu?” Denny tidak ingin bicara banyak, tetapi ia tertarik dengan argumen anak ini.
“Dan aku ingat sekali kalau Om Denny pernah bilang kalau Om juga pernah merasa kehilangan seperti kami. Di Usia yang seumuran Kak Rian, kedua orang tua Om meninggal bersamaan. Itu yang membuat aku merasa Om bisa memahami kehilangan kami.”
Denny tersenyum tipis sambil membelokkan stirnya dan berhenti di depan sekolah Aryo.
“Aryo, calon suami mamah kamu adalah orang yang pernah menolong saya. Tadinya kami tidak kenal, tapi karena bantuannya saya bisa menjadi seperti sekarang. Jadi, keputusannya untuk membantu kalian, saya simpulkan sama dengan saat dia ingin membantu saya. Rangga itu... memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki manusia kebanyakan. Instingnya berjalan dengan tajam, dia bisa menilai orang ini baik atau tidak, jujur atau berbohong. Saya rasa karena tubuhnya membentuk antibodi berlebih dari kecil gara-gara kebanyakan dicambuk bapaknya.”
“Jadi... cerita kalau bapaknya strict banget itu benar?”
“Benar. Kamu bayangkan, Pak Agung ini diminta mengelola aset triliunan, yang mana setengah dari Aset itu adalah milik Istri Pertamanya, Pramudya Shinta. Tiba-tiba dengan bodohnya dia berselingkuh. Alasannya, karena Bu Shinta tidak bisa punya anak. Pak Agung tak ingin perusahaan dikelola oleh keponakan-keponakan Bu Shinta, padahal dia sendiri sudah tidak memiliki kemampuan untuk mengelola. Sejak perceraiannya, lalu pisah harta, Pak Agung habis-habisan, hampir bangkrut. Lalu, lahirlah Rangga. Dari Istri Kedua. Ya jelas saja Rangga adalah harapannya untuk meneruskan bisnis. Tapi gennya Rangga dinilai buruk. Jadi dia menghajar Rangga agar Rangga jadi seperti robot. Bedanya... Rangga itu manusia, jadi memiliki hati dan passion sendiri. Kamu tahu apa yang ia lakukan selanjutnya?”
“Kayaknya buruk ya? A-apa yang Om Rangga lakukan?”
“Dia ikut tawuran bukan untuk emosi sesaat, tapi untuk mengukur seberapa jauh dia bisa bertahan. Kapan dia bisa mundur, kapan dia bisa menyerang. Dia praktekan di jalanan. Pulang dari tawuran, dia ke kantor semua investor, dia lampirkan kebrobokan sistem, dia presentasi Ide, dia hamparkan profit yang dia kelola lewat nama bapaknya. Dan dia peringatkan ke semua investor untuk menarik seluruh dana mereka dari Red Desmont kalau tidak ingin rugi, sekarang.”
“Dan... dia berhasil bikin bangkrut Red Desmont?”
“Ya. Dia sebarkan isu negatif. Skandal istri kedua. Headlinenya luar biasa. Gara-gara sibuk dengan urusan Istri Kedua, Pak Agung tidak fokus ke pekerjaannya.”
“Tapi, Om Rangga akan dicap jelek, cap anak haram.”
“Itu bagian dari rencananya. Rangga bahkan menyebarkan video saat ibunya bercinta dengan laki-laki lain, selain Pak Agung. Banyak sekali videonya. Tentu saja mudah baginya mendapatkan video karena semua adegan dilakukan tepat di depannya. Tahu apa yang terjadi?”
“Opini masyarakat berubah, dari cap anak haram, menjadi simpati.”
“Kamu pintar.”
“Waaah gila sih Om Rangga.” Aryo langsung menggelengkan kepala. Trik bisnis ini tidak akan ia dapatkan di sekolah sehebat apa pun.
“Rangga adalah klien pertama saya di urusan Hukum Pidana Komersial. Kami menuntut ibu kandung Rangga, kami menuntut Pak Agung. Pak Agung sakit karena stress. Lalu lewat bantuan rekanan kami di bidang Hukum Korporat, kami mengambil alih seluruh Aset Pak Agung. Kamu tahu apa yang terjadi dengan istri pertama?”
“Apa?”
“Pak Rangga menambah devidennya sebagai kompensasi untuk kelakuan Ibu Kandungnya yang dianggap telah mendzolimi Bu Shinta.”
“Ke-kenapa dia lakukan itu? Bukankah Bu Shinta memperlakukan Om Rangga dengan buruk?”
“Karena Rangga melihat potensi bekerjasama dengan Bu Shinta akan menghasilkan cuan yang berlipat ganda. Bukan hanya pengakuan yang ia incar, tapi juga silaturahmi sampai akhir hayat. Harta keluarga Bu Shinta ini, cukup untuk membeli negara berkembang. Tapi memang disembunyikan dari publik karena akan bikin heboh.”
“Kalau... hartanya cukup untuk membeli negara, kenapa dia tidak membantu negara ini agar jadi negara maju?”
“Karena dunia tidak mengizinkannya. Kamu tahu Aryo, banyak orang kaya di sini. Harta mereka melimpah. Tapi, ada aturan tak tertulis di kalangan bisnis makro. Sebuah strategi kejam untuk bertahan hidup. Kalau sebuah negara berkembang mendadak dibantu dan disuntik dana raksasa oleh satu pribadi, maka inflasi di negara itu akan meningkat drastis. Daya beli masyarakat akan melonjak tinggi dalam semalam, tapi tidak ada penjualnya karena semua orang mendadak sudah merasa kaya. Hasilnya? Hancur total negara ini karena nilai mata uangnya jadi sampah. Masalah demi masalah yang timbul di suatu negara, kelaparan, kemiskinan, semua itu sudah ada plotnya, semua sudah ada waktunya. Kamu pasti tahu siapa yang mengatur keseimbangan kejam ini, kan?”
“Elit global.” Jawab Aryo.
“Ya. Pintar.” Denny menepuk pundak Aryo, menandakan obrolan mereka harus berakhir karena bel sekolah sudah berbunyi. “Sana sekolah yang bener, nggak usah mikirin negara. Yang penting kamu bisa hidup sampai umur yang sewajarnya, mati dengan cara yang sewajarnya, hidup dengan orang-orang yang mencintaimu dengan wajar. Itu sudah cukup.”
Aryo turun dari mobil dengan berbekal banyak pemikiran di otaknya yang cerdas.
Kata-kata Denny terus berputar-putar di kepalanya seperti kaset rusak.
Selama sebulan ini, dia menganggap Rangga hanya seorang anak kota manja yang bersembunyi di balik ketiak hukum dan tumpukan uang triliunan untuk lari dari tanggung jawab. Tapi hari ini, Denny merobek semua prasangka kerdilnya.
“Ayah...” batin Aryo sambil menatap langit pagi yang cerah. “Pria yang nabrak Ayah... ternyata bukan orang sembarangan. Dia musuh yang terlalu tangguh buat dibenci, tapi dia taktik perang paling sempurna yang harus aku pelajari sampai habis.”
Dengan rahang yang mengeras penuh tekad baru, Aryo melangkah masuk ke koridor sekolah. Ia tidak lagi masuk dengan kepala penuh dendam yang melemahkan, melainkan dengan mental seorang prajurit yang siap menyerap seluruh ilmu dari sang 'Suhu' baru di rumahnya.
Denny menyulut rokoknya lalu menghembuskan asapnya ke atas sambil bersandar ke badan mobilnya. Ia menikmati suasana pagi di komplek perumahan yang asri ini. Matanya menatap ke sekelilingnya, membalas tatapan orang-orang yang bertanya-tanya kenapa di depan rumah Arumi ada banyak mobil mewah terparkir.
“Bapaknya saudara Bu Arumi?” tanya salah satu ibu-ibu di sana, kelihatannya baru pulang dari pasar.
“Bukan, kami semua teman Pak Ary. Boss saya rencananya mau menikah dengan Bu Arumi.” Kata Denny, memang sengaja mau bikin kehebohan dia.
“Hah?! Bu Arumi mau menikah lagi?! Waaaduuuh cepat amaaattt!!” seru kebanyakan ibu-ibu di sana.
“Apa mereka sudah berhubungan saat masih menikah dengan Pak Ary ya? Nggak mungkinlah secepat ini, walau pun Bu Arumi cantik. Dia kan bucin banget sama Pak Ary. Jangan-jangan itu cuma akting?”
Bener-bener ya mulutnya ibu-ibu nggak disaring.
“Pak Ary yang minta agar Boss saya menjaga Bu Arumi sepeninggalnya. Amanahnya jelas, ada videonya juga.”
“Loh? Bukannya... Pak Ary meninggal di tempat kejadian ya? Kapan amanah itu terjadi?”
“Yaaa, saat kejadian.” Denny menyeringai. “Mungkin saking cantiknya Bu Arumi, Pak Ary tidak ingin ada orang lain yang memilikinya, jadi dia sendiri yang harus memilih orang kepercayaannya untuk menjaga istrinya. Boss saya masih muda, kaya,”
“Setia nggak? Tahu-tahu istrinya banyak, KDRT, tukang mabok, dan anggota mafia. Bisa aja kan?! Jaman sekarang mana ada manusia sesempurna di novel!” sembur ibu-ibu itu.
“Nanti ibu-ibu bisa nilai sendiri. Pak Ary sesempurna itu saja pasti masih banyak yang ngomongin kan?” sindir Denny sambil terkekeh. “Yang jelas, Tuhan selalu menyediakan jodoh yang sesuai. Kalau tidak sesuai namanya ‘salah nikah’.”
Dan Denny pun akhirnya masuk ke dalam rumah karena matahari sudah semakin tinggi.
**
Hai Madam....Alhamdulillah nongol lg....hbs liburan ya Madam 💖