NovelToon NovelToon
Perjodohan Berbalut Dendam

Perjodohan Berbalut Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ana L.

Demi melunasi hutang ayahnya, Naura Aulia Zafira terpaksa menikah dengan Dewa Angkasa Buwana, penguasa mafia yang kejam dan berkuasa. Pernikahan ini bukan atas dasar cinta, melainkan balas dendam masa lalu yang dipendam Dewa pada keluarga Naura.

Di balik kemewahan dan kekuasaan, Naura harus bertahan hidup di tengah kebencian, bahaya, dan sikap dingin suaminya. Namun, ketegaran dan kelembutan Naura perlahan mengguncang hati Dewa, membuatnya terjebak antara dendam kesumat atau cinta yang tumbuh diam-diam.

Saat kebencian mulai memudar dan cinta bersemi, masa lalu kelam kembali mengancam nyawa mereka. Akankah dendam mengakhiri segalanya, atau cinta mampu mengubah takdir dan membawa mereka pada kebahagiaan abadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana L., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangkan Masa Lalu

Seminggu telah berlalu sejak hari penentuan itu di lokasi pelabuhan internasional. Berita tentang jatuhnya Ardiansyah dan terbongkarnya segala kejahatannya kini menjadi pembicaraan utama di seluruh penjuru negeri. Di permukaan, segalanya tampak damai dan terkendali. Nama keluarga Buwana semakin disegani, bukan hanya karena kekuatan dan ketakutan, tapi juga karena transparansi yang ditunjukkan Naura dalam mengelola aset-aset yang kini jatuh ke tangan mereka secara sah. Proyek pelabuhan yang dulunya menjadi sarang korupsi, kini resmi beralih kepemilikan ke bawah naungan Grup Buwana-Zafira, dan rencana pembangunannya disusun ulang dengan standar tertinggi, menjadikannya simbol kebangkitan dan kejayaan baru.

Namun, bagi Dewa Angkasa Buwana, kedamaian itu hanya ada di permukaan. Di dalam istana megah yang kini menjadi pusat kekuasaan mutlak kota itu, pria itu tidak pernah benar-benar lengah. Duduk di kursi kebesarannya di ruang kerja yang luas dan mewah, Dewa menatap laporan di meja dengan sorot mata yang masih setajam elang. Bagi dunia luar, Ardiansyah adalah musuh terakhir, dan sekarang kemenangan sudah ada di genggaman. Tapi Dewa tahu betul, bahwa di dunia yang ia geluti dunia mafia, kekuasaan, dan darah tidak ada akhir yang benar-benar tuntas sampai akar-akarnya dicabut habis.

Pintu terbuka pelan, dan Naura masuk membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat. Melihat sosok istrinya berjalan mendekat, seketika kekerasan di rahang Dewa meleleh. Aura dingin yang memenuhi ruangan itu menghilang begitu saja, berganti dengan kehangatan yang hanya wanita ini mampu ciptakan. Dewa berdiri, berjalan menyambutnya, dan mengambil nampan itu dari tangan Naura lalu meletakkannya sembarangan di meja samping, lebih memilih merengkuh pinggang ramping itu dan menarik wanita itu mendekat ke dalam pelukannya.

"Kau terlalu banyak bekerja, Dewa," ucap Naura lembut, menyentuh dahi suaminya yang tampak berkerut meski sedetik tadi. Ia tahu betul apa yang dipikirkan pria ini. "Ardiansyah sudah aman di penjara paling ketat. Seluruh jaringannya sudah hancur. Tidak ada lagi yang bisa mengancam kita. Kenapa masih terlihat berat bebanmu?"

Dewa menghela napas panjang, membenamkan wajahnya di ceruk leher Naura, menghirup aroma wangi yang menjadi satu-satunya ketenangannya. Tangannya meremas pinggang istrinya erat, seolah takut jika ia melepaskan, bahaya akan datang kembali merebut wanita itu darinya.

"Karena aku tahu bagaimana dunia ini bekerja, Sayang," jawab Dewa pelan namun serius, suaranya rendah dan berat. "Aku adalah bukti nyata bahwa musuh yang hancur belum tentu musuh yang mati. Dulu, Ardiansyah hanyalah orang kecil yang kubantu naik, lalu dia menusukku dari belakang. Sekarang dia jatuh, tapi dia punya rekanan di luar kota, di negara lain, orang-orang yang sama liciknya, sama tamaknya, dan sama berbahayanya. Mereka tahu bahwa aku telah mengambil alih kekuasaan penuh di sini. Mereka tahu bahwa aku satu-satunya penghalang bagi siapa pun yang ingin menguasai wilayah ini. Selama aku masih berdiri, mereka tidak akan tenang. Dan selama ada yang berani mengancam tahtaku... ada bahaya mengintaimu."

Dewa mengangkat wajahnya, menatap manik mata cokelat indah milik istrinya itu lekat-lekat.

"Dulu aku tidak peduli jika harus membakar seluruh kota ini demi balas dendamku. Aku tidak peduli siapa yang terluka atau mati, selama tujuanku tercapai. Aku adalah iblis yang kejam, Naura. Aku berjalan di atas mayat dan darah untuk mencapai puncak. Tapi sekarang... segalanya berubah. Kekuasaan ini bukan lagi untuk kepuasanku sendiri. Kekuasaan ini kubangun, kuperluas, dan kupertahankan mati-matian hanya untuk satu tujuan: menjagamu. Agar tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang berani menatapmu dengan salah, apalagi menyakitimu. Bahkan angin pun tidak boleh menyentuhmu tanpa izinku."

Naura tersenyum lembut, senyum yang mampu meluluhlantakkan seluruh pertahanan keras hati pria itu. Ia mengusap pipi Dewa, menelusuri garis rahang yang tegas dan penuh bekas luka pertempuran.

Dewa mencium telapak tangan istrinya, lalu menggenggam tangan itu dan mencium ujung jari-jarinya satu per satu dengan penuh penghormatan dan cinta yang mendalam.

"Kau selalu lebih bijaksana dariku, Sayang. Kau yang mengatur strategi bisnis, kau yang memikirkan masa depan, sementara aku... aku hanya otot dan pedang yang siap menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalan kita...

Belum sempat percakapan itu berlanjut, pintu ruangan diketuk cepat. Rian masuk dengan langkah tegap namun wajahnya sedikit lebih tegang dari biasanya. Di belakangnya, Sera juga ikut masuk sambil membawa berkas dokumen internasional.

"Tuan Dewa, Nyonya Naura," sapa Rian dengan hormat. Ia menatap tuannya itu, pemimpin yang ia kagumi dan takuti sekaligus, pria yang mampu mengubah wajah kejahatan di kota ini sendirian. "Ada kabar baru. Sesuai dugaan Tuan Dewa. Ardiansyah memang bukan orang yang bergerak sendiri. Laporan terbaru dari mata-mata kita di luar negeri menyebutkan bahwa dia memiliki hubungan erat dengan sindikat bisnis besar dari negara tetangga. Mereka mendengar kabar bahwa proyek pelabuhan kini ada di tangan kita. Dan mereka tidak terima."

Sera maju selangkah, meletakkan peta dan daftar nama di atas meja kerja.

"Mereka bernama Kelompok Arkan. Selama bertahun-tahun mereka memegang kendali jalur penyelundupan dan perdagangan gelap di wilayah selatan. Ardiansyah adalah mitra utama mereka di sini. Sekarang setelah Ardiansyah jatuh, mereka menganggap Grup Buwana sebagai ancaman terbesar. Mereka mengirimkan pesan... pesan yang kurang lebih berbunyi: serahkan kembali kendali pelabuhan dan seluruh aset Ardiansyah, atau mereka akan mengirimkan pasukan mereka untuk mengambilnya dengan paksa."

Dewa tertawa rendah, tawa yang dingin, penuh arogansi, dan ancaman mematikan. Ia berjalan mengelilingi meja, menatap nama-nama yang tertulis di kertas itu seolah sedang membaca daftar nama orang mati. Aura pemimpin mafia yang kejam dan tak terkalahkan kembali meledak, membuat suhu ruangan terasa turun drastis.

"Berani mereka..." desis Dewa, matanya berkilat penuh amarah yang tertahan namun siap meledak kapan saja. "Mereka berpikir karena mereka berada di luar batas negara, mereka aman? Mereka berpikir aku Dewa yang dulu, yang bisa mereka tekan atau atur sesuka hati? Mereka salah besar. Aku tidak hanya menguasai kota ini, Rian. Jaringanku membentak jauh lebih luas dari yang mereka bayangkan. Aku punya mata dan telinga di setiap pelabuhan, di setiap perbatasan, di setiap kantor polisi, dan di setiap organisasi kriminal di belahan bumi mana pun."

Dewa berbalik menatap Rian dengan sorot mata tajam yang memerintah.

"Kirimkan pesan balikku. Katakan pada Arkan dan antek-anteknya: Wilayah ini milikku. Segala sesuatu yang ada di sini, tanah, laut, udara, dan setiap orang yang hidup di dalamnya, adalah hak milikku. Jika mereka berani menginjakkan kaki di sini dengan niat buruk... aku pastikan mereka tidak akan pernah pulang. Aku akan buat laut di sekitar pelabuhan itu berubah warna menjadi merah darah mereka. Dan katakan juga... bahwa Nyonya Buwana kini memegang kendali penuh atas proyek itu. Siapa pun yang berani mengganggu atau menyakiti satu orang pun yang bekerja di bawah perintah istriku, akan kuhancurkan keturunannya sampai tujuh turunan."

"Siap, Tuan! Segera saya sampaikan," jawab Rian tegas, matanya berbinar kagum mendengar keberanian tuannya. Di dunia bawah tanah, nama Dewa Angkasa Buwana adalah legenda, dan ancamannya adalah vonis mati.

Sera tersenyum tipis, lalu menatap Naura. "Sepertinya perjuangan kita belum selesai, Naura. Musuh baru datang, lebih besar dan lebih berbahaya. Tapi melihat cara Dewa melindungimu... aku yakin, tidak ada apa pun yang bisa menjatuhkan kalian. Bahkan sindikat internasional sekalipun."

Naura menatap suaminya yang kini berdiri tegak dan mengintimidasi, sosok yang menakutkan bagi musuh, namun menjadi pelindung teraman baginya. Ia berjalan mendekat, berdiri di samping Dewa, lalu meraih tangan kekar itu dan menggenggamnya erat.

"Justru ini yang kita inginkan, bukan?" ucap Naura tenang namun penuh wibawa, suara Nyonya Buwana yang kini disegani banyak orang. "Kita ingin membersihkan dunia ini dari segala kejahatan yang dulu memisahkan kita. Ardiansyah hanyalah perantara. Kelompok Arkan adalah akar masalah selanjutnya. Dan kita akan membereskan mereka sama seperti kita membereskan yang lain. Kita akan buktikan bahwa bisnis kita sah, kuat, dan tak tergoyahkan. Kita akan buktikan bahwa kekuasaan kita bukan didasari ketakutan semata, tapi didasari kemampuan untuk memimpin dan menguasai."

Dewa mengangguk pelan, lalu menatap istrinya dengan pandangan bangga yang tak terhingga. Ia mengusap kepala Naura dengan penuh kasih sayang.

"Kau benar, Sayang. Kita akan hadapi mereka. Kita akan buat mereka menyesal pernah mendengar nama kita. Kita akan perluas kekuasaan Buwana hingga ke luar batas negara, kita akan buat nama Zafira semakin bersinar di dunia bisnis, dan kita akan pastikan bahwa tidak ada lagi tempat di dunia ini di mana musuh kita bisa bersembunyi."

1
Rara M.
wow 💗🎈👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!