**Sinopsis:**
Di dunia nyata, Arka mati tragis karena dikhianati. Bukannya ke akhirat, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh Tian, murid buangan Sekte Awan Hijau yang sedang sekarat karena disiksa dan difitnah.
Di dunia baru yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Tepat saat Tian pasrah akan mati untuk kedua kalinya, sebuah layar holografis muncul di kepalanya dengan bunyi: *[Ding! Sistem Cheat Code Jagat Raya Aktif!]*
Di saat orang lain butuh puluhan tahun untuk bertapa, Tian cukup melihat notifikasi sistem untuk naik level secara instan, kebal dari serangan, dan menduplikasi jurus dewa. Berbekal kode curang ini, Tian bangkit dari pecundang menjadi penguasa tunggal jagat raya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ujang Bonang@_@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33: Pembantaian di Depan Gerbang Paviliun
Keheningan yang mencekam kembali melanda area di depan gerbang utama Paviliun Phoenix Ungu. Ribuan prajurit Pasukan Serigala Hitam yang mengenakan zirah besi hitam pekat mematung di posisi mereka, memandang tak percaya ke arah panglima tertinggi mereka. Jenderal Besar Wang Tianba—seorang kultivator yang telah menyentuh batas setengah langkah menuju Ranah Inti Emas (Gold\ Core\ Realm) dan menjadi salah satu pilar militer terkuat di Kekaisaran Azure—kini sedang berlutut dengan satu lutut bertumpu pada tanah, sementara lengan kanan zirahnya telah hancur total dan meneteskan darah segar yang pekat.
Di seberang jalan, Feng Tian masih berdiri dengan tenang di atas puing-puing anak tangga pualam yang telah hancur. Jubah abu-abu kusam murid luarnya sedikit berkibar ditiup angin sore, namun ekspresi wajahnya tetap acuh tak acuh, seolah-olah mengalahkan seorang jenderal besar kekaisaran bukanlah hal yang patut dibanggakan.
"Jenderal Wang!" Master Zhou, Wakil Ketua Asosiasi Alkemis, menjadi orang pertama yang tersadar dari keterkejutannya. Wajah tuanya yang dipenuhi kerutan kini berkerut semakin dalam, dan sepasang matanya yang cekung memancarkan kilatan ngeri sekaligus kewaspadaan yang belum pernah ada sebelumnya.
Sebagai praktisi Ranah Fondasi Dasar Tahap Akhir, Master Zhou tahu betul seberapa kuat fisik dan energi Qi milik Wang Tianba. Namun, pemuda di hadapan mereka ini, yang secara visual dan fluktuasi aura luarnya masih tertahan di Tingkat 6 Pengumpulan Qi akibat jimat *Status Palsu*, baru saja mematahkan lengan sang jenderal hanya dengan satu hantaman fisik murni!
"Bocah setan... kau sengaja menyembunyikan kultivasimu untuk menjebak kami?!" Wang Tianba meraung dengan suara serak, menahan rasa sakit yang luar biasa dari tulang lengannya yang remuk. Dia perlahan bangkit berdiri menggunakan kaki kirinya, sementara mata merahnya menatap Feng Tian dengan kebencian yang mendalam. "Tidak peduli teknik rahasia apa yang kau gunakan untuk meningkatkan kekuatan fisikmu secara instan, kau tetaplah satu orang! Pasukan Serigala Hitam, dengar perintahku! Bentuk Formasi Pemancung Jiwa! Serang dan cincang bocah ini menjadi seribu kepingan daging!"
Mendengar perintah dari panglima mereka, ribuan tentara zirah hitam yang sempat terpaku langsung tersentak kembali ke realitas. Sebagai pasukan elit yang terlatih di medan perang darah, kepatuhan terhadap perintah militer telah mendarah daging di dalam jiwa mereka.
*Sret! Sret! Sret!*
Ribuan tombak panjang diarahkan lurus ke arah Feng Tian, dan ratusan pemanah berat di barisan belakang langsung menarik tali busur mereka hingga melengkung penuh, mengunci seluruh sudut pelarian Feng Tian dengan anak panah pemecah zirah yang berkilauan energi Qi.
"Bunuh!!!"
Dengan satu teriakan kompak yang menggetarkan langit Ibu Kota, ratusan anak panah melesat membelah udara seperti hujan badai hitam yang siap menembus tubuh Feng Tian. Di saat yang sama, ratusan prajurit garis depan merangsek maju dengan formasi tombak yang rapat.
"Rekan Muda Feng, bersembunyilah di dalam paviliun! Kami akan mengaktifkan formasi pertahanan utama!" Tetua Mu Qing berteriak panik dari ambang pintu, wajah tuanya memucat melihat skala serangan militer berskala besar tersebut.
Namun, Feng Tian hanya mendengus meremehkan. Menghadapi hujan panah dan kepungan ribuan tentara fana, dia tidak melangkah mundur satu senti pun. Sebaliknya, dia justru mengambil satu langkah maju ke depan, membiarkan kedua tangannya keluar dari saku jubah jubah abu-abunya.
*‘Sistem, gunakan 2.000 Poin Sistem untuk mengaktifkan fungsi manipulasi petir dari Tubuh Suci skala menengah!’* perintah Feng Tian dalam batinnya dengan nada dingin.
**[Ding! Perintah diterima. Mengurangi 2.000 Poin Sistem. Mengaktifkan Kemampuan Pasif: Pelepasan Guntur Sembilan Kesengsaraan...]**
*Bzzzt!!! Krak!!!*
Seketika itu juga, langit sore Ibu Kota Kekaisaran Azure yang semula cerah mendadak ditutupi oleh awan hitam yang pekat dalam hitungan detik. Udara di sekitar Paviliun Phoenix Ungu dipenuhi oleh aroma ozon yang menyengat, dan dari dalam pori-pori kulit Feng Tian, kilatan petir berwarna ungu keemasan yang tebal mulai meledak keluar dengan liar.
"Apa itu?!" Master Zhou berseru ngeri, merasakan tekanan surgawi yang mendadak turun dari langit.
"Turunlah, Guntur Surga!" Feng Tian mengangkat tangan kanannya ke udara, lalu mengayunkannya ke bawah dengan gerakan memotong yang tegas.
*Duarrrrr!!!!!*
Sebuah sambaran petir raksasa berwarna ungu keemasan jatuh dari langit, menghantam tepat di depan tubuh Feng Tian dan menyebar ke segala arah seperti jaring laba-laba elektrik raksasa. Ratusan anak panah besi yang sedang melesat di udara seketika hancur menjadi abu halus sebelum sempat menyentuh jarak lima meter dari tubuh Feng Tian.
Tidak berhenti sampai di situ, gelombang petir tirani dari **Tubuh Suci Dewa Guntur Sembilan Kesengsaraan** merambat dengan kecepatan cahaya di atas jalanan batu pualam, menyambar barisan depan Pasukan Serigala Hitam yang mengenakan zirah besi. Besi adalah konduktor terbaik untuk petir, dan dalam sekejap, zirah hitam mereka berubah menjadi peti mati elektrik!
"Aaakhhh!!!"
"Ibiliiiis!!! Ini adalah petir kesengsaraan surgawi!!!"
Jeritan histeris dan raungan kesakitan bergema memecahkan langit sore. Ratusan prajurit zirah hitam langsung hangus terbakar dan jatuh bertumbangan seperti petak-petak gandum yang dipanen. Hanya dalam satu serangan kasual yang memanfaatkan properti Tubuh Suci, lebih dari sepertiga Pasukan Serigala Hitam yang elit telah binasa tanpa sempat mendekati target mereka.
Aroma daging terbakar yang menyengat langsung memenuhi udara di depan paviliun. Sisa prajurit yang masih hidup seketika kehilangan seluruh moral bertempur mereka; mereka menjatuhkan senjata mereka dan mundur ke belakang dengan wajah yang dipenuhi oleh kengerian yang murni. Ini bukanlah pertempuran antar kultivator, ini adalah pembantaian sepihak oleh seorang dewa guntur!
Wang Tianba menatap pemandangan itu dengan mata yang hampir keluar dari rongganya. Pasukan kebanggaannya, dihancurkan dalam satu serangan?
"Sekarang, giliranmu, Jenderal Tua," suara Feng Tian terdengar begitu dekat.
Sebelum Wang Tianba sempat bereaksi, sesosok bayangan abu-abu telah muncul tepat di hadapannya dengan kecepatan yang melampaui kemampuan mata telanjang untuk menangkapnya. Feng Tian berdiri di sana, tangan kanannya yang diselimuti oleh percikan petir ungu keemasan bergerak maju, mencengkeram leher Wang Tianba dengan akurasi yang mematikan.
*Sret!*
Jenderal Besar Kekaisaran Azure yang bertubuh kekar itu diangkat ke udara hanya dengan satu tangan kiri Feng Tian yang ramping, seperti seorang pria dewasa yang sedang mengangkat seekor anak ayam yang tidak berdaya.
"K-Kau... lepaskan..." Wang Tianba mencengkeram pergelangan tangan Feng Tian dengan tangan kirinya yang tersisa, berusaha melepaskan diri, namun cengkeraman Feng Tian terasa seperti jepitan besi meteorit yang tidak bergeser satu milimeter pun. Energi Qi hitam setengah langkah Inti Emas miliknya langsung buyar total begitu bersentuhan dengan petir ungu di tubuh Feng Tian.
"Wang Tianba, aku sudah memberimu kesempatan untuk memohon ampun, tetapi kau memilih untuk membawa pasukanmu dan mengganggu ketenanganku," ucap Feng Tian, sepasang mata keemasan menatap dingin ke dalam mata Wang Tianba yang kini dipenuhi oleh penyesalan dan ketakutan yang terlambat. "Klan Wang-mu... hari ini resmi berakhir di Ibu Kota."
*Krak!*
Tanpa ragu-ragu sedikit pun, Feng Tian memperketat cengkeramannya, mematahkan leher Jenderal Besar Wang Tianba dalam sekali tekan. Kepala panglima tertinggi itu terkulai miring, dan sisa-sisa energi kehidupan di matanya meredup total sebelum tubuhnya dilemparkan oleh Feng Tian ke atas tanah seperti seonggok sampah yang tidak berharga.
*Glek.*
Master Zhou yang menyaksikan seluruh proses tersebut dari jarak dekat merasa seluruh persendiannya lemas. Jiwanya seolah-olah telah terbang keluar dari tubuhnya. Jenderal Besar Wang Tianba... mati begitu saja?!
Feng Tian perlahan memutar tubuhnya, mengalihkan pandangan mata keemasannya yang dingin ke arah Master Zhou yang kini sedang gemetar hebat dengan wajah sepucat kain kafan.
"Dan kau... Wakil Ketua Asosiasi Alkemis," Feng Tian melangkah mendekati pria tua itu, percikan petir di sekeliling tubuhnya berderit menakutkan. "Tadi aku mendengar kau ingin memurnikan esensi jiwaku? Mengapa kau tidak mencobanya sekarang?"
**💬 Catatan Penulis (Author's Note):**
**KAPALAN KLAN WANG RESMI KARAM SEKARANG JUGA!!** ⚡️💀 Jenderal Besar Wang Tianba yang digadang-gadang sebagai penguasa setengah langkah Inti Emas langsung metong dalam sekali cekik oleh Feng Tian! Kekuatan *Tubuh Suci Dewa Guntur Sembilan Kesengsaraan* bener-bener gak ngotak, ribuan pasukan elit langsung di-clearing kayak beresin kecoak! 😂💥 Sekarang tinggal Master Zhou yang tersisa sendirian di medan perang. Apakah dia bakal sujud nangis-nangis, atau malah ngerasa bisa menang pakai status asosiasinya di bab 34 besok? Jangan sampai kelewatan aksi pembantaian berikutnya ya! Sediakan camilan kalian! 🤫🔥